Jan 032017
 

Pasca bentrokan yang terjadi di dalam penjara Anisio Jobim di Brasil, yang menewaskan sedikitnya 56 orang pada senin (02/01/2017), dilaporkan sedikitnya 144 narapidana (napi) berhasil kabur.

Temuan ini disampaikan Sekretaris Keamanan Publik Sergio Fontes, seperti dilansir AFP, Selasa (03/01/2017), kerusuhan brutal yang dipicu pertikaian dua geng napi itu pecah pada Minggu (01/01/2017) sore waktu setempat dan berlangsung hingga semalaman penuh di penjara yang ada di pinggiran Manaus, negara bagian Amazonas.

Keluarga dari para narapidana menunggu di luar kompleks penjara Anisio Jobim Penitentiary di Manaus, Brazil, 2 Januari 2017. (Edmar Barros/Futura Press via AP)

Dituturkan fotografer AFP yang ada di lokasi, bahwa jasad para korban yang berlumuran darah dan beberapa hangus terbakar ditumpuk di halaman penjara untuk kemudian dievakuasi.

Fontes merevisi jumlah korban tewas, dari yang tadinya dilaporkan mencapai 60 orang, menjadi hanya 56 orang. Kepolisian setempat berhasil mengendalikan situasi di dalam penjara pada Senin (02/01/2017) pagi waktu setempat.

Personel kepolisian bersenjata lengkap pun dikerahkan untuk memburu para napi yang kabur melalui serangkaian terowongan yang ditemukan di kompleks penjara Anisio Jobim itu.

Keluarga para narapidana berkumpul di gerbang utama penjara Manaus, kota di tengah hutan Amazon, Brasil, untuk mencari informasi tentang korban tewas akibat kerusuhan di penjara tersebut, Senin (2/1/2016). (foto:afp-marcio silva)

Fontes menyebut 112 napi kabur dari penjara Anisio Jobim, sedangkan 72 napi lainnya kabur dari penjara lain, Antonio Trindade Penal Institute, yang terletak tak jauh dari penjara yang dilanda kerusuhan. Dari jumlah itu, baru sekitar 40 napi yang berhasil ditangkap kembali.

Dengan demikian, hingga saat ini masih ada 144 napi yang kabur dan diburu otoritas setempat. Sebanyak 12 sipir penjara yang sempat disandera, sebut Fontes, berhasil dibebaskan.

Situasi di dalam penjara usai kerusuhan sangat mengerikan. Beberapa korban tewas dipenggal. “Banyak (korban) yang dipenggal, dan mereka mengalami kekerasan yang parah,” tutur Fontes dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, Fontes menyebut kerusuhan dipicu oleh pertikaian dua geng yang memiliki anggota di dalam penjara itu, yakni Family of the North (FDN) yang merupakan geng lokal berpengaruh dan musuhnya First Capital Command (PCC) yang merupakan salah satu geng terbesar di Brasil.

“Selama perundingan (untuk mengakhiri kerusuhan), para napi tidak memiliki tuntutan. Kami pikir mereka sudah melakukan apa yang mereka inginkan: membunuh anggota geng musuh,” sebutnya.

Sumber : detik.com

Artikel Terkait :

  4 Responses to “Penjara Anisio Jobim Brasil Rusuh, 56 Tewas, 144 Napi Kabur”

  1. Kirim koruptor ke sana

    • Coba aja nanti kalo gripen pesanannya brazil udah jadi….mo kabur kemana juga bakalan dikejar sampe dapet

      #kata salesnya

  2. bokong nya cewek2 brazil denok demplon lau orang bandung bilang

  3. hm….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)