Jan 062017
 

Bandung – Polisi mengamankan lima warga negara Tiongkok yang tidak dilengkapi dokumen resmi di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keberadaan warga asing itu ditemukan warga tinggal di Blok Masjid, Desa Gempol, Kecamatan Gempol.

“Berdasarkan keterangan pihak warga Desa Gempol, ada warga negara asing Tiongkok yang kos di rumah Bapak N,” kata Yusri.

Dia menyebutkan warga negara asing itu diketahui bernama Zhang H kelahiran 1964 dan Liu M kelahiran 1962 keduanya perempuan, kemudian Fan C kelahiran 1962, Sun S kelahiran 1963 dan Sun D kelahiran 1981 ketiganya laki-laki.

Pengakuan sementara dari warga asing itu, kata Yusri, mereka berstatus bekerja di Pabrik Hebel sebelah pojok barat PT IP.

“Menurut keterangan perangkat Desa Gempol, keberadaan orang asing itu, untuk bekerja di pabrik kapur yang mau dibuat milik R, di Gunung Gua Macan, Desa Palimanan Barat,” katanya.

Hasil keterangan sementara warga, pihak yang membawa warga asing sekaligus penanam saham, Ali, bekerjasama dengan R mantan Kuwu Desa Winong.

Tindakan selanjutnya, kepolisian bersama tim gabungan dari Kantor Imigrasi, dan TNI mendatangi rumah yang ditempati warga negara Tiongkok tersebut untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan dokumen lebih lanjut.

“Paspor nihil, visa nihil, hanya ada surat keterangan domisili Desa Gempol yang sudah ditanda tangani oleh RT, RW dan Kepala desa Gempol,” katanya.

Petugas gabungan selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi pabrik dan menemukan dua orang warga Tiongkok sedang berada di lokasi kerja pabrik.

“WNA Tiongkok tersebut dibawa oleh tim gabungan ke kantor Imigrasi Cirebon untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

Antara

Artikel Terkait :

  65 Responses to “Polisi Tangkap Lima Warga Tiongkok Ilegal di Cirebon”

  1. weeeh ya’jud ma’jud kok udah sampe cireboon..
    bahaayaaa ini…

  2. Petromaxx

  3. kalau ada yg tau desa gempol.. itu dlu penuh dgn pekak nya awan kapur.
    sampai2 sulit bernafas klo lewat di situ.. tp herannya masyarakat di situ sdh terbiasa…

    terdapat bnyk batu kapur yg bisa digunakan utk campuran komposit bata ringan . atau yg biasa di sebut hebel.. ( padahal hebel itu nama PT.jerman yg membuat bata ringan..) awalnya di sebut bata silkon..

    yg heran knp ada org china nyasar kerja di cirebon.. daerah pekek kabut kapur lagi…

    • Nyari yang suasananya mirip dg kota asal mereka….secara kota2 industri di cina kan tingkat polusinya sangat tinggi

  4. Aha-hay….ternyata kongkalikong tar kecebur dg warga lokal juga…

    Tante pernah denger cerita dari seorang manajer pabrik semen diselatan jakarta…waktu mereka membangun silo/cerofong asaf, fekerjanya imfor dari daratan gobi.

    Luar fiasaa….sarafan fagi hanya ferufa bubur, telor diorak-arik flus kecap, mereka sanggup bekerja tanfa henti laksana mesin

    “Tafi ga tau, afa yang mereka minum malam harinya….” terang sang manajer yang menyisakan fertanyaan ??????

  5. Macin memang lebih produktif makanya mereka laris manis seperti mocin. Tantangan buat pribumi.

  6. gempol deket dgn desa kelahiranku arjawinangun

  7. Jangan ditangkap pak. Mereka itu wisatawan dari china bagian dr program 20 jt kunjungan wisatawan china. Mereka nyumbang devisa buat negara lho pak. Bahkan sudah ada yg ngitung kalo devisa yg dihasilkan dr org2 spt mereka sangat besar pak.
    Dasar wong gemblong…..sdh jelas TKA ilegal malah dibilang wisatawan penyumbang devisa. Devisa teko MBAH MU kuwi.!

    • Itu memang WISATA
      (wira-wiri sambil mata-mata).

      • Wkkkkkk…..aku nda ikutan lho bung. Nanti ada yg berasap.
        Ini sekedar warning. Di Sukabumi sdh terbukti TKA asal china memanfaatkan fasilitas bebas visa berkunjung ke Indonesia sebagai wisatawan, namun ternyata bekerja sbg buruh pabrik batu bata. Berita termuat di TV One pagi ini. Blom lg yg di kalimantan barat dan maluku.
        Apa sdh dihitung devisa yg didapat dibandingkan dampak pengangguran yg ditimbulkan.? Jika kasus spt ini. Andaikata benar itu turis, mungkin tdk akan ada terjadi penghadangan terhadap kendaraan pengangkut WNA ilegal oleh masyarakat.
        Selamat pagi bung@patih….kerja…kerja…kerja..

        • lihat aja noh di proyek petrokimia gersik II…..itu bumn lho…pemerintah lho….kenapa banyak buruh cina???emang buruh di gersik gak ada apa???udah naikin listrik 900 watt orang miskin…naikin stnk bpkb..naikin bbm..naikin kereta api…cabe tembus 200 ribu….makin strong dah

          • Weleh2 soal cabe yg 200ribu sekilo ?

            Banyak petani cabe sekarang yg lagi gagal panen atau ganti jenis tanaman sebab sekarang musim hujan dan cabe tidak tahan musim hujan. Sehingga cabe langka di pasaran.

            Saya saat ini sedang coba belajar tanam cabe tapi belum berhasil tanam cabenya.

            Banyak yg mati tanaman cabe saya.

            Rupanya tanaman cabe kagak ngaruh dengan hitungan.

            Xixixi

    • Coba baca lagi tuh yang benar artikel pete.

      Saya nggak sebut 20 juta wisatawan itu dari China semua.

      Malah saya hanya sebut bebas visa untuk 169 negara.

      Saya juga menyebut di artikel itu “ya kalau terbukti tenaga kerja asing ilegal…maka bisa ditangkap”.

      Tuh khan kalau hobi memotong2 dan memelintir informasi serta mengompori bangsa ya seperti ini.

      Bisa jadi ini adalah PNS yang hobi terima suap dan pungli nih hingga sekarang kerjanya ngritik pemerintah terus sebab uang sampingannya tertutup sumbernya.

      • kepalanya berasap hitam bung…

        sepertinya jadi kalap setelah keluar penilaian bloomberg, karena junjungan doi mendadak meriang kelojotan xixixi..

        • jangan lupa matematika versi doi:

          7 + 9 + 11 +15 + 5 + 13 + 6 + 17 + 10 = 20 juta !

          • Kalau saya melihat,mengamati dan membaca situasi…itu adalah sifat kritis dari elemen masyarakat demi utuhnya NKRI yg sangat dicintainya(tanpa unsur politik)walau ada indikasi yg memanfaatkan itu…….saya pribadi sangat setuju dg kebijikaan pak Jokowi, hanya satu kesalahan dlm pemberian bebas visa buat cina,akar rumput sudah bisa membaca pola pola kolonialisme bentuk baru..dg jelas nyata mereka mengclaim NATUNA.terus perlahan menguasai pemerintahan setelah sukses dg menguasai ekonomi,diaspora……ingat bagi mereka RI adalah ayah tiri,.ayah asli cina…baca baca baca.

          • tebar racun jangan dijadiin hobby bung, lama2 diciduk ente,

            terus perlahan menguasai pemerintahan

            ada bukti agen RRT menyusup di pemerintahan bung?

          • Agen ko bilang” ubed…ubed…

          • Ubed kecerdasannya sama kaya dewa mabok…ha ha ha…

          • klo ente kagak punya bukti bahwa:

            ..mereka terus perlahan menguasai pemerintahan..

            berarti ente tergolong ..penyebar hoax.. –hati2 aja !

          • Ubed sudah CINTA BUTA…APA CINA BUTA…

      • pns yg ini memang gk sejalan ama pemerintahannya, mungkin korban mutasi jabatan

    • Oh iya, bung Ruskye,

      Sekalian mau ingetin bung…jangan marah ya… Nanti kalau marah nggak bisa konsentrasi kerja, juga nggak konsentrasi nyetir mobil Honda Jazznya.

      Kalau nggak konsentrasi nyetir nanti kalo Honda Jazznya nubruk gimana ?

      Wah bisa keluar biaya untuk perbaiki Honda Jazznya nih dan anggaran untuk lihat daleman bisa berkurang tuh.

      • wah bung TN,Vhd koq tau ya? Jgn2 suka ngikutin bung Ruskia nih ckck.
        Mang lihat daleman bayar ya? Rugi amat udah ada yg gratis masih nyari yg “berbayar”. Hari gini masih nyari yang “Bayaran”.

      • xixixix….kok masih inget aja bung@Tukang Ngitung klo saya punya Honda Jazz. Nanti dikira kita beriklan produk otomotif disini.
        Honda Jazz sdh saya jual bung, ganti CBR250 buat Touring.

        Maaf klo merasa tersindir dng omongan saya yg pedas seperti pedasnya cabe yg harganya sdh meroket. Anggap itu bagian dari koreksi, bahwa dampak dr kebijakan bebas visa dimanfaatkan oleh warga Tiongkok utk menjadi TKA ilegal dengan modal sbg Turis yg memanfaatkan kebijakan bebas visa pemerintah Indonesia. Dengan demikian harus dibarengi dengan kontrol ketat spt yg dilakukan negara tetangga kita terhadap Turis. Mereka sampe mengecek jumlah uang yg mereka bawa dan tempat tinggal mereka selama berkunjung.

        Kalo benar sebagai turis, tentu saja akan berdampak positif meningkatkan devisa negara, namun jika hanya kedok saja maka perlu dipikirkan berapa dana yg terserap dan dikirim ke keluarga mereka di China. Serta berapa jumlah pengangguran yg bertambah di daerah tersebut akibat ulah2 TKA ilegal dan Tekong mereka.

        So.. gak perlu nanggepin secara kepala berasap dengan mengatakan PNS yg hobi terima suap (spt kawan anda yg buta kritik itu bung, dan selalu berasap kepalanya…xixixi). Kritik bukan berarti oposisi kan bung.?

        Gaji saya sudah besar bung di PNS jd gak perlu makan suap lg…(lebih baik makan nasi…xixixi). Disamping itu saya jg punya usaha pertanian…ehmm…ehmmm

        Sekalian beriklan aja lah….(maaf bung Diego)
        Kalo bung@Tukang Ngitung atau kawan2 warjag punya rekan penguasaha tepung sagu atau pabrik pengolahan makanan dari tepung sagu, saya bisa suplai Tepung Sagu berapa pun yang dibutuhkan. Nanti ada Fee dari kami per kilonya buat yg memberi informasi. Kami bisa kirim diatas 100 ton/bln tepung sagu basah.

        Salam sehat bung@Tukang Ngitung…Trims bung Admin
        Lanjutkan kerja…kerja…kerja

        • pns punya bisnis sampingan??

          • kalau halal kan gak masalah..

          • semua di halal kan yah πŸ˜€ nih baca

            Pelarangan PNS melakukan usaha sampingan di luar pekerjaannya tertuang pada peraturan pemerintah No. 6 Tahun 1974. Aturan ini sudah ada dan dibuat pada zaman Presiden Soeharto.

            Dalam salinan PP tersebut terlihat PP tersebut diteken atas nama Jenderal TNI Soeharto pada 5 Maret 1974.Aturan itu mengatakan, untuk PNS. golongan III\/d ke bawah diperbolehkan melakukan bisnis lain tetapi harus seizin Menteri atau pejabat yang berwenang. Sementara untuk golongan IV\/a, tidak diizinkan sama sekali untuk membuka usaha lain.

            PNS golongan ruang III\/d ke bawah, serta isteri dari PNS wajib mendapat izin tertulis dari Pejabat Yang Berwenang apabila memiliki Perusahaan Swasta atau melakukan kegiatan usaha dagang.

            Pejabat berwenang dapat menolak permintaan izin atau persetujuan yang dimaksud apabila pemberian izin atau persetujuan itu akan mengakibatkan ketidaklancaran pelaksanaan tugas dari yang bersangkutan, atau dapat merusak nama baik instansinya.
            ——tambahan—-
            Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 1974 tentang “Pembatasan Kegiatan Pegawai Negeri Dalam Usaha Swasta”. Menurut informasi yang saya peroleh, sampai saat ini belum ada peraturan yang lebih baru yang mengatur hal tersebut, sehingga meskipun sudah “jadul”, peraturan itu tetap berlaku. Dalam peraturan itu, larangan atau pembatasan untuk berbisnis ada di Pasal 2. Terkait dengan kepemilikan usaha, ayat (1) pasal tersebut menyatakan, bahwa PNS dilarang untuk: (1) memiliki seluruh atau sebagian perusahaan swasta, atau (2) melakukan kegiatan dagang, baik secara resmi maupun sambilan. Khusus untuk kepemilikan saham, ada pengecualian, yakni diperbolehkan sepanjang jumlah dan sifat kepemilikan itu tidak dapat langsung maupun tidak langsung menentukan jalannya perusahaan, sebagaimana disebut dalam ayat (2) pasal yang sama. Dari sini jelas, bahwa menurut PP 6/1974 PNS memang dilarang untuk berbisnis atau membuka usaha. Peraturan itu sama sekali tidak menyebut skala usaha, sehingga bisnis “toko kelontong” mestinya juga masuk dalam kategori yang terlarang bagi PNS. Kelonggaran hanya diberikan dalam kepemilikan saham minoritas (ini istilah saya, mengacu pada kepemilikan saham tanpa kemampuan untuk mengendalikan jalannya usaha). Menarik untuk dilihat, bahwa larangan berbisnis sebagaimana tersebut dalam Pasal 2 ayat (1) itu secara eksplisit dinyatakan berlaku untuk PNS Golongan IV/a ke atas, anggota ABRI (TNI/Polri) berpangkat Letnan II ke atas, Pejabat serta istri dari Pejabat Eselon I (di pusat maupun daerah), istri Perwira Tinggi TNI/Polri dan istri Pejabat lain yang ditetapkan oleh Menteri/Kepala Lembaga bersangkutan. Untuk PNS Golongan III/d ke bawah serta pihak-pihak lain di luar yang diatur oleh Pasal 2 ayat (1) tersebut, Pasal 2 ayat (3) mengatur bahwa kalau ingin berbisnis (membuka usaha), mereka harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pejabat yang Berwenang. Perlu untuk ditambahkan, bahwa PP 6/1974 juga mengatur larangan bagi PNS untuk terlibat dalam pengelolaan usaha, baik sebagai pengurus maupun sebagai pengawas. Bahkan bukan hanya itu, PNS juga dilarang terlibat dalam kepengurusan lembaga sosial, kalau dalam kegiatannya itu mereka mendapatkan gaji/honor. Tentang filosofi di balik peraturan tersebut, tepat atau tidaknya peraturan, serta efektivitasnya mungkin kita bisa diskusikan lain waktu. Untuk saat ini, yang jelas aturan tentang larangan itu ada, dan selama masih masih ada, ada baiknya semua pihak terkait (khususnya para PNS) mengetahui dan melaksanakannya dengan baik. Semoga bermanfaat..

            πŸ˜€ halal walau ngelanggar peraturan

        • golongan IV gak boleh berbisnis, klo ada pns berbisnis berarti golongan III

        • Salam kenal bung ruskey, anda sombong sekali

  8. kemarin imigrasi batam tangkap 7 amoy yg gunakan visa turis buat melacur

    • Jangankan di batam, orang asing di Jakarta dari berbagai bangsa China, Vietnam, Azerbaijan, Rusia, Spanyol, dll juga banyak ah uh oh diri misal di hotel Alexi* di Ancol, di hotel Malio**** di Gajahmada, di hotel Class** bawah lobby di Pasar Baru, dll, mereka semua ilegal.

      Tuh kalo anda aparat dan kalau niat kerja tanpa disuap dan mau gerebek di situ tapi jangan pakai seragam. Langsung dapat banyak.

      • Tuh kalo anda aparat dan kalau niat kerja tanpa disuap dan mau gerebek di situ tapi “jangan pakai seragam”. Langsung dapat banyak

        Wah dafet banyak avanya tuh bung TN, Fhd.
        Koq ga vake seragam/fakaian,mangnya mau ngafain bung ntar disana? Mang ga takut kedinginan dihotel kan dingin ASEnya.

        Dibawah lobby di Pasar Baru, koq sy “nemunya” enci2 yg lg jualan have & elektronik bukan jual yg lainnya?

        • xixixi…..

        • bukan di Pasar Barunya, tapi di daerah dekat situ ada hotel Cla**** itu di lantai di bawah lobby hotel ada “B***** S**” di situ.

          Wah mungkin Bung Panjilei ini langganan di situ jadi nggak mau diusik2. Atau mungkin pelanggan lokal di Cla**** lantai 2 ya ?

          Saya tahu daerah situ karena sering makan masakan ekstrim kuliner di warung di daerah situ saat ke Jakarta.

          Jangan2 yang suka lihat daleman juga langganan ke situ. Buktinya ketawa2 tuh.

        • Saya khan bilang juga jangan pakai seragam tapi pakai baju juga selain seragam alias baju preman sebab banyak securitynya.

          Wah jelas bung Panjilei ini langganan di situ sebab mengartikan ucapan saya sebagai jangan pakai fakaian.

          Salah satu hobi bung Panjilei melintir informasi sekawanan dengan yang suka lihat daleman.

        • PS* MAroko jg ilegal pake status wisatawan πŸ˜€

          • Mau dari cina,maroko,taiwan,vietnam dan arab sekalipun datang ilegal sikat……apalagi mengganggu kedaulatan NKRI dg cara eksodus SIKAT.

          • @mata elang

            Yang dari maroko, serahkan saya…

  9. berita negeri..”36 warga ilegal tiongkok di tangkap di lombok mataram”

  10. Berceceran

  11. viva news..” imigrasi menemukan warga cina ilegal gunakan visa kunjungan tapi mereka malah jualan di pasar tradisional janeponto sulawesi”

  12. waspada lah terhadap agen PLA!!!!jgn seperti tibet ke dua di NKRI!!!!

  13. Untung Ketahuan Diketemukan Oleh Aparat Pemerintah dan Kepolisian….Coba Seandainya Yang Menemukan Orang Orang Bermata Sipit Keturunan…Pasti Bilangnya Begini…..Ini Saudara saya….Ini Sepupu Saya ….Ini Bibi Saya….Terus Dibuatin KTP dan Jadi Warga Negara Indonesia…..Apalagi Seandainya Gubernurnya Bermata Sipit…..Cocok Dech…..Langsung bereesss.

  14. stnk, listrik, bbm jadi naik ga si? udah ga sabar pengen ikut membangun bangsa, lanjutkan pak jokowi kalo perlu sampe 20 periode!!!

  15. Tes

  16. Berita seperti ini tidak pantas di angkat di mari

  17. Mau dari cina,maroko,taiwan,vietnam dan arab sekalipun datang ilegal sikat……apalagi mengganggu kedaulatan NKRI dg cara eksodus SIKAT.

  18. setuju…semua yg ilegal harus disikat…..pertanyaannya????kenapa yg ilegal membanjir kebanyakan dari cina???nah lhooooooo????

    • karena di dunia ini emang cina paling banyak, belum tahu ? kemana aja ente ?

      • kalau mereka kencing bareng 2 di pinggir pantai….apakah bisa jd tzunami ..?
        kalau mereka lompat di tempat bareng 2 apakah akan terjadi gempa bumi…?

        • waduh itu bidangnya bung Tukang Ngitung, PhD, tapi sepertinya kagak, paling efeknya seperti hujan, tsunami butuh energi dahsyat yang dilepaskan pergeseran antara lempeng tektonik..

      • Mungkin yang dimaksud bung @bulat ingin tau perbandingan jumlah warga asing yang ada di Indonesia dari tiap negara berapa %. Dan perbandingan yang ilegal berapa % dari tiap negara pendatang tsb. Bukan jumlah penduduk negara sana.

  19. Lha khoq cuman lima yg ditangkep. . diluar Issue nya sudah ada ribuan pasukan cina yg udah menyusup di wilayah indonesia. . ada yg jadi kuli, tenaga kontraktor, penambang ilegal. . dsb

  20. kok yg di tangkap mesti 5 ya..??
    kapan hari di di gresik atau sidoarjo juga cuma 5 yg di tangkap hadeeeeh

  21. Sepertinya, tanaga kerja asal tiongko menggunakan teooei semut, sedikit sedikit tiba tiba menjadi langit, terus meledak

  22. Sepertinya, tanaga kerja asal tiongko menggunakan teooei semut, sedikit sedikit tiba tiba menjadi langit, terus meledak

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)