Jan 122013
 
KRI Cakra 401

KRI Cakra 401

Laut Indonesia merupakan salah satu checkpoint yang paling penting di dunia kapal selam.  Sebagian besar dari perdagangan global harus melewati Selat Malaka dan perairan dangkal di sekitar pesisir kepulauan Indonesia.

Situasi ini membuat Indonesia membutuhkan kapal selam yang memiliki teknologi Air-Independent Propulsion (AIP) yang memungkinkan kapal selam bisa beroperasi di dalam laut  hingga 3 minggu, pada kecepatan rendah. AIP membuat diesel-listrik kapal selam sulit  terdeteksi.

Pada kenyataannya Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam Cakra yang sudah lawas, serta beberapa Frigate dan Korvet untuk menjaga wilayah yang luas. Kehadiran kapal selam yang terbaik akan memperkuat penjagaan wilayah bawah laut Indonesia, terutama yang  hot spot . Pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut mendorong terciptanya revitalisasi kapal selam ini.

Indonesia pun mulai melakukan perburuan terhadap kapal selam dengan kriteria: senyap, bisa bertahan lebih lama di dalam air dan mematikan. Pada tahun 2007, Indonesia melakukan tender untuk membeli 3 sampai 6 kapal selam pengganti. Peserta tender adalah: Perancis, Jerman, Rusia, Korea Selatan dan Turki.

Kriteria kapal selam yang diinginkan Indonesia ternyata sesuai dengan produk ekspor terbaru dari Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW)- Jerman, yakni  U214 yang memiliki sistem AIP, Namun harganya lebih mahal. Kapal ini  juga digunakan dan dikembangkan oleh Korea Selatan, Turki dan India.

Jerman, Korea Selatan dan Turki yang mendapatkan angin untuk memenangkan tender kapal selam yang diinginkan Indonesia. Namun Rusia membuat gebrakan dan telah menjalin hubungan erat dengan Indonesia, melalui pengadaan berbagai peralatan pertahanan dalam beberapa tahun terakhir, untuk pengadaan: kendaran tempur, pesawat, serta Rudal Yakhont P 800/SS-N-26.

Indonesia menghargai upaya Rusia itu. Apalagi kapal selam improved Kilo 636M adalah pilihan teknis yang baik untuk lingkungan di Indonesia, dan populer di seluruh dunia.  Beberapa negara terdekat  juga telah mengoperasikan kapal selam ini, termasuk India dan China.

kapal-selam-kilo-indonesia

Herald- Australia, 5 September 2007 (Mark Forbes, Koresponden  Jakarta):

INDONESIA akan menyelesaikan kesepakatan $ 1,2 miliar dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, besok  di Jakarta, untuk mendanai pembelian kapal selam Rusia, tank dan helikopter. Akuisisi dua kapal selam Kilo Class yang handal itu, memiliki implikasi strategi yang signifikan dan bisa mengikis dominasi angkatan laut Australia di kawasan.

Juru bicara Angkatan Laut Indonesia, Sugeng Darmawan, mengatakan kepada Herald,  Indonesia  juga memiliki rencana jangka panjang untuk membeli delapan kapal selam Kilo baru lainnya dan dan telah dibahas. Perjanjian Besok  (6 september 2007) akan memperdalam hubungan militer  Rusia dan Indonesia, demi  meningkatkan kemampuan angkatan darat, laut, dan angkatan udara.  Kerjasama ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasokan militer AS.

Berdasarkan kesepakatan itu, Rusia akan memberikan kredit  $ 1,2 miliar untuk membiayai pembelian peralatan militer. Indonesia akan mengakuisisi dua kapal selam konvensional paling canggih yang dibangun oleh Rusia, 22 helikopter dan 20 tank.

Langkah ini akan memicu meningkatnya kekhawatiran tentang perlombaan senjata di kawasan, dengan China, Jepang dan Australia yang juga terlibat dalam akuisisi militer berskala besar . Para pemimpin forum APEC , akhir pekan ini akan membahas pembangunan kekuatan militer yang mengkhawatirkan itu.

Ketua Pusat studi Pertahanan dan Strategis,  Australia’s national university (ANU) Hugh White mengatakan, pembelian kapal selam Kilo  “secara signifikan menyulitkan” perencanaan angkatan laut Australia, karena kapal selam Kilo Indonesia akan memberikan ancaman nyata terhadap kapal perang permukaan Australia. “Ini adalah kapal konvensional Rusia berkualitas tertinggi, yang kehadirannya secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia,” ujarnya. “Kapal selam itu memiliki tantangan sangat strategis bagi Australia. Jika terjadi konflik dengan Indonesia, kapal selam Kilo  sangat mempersulit pergerakan kapal-kapal perang permukaan Australia.”

Pembelian persenjataan skala besar yang terus berlanjut di kawasan ini, mengikis keunggulan Angkatan Udara dan laut Australia,  meskipun Australia telah meyiapkan dana $ 10 miliar untuk pengadaan kapal perang destroyer (Air Warfare Destroyer).

Lembaga Pertahanan Australia merencanakan untuk memiliki kapal perusak (destroyer) demi melindungi kekuatan militer yang berada di lepas pantai.

Laksamana Pertama Darmawan mengatakan angkatan laut Indonesia sedang mengusulkan armada 10 kapal selam dan 260 kapal permukaan dalam jangka panjang.

Presiden Vladimir Putin dan Susilo Bambang Yudhoyono akan menyaksikan penandatanganan kesepakatan besok (6 September 2007),  ujar  Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Edy Butar Butar.

Ini adalah kunjungan pertama pemimpin Rusia ke Indonesia dan kedua pemimpin akan mengadakan pembicaraan meliputi banyak aspek, sebelum melakukan perjalanan ke Sydney untuk KTT APEC.  Keduanya akan medorong Peningkatan perdagangan serta hubungan militer.

Brigadir Jenderal Butar mengatakan kesepakatan itu akan mengurangi ketergantungan militer Indonesia di AS. (Rompies Karuni).

Presiden SBY melihat modelKS  Kilo Class

Presiden SBY melihat modelKS Kilo Class

Lima hari setelah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dengan Susilo Bambang Yudhoyono muncul berita:  Voice of America (Sept 11/07) – Indonesia-Russia Arms Deal Raises Concern

Negara-negara di kawasan seperti Jepang meminta Indonesia untuk menjelaskan niatnya. Apakah Indonesia hanya membeli pengganti usang peralatan dan diversifikasi pemasok kapal selam? Apakah Indonesia hendak menempatkan diri secara mencolok di tengah perlombaan senjata yang relatif tenang di Asian ?  Atau Keduanya ?.  

www.defenseindustrydaily.com 30 Juni 2011:

Presiden Vladimir Putin mampir ke Indonesia untuk finalisasi pinjaman 1,2 miliar USD sebagai bagian dari kerjasama pertahanan dan untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Indonesia pun menambah pembelian jet tempur flanker family  SU-27/30 seharga 335 miliar USD.

Juru bicara Kemhan (saat itu) Edy Butar Butar mengatakan kepada Reuter,  tidak ada bank yang mau menyelesaikan perjanjian tersebut. Rusia mengambil inisiatif dengan membuka paket kredit pertahanan itu selama 15 tahun ke depan.

Paket kredit untuk kapal selam tidak bisa dialihkan untuk alutsista lainnya. Adapun yang termasuk dalam daftar belanja adalah: 2  SSK Kilo Class attack submarines, 20 armored vehicles, serta 15-22 helicopters.

Komentar  President SBY:

“We want to diversify the sources of our equipment. Russia is offering us a generous package, and Russia also does not attach any conditions whatsoever. Russia is all business and does not attach any political conditions and that is the way we like it, and that is why we took up the offer.”

Sejak munculnya kekhawatiran Australia dan Jepang atas pembelian kapal selam Kilo oleh Indonesia, up date berita tentang pembelian dua kapal selam itu tidak lagi terdengar.

Namun yang jelas, barang-barang yang masuk ke dalam daftar belanjaan itu sudah berdatangan ke Indonesia: Tank BMP-3, Helikopter Mi35 dan Mi17, Sukhoi SU27/30.

Bagaimana dengan 2 KS Kilo ? Tidak jelas. Namun kontrak itu telah ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Wikipedia Rusia memasukkan Indonesia sebagai operator 2 KS Kilo, type 636M. Namun kepemilikan itu masih dibubuhi tanda tanya, dalam artian perlu verifikasi lebih lanjut. Beberapa wikipedia berbahasa non-latin, juga mencantumkan Indonesia sebagai pemilik 2 KS Kilo Rusia. Antara lain wikipedia berbahasa Korea.

Begitu pula dengan situs www.defenseindustrydaily.com . Situs ini meyakini Indonesia memiliki KS Kilo atau setidaknya berencana ke arah sana.

2 Agustus 2012:

Indonesia memesan memesan 3 kapal selam jenis U-209 dengan sistem internal kapal yang sepenuhnya modern. Pilihan itu dianggap efektif dan berbiaya rendah. Jenisnya diperkirakan antara  U209/1200 atau U209/1400.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan Indonesia resmi menandatangani kontrak  3 kapal selam Korea Selatan yang baru, di bawah skema transfer teknologi. Kapal selam baru pertama akan dibangun oleh Daewoo di Korea Selatan, dengan menghadirkan personil Indonesia dan pelatihan.  Pada tahap kedua akan dilakukan kolaborasi antara Daewoo dan PAL Indonesia. Tahap ketiga akan dibangun di Indonesia.

Biaya tidak diungkapkan, namun istilah-istilah itu bisa menjelaskan kenaikan harga.  Jakarta Globe: Kenaikan harga $ 300 juta USD.

Rencana Strategis Pertahanan Indonesia adalah memiliki 10 kapal selam pada tahun 2024.

Pertanyaannya adalah apakah ketika memasuki tahun 2024, dua KS Cakra masih bisa beroperasi atau harus dikandangkan karena faktor usia. Meski kedua KS Cakra telah di-upgrade di Korea Selatan, namun lambung kapal selam memiliki batas usia  (lifetime), akibat tekanan air saat kapal naik dan turun di dalam laut. Bisa jadi saat batas waktu MEF tercapai, jumlah kapal selam Indonesia kembali berkurang bahkan  bisa mendekati angka awal.

Rapat Kemenhan tanggal 9 Januari 2013 memutuskan untuk kemungkinan memajukan target MEF menjadi tahun 2019. Kok percaya diri banget ?. Ada apa ?

Kapal jenis  sub HDW  yang dipesan Indonesia ke Korea Selatan, juga diproduksi oleh Turki. Turki yang paham dengan proyeksi kapal selam Indonesia terus mengajukan penawaran meski Korea telah memenangkan tender 3 kapal selam.

19 Maret 2012:. Kenaikan Harga Turki Hurriyet Daily News :
Korea Selatan Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering mengumumkan telah memenangkan kesepakatan Indonesia sebesar $ 1,1 miliar untuk tiga kapal selam U209. Tetapi secara sepihak perusahaan Korea meminta pembayaran tambahan menjadi $ 1,4 miliar. “Sementara itu, kami memberikan tawaran terbaik kami untuk Indonesia pada 7 Februari. Sekarang kita sedang menunggu keputusan mereka, “kata pejabat Turki kepada Hurriyet Daily News. “Kami pikir kami memiliki kesempatan.”

20 Maret 2012: Turki Hurriyet Daily News melaporkan Indonesia telah menghibur Turki atas hilangnya tender kapal selam baru-baru ini, yang Turki tampaknya hilang karena mereka tidak menawar dalam batas waktu yang ditentukan.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono ternyata membahas tender kapal selam masa depan (2024) yang melibatkan U214 subs di mana galangan kapal Turki sedang membangun kemitraan dengan HDW Jerman.

Korea Selatan juga membangun U214s dengan HDW dan siap untuk bersaing. Setiap tender Indonesia mendatang masih akan menarik. Indonesia dan Turki sedang menjajaki kontrak $ 100 juta untuk membangun radio militer dan rencana pembuatan “rudal” yang dirancang oleh Roketsan (kemungkinan 122mm dan 300mm roket, atau dipandu CIRIT 70mm roket), dan kemungkinan APC  FNSS Pars  8 × 8 APC. Malaysia telah  membeli Pars.

Wikipedia melansir, Indonesia juga memesan kapal Selam 209 ke Turki:

In December 2011, Daewoo won a contract to build Indonesia three 1,400-ton Chang Bogo-class submarines for $1.07 billion. Construction of the submarines will start in January 2012 for delivery by 2015 and 2016, for commissioning in the first half of 2018. They’ll be equipped with torpedoes and guided missiles. The submarines are described to be Korea’s original model, bigger and more advanced than Indonesia’s refurbished Type 209/1300. Initially the offered submarines were going to be in-service ROKN submarines. The sale will be done without the involvement of German companies. South Korea is currently the only country outside of Germany independently offering the Type 209 for sale.

Indonesia was also offered two license built Type 209 submarines manufactured by a group of Turkish (SSM – Undersecretariat for Defense Industries) and German companies (HDW/ThyssenKrupp), a deal reported to be valued at $1 billion. SSM was also offering the leases of Type 209 submarines until new submarines could be completed.  The offer has since been superseded by the DSME submarine contract.

Tawaran Turki sangat menggiurkan karena (bersama HDW Jerman) akan memberikan lisensi perakitan U-209 serta dipinjamkan kapal selam sampai perakitan kapal selam selesai. Turki juga menawarkan pembangunan Roket dengan rancangan Roketsan.

U209/1400 Turki

U209/1400 Turki

Berbagai pesan Indonesia tentang kapal selam akhir-akhir ini:

3 Oktober 2012: Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News):

Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai dibangun pada akhir 2012, dan segera beroperasi.

“Pada awal 2013, kapal selam dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) sudah bisa singgah di Teluk Palu,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Pelaut Boedi Oetomo, di Palu, Rabu.

30 Juli 2012: Pakta Kerjasama.

Indonesia dan Singapura menandatangani perjanjian penyelamatan kapal selam. Hal ini penting bagi kedua belah pihak. Singapura memiliki layanan kapal selam yang jauh lebih maju, sehingga keahlian mereka akan bermanfaat bagi Indonesia. RSN ini juga akan menguntungkan diri mereka sendiri, dengan memperluas zona bantuan sepanjang rentang yang sangat luas laut antara Samudra Hindia dan Pasifik.  

Bisa jadi Indonesia menyiapkan suplai kapal selam dari 3 negara: Rusia, Korea Selatan dan Turki.

Melalui Turki dan Korea Selatan, Indonesia akan belajar dan mendapatkan lisensi membuat U-209. Sementara lewat Rusia Indonesia mendapatkan kapal Selam Kilo Class, karena masa kreditnya diperpanjang 15 tahun.  Salah satu anggota DPR sempat mengatakan deal pembelian kapal selam dari Korea, mundur 4 tahun dari 2007.

Dengan kondisi ini bisa jadi TNI terlihat percaya diri untuk memajukan MEF  dari tahun 2024 menjadi 2019.

Dengan asumsi itu hingga tahun 2018 diperkirakan Indonesia akan mendapatkan 8 kapal selam baru, 6 dari Korea Selatan dan Turki, serta 2 dari Rusia.

Jangan-jangan sudah ada kapal selam yang  memasuki masa ujicoba sehingga TNI AL buru-buru membangun pangkalannya di Palu. Alutsista kategori strategis memang selalu terlihat abu-abu dan mengundang misteri (JKGR).

  39 Responses to “Perkembangan Kapal Selam Indonesia”

  1. masuk akal juga dgn menyingkirnya KDM2 sialan itu dari sekitar ambalat

  2. Rupanya anda (admin) sedang kerajingan kapal selam.

    • kalau yg dibahas kapal selam mr melektech muncul neh..kangen nee.ulasan sampean mas..
      admin ragu dengan ulasan sebelumnya…
      memang kapalselam indonesia paling HOT issue
      semangat admin…kita tunggu ulasan ulasan berikutnya.
      jayalah TNI AL

    • Kalau saya kurang suka dengan KILO mas Satrio, nanggung dan terlalu besar buat kelas pantai, modelnya udah kuno meski sudah di improved, makanya pihak produsen mengeluarkan model baru kelas AMUR yang justru lebih kecil, sepadan dengan U209 kita.

      saya lebih setuju dengan improved U209 kita, kalau bisa U214, dan kalau bisa ada alih teknologi, sehingga kita bisa kembangkan ke arah kelas yang tinggi, macam kelas virginia milik AS.

      lebih lebih lebih setuju lagi, kalau kita beli kilo DISERTAI ALIH TEKNOLOGI, sehingga bisa kita COMBINE atau gabungkan teknologi barat dan timur. dan yang penting ada DUKUNGAN POLITIK yang baik dari pemerintah

      amin……

      • amin..
        kilo dan amur kita harus dapat teknologinya..mangkanya beli..
        U 209 ada yang gede juga kelas 1500..dan 1600 dll..
        Improve Killo kita kan tugasnya tuk memburu dan membunuh KS lawan..
        changbogo dan U209 lama kita tuk patroli garis batas pantai.
        Arah kedepan kita juga ke U214..moga pak sby terakir ke jerman membawa deal yg blum diungkap..
        Bangga banget ama korps hiu kalau itu semua terwujud dan KS cita rasa indonesia perpaduan killo dan u209 cpt terwujud

        • Saya pernah baca ulasan salah seorang pemerhati alutsista (ada di suatu forum militer), bahwa kapal selam itu secara filosofi tidak didesain untuk saling menghancurkan kapal selam lain dari aspek efektifitas. Kapal selam dirancang utk menghancurkan sasaran permukaan atas air (kapal perang atas air) dan sasaran darat serta udara. Utk memburu sesama kapal selam jelas tidak efisien, karena ketika sonar KS diaktifkan, maka saat itu juga KS lawan juga akan mendeteksi bahwa ada KS lain melalui frekuensi sonar yang dipancarkan. Yang lazim dilakukan utk memburu kapal selam ya hanya menggunakan kapal perang atas air anti KS atau pesawat udara AKS. Tapi itu menurut “beliau” lho ya…?? bukan menurut saya. (he..he). Saya sendiri malah baru tahu soal itu.

          • Memang ada KS yang khusus dirancang sebagai HK (hunter killer). Teknik andalannya passive sonar yang berusaha menangkap suara / getaran propeler KS lawan (tanpa mengaktifkan sonar sendiri), sehingga perlombaan teknologi terjadi dalam bentuk pencarian rancangan propeler yang paling senyap.

            http://www.nytimes.com/1987/06/16/science/furor-over-sale-casts-spotlight-race-for-silence-seas-malcolm-w-browne.html?pagewanted=all&src=pm

            Yang dijadikan sasaran perburuan adalah KS pembawa ICBM yang sangat straetgis dan sekaligus sangat berbahaya.

            The innovation that permitted submarines to become a serious threat to other (submerged) submarines wasn’t nuclear propulsion but the increase of capability in passive sonar which allowed subs to locate threatening subs and direct guided torpedoes to the target. The impetus for this development was, of course, to counter guided missile and (later) ballistic missile submarines deployed by the Soviet Union on deterrence patrols.

          • betul mas danu..TNI AL sebelumnya kan gembar gembornya beli kilo,dan diantisipasi oleh tetangga dgn beli ks yg lebih ok dari killo setelah mereka membelinya maka kita membeli yang improve pemburu kapal selam..skakmat.deh..cerdik petinggi TNI ya.
            .nah sekarang..tetangga pada ribut mau nambah ks baru atau mengganti yg lama.
            padahal sblumnya banyak juga ks ks asing yg mencoba menyusup perairan kita hanya dipatahkan oleh ks 401 kita yg jumbo.
            ini sekedar analisa awam aja

  3. Singapura membeli lagi 4 KS Scorpene dari France.
    Malaysia ingin menambah lagi 2 KS mereka.
    Australia menyiapkan $ 10 miliar untuk memebeli Kapal Perang Perusak /Destroyer.
    Kalu dilihat – lihat dari ketiga negara ini yg paling bingung kalau Indonesia mau menambah peralatan militer adalah Australia, wong Indonesia mau beli 2 KS KiloClass saja yg harganya $ 1 miliar mereka sudah siapkan uang $ 10 miliar untuk memborong Destroyer!

    • Satu lagi nih, Australia juga telah menyiapkan proyek untuk mengganti KS Collins mereka. Katanya sih KS Collins akan diganti dengan 12 KS yg lebih canggih lagi! (CYIUZZ MI APA)

  4. Mantap

  5. sudah saya bilang, saya tidak yakin semua 6 kilo 636M yang dipesan vietnam itu semuanya punya vietnam.

    • Selama state credit Rusia belum ditutup, pembelian tetap terbuka, hanya soal kemauan, 8 Apache super mahal saja bisa diperjuangkan walau mengambil dari dana lain, padahal untuk kilo dananya sudah disediakan.tot kilo pun sudah di perlonggar oleh rusia.

    • saya sependapat… semoga saja salah duanya milik NKRI

  6. Komisi I berharap ketiga kapal yang dipesan cepat kelar dan pada 2014 sudah siap digunakan untuk memperkuat pertahanan TNI Angkatan Laut.

    http://www.jurnalparlemen.com/view/628/komisi-i-akan-tanyakan-realisasi-pembelian-kapal-selam-dari-korsel.html

  7. Membaca berita di media kadang-kadang membuat bingung…pejabat waktu itu(kabinet IB jilid 1) katanya Indonesia hendak membeli 6 kapal selam kelas Kilo, katanya untuk Indonesia idealnya memiliki 12 KS..lalu ada pengadaan tender yang akhirnya dimenangkan Korea dg embel ToT. Akhir2 ini ada dibilang Indonesia akan memiliki setidaknya (artinya minimal) 10 KS pada 2024 (ada yang bilang juga 2020). Lalu dibilang MEF bisa maju sampai 2019..sementara KS CBG sendiri 2018 baru selesai semua (jika tepat waktu). Maka ada kekurangan 5-7 KS lagi..Menurut saya pada kabinet hasil pemilu 2014 nanti akan diumumkan pengadaan KS baru (meskipun mungkin barangnya sudah ada, seperti yang beberapa kali ditulis admin). Dan sangat mungkin Indonesia membeli KS Rusia mungkin Kilo atau malah justru Lada/Amur yang bisa membawa rudal Yakont

  8. Mulai panass pembahasannya.
    mungkin ada pencerahan dari yang lain..?
    Setahu saya killo memang bener bener di keep sama kemenhan.
    Tapi kita kan juga punya KS rahasia yang lain yang juga top markotop walau agak jadul.
    dan sekarang ini dikomunitas forum militer jerman lagi ramai membicarakan overhoule KS Indonesia.
    nah KS yang mana ini ?

  9. Pastinya 2 ks semata wayang Indo lah, mungkn berita ini bru jd topik bahasan disana.

  10. Untuk mencapai MEF 2019, 5-7 KS yang masih kurang memang harus dikebut. Implikasinya, menurut saya akan ada pergeseran justifikasi pengadaan KS. Dalam plan MEF sebelumnya hingga 2024, bolehlah dengan tambahan ToT yg akan butuh waktu lama untuk tender lengkap, dll. Namun bila ingin tercapai 2019, ToT akan menjadi road block pengadaan KS karena sangat bertele-tele.

    Seperti kita ketahui, 10-12 KS tidak hanya untuk mondar-mandir mengawasi kapal2 yang lewat. Kalau hanya untuk meronda selat-selat yg banyak sekali, bisalah pakai turunan-turunan Chang Bogo buatan PT PAL nanti. Sesuai dinamika kekuatan di sekitar dan ancaman pendudukan thd NKRI, jumlah KS 10-12 sebenarnya sebagian besar digunakan untuk mengamankan proyeksi pendaratan ribuan marinir, in case ada wilayah kita yang diduduki. Sisanya untuk meladeni beberapa pertempuran laut di wilayah laut lain yg waktunya bersamaan dgn pendaratan marinir.

    Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memang harus mempunya kekuatan pokok minimum mendaratkan pasukan spt ini demi mengamankan wilayahnya. Dan mengenai jenisnya sekiranya dianggap menggentarkan, macam Kilo, bukanlah salah Indonesia. Tetapi negara sekitarlah yang lebih dulu memulai meningkatkan kekuatan laut, dan kita hanya menyeimbangkan.


    So, sekiranya nanti Indonesia akan segera beli Kilo (atau sudah ya?), kita bisa tahu siapa-siapa yang ngotot untuk menolak atau menyindir dengan alasan minim ToT, korupsi, mahal, mubazir, dll. Dan kalau suara-suara penolakan ini menjadi dominan dan menggagalkan MEF, maka pada saat itulah kita sudah mulai kalah dalam mempertahankan NKRI.

  11. memang membingungkan, 3 sudah pasti dari korea + 2 kapal selam kita (cakra + nanggala)
    kalau target kita 12 kapal selam di tahun 2024 dan ternyata target MEF berubah ke 2019
    itu berarti minimal ada 10 kapal selam ditahun 2019.
    untuk membangun kapal selam itu membutuhkan waktu sangat lama 3 kapal selam dari korea bisa selesai di tahun 2019, okelah kita ambil daeri rusia 2 unit di tahun 2017 bisa terealisasi,
    berarti ada 3 unit lagi yang belum dapat terealisasi dan ini masuk akal kalau ambil dari turki 3 unit berarti semua genap 10 unit.
    seandainya ambil dari Turki 3 unit denagn TOT, apakah dapat harga yang pas (sesuai dgn nilai produknya)…TIDAK MUNGKIN, untuk membeli kapal selam dari korea yang dgn bobot 1400 ton panjang 56-60 Meter kita mengeluarkan dana 1.1 -1.4 Milyar dolar, ITU MAHAL SEKALI..tidak ada Transfer Teknologi yang GRATIS, semua bayar. begitu pun bila ambil dari turki sudah pasti harga akan lebih mahal kalau disertai TOT.
    Pertanyaan-nya apakah kita mau memberi uang lebih ke turki sedangkan kita sudah mendapatkan TOT dari Korea. walaupun proses penyelesaian kapal akan datang di tahun 2019 cuma 3 unit. (mengingat kendala pembangunan yg lama) ???
    apabila TOT yang diberikan korea tidak Full …itu sangat baik sekali bila kita ambil dari turki kekurangan TOT nya. jadi bisa saling melengkapi

  12. Inilah klo kita bicara mengenai militer,tidak semuanya di publish ke publik. Mngkn saja KS kilo dari Rusia dan 209 dari Turki kita beli,tp infonya di tutup rapat2 oleh kemhan dan TNI. Ini kn seperti pembelian MLRS Astros,dmn kita tidak tahu kpn tnda tngan kontraknya tp tau2 barangnya lngsng dtg.

  13. lanjut gan biar pada merinding sambil koprol 7 balik……ausie..singa…malon……masalah buat lo!

  14. dalam sejarah pernah ngga kapal selam kita menghancurkan kapal selam aasing yang menyusup masuk ke dalam laut indonesia?

  15. mas admin boleh g share kehebatan ks virginia class punya amrik sama changbogo class indo..kira2 kl duel di perairan selat malaka plus natuna hasilnya gmn?..

  16. Sebenarnya musuh yang mungkin kita hadapi di masa depan siapa sih? kalau menurut saya China ataupun AS dan sekutunya (Aussie, Inggris, S’pore, Malay) sama2 mungkin terjadi (geopolitik, geoekonomi-financial, geo-energy plus pangan semakin asymetri). Mengingat claim di wilayah LCS dan kegaduhan yg tak kunjung usai di pojok Timur kita. Maka kalau menurut saya Indo mesti siap berperang di 2 mandala (barat atau timur) sekaligus dengan kekuatan gabungan 3 matra. Itulah mengapa belakangan muncul issue Komando gabungan (rencana 3 wilayah, Barat (LCS, selat malaka, kep andaman, laut Indo barat), tengah(laut Hindia dan laut kep Indonesia tengah dan Timur (laut banda, aru dan pacific)
    Maka pengadaan KS pun harus bisa mensupport 3 Komando tersebut. Estimasi saya idealnya kita punya 6 sqdron (msg2komando 2 sgdron) dimana masing2 sgdron 6 sd 10 KS. masing2 sqdron terdiri tempur berat dan tempur taktis/ronda. Itulah yg akan terjadi nanti. Wasalam

  17. katanya kapal selam itu silent killer muehehehehe

    tapi denger2 menhan meneruskan pembelian KS Kilo, karena denger2 rusia juga menawarkan ToT juga buat KS Kilo,.

  18. Galangan Kapal Selam dari Rusia Disediakan PT PAL Jakarta. “Secara umum, kita siap. Tidak perlu membangun galangan dan dok baru bagi kapal selam yang akan kita beli dari Rusia. Kan kita sudah ada galangan dan dok-nya,” katanya, ketika di konfirmasi ANTARA News saat meninjau Indo Defence Expo & Forum 2006, di Jakarta, Rabu. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Slamet Soebijanto mengatakan, galangan dan dok bagi kapal selam kelas Kilo yang akan dibeli dari Rusia, akan disediakan PT PAL.

    Pemerintah telah menetapkan untuk membeli kapal selam dari Negeri Beruang Merah, menyusul kredit negara (state of credit) yang diberikan Pemerintah Rusia senilai satu miliar dolar AS. Ia mengatakan, pemeliharaan dan perawatan rutin kapal selam selama ini telah dapat dilakukan di dalam negeri seperti yang dilakukan oleh PT PAL. “Jadi tidak ada masalah, kita sudah siap kok,” ujar Slamet menegaskan.

    Sebelumnya, TNI AL melakukan penjajakan terhadap pengadaan kapal selam dari Rusia, Jerman dan Prancis. Dari Jerman, TNI AL berencana membeli kapal selam jenis U-209/1400 sedangkan dari Perancis kapal selam jenis Scorten. Dari negeri beruang merah, TNI AL berencana membeli enam kapal selam masing-masing dua kapal selam jenis Kilo Class (B/N), dua kapal selam Kilo (S/H) dan dua Amur Class 950 (B/N).

    Dibanding Jerman dan Prancis, enam kapal selam yang akan dibeli tersebut telah dilengkapi dengan persenjataan yang dibutuhkan TNI AL seperti peluru kendali, torpedo, antiranjau, dan anti peluru kendali. “Tidak itu saja, kapal selam Rusia yang akan kita beli juga telah dilengkapi alat sensor. Jadi, dengan harga yang lebih rendah kita sudah dilengkapi dengan senjata dan alat sensor,” kata Slamet.

    Kapal selam Kilo Class rencananya akan dilengkapi rudal Yakhont dan senjata antiranjau, sedangkan Amur Class akan dilengkapi dengan enam torpedo 533 mm, antipeluru kendali 3M-54E-1 dan antiranjau. Lebih jauh, Kasal mengemukakan, pengadaan kapal selam itu merupakan salah satu bentuk upaya penangkalan (detterence) sekaligus melengkapi satuan pemukul (striking force).(*)

    Galangan Kapal Selam dari Rusia Disediakan PT PAL Copyright Antara News 2006, Penulis Ruslan Burhani, November 2006.

  19. nahlo… ??????

    • sudahlah den..

    • nah lo kenapa den?

      info tambahan (maaf kalau ada yang sudah pernah share artikel ini):
      Jakarta – TNI untuk pertama kalinya akan meluncurkan peluru kendali (rudal) jelajah dari kapal selam. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama (TNI) Untung Surapati di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Rabu (26/9), uji coba itu merupakan tonggak sejarah TNI.“Rudal jelajah Yakhont ditembakkan dari kapal selam KRI Nanggala. Rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 300 kilometer dengan hulu ledah 200-an kilogram,” katanya.

      Kapal selam yang bisa menembakkan rudal yakhnot hanyalah sekelas Kilo/ BNV. Setelah berita itu menjadi heboh, tidak ada koreksi dari Kompas maupun Dispenal. Hal ini menunjukkan informasi yang disampaikan benar seperti apa adanya.

      Dubes Rusia Alexander A Ivanov mengatakan Indonesia telah memiliki kapal selam BNV (Kelas BNV adalah nama lain dari kelas Kilo 636 singkatan dari B =(B)(bolshaya, large) N = Novorossiysk (nomor B-261) V = Varshavyanka). Dispenal mengeluarkan gambar Kapal Selam Kilo di Kalender tahunan mereka.

      Dubes Rusia menyampaikan informasi penting itu ke Majalah ternama Tempo dan tidak pernah ada koreksi jika informasi itu salah. Dispenal menyampaikan informasi penembakan rudal yakhont oleh kapal selam dan diberitakan Kompas Cetak. Kompas tidak pernah merevisi berita itu baik atas inisiatif sendiri atau ralat dari Dispen AL. Berarti bisa kita anggap informasi yang disampaikan benar seperti apa adanya.

      Mungkin ada saatnya pengadaan alutsista dirahasiakan untuk menenangkan situasi politik di kawasan. Ada saatnya pula informasi itu terpaksa dibuka untuk mengingatkan tetangga di kawasan disaat situasi geopolitik telah berubah.

  20. wekkkk,mudahan aja benarrr

  21. yang dari Turki kok masih dimasukin aja?
    makanya yang di bold jangan cuma yang “Indonesia was also offered two license built Type 209 submarines manufactured by a group of Turkish.” lihat lagi di bawahnya:
    “The offer has since been superseded by the DSME submarine contract.” superseded, artinya digantikan, diambil alih. Jadi sejak ditanda tanganinya kontrak pembuatan dengan DSME Korsel, tawaran dari Turki di TOLAK.

  22. hebat ks nanggala bs nembakan yakhoon . kilo?

  23. jadi………….

  24. Jumlah KS kita ada 7 unit; akhir tahun ini akan hadir beberapa unit 209 dari Korsel sehingga menambah jumlah KS kita sejumlah belasan unit. ini sesuai renstra MEF bahwa KS minimal ada 12 unit dan diakhr 2014 jumlah nya sudah diatas 12 unit. jumlah itu masih belum yg 3 unit untuk TOT. ingat masih ada TOP secret yaitu adanya KS Induk yang menjadi leader KS2 kita, saat melakukan operasi. rincian KS kita mayoitas diisi varian 209 dan turunannya dari Korsel, KS Rusia, dan dari eropa. dari pada demam KS

 Leave a Reply

(wajib isi)

(wajib isi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>