Mar 072017
 

Saat ini, Air Warfare Destroyer (AWD) Alliance merayakan keberhasilan dalam menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance dari kapal perusak pertama dari kelas Hobart selama 21 hari dilepas pantai Australia Selatan.

General Manager AWD Alliance Paul Evans mengatakan bahwa ujicoba laut adalah prestasi yang signifikan untuk proyek Air Warfare Destroyer dalam membuktikan platform dan sistem tempur canggih yang terpasang di kapal.

“Selama lima minggu terakhir, AWD Alliance telah melakukan sekitar 20 tes sistem platform dan 45 tes sistem tempur, untuk memvalidasi Sistem Misi Hobart secara utuh. Dikombinasikan, sistem ini akan memberikan kemampuan memimpin dunia untuk Angkatan Laut Australia”, kata Evans.

“Menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance dari kapal pertama dikelasnya adalah kesempatan penting bagi Aliansi sebagaimana diharapkan untuk memberikan Hobart ke Departemen Pertahanan. Ini telah dicapai melalui upaya luar biasa dari seluruh kru kapal dan tim pendukung, yang memiliki dedikasi dan komitmen serta berperan dalam memastikan keberhasilan ujicoba laut Hobart”.

Aliansi berada dijalurnya untuk memberikan Hobart kepada Departemen Pertahanan di bulan Juni 2017 yang mewakili lebih dari satu dekade dedikasi dan usaha oleh Galangan Kapal AWD dan sistem kekuatan tempur di salah satu proyek pertahanan paling kompleks dalam sejarah Australia.

Kemajuan signifikan yang telah dibuat pada proyek AWD dan kapal perusak Hobart untuk mencapai tonggak ini dengan pekerjaan yang dimulai pada bulan Januari 2010, konsolidasi lambung dibulan Maret 2014, peluncuran resmi pada bulan Mei 2015 dan Ujicoba Sea Builder dilaksanakan pada bulan September 2016.

Perusak Hobart-Class pertama telah berhasil menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance. (© AWD Alliance)

Galangan Kapal ASC, Manajer Galangan Kapal Navantia dan Integrator Sistem Tempur Raytheon Australia, memberikan ucapan selamat kepada mereka atas keberhasilan menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance.

CEO Galangan Kapal ASC, Mark Lamarre menyatakan bangga kepada seluruh pekerja galangan kapal dan industri galangan kapal angkatan laut secara luas di Australia.

“Menjalankan Ujicoba Sea Acceptance adalah momen besar bagi ribuan pembuat kapal yang telah bekerja pada proyek ini, membawa kapal ini menjadi nyata”, kata Lamarre.

“Ini membuktikan kemampuan yang sangat terampil dan profesional dari galangan kapal angkatan laut yang ada di sini, di Australia Selatan”.

“Ini merupakan bukti proyek kolaborasi, industri bekerjasama untuk memberikan kemampuan perang udara baru dan ampuh kepada Angkatan Laut Australia (RAN). Pencapaian ini menunjukkan jalan kelangsungan pembuatan kapal masa depan di Australia”.

Direktur Operasional Navantia Australia, Jorge Filgueira, menggemakan sentimen ini: “Navantia mengakui prestasi yang signifikan ini sebagai hasil dari upaya kerjasama tim, di mana pengalaman Navantia sebagai perancang dan pembuat kapal telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan Program”, kata Filgueira.

“Tim Navantia sangat terampil baik dalam AWD Alliance dan berkomitmen untuk menyelesaikan program pengiriman sesuai jadwal”.

“Hasil uji coba laut ini sangat menggembirakan dan memberikan kepercayaan diri bahwa kita berada di jalur untuk membangun kemampuan yang akan diperlukan untuk melakukan program-program pembangunan kapal masa depan bagi angkatan laut yang berkelanjutan di Australia”.

Perusak Hobart-Class pertama telah berhasil menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance. (© AWD Alliance)

Direktur Manajer Raytheon Australia, Michael Ward mengatakan bahwa ini adalah hari yang bersejarah bagi Raytheon Australia, para pekerja yang berdedikasi dan industri pertahanan Australia.

“Pengujian yang sukses dari sistem tempur AWD Hobart-Class menyoroti kekuatan kemampuan Raytheon Australia dalam integrasi sistem tempur dan kemampuan perusahaan untuk memberikan anggaran dan jadwal”, kata Ward.

“Sebagai integrator sistem tempur untuk proyek tersebut, Raytheon Australia telah mengerahkan tenaga kerja AWD yang sangat terampil terdiri dari 350 orang termasuk arsitek, insinyur sistem dan manajer proyek untuk proyek kapal perusak tersebut selama dekade terakhir”.

“Sistem tempur adalah sesuatu yang memberi kemampuan mematikan kepada AWD. Pekerjaan yang telah berhasil dilakukan Raytheon Australia adalah penting untuk pencegah (deterrent) alami bagi armada permukaan laut serta kemampuan untuk beroperasi bersama dengan Amerika Serikat”.

Manager Program AWD Alliance, Komodor Craig Bourke berkomentar bahwa keberhasilan menyelesaikan Ujicoba Sea Acceptance dicapai melalui usaha gabungan dari lebih 200 awak kapal, dengan bantuan dari Angkatan Laut Australia, Angkatan Udara Australia dan industri pertahanan.

“Sensor, persenjataan dan sistem komunikasi kapal perusak kelas Hobart ini telah dimasukkan kedalam ujicoba oleh Angkatan Udara Australia dan pesawat sipil, kapal dan helikopter Angkatan Laut Australia melalui serangkaian skenario simulasi kompleks dan manajemen ruang pertempuran”, kata Komodor Bourke.

“Pencapaian ini menunjukkan dan membuktikan kapasitas industri pertahanan Australia telah berhasil membangun dan mengintegrasikan kapal perang untuk kebutuhan pertahanan spesifik kita”.

Kemajuan lebih lanjut dari Proyek AWD diharapkan akan dicapai pada tahun 2017 dengan menyelesaikan kapal perusak kedua “Brisbane” yang mendapatkan Ujicoba Sea Builder dan kapal perusak ketiga “Sydney” akan mencapai konsolidasi lambung di akhir tahun 2017 ini.

Navy Recognition

Bagikan Artikel:

  55 Responses to “Perusak “Hobart-Class” Australia Berhasil Selesaikan Ujicoba”

  1. pertamav kah? hihi

  2. Sanggup kah Cangbogel menjadikannya rumpon di masa mendatang??

  3. kesel gue knpa tetangga kapalnya sll lbh besar n canggih.. kapan kt py ky gini? bkn kapal kecil2 :(

  4. Akan

  5. Indonesia dalam bahaya..Tapi kenapa pemerintah tidak bergerak cepat dengan membeli kapal perang destroyer..INDONESIA DARURAT KAPAL DESTROYER

    • Semua terukur oleh TNI bung @Bewok… sepertinya saat ini destroyer bukan kebutuhan utama :D

    • yg bilang indonesia dalam bahaya ya cuman bewok doang. indonesia aman terkendali kok. buktinya kita masih bisa tidur nyenyak tanpa was was ada rudal meledak yekaan ?? berterimakasihlah sama punggawa negri ini bung bewok mereka rela berjaga siang malam demi bung bewok bisa komen komenan di jkgr tanpa ada satu amunisipun melintas di deket rumah bung bewok. setuju kan ?? 😛

  6. Hadeuh dikawasan sudah pada memperkuat militernya dengan Alutsista2 gahar dikita kok lambat sekali perkembangannya! Punya kaprang kecil2, pespur tuir2, pensil kuntet2, borong **akan**nya yg kebanyakan sampai begah nih mencernanya!

  7. Alasan kenapa kita belum fokus destryer karena kita masih jauh ketinggalan..
    data link dan satelit saja belum punya.. itu dulu prioritas utama..

    status kapal (AWD) air warfare destroyer,, yg berarti momok bagi pespur kita,,
    bahkan untuk sekelas SU35 BM

    anti dot kita kasel.. untuk menangani hobart class. 1 saja sudah momok bagi armada mereka.
    jangan lupakan dokrin TNI saat ini..defensif aktif.
    dg hobart class aus juga gak akan berani macam2 seperti saat timor timur lepas.

  8. bentuknya wagu. kayak ketinggian tiang kapal. ngepot bisa kebalik tu kayaknya. wekeke

  9. Kalau kita beli destroyer baru untuk melawan hobart biayanya mahal bingit, satu destroyer harganya bisa sampai 4 trilyunan atau lebih. dan kalau cuma satu ga akan cukup ngadepin si Hobart ini. Jangankan hadap2an sama hobart, dikerubutin hornet / super hornet yang didukung Growler mungkin destroyer kita akan kesulitan.
    Bukannya pesimis, tetapi kekuatannya australi ini cukup mumpuni, so sayang kalau kita beli destroyer mahal-mahal tapi akhirnya ditenggelamin musuh. Belum lagi kalau mereka pakai F-35 dengan Long range AShM-nya, kayanya berat deh buat ngelawannya.
    Solusi yang murah tapi efeknya cukup menggentarkan adalah missile.
    Missile dengan berbagai jenis harus kita miliki, Long range SAM macam S 300, ASM missile macam Yakhont atau brahmos harus dibeli dalam jumlah massal, nenggelamin Hobart harus disalvo dengan minimal 8 yakhont/brahmos yang diluncurin dari fregat atau su-35. Kalibr atau Klub juga harus diborong ga usah yang 2500 km, yang 3M-54 range 600 km juga udah lumayan.

    Target VS Australia :
    Sepanjang perbatasan selatan RI minimal dipasangi 5 S-300/S-400
    Beli yakhont/Brahmos minimal 1000 unit, diinstall di fregat, pertahanan pantai fixed atau mobile (Bastion) atau dicantolin di Su-35.
    Beli 3M-54T missile minimal 200 anti kapal sama land attack.

    Ngimpi lagi..
    wkwkwkwkwkw…

    • misil dan pespur kita akan lumpuh bila Australia & CS putuskan jaringan satelit militer yg dipakai Indonesia :D karena kita masih nebeng sama mereka 😛 kecuali bila kita sudah gunakan satelit militer sendiri, itupun dengan banyak catatan 😆

    • Jadi penasaran sama nasibnya Yakhont yang kita beli. Kok enggak ada penampakannya lagi ya?

  10. Destroyer itu tidak harus dilawan dengan destroyer juga.

    Lawan destroyer itu bukan kapal selam, helikopter dan pespur.

    Lawan destroyer Hobart itu adalah Denjaka yang kita punya.

    5 orang Denjaka masuk kapal itu maka kapal itu sudah pasti jadi kembang api.

  11. Itu ya lawan sebanding Yakhont kita. Kira2 8 salvo cukup gak ya. Atau mau pake Kh35 ?

    • Kira2 apa phalanx milik hobart mampu mencegat yakhont bung?
      Phalanx nembakin 75 butir peluru per detik dan kapasitas peluru cuma 1.500. Itu artinya phalanx bisa menembak hingga 20 detik, dalam 20 detik itu kira2 berapa Yakhont yg bisa dicegat?
      Maaf bnyk nanya :D

      Note : SAM tdk dihitung. Heheheh

  12. Busettt…
    Hobart Class mau di adu dengan Yakhont dari kelas Van Speijk yg umurnya sdh 50 tahun. Logikanya dimana coba..

  13. yg komen diatas fokus ke rudal yakhontnya

  14. rasanya semakin ketinggalan aja kita dari mereka, setiap pembelian alutsista selalu ada kata “akan”… akan gak keliatan ujungnya

  15. Kalo KRI atw NKRI di salvo oleh rudal dr kapal perusak ini bgm ya, ………….. ???

  16. ane yakin….PKR sigma kita bakalan sering ketemu dimasa mendatang dengan nich hobart class.sudahkah kita serius menyiapkan antidot-nya.serius…ane khawatir melihat kecanggihan serta dimensi nich kapal.

  17. salam kenal buat rekan warjager.. saya sudah lumayan lama jadi pembaca dan mengikuti berita di jkgr ini (pambaca passive) dan baru sekarang bergabung diskusi.

  18. salam kenal buat rekan warjager.. saya sudah lumayan lama jadi pambaca passive dan baru sekarang bergabung diskusi.

  19. Kapal Destro Ausie atau Negara Manapun bagi NKRI taklah gentar dan berkecil hati karena kebijakan NKRI mengadopsi Kapal Buyan Class milik Russian Navy … Walo kapal TNI AL lebih kecil tapi mematikan full instalasi vls rudal udara ke Udara, Rudal udara ke Permukaan, Rudal bawah permukaan dan lain sebagainya … Pastinya TNI AL sekalipun hanya memiliki Kapal jenis fregat, korvet, PKR, KCR penuh pertimbangan matang .. Yang Penting Hantu Laut bawah air TNI AL mematikan …

  20. Jakartagreater kog beritanya kdg kalah cepet ma garuda militer? Tolong ulas ttg cia lwt suharto menjatuhkan sukarno

 Leave a Reply