Jan 172017
 

Sebuah pesawat tanker Boeing KC-46A Pegasus melakukan pengisian bahan bahan bakar diudara terhadap Jet Tempur F-16 (Foto: Boeing)

Jika melewati kinerja adalah indikasi dari jadwal masa depan, maka program tanker Boeing KC-46A Pegasus sepertinya tidak akan berjalan seperti yang direncanakan, menurut penguji senjata Pentagon yang diwartakan oleh Flight Global.

Berdasarkan sejarah program penggantian kapal tanker, jadwal yang ada saat ini tampaknya “agresif dan tidak mungkin terlaksana sesuai dengan rencana”, tulis Michael Gilmore dalam laporan tahunannya.

Dalam contoh utama tertundanya jadwal, Angkatan Udara AS telah berencana untuk menyelesaikan 66% pengujian pada rekayasa akhir, manufaktur dan fase pengembangan. Meski telah memasuki produksi awal tingkat rendah pada bulan Agustus lalu, Boeing baru menyelesaikan sebanyak 30% dari pengujian EMD, kata laporan itu.

Ketika kantornya menyetujui rencana induk pengujian dan evaluasi pada November 2016 yang akan mendukung KC-46 ke dalam tahap produksi tingkat rendah Agustus nanti, hal itu dilakukan dengan kekhawatiran apakah waktu yang tersedia cukup untuk memperbaiki perbedaan antara pengujian pengembangan akhir dan tes awal operasional serta melakukan evaluasi, tulisnya.

“Pelaksanaan jadwal saat ini berasumsi pada sejarah uji penerbangan dan rata-rata penerbangan ulang yang tak realistis”, kata Gilmore dalam tulisannya.

Meskipun program ini berada di jalur untuk menjadi platform pengisian bahan bakar udara yang efektif, beberapa kemampuan masih memerlukan koreksi serta pengujian tambahan. Selama pengujian Januari lalu, Boeing menemukan beban aksial lebih tinggi dari yang diharapkan pada boom pengisian bahan bakar kapal tanker itu. Sehingga memutuskan untuk menunda produksi awal tingkat rendah yang dijadwalkan bulan Juni sampai Agustus, sementara Boeing akan mendesain ulang sistem kontrol booming.

Boeing menerapkan solusi berbasis hardware untuk masalah pengisian bahan bakar, yang memasukkan dua valve (katup) kedalam boom yang dikendalikan oleh fly-by-wire untuk meringankan tekanan aerodinamis. Namun, booming saat ini digunakan merupakan prototipe yang diambil dari desain yang siap produksi.

Tahun lalu, KC-46 Pegasus berhasil mengisi bahan bakar sebuah pesawat A-10 Warthog, yang memungkinkan program untuk malaju ke produksi awal. Boeing juga memperagakan pengisian bahan bakar udara dengan F/A-18 dan AV-8B Angkatan Laut AS menggunakan centerline dan sistem sayap KC-46 sebagai pesawat penerima.

Perusahaan juga menyelesaikan demonstrasi pengisian bahan bakar pada pesawat angkut C-17 dan F-16 menggunakan boom pengisian bahan bakar udara. Tapi Gilmore mencatat Boeing hanya melakukan operasi pengisian bahan bakar pada siang hari dan tidak ada pesawat telah disertifikasi sebagai platform penerima.

Beberapa pengujian kunci untuk bertahan hidup pesawat masih tetap sama, seperti tes pulsa elektromagnetik yang telah ditunda hingga April 2017. Sebelum tes operasional awal dan evaluasi penutup, manajer program juga berencana untuk memperbaiki setidaknya beberapa dari banyak kerentanan keamanan dunia maya ditemukan selama tes operasional kedua.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  5 Responses to “Program KC-46A Pegasus Sepertinya Tidak Berjalan Sesuai Rencana”

  1. Hmm ada sawah disana..

  2. Keren warna pegasusnya…baisanya putih bersih, nah klo pegasus yg di atas waena abu2 dop…keren bgt..sangar!!,,

  3. ini pesawat tank ya? hihihi…

  4. TNI AU cukup Airbus A330 MRTT kalo ada minat!?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)