Sep 062016
 

NEW DELHI – Kesepakatan milyaran Euro dalam pembelian 36 unit Rafale telah bergerak selangkah lebih dekat kepada keputusan melanjutkan pembelian jet tempur tersebut dimana dokumen telah dikirim ke Kantor Perdana Menteri untuk peninjauan akhir dan clearance.

Sumber-sumber pertahanan pada har ini, Senin (05/09/2016) mengatakan bahwa laporan akhir telah disampaikan oleh tim negosiasi yang banyak mengantisipasi kesepakatan Rafale dengan Perancis telah dibersihkan oleh Departemen Pertahanan.

Sementara pejabat tetap tutup mulut tentang keadaan kesepakatan tersebut, tetapi sumber tingkat tinggi menyatakan jika itu telah diberi izin clearance oleh Komite Keamanan Kabinet, dengan mengatakan, “Saya tidak akan mengatakan tidak”.

Sumber dari Perancis mengatakan mereka mengharapkan perkembangan positif bulan ini.

Selama kunjungannya ke Prancis pada April tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi telah mengumumkan bahwa India akan membeli 36 unit jet tempur Rafale dalam kontrak pemerintah-ke-pemerintah (G to G).

Segera setelah pengumuman, Kementerian Pertahanan India membatalkan proses terpisah yang berencana untuk membeli 126 jet tempur Rafale, yang dibangun oleh raksasa pertahanan Prancis, Dassault Aviation.

Kesepakatan ini diharapkan akan bernilai sekitar 7,89 miliar Euro untuk 36 unit jet tempur dalam kondisi terbang jauh.

Sistem senjata, sebagai bagian dari kesepakatan, juga akan mencakup persenjataan rudal Meteor terbaru dan helm “mounted display” buatan Israel.

Harga kesepakatan itu telah turun dari hampir 10 miliar euro, seperti pada penawaran awal, karena berbagai alasan, termasuk negosiasi yang sulit dengan India, diskon yang ditawarkan oleh pemerintah Perancis dan pengerjaan ulang dari beberapa kriteria.

Hal ini tidak menjelaskan apakah harga sudah diturunkan lebih lanjut akan tetapi India sedang melihat lebih jauh kemungkinan tersebut.

Kesepakatan baru datang dengan klausul memberikan offset 50 persen, menciptakan bisnis setidaknya senilai 3 miliar Euro untuk perusahaan India dan menghasilkan ribuan pekerjaan di India melalui offset tersebut.

Negosiasi komersial pada harga dari pesawat jet tempur, peralatan dan isu-isu lain dimulai pada pertengahan Januari tahun 2016.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  16 Responses to “Perdana Menteri India Tetapkan Kesepakatan Pembelian Rafale Senilai € 7,89 Milyar”

  1. Carin koplak monyong (pertamax) kah ?

  2. Carin koplak monyong (pertamax) kah ?

  3. Makin jatuh saja harga rafale di mata India. Dasar negara pelit. Lama2 harganya tinggal $ 2 M doank.

    • Menurut saya bukan pelit bung@Ruskye, dengan harga permintaan India yang € 7.89 milyar, berarti mereka rela keluarkan € 277 juta/unitnya lho.. Bukankah harga pespurnya cuma $ 130 juta-an/unit (sekitar € 117 juta-an/unit)

      Lihat tuh India berani bayar lebih 2x lipat dari harga.

  4. CARIN … hebat

  5. hahahah… wajar India menganggap harga tawaran awal Rafale terlalu tinggi, bayangin aja, masa 36 unit senilai € 10 milyar 😀 berarti dengan persenjataan lengkap mendekati € 310 juta/unit padahal harga kosongan cuma € 120 juta/unit.

    meski dengan alasasan ToT mestinya tidak semahal itu deh…

  6. Duit indihe gak ada habis habisnya.. Belanja terus demi harga diri bangsa.. Kl nkri meski anggarannya banyak tak kan beli apa apa disimpen saja anggarannya..

  7. Mau nanya rekan JKGR….apakah india juga NON BLOK mengingat alutsistanya sama kayak strategi Indonesia alias Gado gado

  8. Makanya melon megap2 beli 1 skuadron,melon kalo nak beli 1 skuadron mestilah butuh 20 tahun,kesian melon negara bodoh tak de wang buat beli jet pejuang

  9. Sing eroor ki hp ku opo web’e yo ??…

    Koq angelmen saiki…artikel lawas2…koment do ra ketok..

  10. Rakyatnya kelaparan nelangsa..belanjanya super wow.!
    Kalo di negara kita udah didemo..
    Di india yg boleh ngomong hanya yg berkasta tinggi..dinegri kita gak ada kasta..rakyat boleng ngomong seenak udelnya tanpa hawatir diciduk..
    Siapa yg blm brsyukur lahir di NKRI.?

  11. ..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)