Mar 052017
 

Surat kabar Swedia, Svenska Dagbladet telah menerbitkan daftar sepuluh senjata Rusia yang mampu mengubah keseimbangan kekuatan yang ada di dunia.


Awak kapal selam nuklir Alexander Nevsky dalam upacara penyambutan kapal Angkatan Laut Rusia, proyek 955 Borei-Class baru di pangkalan Vilyuchinsk Kamchatka.

Dengan arsenal militer yang mengesankan, yang diyakini surat kabar Swedia dapat mengubah keseimbangan kekuatan yang ada di dunia, Rusia adalah negara cinta damai yang tidak mengancam negara manapun.

1. ICBM RS-28 “Sarmat”

Berbobot 100 ton, memiliki 12 (dua belas) hulu ledak termonuklir super berat yang mempersenjatai rudal balistik antar benua ini mampu memusnahkan wilayah bumi seluas Texas atau Perancis, tulis surat kabar tersebut.

“Hulu ledak termonuklir ICBM Sarmat (NATO menyebutnya Satan-2) ini berbobot 10 ton yang memiliki kekuatan 2.000 kali dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki”, tulis Svenska Dagbladet, dan menambahkan bahwa rudal itu diharapkan akan segera memasuki layanan pada tahun 2018.

2. MBT T-14 “Armata”

Armata adalah platform tempur utama yang mampu digunakan sebagai tank, peluncur rudal, peluncur artileri dan kendaraan rekayasa militer.

“Tank T-14 adalah tank revolusioner yang mampu melindungi awaknya terhadap tembakan musuh melalui desain yang unik”, tulis surat kabar itu.

“Tank T-14 juga lebih ringan dan lebih cepat dibandingkan dengan tank sejenis buatan asing lainnya”, tambahnya.

3. Kapal Selam “Lada-Class”

Kapal selam diesel dari proyek kelas Lada memiliki keunggulan desain berupa ukuran kecil dan senyap. Mereka mampu membawa torpedo self-homing untuk menghancurkan kapal selam dan kapal permukaan musuh.

Surat kabar Svenska Dagbladet menyebut kapal selam kelas Lada sebagai “invisible submarine” (kapal selam tak terlihat).

4. Sistem Rudal 9K720 “Iskander”

Rudal balistik jarak pendek ini dapat membawa berbagai macam hulu ledak termasuk diantaranya adalah hulu ledak nuklir.

“Rudal ini juga dapat dipersenjatai dengan bom presisi penghancur bunker, bom cluster dan bahkan rudal elektromagnetik untuk menghancurkan sistem radar musuh”, tulis surat kabar itu.

Rudal Iskander memiliki bobot sekitar 4 ton dan memiliki kecepatan lebih dari 2.000 meter per detik atau 5,83 mach, sehingga akan sulit untuk ditembak jatuh.

5. Sistem Rudal Taktis OTR-1 “Tochka”

OTR-1 “Tochka” adalah rudal balistik taktis yang dikembangkan pada tahun 1976. Versi terbaru dari rudal tersebut memiliki berat 1,8 ton dan memiliki jangkauan efektif 185 kilometer.

“Rudal OTR-1 Tochka dapat membawa hulu ledak nuklir konvensional ataupun rudal nuklir taktis”, tulis Svenska Dagbladet.

6. Sistem Rudal S-400 “Triumf”

“S-400 adalah kebanggaan dan kejayaan pertahanan rudal Rusia”, tulis surat kabar itu, menyebut bahwa sistem rudal mobile tersebut merupakan “senjata paling canggih untuk menghadapi rudal dan pesawat musuh” yang ada saat ini.

“S-400 menawarkan sistem pelacakan tercanggih yang mampu secara bersamaan menangani 80 rudal dan pesawat”.

S-400 menggunakan 3 (tiga) jenis rudal yang mampu meluncur hingga sejauh 400 kilometer pada kecepatan lebih dari 1.000 meter per detik atau sekitar 3 mach.

7. Sukhoi Su-34 “Fullback”

“Rusia telah sangat efektif menggunakan pesawat pembom ini di Suriah”, kata surat kabar itu.

Sukhoi Su-34 “Fullback” ini berkursi ganda dan memiliki jangkauan efektif sekitar 4.500 kilometer. Pada ketinggian 11.000 meter, pesawat itu bisa terbang dengan kecepatan hingga 1.900 kilometer per jam (1,53 mach).

“Pesawat Su-34 mampu membawa rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-permukaan dipandu, rudal jarak menengah dipandu maupun non-dipandu”, tulis Svenska Dagbladet.

8. Kapal Serbu Pendarat

Militer Rusia memiliki beberapa kapal serbu pendarat berukuran besar, seperti Korolev, Kaliningrad dan Alexander Shabalin, masing-masing kapal tersebut mampu mengangkut hingga 1 (satu) batalion Marinir lengkap dengan kendaraan tempur mereka.

Setiap kapal dipersenjatai dengan sepasang senjata 57 mm dan sebuah se njata 76,2 mm di samping baterai rudal anti pesawat.

9. Kapal Selam “Kilo-Class”

Setiap kapal selam diesel listrik kelas Kilo memiliki awak sebanyak 57 personel. Kapal selam ini memiliki kecepatan maksimum 10 knot (18,5 km per jam) dipermukaan dan 17 knot (31,4 km per jam) di dalam air.

Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman maksimum 240 meter dan dapat tinggal di bawah air hingga 45 hari.

“Sebuah kapal selam kelas Kilo dipersenjatai dengan 6 (enam) tabung torpedo dan mampu membawa hingga 18 torpedo atau 24 ranjau”, tulis surat kabar itu.

10. Kapal Selam Nuklir “Borei-Class”

Svenska Dagbladet menyebut Project 955, yang dikenal oleh Barat sebagai kapal selam kelas Borei, merupakan generasi keempat dari kapal selam rudal bertenaga nuklir yang disebut sebagai “Kapal Selam Super milik Rusia”.

Kapal selam ini jauh lebih kecil dari pendahulunya kelas Akula, lebih sulit dideteksi oleh sonar dan juga lebih unggul dalam bermanuver.

“Kapal selam itu memiliki panjang 170 meter dan dipersenjatai dengan rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir taktis atau hulu ledak nuklir strategis”, tulis surat kabar tersebut, dan menambahkan bahwa kapal selam kelas Borei dapat berlayar mandiri selama bertahun-tahun.

Setelah Vladimir Putin terpilih sebagai presiden, militer Rusia yang mengalami kekurangan anggaran sejak pisah dari Soviet pada tahun 1991, mendapatkan hidup baru dengan datangnya sistem persenjataan baru dan secara teratur melakukan latihan berskala besar, tulis Svenska Dagbladet.

Pada tahun 2017 ini, Angkatan Bersenjata Rusia akan mendapatkan 41 rudal balistik baru, 170 unit pesawat tempur, 905 unit tank serta kendaraan lapis baja berikut 17 unit kapal perang.

Sputnik News

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  50 Responses to “10 Persenjataan Utama Rusia Menurut Surat Kabar Swedia”

  1. Ooohh…lagi.!

  2. Su-35 belum masuk ya?

    • Mungkin majalah swedia nya menganggap su35 ancaman .. jgn su35 , pak fa aja kagak di sebutin kok , xixixi

      • bisa jadi bung, mungkin juga karena Su-35 dan T-50 belum botol pulpen menurut mereka πŸ˜€ hehehe… lagian klo ditambah kedua pespur tersebut maka bukan 10 lagi, malah jadi 12 bung πŸ˜› hahaha

    • Ralat ” Mungkin majalah swedia tidak menganggap su35 sebagai ancaman .. jgn su35 , pak fa aja kagak di sebutin kok , xixixi

  3. wow emejing

  4. rusia strongers..hebatnya ni presiden putin.

  5. Tapi pemerintah kita selalu memunggungi kekuatan militer russia, krn sdh berubah haluan ke produk2 barat dan gado2

    • Namanya juga non blok om edodol kalau kita beli semua dari rusia ntar kita di anggap ikut blok timur lagi

      • Tidak mutlak bung, kita beli alutsista semuanya dari rusia bukan berarti kita masuk blok Timur, kita masih bisa tetap non-blok meskipun 100% persen alutsista kita dari Rusia, menurut saya Yg membuat kita menjadi non-blok itu bukan karna kita beli alutsista gado2, tapi karna kita memakai prinsip bebas aktif dan menentang segala bentuk blok politik

    • Bung diego knp komentar2 kawan ga ada di kolom ini?

  6. kita cukup punya s-400/300 dan Sistem Rudal 9K720 β€œIskander”/ , engga muluk muluk mimpinya

  7. lohh kok bisa coment . biasanya susah bangets buat coment di jakarta greater hehehehe .

  8. Biar rame yg coment di rubah lagi loginnya kwkkwkw

  9. Semenjak RUSIA menganeksasi KRIMEA barat langusng mengembargo rusia .Dan bukan itu saja barat juga tahu minyak mentah adalah sumber pendapatan utama rusia . Melalui rekan -rekan mereka di timur tengah AS berusaha mempengaruhi harga minyak dunia dengan mendorong negara-negara itu membanjiri dunia dengan produksi minyak . Akibatnya harga minyak mentah dunia yang dulunya usd 110 /bareel anjlok ke USD 30 an /barrel hingga sekarang . Nilai mata uang Rusia turun drastis . Rusia megalami resisesi ekonomi .
    Hal itu di manfaatkan dengan baik oleh China dengan membeli berbagai peralatan tehnologi canggih rusia . China beli dipakai sebagian dan sebagian lainnnya di oprek untuk di pelajari dan di copy . Rusia sangat tahu akan bagaimana nasib alutsistanya setelah sampai di tangan China ,tapi tidak ada pilihan lain karena perlu dana segar sesegera mungkin untuk menjalankan pemerintahannya . Dan Indonesia bukanlah seperti CHINA,INDIA yang sangat bisa membaca situasi dan memanfaatkannya dengan baik . Andai kita berfikir seperti CHINA,INDIA dan belakangan Vietnam maka kita pasti sudah punya kemampuan bikin rudal .Adalah percuma bisa bikin pespur/kapal tempur dan lainnya tanpa di iringi kemampuan bikin rudal .
    Moga kemampuan bikin rudal jadi proiritas utama bangsa ini kedepannya .

  10. maaf bung @jimmy..setahu saya bung..Rx sudah mati dibunuh jendral z..hehehe

  11. Haha bisa lagi komentar di jkgr tercinta

  12. 905 tank itu termasuk t-80 bv yg diaktifkan kembalik kan?

    ada apa dengan swedia kok wajib militer mau diaktifkan kembali? apa mungkin ada internal konflik dgn imigran?

  13. Semuanya hebat hebat..Sayangnya Indonesia tidak berniat membelinya..

  14. Omaigot…rudalnya papa rusky gede dan strong….muehehehe

  15. Coba bayangkan klu Ekonomi Rusia sekuat AS, dijamin kekuatan militer Rusia jauh mengalahkan kekuatan militer AS. Dengan resesi ekonomi aja Rusia masih mampu mengembangkan teknologi InHannya!

  16. Yang pasti Rusia…Sekarang memiliki..Mode peperangan cepat..Dan mode peperangan lama(berlarut),Di Indonesia..Juga..Akan menirunya(atau malah Indonesia duluan yg punya kayaknya)…

  17. Kurang lengkap…akan lebih amajing lagi kalo artikelnya di sertai gambar…he..he..

  18. Tes

  19. Penasaran sama 636 yang mampir ngopi di selatan laut

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)