Feb 012017
 

Sebuah pesawat MV-22 Osprey milik Korps Marinis AS jatuh pada saat melakukan serangan ke markas teroris Al Qaeda yang ada di Yaman pada tanggal 29 Januari, menciderai tiga anggota pasukan.

Sebagaimana dilansir dari Flight Global dan The Avionist, seorang anggota Navy SEAL AS meninggal akibat luka yang diderita dari baku tembak di kompleks teroris tersebut, menurut keterangan kantor Menteri Pertahanan.

Meskipun serangan itu ditandai dengan gugurnya korban jiwa pertama di bawah pemerintahan Trump, namun operasi tersebut telah direncanakan selama beberapa bulan sebelumnya, menurut laporan OSD.

Pesawat MV-22 Osprey sengaja dihancurkan di tempat oleh pasukan AS setelah dianggap tidak memungkinkan meninggalkan lokasi kecelakaan. (Foto: The Avionist)

Tiga komando operasi khusus mengalami luka-luka dalam insiden terpisah di kompleks tersebut, ketika pesawat MV-22 Osprey mengalami pendaratan darurat.

“Pesawat tidak mendapat serangan dari musuh dan bukan turun karena tindakan ataupun serangan musuh terhadapnya”, tulis juru bicara Komando Pusat AS dalam email kepada Flight Global. “Pesawat itu diputuskan tidak dapat untuk diterbangi lagi dan kemudian dihancurkan di tempat oleh pasukan AS”.

Komando Pusat AS tidak menemukan adanya indikasi pesawat lain yang terlibat dalam serangan itu.

Kejadian ini bukan pertama kalinya pesawat MV-22 Osprey AS kecelakaan saat mendukung Operasi Khusus.

Pada tanggal 2 Mei 2011 salah satu pesawat MV-22 Osprey yang digunakan oleh Tim Navy SEAL 6 AS dalam sebuah serangan yang menewaskan Osama Bin Laden telah mengalami kecelakaan di dekat kompleks Al Qaeda yang ada di Abbottabad, Pakistan.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  7 Responses to “Pesawat MV-22 Osprey Kecelakaan Saat Melakukan Operasi SEAL di Yaman”

  1. pertamax…

  2. Gagal maning operasinya

  3. Negara yang satu ini di mana mana menebar teror sambil meneriakan yel yel HAM.
    Negara yang satu ini di mana mana menebar teror sambil meneriakan yel yel HAM.
    Negara yang satu ini di mana mana menebar teror sambil meneriakan yel yel HAM.
    Negara yang satu ini di mana mana menebar teror sambil meneriakan yel yel HAM.

  4. setuju bung rusia oke. selama dia menjadi negara adikuasa, dia akan menebar teror sambil teriak yel yel HAM, dia akan memaksakan kehendak sambil teriak yel yel DEMOKRASI. makanya harus ada yang mengimbangi.

  5. bukankah waktu serangan ke osama itu pakai black hawk?

  6. Negara kalau sudah jadi ajang politik asing ya kayak gini akhirnya….di obok-obok negaranya….negara lain bisa leluasa masuk….hancurkan siapapun target sesuai perintah DC….Indonesia harus waspada model negara gagal seperti negara di Timteng, perang saudara berkepanjangan….

  7. oh jatuh….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)