Jan 082017
 

Jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin sudah mencapai penyebaran internasional pertamanya dan Angkatan Udara AS menyatakan skuadron pertama telah siap tempur pada tahun 2016, akan tetapi Joint Strike Fighter (JSF) juga mengalami kemunduran penting tahun lalu.

Program pesawat tempur termahal di dunia masih terus bergulat dengan tantangan teknologi. Versi terbaru dari sistem logistik internal JSF ini tertunda selama beberapa bulan, dan pilot uji operasional masih melihat masalah stabilitas dengan software warfighting.

Kantor Program Bersama (JPO) telah melakukan koreksi atas masalah kualitas pendinginan avionik yang menyebabkan grounded-nya operasional 15 pesawat, tetapi Lockheed kini berpacu untuk memperbaiki 42 unit pesawat yang masih dalam produksi dan mengalami masalah yang sama.

Selanjutnya, Angkatan Udara AS juga direpotkan dengan dampak dari 2 kejadian kebakaran pesawat F-35 pada tahun lalu serta munculnya masalahan baru yang teridentifikasi dalam pengujian.

Pada saat yang sama, ketegangan terus meningkata antara Lockheed dan Pentagon. Setelah gagal mencapai kesepakatan pada batch kesembilan untuk pesawat yang telah lama ditunggu, pemerintah mengambil sebuah langkah yang langka dimana secara sepihak mengeluarkan kontrak senilai US $ 6,1 milyar – pemerintah mematok harga US $ 107 juta per unit – untuk pembelian 57 unit F-35.

Kedua pihak masih berunding untuk kesepakatan Lot 10, yang diharapkan dapat tercapai kesepakatan pada musim gugur ini. Sementara itu, meskipun sudah banyak mitra internasional yang bergerak maju dengan pembelian massal 3 tahun dari awal – rencananya produksi pesawat hingga 2018 adalah khusus untuk Angkatan Bersenjata AS – namun tampaknya militer AS tidak akan melakukan hal yang sama.

Permasalahan yang sedang dihadapi JSF ini:

  • Ketegangan yang terus meningkat antara Lockheed dan JPO pada negosiasi kontrak Lot 9 dan 10
  • Masalah sistem logistik internal (ALIS), masih tetap ditemukan pada software 3F versi akhir
  • Masalah helm penerbang yang belum siap sepenuhnya untuk dipakai terbang malam
  • Masalah baru berupa pengurangan jumlah integrasi persenjataan
  • Masalah kebakaran yang hingga kini telah dialami oleh 2 pesawat secara terpisah

Merancang pesawat tempur tercanggih di dunia tidaklah murah. JPO berpacu untuk menyelesaikan tahap pengembangan F-35 Lightning II – kini telah menghabiskan anggaran sebesar US $ 14 milyar sejak program restrukturisasi tahun 2011 – tapi Pentagon sepertinya bersiap untuk menunda hingga 7 bulan dari tenggat waktu penyelesaian yang mana diperkirakan akan menambah biaya sebesar US $ 530 juta lagi.

Dan biaya US $ 14 milyar hanya sebagian kecil dari tagihan yang terpenuhi. Sebuah laporan pada bulan Juli 2016 dari Congressional Research Service mematok biaya penelitian dan pengembangan sebesar US $ 59,2 milyar pada tahun fiskal 2012 sejak awal program.

Di sini kita melihat apa saja tantangan yang tersisa pada program F-35 ini.

Sumber: Aviation Week & Space Technology

Artikel Terkait :

Trump Inginkan Super Hornet Dengan Kemam... WASHINGTON - Presiden terpilih Donald Trump kembali mencuit melalui akun Twitternya pada hari Kamis (22/12/2016) mempertanyakan biaya jet tempur F...
F-35 Terus Bermasalah, Australia Makin R... Australia telah membeli dua JSF F-35 dan mantan pemerintah Abbott berjanji untuk membeli 70 lebih. Foto: Alex Ellinghausen Program pembangunan jet ...
Angkatan Udara AS Ingin Beli Pesawat Bar... WASHINGTON - Angkatan Udara AS saat ini mencari dana untuk tambahan jet tempur F-35 dan program pesawat serang ringan eksperimental, mendorong per...
Singapura Tunda Rencana Pembelian Jet Te... Menurut Pentagon, Singapura telah menunda rencana pembelian sebanyak dua belas unit jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin. Pesawat ini rencananya aka...
Lockheed Dibayar $ 64 Juta untuk Menggan... Lockheed Martin Corp, Lockheed Martin Aeronautics Co, Fort Worth, Texas, telah diberikan kontrak senilai US $ 64.686.522 untuk pengiriman pesanan ...
F-35 Terlalu Mahal, Angkatan Udara AS Le... Angkatan Udara AS sedang mempertimbangkan membeli sekitar 72 pesawat tempur F-15, F-16 atau bahkan F-18 karena tingkat produksi F-35 yang rendah. ...
Korps Marinir AS Akan Berpartisipasi Pad... WASHNGTON - Sebuah kajian ulang yang diluncurkan Pentagon untuk membandingkan Joint Strike Fighters F-35C versi kapal induk dengan F/A-18E/F Super...
AS Khawatir Pesawat Tempur KF-X Korea Le... Pejabat dari Lockheed Martin mengunjungi Korea pada tanggal 18 – 20 november dan berbicara dengan para pejabat DAPA. Selama diskusi, Locheed Marti...
Wow, Harga Helm Pilot Pesawat Tempur Cap... Pilot pesawat tempur jenis F-35 Lightning II memiliki senjata rahasia. Senjata itu memungkinkan mereka melihat seluruh badan pesawat. Tidak ta...
Super Hornet Bisa Bersaing Dengan F-35 L... WASHINGTON - Boeing F/A-18E/F Super Hornet bisa mencuri pesanan dari Lockheed Martin F-35 jika pemerintahan Trump menyesuaikan prioritas pertahanan,...

  12 Responses to “Perkembangan dan Masalah F-35, Apa Lagi Yang Perlu Diperbaiki?”

  1. mata saya yg salah atau emang roda depannya miring ya? hehehehe

  2. semakin banyak yg punya semakin jelas kekurangan kekurangannya..
    calon barang bagus memang harus berjuang menutupi minusnya.

  3. Gilakkkkkk nih pespur

  4. pesawat mahal…

  5. pilotnya

  6. Selalu ada pertanyaan kapan indonesia punya ?? Terlalu menyakitkan…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)