Sep 072016
 

Berbicara kepada CNN pekan lalu, perwakilan Angkatan Udara AS mengatakan bahwa telah melakukan upgrade pesawat tempur superioritas generasi keempat F-15 senilai US $12 milyar yang mencakup 435 mesin, melengkapi pesawat tempur tersebut dengan radar baru, upgrade misi komputer, kemampuan pencarian dan pelacak inframerah canggih, pertahanan peperangan elektronik, dan komunikasi modern, sehingga memungkinkan mereka untuk bekerja dalam koordinasi dengan pesawat tempur lainnya yang lebih canggih.

Beberapa pesawat juga akan mendapat peningkatan kapasitas rudal mereka dua kali lipat dari 8 hingga 16, menurut Boeing.

Awalnya, seluruh armada F-15 tua milik Angkatan Udara rencananya akan pensiun, dan diganti dengan pesawat generasi ke-5 yaitu F-22 Raptor, yang mulai masuk produksi pada tahun 2005. Namun, produksi pesawat dihentikan pada tahun 2009, dengan hanya memiliki 188 unit pesawat dari rencana sebanyak 749 unit pesawat F-22 yang akan diproduksi.

Adapun upgrade pada F-15 adalah untuk memperpanjang usia pelayanan mereka sampai tahun 2040. Upgrade tersebut rencananya akan berlangsung antara tahun 2024 hingga tahun 2030.

US F-22 Raptors
Dua buah pesawat tempur siluman F-22 Raptor terbang di dekat Pangkalan Angkatan Udara Andersen, di Guam.

Menurut Defense News, Amerika Serikat saat ini memiliki total 1.971 pesawat tempur dan pesawat serang lainnya (termasuk A-10, F-15, F-16, F-22 dan F-35A). Amerika membutuhkan setidaknya 1.900 pesawat, termasuk latih dan pesawat cadangan. Baru-baru ini, Pentagon juga telah menyuarakan keprihatinan tentang pengurangan jumlah pesawat tempur di armada Angkatan Udara, dengan telah masuknya masa pensiun sejumlah pesawat namun tidak menemukan pengganti yang tepat, sementara pesawat tempur F-22 produksinya telah dihentikan, dan digantikan dengan pesawat tempur F-35, yang mana telah mundur selama 6 tahun dari jadwal sebelumnya.

Mengomentari keputusan Departemen Pertahanan AS untuk meng-upgrade pesawat baru, ahli militer Rusia berbicara kepada harian online independen Svobodnaya Pressa mengakui bahwa keputusan Departemen Pertahan AS terpaksa dilakukan, karena permasalahan yang dihadapi di dalam negeri, maka langkah melakukan upgrade adalah pilihan terbaik saat ini.

US F-15 and F-22
Dua pesawat tempur F-22 Raptor (kanan) dan dua pesawat tempur F-15 Eagle sedang bersiap untuk lepas landa di Pangkalan Angkatan Udara Kadena sebelah selatan pulau Okinawa, Jepang

Pesawat tempur F-15 diatas kertas adalah “pesawat tempur generasi ke-4 pertama yang memasuki layanan Angkatan Udara Amerika Serikat… Pesawat ini telah terlihat dalam dua upaya modernisasi melalui beberapa dekade pertama operasinya, menghasilkan modifikasi pesawat F15C dan F- 15E (yang terakhir mampu membawa nuklir taktis). Pesawat-pesawat tersebut di upgrade pada tahun 2007, seperti sekarang, keputusan upgrade termotivasi disebabkan oleh keterlambatan program pesawat tempur generasi kelima F-35. Sejak saat itu, seperti yang telah kita lihat, tidak banyak yang berubah. Komando Angkatan Udara AS mengumumkan kesiapan batch pertama dari pesawat tempur generasi kelima F-35 Lightening II pada bulan lalu”.

Oleh karena itu, Svobodnaya Pressa mencatat, “pertanyaan yang muncul: hingga pada tingkat apa [upgrade] pesawat F-15 dapat memenuhi persyaratan pertempuran udara modern antara tahun 2024 – 2040 serta akankah mereka mampu mengimbangi Angkatan Udara Rusia?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, dokumen beralih ke beberapa ahli militer, termasuk Letnan Jenderal Valery Gorbenko, mantan komandan Armada Udara Keempat. Gorbenko menyebutkan, MiG-29 Rusia pada awalnya dirancang sebagai tanggapan terhadap lahirnya F-16 Fighting Falcon, sedangkan Su-27 dirancang untuk mengambil peran melawan pesawat tempur F-15.

“Tetapi jika kita menganalisis beberapa temuan dari ahli asing, kita dapat menyimpulkan bahwa platform tempur modern dari pesawat generasi ke-3 memiliki efektivitas tempur yang hampir sama baiknya dengan pesawat generasi 4 non-upgrade. Artinya, bidang radar jet tempur yang lebih modern dapat dengan mudah dipatahkan oleh jet tempur dari generasi sebelumnya apabila dilengkapi dengan radar modern, sistem peperangan elektronik, dan lain sebagainya”.

Rusia Su-27
Sukhoi Su-27 Rusia di rancang untuk menghadapi jet tempur F-15 Amerika Serikat.

Dengan demikian, Gorbenko mencatat, sejak pesaawt tempur F-15 memiliki “mesin dan badan pesawat yang baik, di masa depan dapat menerima upgrade avionik dan sistem senjata yang produksinya bahkan bukan pada tahap perencanaan saat ini”.

Pada akhirnya, pejabat tersebut menekankan bahwa “sebuah badan pesawat pesawat terbang dapat bertahan untuk waktu yang sangat lama, masalah selalu berakar baik pada mesin atau masalah internal lainnya. Tapi apabila usia mesin memungkinkan, instalasi peralatan elektronik baru dapat membuatnya untuk tetap relatif modern. Didalam pertempuran udara, badan pesawat umumnya memainkan peran secara tidak langsung, hal utama bagi pesawat adalah untuk mendeteksi pesawat [musuh] dari jarak jauh, untuk melacak dan menyerang mereka”.

Pada bagian itu, pensiunan Angkatan Udara Kolonel Vladimir Karyakin, seorang dosen di Universitas Militer Kementerian Pertahanan Rusia, mengingatkan bahwa informasi yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa modernisasi jet tempur F-15 ini akan mencakup radar baru dengan kemampuan AESA, sistem peringatan dini EPAWSS, yang dikembangkan oleh BAE Systems, sistem pencarian dan pelacakan inframerah jarak jauh, dan sistem komunikasi Talon HATE, yang memungkinkan pesawat untuk berkomunikasi secara aman dengan jet tempur siluman F-22 Raptor. Selain itu, laporan yang telah tersebar mengatakan bahwa pesawat upgrade akan meningkatkan kapasitas amunisi dan bahan bakar.

Oleh karena itu, pensiunan Angkatan Udara Kolonel Vladimir Karyakin menjelaskan, “modernisasi pesawat tempur generasi 4 adalah pendekatan yang masuk akal untuk operasi armada Angkatan Udara, dan itu bukan hanya soal harga, atau masalah dengan pesawat generasi 5. Sebagai praktek telah ditunjukkan, bukanlah hal sederhana untuk melakukan transplantasi awak pesawat kepada pesawat jenis baru. Berdasarkan beberapa perkiraan, melakukan upgrade berdampak pada hilangnya 40% dari efektivitas tempur hingga pilot mulai terbiasa menggunakan kendaraan baru mereka”.

Menurut Karyakin, khususnya dalam konflik dengan intensitas tinggi, “jumlah pesawat yang dapat mengudara memainkan peranan penting”. Oleh karena itu, logika bahwa “kuantitas memiliki kualitas tersendiri” pasti berlaku, bahkan dalam peperangan modern.

“Ada tanda-tanda bahwa komando Angkatan Udara AS tertarik melengkapi pesawat generasi ke-4 F-15 dan pesawat generasi ke-5 F-22 dengan drone. Dengan cara ini, kemampuan tempur dari pesawat akan meningkat lebih lanjut”.

Sementara itu, Andrei Frolov, pemimpin redaksi Majalah Ekspor Senjata Rusia, juga menyarankan bahwa upgrade armada Angkatan Udara F-15C milik AU AS akan menjadi langkah yang bijaksana, sejak proses penggantian armada pesawat ini dengan pesawat gen 5 secara efektif akan sangat membebani anggaran negara. “Hal ini terutama mengingat bahwa dalam beberapa skenario tempur, F-22 dan F-35 terlalu berlebihan. Misalnya, dalam kasus membangun keunggulan udara di negara-negara yang tidak memiliki sistem pertahanan udara yang berkembang dengan baik”.

F-35 assembly
Proses produksi pesawat tempur F-35 disalah satu pabrik Lockheed Martin, Amerika Serikat.

“Pesawat F-22 dan F-35 telah terbukti menjadi terlalu mahal, dengan efektivitas dalam pertempuran nyata yang masih dipertanyakan, karena taruhan mereka pada penurunan visibilitas radar masih belum terbukti kebenarannya”. jelas Kolonel (Purn) Mikhail Khodarenok. “Memang benar bahwa pada radar S-band, permukaan reflektif dari F-117A Nighthawk berkurang sangat tajam. Tapi itu tetap terlihat dengan baik oleh radar VHF, yang merupakan tulang punggung dari peralatan yang digunakan oleh radar militer Rusia. Sementara itu, bahkan dengan visibilitas di radar S-band berarti bahwa pesawat “siluman” masih dapat ditembak dan dihancurkan”.

“Oleh karena itu, apabila badan pesawat dan mesin memungkinkannya, maka langkah upgrade F-15 mungkin dibenarkan. Dalam pertempuran udara modern, hasilnya ditentukan oleh peralatan avionik yang terpasak dipesawat”, ujar pejabat itu menyimpulkan.

Sumber: Sputnik News

Artikel Terkait :

  10 Responses to “Pesawat Tempur Generasi Keempat: Elang Amerika Serikat vs MiG dan Sukhoi Rusia”

  1. Siji

  2. Loro

  3. good job

  4. Wah f35 kalo mw laris kyk kacang goreng jngn terlalu muahal.
    AKhirny bs no siji huehehe !

  5. Kenapa pesawat kluaran barat gen4 kalo operasi sering bawa drop tank yaa.. Padahal F 15 badannya gede.. Senagsa Flanker jarang yg manggul drop tank..
    Apa faktor kapasitas tanky apa boros bbm, yaa..

    • badan gede tp tanki nya kecil bung, makanya bawa drop tank
      pas pitch black dulu pesawat2 buatan barat 3x isi bahan bakar sedang sukhoi sampe selesai mision hari itu ndak isi bahan bakar

  6. Sukro dari dulu memang mematikan

  7. bangkrut kalau pakai raptor ongkos terbang $ 62.106 per jam, pakai F16 $22.954 per jam, masih kepake F16 walaupun bekas. http://aviationweek.com/site-files/aviationweek.com/files/uploads/2015/03/CloseAirSupport_table3_0.jpg

  8. F16 jg baru
    f16v
    https://pbs.twimg.com/media/CrvdCNiWcAAPHtb.jpg:small

    artikel: lmt.co/29tDYQw

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)