Dec 312016
 


WASHINGTON – Pertarungan untuk membangun pesawat latih T-X Angkatan Udara AS yang bernilai US $ 16,3 milyar secara resmi dimulai pada hari Jumat (30/12/2016) dengan dikeluarkannya proposal permintaan akhir.

Para kontraktor pertahanan yang berkompetisi seperti Lockheed Martin, Boeing, Northrop Grumman, Raytheon dan Sierra Nevada Corp saling bersaing untuk saling memperebutkan sebagai satu-satunya yang bertahan dalam program pesawat Angkatan Udara di cakrawala.

Pesawat latih T-X akan menggantikan pesawat T-38 dan akan menjadi pelatih pertama yang dirancang untuk melatih para pilot generasi kelima F-22 dan F-35.

“Kemampuan kita untuk mendapatkan hasil maksimal dari pesawat generasi kelima tergantung pada keberhasilan dalam Program Pelatihan Pilot Lanjutan”, kata Komandan Angkatan Udara Letjend. David Goldfein dalam sebuah pernyataan.

“Dimana mampu menyediakan pelatihan holistik yang realistis dan mengurangi jam terbang pada platform generasi kelima kami, T-X adalah program kita untuk mendapatkannya”.

Pemenang kontrak – rencananya akan diumumkan pada tahun 2017 – mungkin akan bertanggung jawab untuk pembuatan seluruh armada pesawat latih yang berjumlah 350 unit.

Setelah pengiriman lima pesawat uji, Angkatan Udara berencana untuk mengeksekusi opsi kontrak pada 2 batch produksi tingkat rendah dan 8 batch produksi tingkat penuh. Kontrak tersebut juga meliputi sistem pelatihan darat, Sistem pengolahan dan perencanaan misi, peralatan pendukung, dan suku cadang.

Kemampuan operasional awal direncanakan pada akhir tahun fiskal 2024.

Salah satu pertanyaan terbesar adalah apakah insentif keuangan yang diberikan pada tawaran berkinerja lebih tinggi akan menggerakkan kompetisi. Misalnya, Angkatan Udara akan memberikan bonus hingga US $ 88 juta diluar harga proposal yang dievaluasi untuk kemampuan manuver G tinggi diluar ambang batas, dan bonus US $ 51 juta untuk kemampuan sudut serang yang tinggi. Insentif ini, diperkenalkan pada draf permintaan versi awal proposal tersebut, dan tetap sama dalam versi akhir.

Karena T-X adalah salah satu program pesawat dengan profil yang cukup tinggi, Angkatan Udara telah mengambil langkah khusus agar tidak terjadi protes. Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Angkatan Udara, Deborah Lee James mengatakan bahwa Angkatan Udara telah melakukan “dialog dengan industri” yang membantu memperbaiki permintaan akhir proposal (RFP).

“Pembahasan kami telah mengklarifikasi persyaratan RFP dan menyelamatkan puluhan juta dolar dalam biaya pengembangan dan risiko sambil terus memastikan kita memperoleh kemampuan yang diperlukan untuk melatih pilot generasi berikutnya”, katanya.

Artikel Terkait :

  4 Responses to “Proposal T-X Terbaru Tingkatkan Pertarungan Diantara Perusahaan Pertahanan Utama”

  1. T-rex

  2. ane jagoin T-50 ach …..

  3. Budget RI berapa yah? Koq amrik gede bingit budgetnya

  4. Yap, persaingan dimulai!!
    Para pesertanya adalah:

    – Lockheed Martin / Korea Aerospace Industries (T-50A)
    – Northrop Grumman / BAE systems (N400nt)
    – Raytheon / Leonardo (T-100)
    – Boeing / Saab (BTX1 – N38ITX)
    – Sierra Nevada / Turkish Aerospace Industries (Freedom Trainer)