Feb 232014
 
T-50i Indonesia

T-50i Indonesia

Jakarta 23/02/2014 – Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tak bisa lagi dianggap remeh. Keberhasilan pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

Pesawat tempur T-50i yang dibeli dengan nilai kontrak 400 juta USD ini, akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK-53 yang menjadi bagian dari Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi Madiun, di bawah Komando Operasi AU-II.

Pesawat T-50i adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea Selatan dan dikembangkan oleh Korean Aerospace Industry dengan bantuan Lockheed Martin. Pesawat ini mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang dilengkapi dengan peralatan tempur. (Missile Guided/Unguided, Rocked, Bomb, Canon 20 mm serta radar.

Lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan AS sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014, akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

Juga akan segera tiba UAV (pesawat terbang tanpa awak) untuk mengisi skadron UAV dalam rangka memperkuat operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Lanud Supadio Pontianak.

Untuk pesawat angkut sedang, secara berurutan telah tiba di Indonesia sebagian besar dari 9 unit pesawat CN-295 yang merupakan hasil kerjasama PT DI dengan Airbus Military dan rencananya akan menjadi 1 skadron CN-295, dan 2 unit CN-235 serta 1 unit Casa-212 untuk angkut ringan.

Dalam rangka mendukung kegiatan airlift dan OMSP, telah dilakukan penambahan 9 unit pesawat angkut berat Hercules C-130H yang mulai tiba secara bertahap.

TNI AU juga telah mengoperasikan pesawat latih lanjut KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan yang digunakan oleh Tim Aerobatik TNI AU, Jupiter sebanyak 1 skadron.

Peremajaan pesawat-pesawat latih TNI AU telah dilakukan dengan mengganti pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo yang sudah berusia 30 tahun dengan pesawat latih generasi baru, Grob G-120 TP buatan Jerman sebanyak 18 unit yang direncananya akan menjadi 24 unit.

Untuk rotary wing, telah ditambah beberapa jenis Helikopter yaitu Helikopter Super Puma NAS-332 sebanyak 3 unit dan Helikopter Full Combat SAR EC-725 Cougar Eurocopter sebanyak 6 unit.

Pertahanan Udara
Untuk pertahanan udara nasional, telah diperkuat dengan pengadaan PSU (Penangkis Serangan Udara) sebanyak 3 baterai/6 firing unit buatan Rheinmetall Air Defence Switzerland, untuk satuan-satuan di Korps Paskhas TNI AU. 7 unit radar canggih yang telah dan akan dipasang di beberapa lokasi antara lain Merauke, Saumlaki, Timika dan Morotai.

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder di Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

TNI AD
Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, 4 unit akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014.

Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

TNI Angkatan Darat (AD) akan lebih memfokuskan diri untuk melakukan transformasi organisasi pada 2014, guna menghadapi rencana strategis II periode 2015-2019.

Pertambahan alutsista membuat TNI AD harus segera mendesain ulang organisasi. Dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak tembaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer.

TNI AD juga telah memiliki Multilauncher Rocket System (MLRS) dengan daya jangkau hingga 100 kilometer, ditambah lagi tank Leopard dengan kapabilitasnya luar biasa.

BMP-3F. Marinir  (photo:Dispenal)

BMP-3F. Marinir (photo:Dispenal)

TNI AL
Sementara itu untuk matra laut, terdapat upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan 2 unit Kapal Hidro Oceanografi, tiga Light frigate dari Inggris dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.

Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak 5 unit, dimana 2 unit diantaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.

Target MEF 42 Persen
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menargetkan tahun 2014 ini kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) pada rencana strategis I dapat mencapai 40-42 persen.

Kementerian Pertahanan optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal dapat dilakukan pada 2019 atau lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan pada 2024.

Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan merupakan terobosan dan keberhasilan, berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kementerian Pertahanan. Anggaran pertahanan pada 2013 mencapai Rp 77 triliun, dan pada 2014 ini meningkat menjadi Rp 83,4 triliun. (Syaiful Hakim/ Antaranews.com)

  59 Responses to “Postur Kekuatan Alutsista Indonesia 2014”

  1.  

    Doa kami smoga sukses..

  2.  

    Tapi gara2 nilai tukar Rupiah anjlok peningkatan anggaran jadi kurang terasa, terutama nanti pada 2015 jika IDR tidak kembali pada keseimbangan awal. Prediksi 2015 IDR akan sekitar Rp11.400 per 1 USD, efeknya akan terasa untuk pembelian non rupiah murni, peningkatan CAGR anggaran pertahanan tidak akan terasa untuk alutsista teknologi tinggi dari luar

    Mungkin sebaiknya pembelian alutsista sebisanya menggunakan rupiah atau menggunakan barter dengan produk dalam negeri. Pada mau ga ya? πŸ˜€

    •  

      pasti mau bung now, asal di Negara tier 2 seperti Croatia, Serbia, Poland dan eropa timur serta asia tengah (Ukraine, Kazakh). karena mereka banyak membutuhkan impor hasil bumi seperti minyak sawit dan beberapa komoditi Indonesia.

    •  

      Hanya sedikit terpengaruh bung @Now

      Hal itu dikarenakan pembelian Indonesia kebanyakan Kredit Panjang dan Multi, bukan Tunai. contohnya sekarang Cadangan Devisa malah semakin besar, padahal dolar mencapai Rp.12.500,- dan penerimaan pajak kondisinya turun. aneh memang, namun yang tahu hanya pakar ekonomi.

      dan yang perlu diketahui, Indonesia jauh hari sudah menyimpan uang dalam bentuk Dolar atau mata uang lainnya di beberapa Negara, contohnya Korea, diperkirangan cadangan Devisa dalam bentuk Won sekitar hampir 200 Triliun Rupiah, untuk menompang pembayaran Kredit Alutsista di sana serta program KFX

      •  

        Gak perlu heran Bung, kenapa disaat rupiah kita ambruk, justru cadangan devisa kita naik. Yang paling terpengaruh oleh anjloknya Rupiah sebenarnya adalah barang-barang impor dan pembayaran utang LN yang sedang jatuh tempo. Barang impor akan menjadi lebih mahal, dan kita juga memerlukan Rupiah yang lebih banyak untuk mendapatkan dolar yang akan dipakai untuk membayar hutang LN.

        Melemahnya Rupiah, justru akan berimbas positif pada ekspor kita. Harga produk kita akan menjadi lebih murah di LN, sehingga permintaan mereka akan bertambah. Karena permintaan mereka bertambah, maka ekspor kita juga bertambah. Setiap pertambahan ekspor akan meningkatkan devisa negara, dan setiap peningkatan devisa negara akan menghasilkan cadangan devisa di BI. Dalam kondisi tertentu, pelemahan sutu mata uang justru diperlukan.

        Dalam hal ini, Jepang yang paling sering dengan secara sengaja melemahkan nilai mata uangnya, tujuannya tiada lain adalah untuk menjaga pertumbuhan ekspornya. Dan yang paling baru adalah China. China baru-baru ini disinyalir menyembunyikan data moneter nasional yang dimilikinya. Bisa benar, bisa juga tidak. Tapi China sangat cerdik. Mereka menggunakan tiga mata uang untuk kegiatan transaksinya. Di distrik Hongkong, mereka mebiarkan Dollar Hongkong beredar. Sementara untuk transaksi dalam negeri, mereka menggunakan Yuan. Sedangkan untuk biaya impor, mereka akan menggunakan Renmimbi China. Walaupun Renmimbi China menguat, mereka tidak akan Rugi, karena masih ada Yuan dipasar domestik.

        Coba bandingkan dengan Rupiah. Jika Rupiah melemah, kita akan mengeluh karena harga barang akan naik. Keluhan ini sebenarnya hanya dirasakan oleh mereka bersentuhan dengan barang impor dan utang LN. Sedangkan bagi mereka yang export oriented, hal ini akan menjadi sebuah kesempatan emas untuk meraih keuntungan.

        Begitupun sebaliknya, apabila Rupiah menguat, mungkin kita gembira, karena bisa beli laptop atau handphone dengan harga lebih miring, dan pemerintah juga bisa bayar utang LNnya dengan sedikit lega. Tapi ingat, kondisi ini justru memicu angka import yang meningkat, dan eksport tersendat. Sehingga kemudian terjadilah current account deficit atau yang lebih kita kenal dengan istilah defisit neraca perdagangan. Reaksi yang seringkali diambil pemerintah adalah, melakukan perubahan APBN, pengetatan anggaran kementrian, memangkas biaya subsidi dan melakukan skala prioritas terhadap aktivitas impor.

        Untuk menjaga stabilitas Rupiah, kita memang telah menjalin kerjasama swap dengan beberapa negara yang dikenal memiliki cadangan devisa yang besar seperti Korea dan Malaysia. Tapi itu semua, sifatnya pinjaman, bukan simpanan. Berapa yang terpakai oleh kita dari total yang disepakati, maka itulah jumlah yang dikemudian hari harus dibayar pada mereka. Dana swap sifatnya untuk berjaga-jaga, apabila nanti dengan cadangan devisa yang ada, kita sudah tidak mampu lagi melakukan intervensi terhadap jatuhnya nilai mata uang kita. Ide kerjasama ini muncul karena kita, Malaysia dan juga Korea, pernah menjadi korban krisis ekonomi terparah tahun 1998. Sampai saat ini, Indonesia belum menggunakan sesen pun dari dana swap yang telah disepakati dengan berbagai negara, termasuk Jepang.

        Melihat kecenderungan yang ada saat ini, saya yakin dana itu tidak akan terpakai. Indonesia sedang memasuki momentum ekonomi terbaru. Kita menjadi negara pertama yang keluar dari jeratan status lima negara dengan ekonomi paling rentan, diikuti oleh Brazil, Turki, Afrika Selatan dan India.

        Dengan kekayaan SDA yang melimpah, ada sebuah anekdot yang mengatakan bahwa semiskin-miskinnya Indonesia, maka gak akan pernah menjadi miskin seperti negara miskin lainnya. Semoga. Amien…!

      •  

        Bahkan China dengan sengaja melemahkan nilai mata uangnya dengan tujuan meningkatkan Cadev karena memang China selalu surplus dalam perdagangannya. nah kalau di kita yang selalu defisit Export dan Importnya bisa berabe to…

    •  

      Lapor, Rupiah menuju level Rp 11.000,- per dolar

      Saat ini ada di kisaran Rp 11.750 setelah sekian lama terdampar di level Rp 12 ribuan

      •  

        kopas dari (indonesia teknologi)
        Ekonomi Indonesia saat ini dinilai tahan banting dan tidak lagi masuk kelompok lima negara rentan (fragile five). Ihwal ketahanan ekonomi Indonesia ini diungkapkan majalah ekonomi internasional, The Economist , edisi 22 Februari 2014. Tahun lalu, Indonesia masuk kategori fragile five bersama Brasil, India, Afrika Selatan, dan Turki. Istilah fragile five mengacu pada lima negara yang paling bergantung pada investasi asing sehingga rentan ambruk akibat gejolak ekonomi global.

        The Economist menyatakan, pada tahun lalu negara-negara fragile five mengalami gejolak ekonomi seiring dengan adanya kontroversi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mengurangi stimulus moneter ( tapering off). Tahun ini, The Fed mengumumkan kelanjutan tapering off , sehingga negara-negara fragile five kembali mengalami gejolak ekonomi. Bank sentral Turki, India, dan Afrika Selatan beramai-ramai menaikkan suku bunga acuan untuk menyelamatkan nilai tukar (kurs) mata uang mereka.

        Namun, di Indonesia, kurs rupiah justru menguat 3,3 persen terhadap dolar AS. Penguatan itu merupakan yang tertinggi di antara mata uang negara berkembang lainnya. Indeks harga saham gabungan diperdagangkan melonjak ke level tertinggi selama empat bulan terakhir. Dana asing yang masuk pasar obligasi dan saham lokal bertambah US$ 1 miliar.

        Menurut The Economist, ekonomi Indonesia meraih momentum pertumbuhannya. Di antara negara-negara fragile five, Indonesia dianggap paling tahan banting. Kondisi tersebut justru didorong oleh lebarnya defisit neraca pembayaran yang menyentuh angka rekor US$ 10 miliar atau 4,4 persen dari produk domestik bruto pada tahun lalu. Pada Agustus 2013, Bank Indonesia menghindari kebijakan intervensi di pasar uang. Akibatnya, nilai kurs rupiah mengambang dan mendorong depresiasi sebesar 14 persen sejak Mei 2013 hingga saat ini.

        Melemahnya kurs rupiah justru membuat produk ekspor Indonesia menjadi lebih murah di pasar luar negeri, sedangkan produk impor lebih mahal. Kondisi itu mendorong nilai defisit turun hampir separuhnya menjadi hanya US$ 4 miliar atau 2 persen dari PDB pada 2013. Pada Desember tahun lalu, Indonesia mencatat rekor surplus perdagangan bulanan terbesar selama dua tahun terakhir, seiring dengan kenaikan angka ekspor hingga 10,3 persen.

        Selain itu, yang membuat ekonomi Indonesia cukup kuat adalah karakteristik yang mengandalkan sumber daya. Artinya, semiskin apa pun orang Indonesia, dengan potensi alam yang melimpah mereka diyakini masih bisa bertahan hidup. Kondisi ini berbeda dengan negara maju. Karena mereka terbiasa dengan iklim ekonomi yang bagus, sekali mereka jatuh bakal susah bangkit kembali.

      •  

        Emas adalah nilai tukar universal

        value per satuan ukurannya selalu setara dgn Nominal daya tukarnya.
        termasuk gue meyakini, suatu saat Hegemoni pun menggunakan kembali Emas sebagai patokan transaksi bilamana mereka yakin bahwa emas diseluruh dunia sudah ada dlm genggamannya, apalah arti sebuah tulisan angka dlm secarik kertas.?

        tapi hal ini sekrg masih tabu untuk dibicarakan, Libya mengalami nya.

        khabar cukup menggembirakan datang dari tweeter Prabowo, yg membahas adanya 10 gunung emas dgn volume masing2 kurang lebih sama dgn yg di explorasi freeport (entah ini hoax atau bukan perlu dibuktikan dgn waktu nanti nya)

        yg jadi pertanyaan :
        Siapkah kita, bangsa dan negara yg memakai $ selama ini, jika kemudian hari diberlakukan EMAS lah yg menjadi alat tukar..??
        konon lembaran uang tidak lebih dari semacam kuitansi nilainya,

        •  

          Jika dipikir uang itu hanya sekedar bentuk kepercayaan, uangnya sendiri tidak akan punya nilai tanpa kepercayaan atau.. yang ngeri jika kepercayaan itu hilang. Jika ingin aman memang miara emas. Emas dan tuyul πŸ˜€

          •  

            Se7 bung(@now
            Sejatinya suatu saat nanti uang kertas (dolar) , tiadk akan ada nilainya lagi dan akan kembali ke tempat asalnya menjadi tumpukan kertas yg tdk ada nilainya( the fed),seiring alat pembayaran internasional sdh mulai menggunakan emas( seperti yg sdh di mulai oleh china-jepang). Dunia sekarang sdh di genggam oleh penjajahan bank AS yg bisa seenaknya mencetak dolar tanpa membandingkan dengan jumlah emas yg di milikinya. Siapa lg klw bkan THE FED (federal reserve bank) dan ironisnya lembaga/bank ini bkan resmi milk pemerintah Amerika atuu pun orang Amerika sendiri ,melainkan milik swasta. Bank ini di miliki oleh konglomerat yahudi bernama Rothschild . Sebnarnya Pemerintah Amerika melalui John F. Kennedy pernah dan ingin melepaskan diri dari jeratan The fed dan mendirikan sebuah bank milik pemerintah , tapi sblum smua terlaksana dia sdh terbunuh terlebih dahulu. Kennedy sadar sbgai negara industri yg besar msih di kontrol oleh sistem kredit terkonsentrasi pada segintir orang yg punya uang. Semua pertumbuhan dan aktifitas negara bisa di atur oleh segelintir orang yg punya modal. Kita dan pemerintah jangan mau di bodohin dengan pinjaman LN dlm bentuk dolar lg, klw bisa emas.

        •  

          Hehehe..! Kalau kita punya banyak emas, tentu siap banget bung Donnie. Kita alihkan dollar ke emas. Yang jadi masalahnya, jika suatu negara tidak memiliki emas. Bagaimana mereka mau transaksi?

          •  

            “Yang jadi masalahnya, jika suatu negara tidak memiliki emas. Bagaimana mereka mau transaksi?”
            ——————–
            Nah kondisi inilah yg dicari (otak kapitalis),
            Bargainning paling gampang bagi si pemilik Emas, bargainning repot bagi negara yg tidak punya stock emas.

            coba buka link yg di atas (koment sebelumnya), biasanya Global Review tidak menurunkan artikel Hoax, selain 10 calon tambang emas baru, ada laporan besaran pendapatan dari freeport yg bukan 1% seperti info beredar skrg ini. Melihat besarannya, boleh kita harap2 cemas dgn anggaran Mef ini yg ASLI nya.

            pihak AS pasti mempertimbangkan dari sisi ini juga dlm menakar anggaran modernisasi tni. masa iya cuma $15M… mereka tentu ga percaya.

    •  

      Bung @aluguro, iya bung seperti dulu TUDM juga beli Sukhoi mereka dgn barter palm oil. Atau bisa juga dgn komoditi lain selama masih bisa sama2 menguntungkan dan bisa menghemat devisa

      Bung @Melektech, nice info. Saya baru dengar soal itu. Mungkin semacam jaminan kali ya? Lagipula Korea Selatan adalah salah satu mitra ekonomi utama RI walau defisit πŸ˜€ apa dana itu bukan termasuk kerjasama BI dan bank sentral sana pada waktu ancaman default hutang US belum lama ini?

      Bung @NOTONEGORO, Amin. Saya baca prediksi akan mencapai Rp12400 di pertengahan tahun sebelum nantinya diprediksi akan mencapai 11400. Jika bisa sampai Rp11000 tentu lebih baik. Lebih baik lagi jika bisa stabil, fluktuatif seperti sekarang membetikan ketidakpastian bagi para pelaku usaha dan industri. Juga membingungkan military fanboys yg mau ngitung jumlah Su35 atau destroyer yg bisa dibeli πŸ˜†

    •  

      Setuju Bung Nowyoudont..! Barter bisa menjadi solusi bagi ketahanan Rupiah. Dengan Rusia kita sudah mulai penjajakan.Pembayaran utang LN Indonesia sebagian akan menggunakan produk CPO dan tekstil. Kebetulan industri oleochemical Rusia juga saat ini sedang membutuhkan bahan baku yang luar biasa banyak bagi memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Skema seperti ini sebenarnya pernah dirintis oleh pak Habibie dulu, tapi sayang, orang Indonesia lebih besar gengsi daripada isi. Barter tidak mengenal istilah tingkatan negara kedua, ketiga dan seterusnya. Barter lebih bersifat melihat faktor supply dan demand tanpa harus mengabaikan value. Yang terjadi hanyalah pergerakan atau perpindahan barang dan nilai, bukan uang dalam bentuk nominal. Tidak perlu gengsi, justru dengan cara ini, setiap perkembangan suatu sektor, akan mendorong perkembangan sektor lainnya. Setiap negara tidak ada yang dirugikan, karena tidak ada satu pun mata rantai ekonomi yang terkorbankan.

      •  

        Setuju Bung yayan, dengan barter pula akan meningkatkan kesejahteraan rakyat bawah para petaninya/pelaku usaha barang yang di barterkan (Sawit, Karet, Kopi/kerajinan atau apa saja). mudah-mudahan pemerintah akan menggalakkan cara barter ini.

        •  

          Bung Diego, ngomong-ngomong kalau mau buka JKGR kok loading lama banget ya?? padahal kalau buka blog lain cepet kok!… apa modem ku yang lemot ya.. wong ndeso xixixii

          •  

            Oh begitu. Apanya ya, padahal tidak ada yg berubah. Apakah rekan lain mengalami hal serupa ?

          •  

            iya bung diego, saya juga bbrp hr ini agak lama kalau buka warjag

          •  

            Saya juga ngalamin gitu bung diego, saya make 3 tuk akses net di rmh dengan koneksi HSPA, tapi bgitu saya rubah ke GPRS kenceng lagi. Kayaknya jaringan yang lagi bermasalah bagi yang make 3 di HSPA.

          •  

            Terima Kasih infonya. Kenapa ya, padahal sudah pakai dedicated server quad core 8400. Coba nanti saya cari tahu. Thanks Bro

          •  

            oh iya bung diego atau bung” yg lainnya, sy klu buka JKGR melalui laptop sy yg 1, kadang comentnya g mau terupdate bung.tp klu menggunakan laptop yg 1 lagi,comentx update trus. apa kesalahan settingan di laptop sy ya.?mhon bantuannya soalnya ane gaptek. hehehe

          •  

            iyah bener bung diego saya juga mengalaminya hanya saja tidak terlalu parah karna d sini 4G..he2..
            Tetapi tetap aja ada perbedaan dengan yang sebelum2nya..sbelumnya seh mulus n maknyus, yah sekrg tetep mulus tapi gak terlalu maknyus..he2..piss

      •  

        Betul bung @yayan, yang penting sama2 diuntungkan dan tidak adanyang dirugikan. Ketergantungan terhadap USD memberikan keuntungan luar biasa terhadap kekuatan ekonomi dan politik US, bahkan China-Jepang sudah lama setuju untuk menggunakan mata uang mereka langsung tanpa perlu perantaraan USD.

        Ada trend kuat dari China untuk meruntuhkan dominasi USD walau mereka sendiri punya cadangan devisa dalam USD terbesar. USSR dikalahkan dengan cara dibangkrutkan ekonominya, saat ini ada indikasi China dan Russia akan melakukan hal yang sama, setidaknya melemahkan keperkasaan USD perlahan lahan

        Indonesia demi kepentingan kita sendiri harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap USD, hingga ekonomi kita lebih tahan diobok obok pihak asing. Jika urusannya G to G antara pemerintah RI dengan China atau Russia memang sangat disayangkan jika dilakukan dalam USD. Kita punya banyak komoditi yang dibutuhkan negara2 penghasil alutsista. Untuk CPO kita penghasil utama dunia. Imho- China juga mungkin justru akan lebih senang jika berbisnis tanpa melibatkan USD

        •  

          @bung Nowyou..

          JIka Indonesia membeli alutsista rusia dlm $, tanpa keluar keringat pun AS sudah punya untung, miris juga ya…

          Tapi melihat sepak terjang china, cukup bikin As keringetan juga, mau maen di $ atau bukan, bahkan dalam berbicara keperkasaan alutsista, China sejauh ini memenangkah langkah catur nya. China memang punya mainan traditional catur seperti Persia.

          •  

            @donnie : benar juga pendapat anda bung..tetapi apakah sudah ada UU di indonesia yang mengatur mengenai pembelian persenjataan diluar pembayaran dengan mata uang $..semisal dengan emas tadi??

          •  

            Kalo masalah UU nya gue belum paham juga tuh, tapi dalam prakteknya walau samar2 kadang berindikasi ke situ.
            malah mungkin saja dgn kontrak SDA misalnya.
            mungkin saja.

            mungkin sahabat warjager lainn bisa menambahkan.
            salam.

      •  

        @bung yayan…anda betul
        kita pernah melakukan barter dg thailand klo tdk salah CN 235 dibarter beras ketan..

      •  

        * Mekanisme Barter yg sifat akang menggerus ketahanan pangan Nasional harus dihindari *

        misalnya dibarter produksi ayam pedaging, dimana dlm skala nasional belum terlalu melimpah sehingga rentan membuat fluktuasi harga didalam negeri.

        tempo hari ada pembahasan Isotof nuklir untuk keperluan Medical, gue lebih cenderung setuju barter dgn bentuk rekaya teknologi lain, tetap dgn Skema
        Pemerintah membeli ke Batan tech dgn Harga A, kemudian Menetapkan Harga A+ dlm realisasi mekanisme barter dgn kontrak sekian thn, akan terdapat bbrpa keuntungan mendasar dibanding Mekanisme Barter atas barang/benda yg mempengaruhi hajat hidup rakyat banyak.

        #hanya ngeramein diskusi z.

    •  

      Kebayang gak ya…kalo beli sukhoi dibayar pake cabe kriting atau bawang merah dr brebes.? πŸ˜€
      Kira2 brp banyak yg diperlukan.? Jadi ingat waktu thailand imbal beli CN235 dng beras ketan
      mereka. Saat ini yg lg ngetrend sbg alat tukarnya menggunaka minyak kelapa sawit.

      •  

        Kalo pun terjadi ya bagus buat petani Brebes..
        tapi ada hal2 yg diperlukan, paling tidak :
        – Kuota yg digunakan diluar kuota kebutuh dalam negeri.
        – Pemerintah menetapkan Harga Bagus untuk petani dgn Harga A, lalu
        – Pemerintah menetapkan Harga A++ untuk patokan Harga sebagai barter ke Rusia, dan pemerintah Rusia menerima Bawang Merah dgn Harga A++ dari Indonesia lalu membayarkan sejumlah nilai ke produsen Sukhoi.

        A = memiliki selisih Harga diatas Harga Pasar domestic
        A++ = Diusahakan masih dibawah Harga International atau produksi negara lain.
        dgn cara menggenjot volume produksi dlm negeri.

        jika skema nya begini…cakep tuh, rusia butuh Bawang buat Nyambel, kita butuh Sukhoi untuk mainan.
        πŸ˜€

  3.  

    Loh … Kok gak ada Bremen Class dan Kilonya ….

  4.  

    Pilipina akhirnya jadi beli FA-50. akhirnya setelah 10 tahun jadi angkatan udara helokopter FAF kembali akan mengoperasikan pesawat jet.

    Berita lain TUDM berniat melirik EF Typhoon dgn system leasing, menarik melihat seperti apa leasing alutsista akan berjalan. Jadi nanti TNI AU harus menghadapi ancaman cukup beragam kekuatan udara di sekeliling. F35A/B, F15Sg dan EF Typhoon. Imho- ini membuat pilihan Su35 semakin masuk akal, juga semakin menjauhkan TUDM dari T50 Pakfa dan di masa depan karena akan terdorong pada F35 juga untuk pesawat gen 5 seperti konco2 commonwealth yg lain. Good for us πŸ™‚

    •  

      Bahasa kasarnya, Malaysia mau bilang, sebenarnya mereka juga pengen banget beli pespur baru, tapi lagi gak ada uang, jadi gimana ya? Ada yang bisa tolong gak? Kemungkinan terbesarnya EF Thypoon akan memenangkan tender ini. Pertama animo yang ada di tengah masyarakat dan para petinggi ATM sendiri. Selain itu, perusahaan penerbangan mereka juga saat ini lagi sepi order, bahkan terancam bangkrut.

      Setiap tahun, laporan keuangaannya selalu rugi. Sama seperti halnya nasib MAS yang setiap tahun selalu rugi lebih dari US$1 bilion. EF Thypoon, setidaknya bisa menawarkan kelangsungan hidup perusahaan Malaysia Composite and Aerostructure Bhd, dengan menjadikan perusahaan tersebut sebagai rekanan.

      Sedangkan SAAB yang datang dengan JAS39 Gripen, hanya menawarkan skema peminjaman pesawat dengan durasi waktu tertentu. Malaysia sedang kesulitan untuk mendapatkan kredit eksport dari negara produsen di Eropa, mengingat saat ini, Eropa masih dililit krisis ekonomi. Mereka menjadi lebih teliti, hati-hati dan selektif dalam menentukan negara mana saja yang layak mendapatkan kredit eksport dari mereka. Dengan jumlah hutang yang mencapai lebih dari 60% dari total PDB yang dimilikinya, Malaysia dipandang sebagai negara yang lagi kere. Negara-negara Eropa menetapkan batas maksimum hutang suatu negara pada kisaran angka 40% dari nilai PDB sebagaimana ditetapkan oleh Bank Dunia, yang menilai bahwa sampai diangka itulah suatu negara dianggap masih feaseble untuk menyelesaikan pinjamannya.

      Sedangkan Indonesia dengan hutangnya yang walaupun tidak sedikit, tetapi hanya mencatatkan angka 22% dari total PDB kita, maka kredit ekspor akan dengan mudah untuk bisa kita dapatkan. Semuanya tinggal tergantung pada kita, mau berutang atau tidak?

      •  

        Saya penasaran bagaimana system leasing untuk persenjataan. Apa yang dilihat, siapa yang mencover, bagaimana suku bunganya dll. Malaysia sendiri saat ini persentase hutangnya terhadap GDP sudah hampir 60%. Wajar bagi negara seperti Jepang atau US yang mata uangnya adalah curency utama dunia, tapi riskan untuk negara seperti Malaysia atau kita

        BTW, menurut Reuters Jerman membatalkan pemesanan 37 unit EF Typhoon. Entah batal produksi atau batal kirim. Jika sudah kadung dipersiapkan bisa ditebak tebak akan kemana saja perginya 37 unit Typhoon ini.

        •  

          Mungkin batal kirim, Bung! Kalau pespur sudah built dan deliverynya dialihkan ke Malaysia, saya rasa Malaysia akan keberatan. Faktor utama yang mempengaruhi Malaysia dalam pemilihan EF Thypoon adalah janji para petinggi EF untuk menjadikan Malaysia sebagai pusat produksi dan perawatan Thypoon di Asia Pasific. Kalau terima jadi, apa yang mereka mau kerjakan?
          Maaf, ini pendapat pribadi saya saja Bung. Hehehe..!

        •  

          Ada info jika Typhoon eks Jerman ditawarkan pada TNI sebelum mendapat pesawat baru pada batch selanjutnya. Jadi mungkin bukan untuk Indonesia juga. Kemungkinan bisa saja dilempar ke negara2 Arab yg ga pernah rewel masalah harga dan ga tertarik ToT πŸ™‚

        •  

          Menarik jg ada system leasing utk persenjataan. Itu sangat dan sangat menguntungkan sekali bagi user. Kalo yg terjadi pada umumnya spt leasing pesawat komersial, kendaraan roda empat atau roda dua bahkan alat berat. Pihak user bisa sesuka hatinya menggunakan unit dan apabila ingin yg model baru, yg lama dikembalikan dng perjanjian baru lg. Memang sedikit mahal pembiayaannya
          namun lebih fleksible dalam penggunaan, walaupun blom jatuh tempo kalo bosan boleh tukar yg model baru. Ternyata ada jg ya utk alutsista.?

  5.  

    tergantung nanti 2014 siapa yang terpilih bung,aspek militer tgantung dr arah politik kita mau kemana.
    pertanyaan saya yakin blok barat maupun timur untuk skrg tdk trll konsentrasi pada militer secara prioritas tp lbh sibuk arah pilpres 2014.

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  6.  

    Saya malah lebih confidence kalau rupiah di akhir tahun ini bisa mencapai 10.000 pes usd. Menjaga trade balance diangka yg positif itu wajib dilakukan oleh pemerintah. Momentum penguatan ekspor disaat rupiah lg turun membuat barang ekspor kita lbh kompetitif apalagi bila ikuti oleh penguatan nilai tambah dan promosi di negara2 yg potensial krn jumlah penduduknya spt nigeria, pakistan, turki, india disamping negara tradisional tujuan ekspor kita yg menurut saya kapasista ekspor kita ke negara tersebut masih belum optimal spt usa, cina, jepang dan asean.

    Pengurangan impor khususnya penerapan biodisel dan kenaikan tarif pph terutama barang konsumsi sgt membantu penurunan impor kita. Tapi jgn lupa, peningkatan disektor jasa jg hrs diprioritaskan krn di sektor jasa ini kita msh defisit. Jasa2 yg msh potensial utk ditingkatkan spt jasa pengangkutan dgn cara menerapkan metode cif utk ekspor dari fob selama ini krn kalau impor kita kena cif

    Selain itu penguatan rupiah bisa juga ditunjang dgn dorongan pemerintah utk menarik investasi asing. Utk menarik investasi ini, saran saya agar lbh agresif lg. Langsung jemput bola sambil mempromosikan keuntungan investasi di indonesia. Perbaikan birokrasi dan infrastruktur pasti menjadi daya tarik sendiri bagi investor.

    Masuknya investasi asing berarti masuknya dollar ke dlm negeri utk dibelanjakan yang berarti suply dollar akan bertambah shg akan menaikan nilai rupiah dan perekonomian dlm negeri jg akan naik krn pasti akan ada permintaan dari investasi tsb spt tenaga kerja dan supliernya. Pemerintah jg akan kebagian disisi penerimaan pajaknya baik ppn maupun pph dari perusahaan investasi tsb maupun dari suplier lokalnya.

    •  

      Setuju sekali Bung. Cara yang paling sehat untuk menguatkan Rupiah adalah dengan cara meningkatkan ekspor. Tapi sebagaimana layaknya orang berjualan, kadang si pembeli juga rewelnya minta ampun. Mereka juga gak akan rela produk dalam negerinya mati dalam persaingan. Yang lebih ironisnya lagi, ada sebuah negara yang bisa menawarkan produk jadinya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga bahan bakunya. Ini terjadi pada komoditi tepung terigu.

      China menawarkan produk terigunya jauh lebih murah dari pada harga gandum. Produsen terigu di Indonesia bingung, mau beli terigunya saja, bagaimana dengan fasilitas produksinya. Mau beli gandumnya udah mahal, bagaimana nanti bisa bersaing dengan terigu yang super murah. Kondisi seperti inilah yang terjadi saat ini. Selain itu dengan semakin kompetitifnya iklim perdagangan dunia, maka negara-negara di dunia ini semakin protektif terhadap pasar domestiknya masing. Walaupun pasar mereka dibuka bebas, pasti akan diembel-embeli oleh aturan yang ribet dan memberatkan.

      Begitu pun dengan investasi asing. Di era SBY ini, Indonesia mencatatkan sejarah investasi asing langsung/FDI tertinggi. Tapi pengalaman kita juga menunjukan, bahwa setiap penambahan investasi asing selalu diikuti oleh peningkatan angka impor barang modal. Impor barang modal di tahun 2012 hingga awal semester terakhir 2013, tercatat sebagai salah satu penyebab membengkaknya angka defisit neraca perdagangan. Selain itu, FDI telah menyebabkan peningkatan kebutuhan energi nasional.

      PLN memang menghasilkan banyak listrik, tetapi hanya sedikit yang terserap untuk industri. PLN memang lebih banyak menggunakan batu bara sebagai sumber energinya, tapi listrik industri masih menggunakan sumber energi fosil. Ketika sektor industri tumbuh pesat, maka impor minyak pun meningkat. Nilai defisit neraca perdagangan Indonesia, tercatat justru berasal dari membengkaknya impor minyak ini.

      Alangkah lebih bijak, apabila setiap investasi yang datang diarahkan pada sektor manufaktur, yang lebih menjanjikan untuk mampu memberikan nilai tambah pada setiap komoditi yang ada. Selama ini, investasi terkesan seperti sebuah usaha untuk mengeksploitasi sumber kekayaan alam Indonesia, bukan untuk mengekploitasi kekayaan ilmu rakyat Indonesia.
      Salam hangat Bung..!

      •  

        Saya setuju bung, investasi langsung hrs ditujukan ke sektor manufaktur krn suply kita selalu lbh rendah dari demand. Dgn tumbuhnya sektor manufaktur diharapkan akan mengurangi impor barang manufaktur dan inflasi akibat minimnya suply.

        Kenaikan investasi memang sebanding dgn kenaikan impor barang modal. Tapi jgn lupa kenaikan itu jg berbanding lurus dgn kenaikan GDP kita. Utk menurunkan impor itu, pmrth bisa memainkan instrument fiskalnya bagi para perusahaan yg sdh memenuhi local contentnya.

        Harga terigu yg lbh murah di cina, saya duga krn cina memberikan subsidi. Pmrth hrs menerapkan anti dumping utk melindungi industri terigu dlm negeri. Utk mencegah byk negara melakukan proteksi, pmrth hrs bisa lbh approach lg sm negara2 tsb shg mungkin saja kita bisa membuat perjanjian free trade dgn negara2 tsb spt yg kita lakukan dgn pakistan. Jgn lupa selain prmth, swasta jg diharapkan lbh agresive lg berpromosi di LN, tdk kenal maka tak sayang.

        •  

          Mau tau nggak Mas, cara paling gampang dan cepat jika Pemerintah mau menguatkan Rupiah dan mengurangi permintaan Valas, yaitu terapkan UU mata uang no 7 tahun 2011 secara murni dan konsekuen, dan mau tau sektor mana yg paling cepat supaya demand valas turun?

          1). Migas, berlakukan wajib pakai Rp semua kontrak lingkup SKK Migas (bisa 50% saja bagus tuh buat nguatkan Rp)
          2). berlakukan semua sewa gedung2 kantor di sudirman kuningan dll dan properti2 pakai Rp
          3) semua sektor pariwisata kaya sewa kamar hotel, fasilitas2 paksa pakai Rp semua dan
          4) repatriasi transaksi perdagangan Internasional (ekspor), wajibkan eksportir repatriasi pembayaran oleh customer LN dan simpan di Bank2 Nasional dan kasih insentif pajak .
          Tanggung dah Rupiah bakal turun di range Rp 7,000 sd Rp 8,000 bahkan mungkin lebih turun lagi. πŸ™‚

          Jika Rupiah kuat, maka belanja alutsista kan makin murah meriah, namun apabila Rupiah kuat dampaknya juga pada barang2 ekspor kita akan makin mahal di pasaran (krg kompetitif)

          Salah satu kunci sukses Cina dalam ketahanan moneter dan perdagangan internasional adalah kurs nya tidak pernah dan tidak mau dilepas ke pasar secara (mirip kita di krisis 1997) namun masih dikontrol secara kuat oleh Pemerintahnya.

  7.  

    berharap Iran dilirik jg utk menghiasi modernisasi alutsista di MEF jilid mendatang, pasca peringatan blokade, tengah membuka trading channelnya lebar lebar trhdp dunia. Bnyk teknologi strategis barat yg berhasil direserve Iran, jka berhasil merapat, mngkin saja kita dpt kecipratan ilmunya jg.

  8.  

    salute om wawan…

  9.  

    Kalau orang indonesia kebalikannya, suka koar-koar membanggakan diri tapi sebenarnya nggak ada apa-apanya.

  10.  

    Mantap Bung, berita pagi ini…

    Jakarta -Untuk menggali lebih dalam potensi kerjasama perdagangan dan investasi RI – Rusia, Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry O. Rogozin, membawa lebih dari 40 orang pengusaha dan calon investor serta media Rusia ke Indonesia.

    Dmitry bersama Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, akan memimpin langsung Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 RI – Rusia Bidang Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 2014. Pertemuan SKB ini juga akan diikuti dengan Forum Bisnis yang dikoordinir oleh Russia-Indonesia Business Council dan KADIN Indonesia.

    Forum Bisnis ini diharapkan akan diikuti sekitar 100 orang pelaku bisnis kedua negara, yang sekitar 40 di antaranya datang dari Rusia. Tidak tanggung-tanggung para pengusaha dan calon investor Rusia yang akan hadir adalah perusahaan-perusahaan kelas kakap di Rusia.

    Perusahaan Rusia yang akan turut berpartisipasi dalam Forum Bisnis tersebut antara lain Sukhoi Civil Aircraft, Rusal, Rosatom, Kalimantan Railway, NIIDAR yang bergerak di bidang pengembangan radar, Korporasi Irkut dan Rostech.

    Selain menindaklanjuti sejumlah investasi Rusia yang ada di Indonesia, para pengusaha tersebut juga akan menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerjasama dan investasi baru di Indonesia. Terdapat juga rencana penandatanganan kerjasama antara pihak swasta yaitu PT Teknika Ika dari Indonesia dengan Perusahaan “KAMAZ” dari Rusia yang akan melakukan kerjasama di bidang heavy machine atau alat angkut berat.

    Menurut Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun, saat ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara. Pihak Indonesia hendaknya benar-benar memanfaatkan masa-masa emas ini untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan antara kedua negara.

    “Rusia tengah menaruh perhatian besar terhadap potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk dikembangkan dengan Rusia. Indonesia hendaknya juga memanfaatkan hal ini untuk kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia di Rusia,” ujar Djauhari dalam keterangan tertulisnya

    Djauhari menyampaikan upaya-upaya mempertemukan pengusaha kedua negara untuk saling menjajaki kemungkinan kerjasama perdagangan dan investasi merupakan upaya mewujudkan cita-cita kedua pihak untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara menjadi US$ 5 miliar di tahun 2015. Ini merupakan hasil kesepakatan kedua pihak pada Sidang Komisi Bersama RI – Rusia ke-8 tanggal 25 Juni 2012.

    Pada tahun 2012 nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 3,37 miliar. Untuk tahun 2013 hingga bulan Agustus 2013 tercatat sebesar US$ 2,44 miliar.

    Sementara nilai investasi Rusia di Indonesia pada tahun 2012 tercatat US$ 2,31 juta (urutan ke 27 PMA di Indonesia) sedangkan hingga September 2013 tercatat investasi sebesar US$ 1,2 juta. Investasi Rusia di Indonesia saat ini mencakup hoteliers dan bisnis restoran.

    Ke depan diharapkan bahwa investasi Rusia di Indonesia ini dapat berkembang di bidang transportasi, infrastruktur smelter bahan tambang.

    Selain pembahasan mengenai kerjasama ekonomi perdagangan, dalam SKB ke-9 RI – Rusia ini juga akan membahas sejumlah perkembangan hubungan sosial budaya dan pendidikan serta berbagai kerjasama teknis lainnya.

    Dalam bidang sosial budaya dan pendidikan, kedua negara juga mencatat perkembangan yang cukup signifikan, di antara kesepakatan untuk lebih meningkatkan pemberian beasiswa Pemerintah Rusia untuk calon-calon mahasiswa Indonesia.

    Kerjasama bidang keagamaan juga terus meningkat di antaranya pengiriman mahasiswa muslim Rusia untuk menempuh studi di Indonesia atas beasiswa kementerian Agama RI.

  11.  

    Kesanya kok miris sekali bila mau beli alutsista yg gahar sekali digoyang ekonominya ????????malah tambah ambles tidak jadi beli,apakah tidak ada plan A sampai Z untuk menopang kebutuhan alutsista versi MEF…?apa mau pakai pruduk ???? stok masih banyak…?????????????

  12.  

    Semoga sukses snubbed…?

 Leave a Reply