Jan 052017
 

Ilustrasi pengeroyokan

Seorang anggota TNI Angkatan Udara, Prada Riki Hidayat yang merupakan Tamtama Pengemudi Kodikalatau tewas dikeroyok di parkiran depan Nine Ball Biliar Pondok Gede Bekasi, Jawa Barat, Rabu malam (4/1), sekitar pukul 23.40 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, Kamis 05/1/2017, di Jakarta menjelaskan, peristiwa bermula ketika Serka BW sekitar pukul 22.30 WIB, bermain biliar di Nine Ball Biliard Pondok Gede.

Namun tiba-tiba datang dua orang warga dalam kondisi mabuk dan salah satu dari mereka mengganggu Serka BW yang sedang bermain biliar dengan cara mengambil dua bola yang ada di meja biliar.

“Dan memasukkan ke dalam saku celananya dan berjalan keluar tempat biliar,” kata Kadispenau.

Melihat hal itu, lanjut dia, Serka BW mengikuti dua orang tersebut keluar untuk meminta bola bilyard dan menegur dua orang tersebut.

Setelah itu, terjadilah adu argumen di tempat parkiran biliar antara Serka BW dengan dua orang tersebut. Menyadari dalam keadaan sendiri maka Serka BW masuk kembali ke tempat biliar menghubungi rekannya untuk minta bantuan, yang diterima oleh Praka AW.

Kemudian, rekan Serka BW (Praka S, Praka AW, Prada RH, Prada MNH dan Prada AS) datang ke Nine Ball Biliar. Mengetahui kalah jumlah, kedua orang sipil tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian. Tak berselang lama, sekitar 20 orang warga datang ke lokasi kejadian, sehingga terjadilah perkelahian antara kelompok Serka BW melawan orang sipil yang berjumlah sekitar 20 orang.

Karena kalah jumlah, Serka BW dan rekannya berusaha keluar dari tempat kejadian, namun naas pada saat Prada RH hendak mengambil sepeda motornya, mendapat pukulan benda keras di belakang kepala yang mengakibatkannya terjatuh.

Pada saat itulah salah seorang dari pengeroyok menusuk Prada RH menggunakan patahan paralon dan stick biliar lalu meninggalkan tempat kejadian, papar Marsekal Pertama Jemi.

Prada Riki Hidayat langsung dilarikan ke RS Polri Kramatjati, dan berdasarkan hasil pemeriksaan Prada Riki Hidayat dinyatakan meninggal karena terkena delapan tusukan pada punggung, tangan, rusuk dan kepala bagian belakang.

“Setelah divisum jenazah dimakamkan di TPU Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jaktim,” katanya.

Saat ini, Satprov Denma Makodiklatau yang berkoordinasi dengan Satpom Lanud Halim Perdanakusuma dan Polsek Pondok Gede tengah mengejar para pelaku yang sudah teridentifikasi melalui CCTV.

“Hingga saat ini sudah tertangkap tiga orang pelaku atas nama B, J dan I, kini sudah diamankan di Polres Bekasi guna penyidikan,” tuturnya.

Untuk mencegah agar kasus tersebut tidak berkembang luas, Pimpinan TNI AU menekankan agar seluruh anggota dan satuan jajarannya tidak terpancing dengan kejadian tersebut yang dapat memicu terjadinya tindakan balas dendam.

“Saya harap para pelaku segera menyerahkan diri ke pihak Kepolisian,” tutur Kadispenau.

Antara

Artikel Terkait :

  54 Responses to “Prajurit TNI AU Tewas Dikeroyok”

  1. kalo kaya gt HAM kemana coba…
    kalo TNI yg membunuh pasti kena HAM

    kalo ketangkep hukum mati atau tembak mati aja…

    sabar ya TNI ku..

  2. luar dinas..
    dapat kenaikan pangkat gak ya??

  3. Ingat prajurit gaji kalian pakai uang rakyat
    jangan swewenang dengan rakyat
    coba di paham in tni satu masyarakat 2
    pikir pakai otak lah siapa salah siapa benar
    jangan salah sikit rakyat yang salah alasan rakyat sipil mabuk
    cerita basi.
    jagalah nkri
    tni tampa rakyat mati kutu…

    • Benar bung..
      Seolah TNI itu bisa mengatasi hukum.
      Ngalahi polisi lagaknya..
      Apa Indonesia ini negara militer??
      Peraturan ngak mengira sapa kamu tp masih ada TNI yg berasa jagoan yg harus disembah sipil.

      • Donkey . benar 2 keledai dungu banget klo ngomong, nggak pernah baca apa lagian ngapain ngomong ngalahin polisi lha wong TNI itu suka bantu polisi dalam gakkum pada kondisi berat buat polisi ( contoh ngejar santoso )

      • Donkey aka batak@ orangnya satu nick namenya banyak,dia ini sultan aka peace aka Beruk GAM Malon yg suka nyampah di blog ini,min tolong di banned orang seperti ini

      • Donkey aka batak aka peace aka dan sebagainya adalah Beruk malon GAM yg sering nyampah di sini,orangnya satu tapi nick namenya banyak…min,tolong ditertibkan Beruk malon yg suka nyampah ini

    • @batak wah tendensius banget ini orang 😀 ngomong gak jelas di forum tanpa bukti… menjelek jelekan institusi, gini deh bro, kalo kamu liat oknum tni melanggar hukum laporkan saja ke polisi militer.. kelar kan? gak berani? yaiyalah beraninya cuma di internet, ngomong gak ada bukti, kalopun ente punya bukti gak berani lapor, saya saranin mending makan dulu sana biar kuat dan cerdas… salam

    • Batak gila sok sok tau aja langsung memponis tni bersalah. Mudah mudaban lu kena ckik

    • Batak donkey kalian waras?

  4. Proses secara hukum,,,

  5. hukum mati buat contoh yg lain

  6. Waduh….padahal baru mo dikirim ke ostrali?!!!

  7. Ngomong-ngomong serka BW ini siapa ya?

    Seingatku yang inisialnya BW pangkatnya udah tinggi…

    Ahhh embuhlah….fusying aku

  8. Oom focong frihatin…cuma gara2 masalah sepele, nyawa manusia harus melayang sia-sia

    Tafi kok seferti sudah ada presedennya samfe timbul insiden ini…

  9. Menurut penilaian saya pribadi terdapat keganjilan dari kejadiannya…
    Diantaranya adalah mengapa TNI mencoba menghakimi sipil dengan cara memanggil bantuan dikesatuannya?
    Mengapa oknum TNI yang terkait tidak melaporkan kejadian pelecehan ataupun tindakan yang merugikan secara pidana yang di lakukan oleh sipil ke POLRI?
    Apakah jiwa “CORSA / KORSA” dapat melegalisasi hukum militer dan hukum pidana?
    Biasanya jika ada kejadian yang belum di anggap tuntas, yang di khawatirkan adalah swiping ilegal yang membabi buta yang merugikan TNI dan sipil.

  10. Test…

  11. Tulisan komentar saya menghilang di mana…???

  12. @batak dan donkey koment x an ber 2 sungguh menyudutkan tni.baca akar permasalahanya dulu.miiiikkiiiirrr…….

  13. BW = MBAH BOWO Yaaaa……..:mrgreen:

  14. Dasar mental kroyokan, klo berita begini jgn di post bung, bikin malu aja….mso tni au tewas di kroyok, memalukan, apa ga ada musuh lain ya? Tni adalah pelindung warga ehh malah dipukuli…bejat2 org kita ya…coba disuruh one by one.. pst ngompol spt ius pane

  15. lagi-lagi angota TNI ribut di tempat bilyar, di diskotik, kira2 ada SOP enggak untuk prajurit TNI untuk menghindari tempat2 maksiat tersebut???

  16. kalo belum kuat jangan di tantang..buat apa terpacing..

  17. Kata nya 1 prajurit TNI = 5 orang, seharusnya 6 orang sudah mampu membekukan masyarakat sipil yang ugalan 20 orang itu. ampun dah

    • Sang prajurit kan bukan pasukan khusus bung, mungkin hanya pasukan organik saja. Lalu masa sempat ngitung jumlahnya 20 orang.? Itukan hanya perkiraan saja. Padahal jumlahnya satu kampung yg nyerang. Preman kan hobinya kroyokan + modal DKK nya yg bikin serem.

  18. Yang udah ketangkep bakalan nangis2 tuh …, yg belom ketangkep tepok jidat, bakalan dikejar terus sampe ketemu. masih syukur klo masih hidup

    • mereka tepok jidat karena baru sadar siapa yang mereka bunuh, kasau sudah bilang lebih baik menyerahkan diri ke polisi.. soal’y pasti ada yg diam” swiping dan itu yg lebih bahaya 🙂

  19. Kata Bapak saya lebih aman klo di adain lagi petrus, preman2 dan garong2 pada ktakutan sampe2 ada yg jd orang gila saking stress nya.

  20. wah cari mati nih

  21. belum perang udah mampus ya

  22. hajar itu premanya

  23. Opini pribadi saya mengenai kejadian ini adalah -+nya seperti ini…
    Ada yang aneh dari kejadian ini, diantaranya adalah…
    Kenapa jika ada tindakan yang merugikan untuk anggota TNI AU malah memobile anggota TNI AU lainnya untuk menghakimi sipil?
    Apakah “CORSA / KORSA” (Korps / Corps satu rasa) dapat melegalkan hukum yang berlaku di Republik Indonesia?
    Dari kejadian ini dikarenakan kurangnya kerja sama hukum antara TNI – POLRI.
    Seharusnya warga sipil lebih menghargai TNI – POLRI dan instansi lainnya, sehingga kejadian serupa dapat dihindari.

  24. Basmi preman2 yg gk bertanggung jawab gan

  25. gila…ditusuk pake paralon dan stick billiard?
    sadis bener

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)