Jan 032017
 

Pembangkit listrik tenaga sampah. (Antara)

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak dan Shanghai Elektrik asal Republik Rakyat Tiongkok melakukan kerja sama untuk membangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) di kawasan tempat pembuangan akhir Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

“Saat ini, rencana pembangunan PLTS di kawasan TPA Batu Layang, masih tahap desain,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, mereka saat ini, sedang melakukan perhitungan. Jika nanti telah ada hasil yang lebih detail maka akan dibahas lagi secara rinci, termasuk dalam hal kerja samanya.

Edi menambahkan, jika dalam perhitungan biaya, kerja sama tersebut tidak memberatkan Pemkot Pontianak, maka besar kemungkinan kerja sama tersebut akan berlanjut.

“Kerja sama itu, kami lakukan sebagai cara mengatasi timbunan sampah yang selama ini semakin menggunung di lokasi TPA Batu Layang,” ujarnya.

Menurut dia, jika berjalan lancar, maka di tahun ini, pembangunan PLTS tersebut akan segera dimulai. Shanghai Elektrik meminta Build Operate and Transfer (BOT) selama 30 tahun, setelah jangka masa itu, baru diserahkan lagi kepada Pemkot Pontianak.

Sistem BOT atau membangun, mengelola dan menyerahkan adalah suatu bentuk hubungan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam pembangunan suatu proyek infrastruktur.

Menurut pasal 1 ayat (12) PP No. 38/2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara-Daerah, BOT atau bangun guna serah adalah pemanfaatan barang milik negara atau daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu yang telah disepakati.

Sedangkan pasal 1 ayat (13) menyatakan bahwa bangun serah guna adalah pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati, kata Edi.

Antara

Artikel Terkait :

  47 Responses to “Pontianak-Tiongkok, Kerjasama Bangun PLTS”

  1. Sekaliannya sampahnya di impor dari Cina…ha…ha…

    • mana ada sampah????menlen itu suci mensucikan,…pulau reklamasi jakarta iklannya nyampe beijing kok…pulau reklamasi akan jadi propinsi baru impor beijing

  2. sarat dan ketentuan berlaku…buruh kuli dan pekerja lain gak boleh orang pontianak….tapi impor menlen

  3. sampah masyarakat bisa berguna jg gak utk energi listrik??????

  4. Sebelumnya pemerintah kota pontianak thn 2006 telah bekerjasama dng PT. GIKOKO utk mengolah gas methan dr sampah utk pembangkit listril juga. Hanya saja saat itu kapasitas sampah masih belum cukup utk menghasilkan gas methan yg kontinue utk bahan bakar engine generatornya.
    Saat ini baru Bantar Gebang yg telah mengolah gas methan dr sampah ufk jd pembangkit listrik skala satu desa. Semoga kapasitas sampah pontiamak cukup utk menghasilkan gas methan sbg sumber energi pembangkit listriknya.

    • Trims berat informasinya bung Ruskye…

    • Itulah kebiasaan orang kita…buat proyek tanpa adanya study kelayakan….jadinya proyeknya mubazir…tapi yang penting…kerja..kerja..kerja…proyek..proyek..proyek….gak jelas yang dikerjain….yang penting komisinya jalan terus….

      • gak pake dana pemerintah kok bung. Murni dananya dari mereka. Krn mereka nantinya akan dibayar dng CER yg saya jelaskan tadi dibawah

    • Kalau Batar gerbang bisa perusahaan lokal. knp kalimantan mesti aseng???

      • yang gede pegang sendiri, yang imut boleh asing ikut…

      • Sebenarnya mereka tidak hanya di pontianak saya, melainkan juga di palembang, bantar gebang, bali dan sulawesi. Tujuan mereka utk mendapatkan nilai CER (Certified Emission Reduction) yg akan dijual ke bank Dunia sebanyak 1 jt Ton pengolahan Co2 dari pembakaran gas methane. Hanya saja saat itu yg stabil menghasilkan gas methane baru bantar gebang, sedangkan yg lainnya masih sedikit jika diolah kembali.
        Jadi bukan karena besar kecilnya, melainkan nilai CER tadi yg dikejar secara kolektif. Akan lebih besar lagi nilai jual CER nya jika bisa mengolah gas methan tersebut menjadi energi lain ketimbang hanya dibakar saja. Contohnya ya dijadikan bahan bakar penggerak diesel generator. Apalagi pemanfaatannya utk masyarakat sekitarnya, bukan utk perseroan semata, makin tinggi nilai CER nya.
        Begitu ceritanya bung@Jhon

        • @BR

          Sebenarnya potensi kapasitas energi bantar gebang berlipat2 lebih besar dari angka saat ini….cuma pengelolanya lebih seneng dijadiin duit, xixixixixixi

  5. kemarin 76 amoy yg tertangkap imigrasi saat melacur bisa jadi energi gak ya????

  6. cungkok “menghabiskan energi” sampai lemas … mas … mas …

  7. PLTS saya kira dari surya . ternyata S nya untuk sampah juga.

  8. Jangan ada kompromi dgn cinak tamak, sekalipun masalah sampah, ……… !!!

    • Org pejabat d jawa bnyak yg lebih tamak..

    • Bung CAG jngan fanatik yach jd manusia.. Emang negara ente sudah mampu semuanya dibuat sendiri.. Ingat indo itu masih butuh investor dari negara lain.. Yg masih mau menanam modal di indo hanya negara tiongkok saat ini.. Kalo negara saya US sudah menarik diei invest dari indo… Sudah bagus masih ada negara yg mau menaruh uangnya di indo… Bukannya bersyukur malah menghina & menjelekan negara lain…

  9. BOT : Build, Operate, Transfer itu artinya :

    Build : Dibangun oleh Shanghai Electric, dikerjakan oleh orang-orang Shanghai Electric alias TKA dari China.

    Operate : Dioperasikan oleh Shanghai Electric, dikerjakan oleh orang2 Shanghai Electric alias TKA dari China.

    Transfer : saya kurang pasti tentang hal ini namun transfer artinya pindah. Yg dipindah apa ? Muatan sampah sebagai bahan baku dari TPA ke PLTS. untuk ini perlu sopir backhoe, buldozer dan alat berat lainnya plus sopir2 dumptruck. Yang jadi sopir siapa ? Orang2 Shanghai Electric alias TKA dari China.

    Berapa lama kontraknya ? 30 tahun.

    Jadi selama 30 tahun itu para TKA dari China akan berada di Pontianak. Jumlahnya ? Minimal ratusan.

    Wah kalau begitu selama 30 tahun itu nggak ada yg didapat oleh rakyat RI dong ?

    Ada. Tapi bukan lowongan pekerjaan yg terkait langsung dengan pekerjaan PLTS tetapi yg tidak langsung. Apa saja ?

    Tempat kost, sekolah, laundry, spbu, warung makan, kios rokok, toserba, massage parlor, pub, bar dan tempat judi (mereka suka sekali judi utamanya mahyong). Jadi itu positif dan negatifnya.

    Untuk yg negatif : massage parlor, pub, bar dan tempat judi mungkin dianggap maksiat oleh sebagian besar orang, tetapi di situlah caranya tempat usaha yg bisa cepet dapat duit.

    Lihat negara Monaco yg penghasilan utamanya dari judi.

    Masalahnya apakah pemda Pontianak berani meniru gubernur Ali Sadikin dulu yg melegalkan kasino sehingga Jakarta di era 1970an menjadi sangat maju ?

    Nah yang salah siapa ? Bukan Pemdanya tetapi Penduduknya. Kok penduduknya ? Karena mereka tak mau daur ulang sampahnya sendiri hanya mau mudahnya buang sampah saja sehingga Pemda pusing tujuh keliling dengan gunungan sampah itu. Jadi karena sudah pusing maka keputusan untuk bekerja sama dengan Shanghai Electric dibuat dengan segala konsekuensinya.

    • transfer itu, nantinya bangunan dan operasional akan diserahkan ke Pemda…

      • Salah…transfer itu…anda kasi tau nomor rekening dan nama bank nya… terus duitnnya di pipindahin / dikirim ke nomor tersebut…itu namanya transfer….dan proyek pun gak kelar2…tapi komisi jalan terus….hi..hi..hi…peace…..

      • Sesudah jangka waktu 30 tahun baru akan diserahkan ke Pemda.

        Coba bung baca lagi.

        Tertulis :

        Shanghai Elektrik meminta Build Operate and Transfer (BOT) selama 30 tahun, setelah jangka masa itu baru akan diserahkan lagi ke Pemkot Pontianak (maksudnya sesudah 30 tahun BOT lalu diserahkan ke Pemkot).

  10. Tes

  11. nah sama aja dijual ke cino. dikit2 cino.

    • Sampahnya yg diberikan ke Shanghai Electric.
      PLN beli listrik dari mereka. Rakyat beli listrik dari PLN.

      Pemkot dapat pajak dari Shanghai Electric dan PLN.
      Pemkot juga mungkin dapat penghasilan dari tanah yang disewa oleh Shanghai Electric.

      30 tahun kemudian, Pemkot menerima bangunan PLTS yang harus segera direnovasi karena lamanya pemakaian. Mesin2 generator dan pemroses sampah juga mungkin harus diganti dengan yang baru. Alias alat2 itu harus dibeli lagi. Adakah pelatihan / training penggunaan alat itu untuk pekerja lokal ? I don’t think so.

      Adakah hal ini dipikirkan Pemkot Pontianak ? Nggak tuh. Mereka hanya mau instan saja bebas dari kepusingan sampah yg menggunung dan listrik yg byar pet, tanpa berpikir 30 tahun ke depan itu nasib PLTS ini bagaimana. Pikir Pemkot mungkin begini : 30 tahun lagi khan mereka udah nggak menjabat lagi. Biarlah yg menjabat 30 tahun y.a.d yg pusing.

  12. Pembangkit listrik bahan bakar imigran cino ilegal ada gak ?? Wakakaka

  13. PLTC (pembangkit listrik tenaga c*no) + 30 tahun = ?????

    Boroooooongggggggggggggg……1 juta TKIC……
    Boroooong chino ilegal…..borong sekarang juga….
    Penuhin indonesia dg chino ilegal …borongggg…

  14. pada gak ada yg tau tp sok tau.. kebanyakan atraksi hidup kalian.. apasih yg sudah kalian buat untuk kemajuan bangsa.. setidaknya buat lingkungan kalian.. merengek rengek kayak balita kurang nyusu .. tempat kami sudah ada sejak beberapa tahun lalu.. memisahkan sampah di ambil karang taruna dan di buat pupuk buat warga.. namanya koperasi pupuk.. apresiasi buat daerah2 lain yg ingin daerahnya maju.. bukan buat banjir daerah aja pinternya.. cerdas lah bangsaku.. dan cinta damailah negeri ku.. hilangkan rasa iri dengki dan tamak.. hilangkan kebodohan dr negeriku ini ya Allah..

  15. Salah siapa Indonesia tdk punya developer dn teknologinya?
    Selama ini negara kemana aja?bukan itungan taon ya..tapi decade…
    Tp yg pasti…brita ini pasteh rame nieh dibahas Di grup sebelah post*…..
    #slawi_pro_cin….hehehe

    • maksud anda apa dgn kata2 terakhir itu lan ojo gowo2 slawi
      negeri ini tidak akn pro china atau barat karena itulah garis2 besar haluan negara sejak tahun 1945,
      anda yg punya potensi fifth column segeralah hengkang ke negeri pujaan anda
      kerjama perdagangan bukan berarti kita kerjasama pertahann dgn negara tersebut.

    • Setahu saya Sawi itu sejenis sayuran. Ada sawi hijau dan ada sawi putih.

  16. Tez

  17. kasian..negara tergadai ama china
    kepala berasap kwkwkwkww

  18. Ingat kasus petani cabe dari Tiongkok? 4 tauke Tiongkok bisa mempekerjakan 38 buruh tani lokal (kurang lebih 1:10). Artinya jika masuk 10 juta orang Tiongkok, bakal ada peluang kerja bagi sekitar 100 juta rakyat Indonesia di sektor informal. Gak perlu lagi jauh2 jadi TKW ke Hongkong, cukup jadi kuli di negeri sendiri.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)