Sep 112016
 

Sebagai negara besar, rezim nakal dan kelompok teroris, dalam sejumlah kasus menggunakan persenjataan yang semakin canggih berupa roket dan rudal balistik, negara-negara yang menemukan jati diri dengan senjata, sehingga untuk berbicara, akan melihat kebutuhan mendesak dalam pertahanan rudal. Eropa, Timur Tengah dan Asia Timur, semua mengalami fenomena aksi-reaksi perlombaan senjata klasik. Kemungkinan hanya soal waktu sebelum AS akan merasa perlu untuk secara signifikan meningkatkan pertahanan rudal tanah airnya.

Korea Utara dan Iran telah menimbulkan pergolakan sistem internasional dengan menunjukkan kemampuan yang meningkat secara terus menerus, bahkan intensifikasi, serangkaian ujicoba rudal balistik.

Pada 2015, Pyongyang mengklaim telah menjadi salah satu dari enam negara di dunia yang berhasil menguji peluncuran rudal balistik laut (SLBM). Korea Utara bekerja tekun pada rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mencapai daratan AS dan baru-baru ini memberi penghormatan KTT G-20 di Cina dengan menembakkan tiga rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur.

Iran tampaknya telah merubah perjanjian nuklir dengan alasan untuk meningkatkan jumlah pengujian rudal balistik. Setahun sejak Rencana Aksi Bersama ditandatangani, Teheran telah melakukan 8 (delapan) pengujian rudal, beberapa diantaranya melibatkan peluncuran secara simultan. Rudal balistik Iran saat ini mampu menahan sasaran yang beresiko di Eropa Tenggara, Levant, Semenanjung Arab dan Laut Merah. Iran juga mengerjakan sebuah kendaraan peluncur ruang angkasa, sebagai pengganti untuk ICBM.

Hal ini tidak mengherankan jika Republik Korea Selatan tidak hanya akan bergerak agresif untuk memperoleh sistem pertahanan rudal canggih tapi melakukannya dengan mata untuk membangun kemampuan pertahanan berlapis. Seoul menantang keberatan Beijing ketika Seoul menggelar sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) berbasis darat.

Sekarang pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan bahwa mereka berniat untuk melengkapi tiga kapal perusak kelas baru buatan dalam negeri dengan perangkat lunak manajemen pertempuran Baseline 9 versi yang paling canggih, untuk mengoperasikan sistem pertahanan rudal balistik Aegis (BMD).

Perangkat lunak baru tersebut memungkinkan untuk meningkatkan pelacakan dan penargetan beberapa objek balistik dan pelaksanaan beberapa penyadapan secara simultan. Kombinasi dari sistem Aegis BMD, THAAD dan pencegat Patriot PAC-3 akan memberikan Korea Selatan kemapuan pertahanan berlapis terhadap rudal Korea Utara.

Sekutu AS di Timur Tengah telah lama melihat akuisisi sistem pertahanan rudal sebagai persyaratan militer kunci. Israel, dengan dukungan keuangan dan teknologi yang cukup besar dari Amerika Serikat, telah membangun pertahanan berlapis yang kuat dengan beberapa versi pencegat jarak jauh Arrow, pencegat jarak pendek David Sling, pencegat jarak pendek Iron Dome dan pencegat Patriot PAC-3. Pertahanan berlapis ini akan memungkinkan Israel untuk terlibat secara penuh spektrum ancaman dari jarak rudal balistik Iran, serta roket Hizbullah dan Hamas bahkan sistem pesawat udara nirawak.

Uni Emirat Arab saat ini telah mengakuisisi sistem THAAD. Arab Saudi juga telah mengerahkan kekuatan besar pencegat Patriot PAC-3. Sistem ini telah digunakan dengan sukses untuk mencegat rudal Scud yang ditembakkan oleh jihadis Yaman. Angkatan Laut Kerajaan Saudi telah menjajaki kemungkinan mengakuisisi varian dari Littoral Combat Ship Amerika Serikat yang dilengkapi dengan radar dan sistem manajemen pertempuran Aegis serta sistem peluncuran vertikal pencegat anti rudal Standard Missile-3 (SM-3).

Ironisnya, meskipun dihadapkan dengan ancaman dari Iran dan Rusia yang semakin suka berperang, ternyata Eropa tertinggal dalam penyebaran rudal pertahanan. Meskipun NATO telah mengambil langkah awal dengan mengintegrasikan peringatan dini dan pelacakan kemampuan pertahanan udara dan rudal nasional, Aliansi telah sepenuhnya terlambat mengerahkan kemampuan pencegat sebenarnya.

Polandia baru-baru memutuskan untuk mengakuisisi Patriot PAC-3, yang akan menyediakan kemampuan negara tersebut untuk mencegat rudal balistik jarak pendek. Pertahanan Eropa terhadap ancaman rudal balistik sebenarnya sebagai fungsi dari inisiatif AS, pertama dengan penyebaran kapal perang berkemampuan Aegis, dan Desember lalu, situs pertama Aegis darat dibangun di Rumania.

Para anggota Eropa yang tergabung dalam Aliansi perlu untuk meningkatkan dan menggunakan sistem anti-rudal modern.

Sumber: Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  29 Responses to “Perlombaan Senjata Anti Rudal Kian Panas”

  1. Itu baru anti rudalnya, blom rudalnya sendiri lebih sengit lg lombanya.

  2. Cape liat perang kapan damai nya… Senjata di tumpuk untuk membunuhm.menghancurkan.. Meledakkan.. DAMAI

    JADI ingat lagu gigi… Perdamaian perdamaian…perdamaian perdamaian…

    • Justru karena perang itulah harkat dan teknologi manusia menjadi maju. Dasar laki2 pengecut . .

      • Nah loh !!??….

        kwaaaakk…..kwaaaakk…kwaaaakk….

      • Widih.. Wanita yg pemberani yah??

        Pasti msh ABG.. klo dah dewasa pasti berpikir tdk ada untung nya berperang.. Liat suriah..irak. Lybia.. Apa rakyat mereka senang dgn perang ??

        Yg menjadikan maju teknologi itu bukan karena perang doank .. Tp karena manusia ingin hidup lebih nyaman dan lebih instan.. Jalan kaki cape dibuat motor mobil pesawat.. Internet, satelit. TV.. Kapal.. Apa awalnya dibuat utk tujuan perang?? Semua awal nya di buat utk mempermudah hidup..

        Hanya ABG yg msh seneng perang2an tanpa memikirkan anak istri nanti makan apa.. Nyari duit nya dimana.. Gmn pendidikannya..

        • Memang tentu ada teknologi yang ditemukan ketika terjadi peperangan. Namun, menurut pendapat saya, justru perang lebih banyak menghambat kemajuan. Seandainya tidak disibukkan oleh urusan perang saya yakin saat ini peradaban umat manusia sudah jauh lebih maju karena dalam masa damai tentu lebih fokus dalam mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan. Waktu dan dana yang sangat besar tidak tersita untuk kepentingan perang. Dengan demikian kesempatan lebih terbuka lebar untuk mencapai pengetahuan dan teknologi baru.

          • Menurut gue, manusia pada masa damai lebih suka mencari dan mendapatkan zona kenyamanan dari pada disibukkan oleh riset ilmu pengetahuan. Mengapa? Mentalitas manusia (kita ambil contoh bangsa kita sendiri) apabila sudah terpenuhi semua kebutuhannya cenderung untuk bermalas-malas dan menikmati hidup atau bahkan menumpuk semua milik (kekayaan) kita (kalau bisa sampai tujuh turunan).
            Sementara kalau ada yang merasa kekurangan barulah berusaha putar otak (baru mau berpikir) bagaimana caranya memenuhi kebutuhan (atau keinginannya).

          • Waduh kalo manusia yang mentalitasnya bgitu sih susah bung. Mau di masa damai ataupun di masa perang juga nggak peduli.
            Di masa damai santai menikmati hidup memperkaya diri pake cara apapun. Tapi ketika terjadi perang dia ambil kesempatan jadi broker senjata, atau malah ikut pihak musuh yang bisa memberinya kenyamanan.

  3. Borroong.. 1000 unit

  4. perlombaan membunuh.. mbok usa dibom dulu.

  5. Tes dah

  6. Jadi inget ..perkebangn rudal RI sampai d mana masih adem ayaem kelihatn.y..

  7. rezim nakal dan kelompok teroris….. hemmmmm….. tanya mami rika & sekutunya aja dech…

  8. Cieeee Dewi yang suka perang…. perang dikasur sih enak….

    krna perang kok harkat dan teknologi manusia menjadi maju, opo koe…yang namanya perang pasti hancur kapan majunya….

    yg dicari tu teknologi utk damai kenyamanan manusia bukan teknologi menghancurkan manusia…..

    • xixi…

      • Alhamdulillah Ya Alloh…
        Inyong Selalu Ingat Pesan Pesan My Theacher… Sebelum Balik ke Negaranya Deket Restoran yang Menunya Masakan Rica~Rica
        hiks hiks hiks
        @Colibri
        Kak… Kasihan Ada Cewe Cantik Melek’an ngga bisa tidur… setelah inyong tulis komentar Ibu Ustad.
        Memang Cewe Sulit Dipahami. Kak

        Mohon Maaff dan Terima Kasih

        • Emang Ibu Ustadzah komentar apa bro ??….. tolong babar didieu, biar jamaah warjag nyarahoeun kabeh… …. xixi…

          • Ngga Tahu Menahu Langsung Off
            Padahal Inyong Kan Mau Istirahat.

            Besok Paginya Lampunya Ngga Di Hidupkan… ” Ngga Bisa Tidur ” Ama Ada Cahaya kecil Seperti Charge Handphone atau Colokan Listrik.
            Inyong kira Penampakan Barang Ghoib. Khan Seperti Cahaya gitu.
            Langsung Off

  9. TNI jd peserta di perlombaan ini apa tidak ya.. Jika ikut pastinya jadi juara. Wong lomba nembak senapan saja juara apalagi nembak pakai rudal.

  10. Formasi sepakbola 5 32 1

  11. Si dewi mah Di suruh cari duit di jalanan aza cari om om. Dasar ABG geblek. Haaiaa……. ikut damai aza dech.

  12. Koq sepi ?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)