Jan 082017
 

CN235-220M mendarat di Dakkar, Senegal (photo : PT Dirgantara Indonesia)

London – Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang dipesan Pemerintah Senegal tiba di Dakar, 6 Januari 2017 setelah menempuh perjalanan selama 11 hari dengan jarak sekitar 16.000 km.

Pesawat multi fungsi yang tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar, merupakan pesawat kedua pesanan Pemerintah Senegal, ujar Pelaksana Fungsi Ekonom KBRI Dakar, Senegal, Rahmat Azhari di London, Minggu, 08/1/2017.

Rahmat mengatakan pesawat yang telah lama ditunggu-tunggu sejak Oktober 2016 itu tiba bersama 15 kru WNI yang terdiri dari empat pilot, dimana salah satunya merupakan warga Senegal, satu flight test engineer dan sepuluh mekanik.

Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh ini disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta staf, Jenderal Birame Diop, Kepala Staf Angkatan Udara Senegal beserta jajaranya Mr Pierre Baudechon, Regional Manager ADTrade Belgium bersama jajarannya dan perwakilan dari PT. DI serta Indonesian MilitaryAirworthiness Authority (IMAA).

Jenderal Birame Diop sangat senang dengan datangnya pesawat CN-235 tersebut yang telah lama ditunggu untuk memperkuat armada angkatan udaranya.

Birame menyampaikan kesan baiknya selama kunjungannya ke Indonesia dalam rangka menghadiri serah terima pesawat dari PT DI kepada AD Trade Belgium, dan pelepasan ferry flight CN-235 dari Bandung tanggal 27 Desember 2016.

Dubes Mansyur Pangeran mengatakan kedatangan pesawat CN-235 ini di Dakar merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teknologi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya.

Mansyur menegaskan dengan kedatangan CN-235 tersebut dapat dijadikan contoh dalam mempromosikan produk PT DI tersebut ke tujuh negara-negara rangkapan KBRI Dakar lainnya yaitu Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Pantai Gading,Sierra Leone dan Cabo Verde.

Rencananya Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Laut yang direncanakan sesuai akan tiba di Dakar tahun 2018.

Mansyur menyatakan negara lain yang telah ingin membeli CN-235 adalah Republik Guinea sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Guinea AlphaConde kepada Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Indonesia Agustus 2016.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 tersebut disampaikan langsung Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall pada sore harinya, saat Dubes menghadiri Resepsi Tahun Baru 2017 di Istana Kepresidenan di Dakar.

Presiden sangat senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Pesawat yang diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, tanggal 27 Desember 2016 dalam perjalanannya ke Dakar, Senegal mengambil rute Medan, Kolombo, Maldives, Karachi (Pakistan), Riyadh (Arab Saudi), Khartoum (Sudan), Ndjamena (Chad), Ouagadougou (Burkina Faso), dan Dakar.

Selama berada di Dakar, Tim PT DI dan IMAA akan melakukan proses administrasi dari register Indonesia (AX) menjadi register Angkatan Udara Senegal pada tanggal 9 Januari 2017.

Sesuai kesepakatan KSAU Senegal dengan PT DI, satu orang mekanik PT DI akan tinggal di Dakar selama satu tahun selama masa garansi. Selama berada di Dakar, seluruh delegasi PT DI dan IMAA difasilitasi AD Trade Belgium.

Dengan tibanya pesawat CN-235 tersebut, Senegal kini memiliki dua pesawat CN-235. Pesawat pertama yang tiba tahun 2011, digunakan untuk kepentingan militer VIP dan pesawat kedua ini untuk multi fungsi, yaitu troop transport, medivac dan VIP.

Upacara resmi serah terima pesawat CN-235 dari AD Trade Belgium kepada Pemerintah Senegal dijadwalkan tanggal 23 Januari 2017.

Antara

Artikel Terkait :

  37 Responses to “Pesawat CN-235 Buatan Indonesia, Tiba di Dakar”

  1. Mantap jiwa..

  2. 10 hari ??
    karena perijinan terbang di india yg sulit…

    klo rencana utk buat pesawat hypersonic jadi.. dan bukan drone.. penerbangan dari inggris ke australia cuma 4 jam…

    klo ga salah udah di bahas di jkgr dlu bgt..

  3. woi… borong dong 😀

    • Tapi disini ada yang bilang…lebih bagus pesawat buatan itali.

      Siapa hayo kira2 orangnya….?

      Kalo jawabannya bener nanti tante kasi hadiah wes…

  4. GARANSI:

  5. GARANSI: saya mau tanya nanti senegal kalo mau maintne upgrad perbaikan dalain sebagainya gimana ?

    • Kan ada perusahaan AD trade belgium yang mengkoordinasi pengurusannya….disitu dijelasin juga 1 orang teknisi pt.di akan tinggal disenegal selama 1 tahun utk ngajarin TOT perawatan pesawat kpd teknisi senegal….pulang2 item ki bapake

  6. Selamat & sukses ya Bu Esther…semoga diberi kesehatan selalu

  7. cn235-220m
    apa m nya berarti monkey model kah

  8. pasar afrika memang harus dilirik serius oleh industri2 di indonesia
    negra2 afrika juga sudah mulai kehilangan kepercayaan ke china yg hanya mempraktekkan neo kolonialisme memangsa sumber daya alam afrika dan hanya memperhatikan sedikit taraf hidup penduduk pribumi

  9. negara pantai gading aneh kok ada negara namanya pantai gading apa kira” letaknya sebelah pantai kapuk yaa

    • Pantai Gading salah satu negara di Benua Afrika yang banyak mencetak pemain sepak bola handal loh bung.. :
      Arthur Boka (VfB Stuttgart)
      Kolo Toure (Liverpool)
      Geoffroy Serey Die (Basel)
      Cheick Tiote (Newcastle United)
      Yaya Toure (Manchester City)
      Didier Ya Konan (Hannover 96)
      Wilfried Bony (Swansea City)
      Didier Drogba (Galatasaray)
      Gervinho (AS Roma)
      Salomon Kalou (Lille)
      Giovanni Sio (Basel)

      Heheheheee….

  10. pantai gading = IVORY COAST … kalau enggak salah sih … hihihi ..

    • betul bung didi… aku hanya heran kenapa ngaa ada pembetulan penyebutan nama” negara oleh kementrian pendidikan contoh lagi selandia baru, jepang memang parah dech

  11. Kebanggaan Indonesia.
    Pesawat karya anak bangsa Indonesia. Tp kenapa gak menjadi pesawat kebanggaan maskapai dalam negeri.? Malah Maskapai BUMN lebih memilih produk impor. Sangat disayangkan. Seandainya seluruh maskapai dalam negeri punya semangat memajukan industri dirgantara dalam negeri, maka CN-235 akan menjadi pesawat yg benar2 produk karya anak bangsa kebanggaan Indonesia dan disukai di dalam maupun luar negeri.

    • tanya pak titoo ama presiden mungkin anda tau jawabanya bung

    • Nganu bung. CN-235 bukan untuk penerbangan sipil komersial dikarenakan memang sudah beda fungsi, dilihat dari adanya rampdoor dibelakang, membuat jumlah kursi berkurang dan beban pesawat bertambah. Kalo untuk penerbangan komersial tunggu saja N-245, ini adalah pengembangan dari CN-235 yang dihilangkan rampdoornya sehingga bisa nambah kursi dan tidak ekonomis.

    • masalahnya klo untuk pesawat komersil terbentur dgn konfigurasi pintu yg disebelah kanan dan ram door yg bila dihilangkan bisa menambah daya tampung penumpang bung
      dalam aturan penerbangan sipil pintu disebelah kiri pesawat sehingga kapten akan dengan mudah memastikan semua penumpang telah masuk
      (itu yang saya baca di majalah angkasa saat mereview CN-235 pesanan korea)

  12. penyimpangannya terlalu jauh bung dg nama negara aslinya

    • Nama internasionalnya China, tapi sejak era SBY pemerintah secara resmi menyebut “Tiongkok” atau “China”. Sebelumnya masih nyebut “Cina”. Padahal “Cina” itu lebih nyaman di lidah kampung saya daripada nyebut China (‘caina’).

  13. Bisa gendong rudal ga ????

  14. Malon makin iri kah kah kah…malon makin stroke kah kah kah