Jan 132013
 

merkava4

 

Saat ini Pimpinan Militer Rusia sedang dipusingkan dengan sebuah persoalan yang menurutnya tidak masuk logika. Bukan soal penempatan rudal Patriot oleh Turki  (NATO) di perbatasan Suriah, ataupun program perisai rudal AS yang akan dipasang di Eropa.

Mereka belum bisa memahami, mengapa program Tank Medium yang ditawarkan oleh Rusia, disambut dingin oleh Indonesia. Apa yang salah dengan tank buatan Rusia ?. Selama ini negara lain berebut untuk mendapatkan teknologi tank Rusia, namun Indonesia justru sebaliknya.

“Belagu amat…”, mungkin pikiran itu yang ada di otak para petinggi mililter Rusia, atas tingkah Indonesia yang dingin. Sebab siapa orang  yang meragukan produk militer Rusia ?.

November 2012 seperti yang dilansir oleh Interfax, Direktur Rosoboronexport Nicholas Dimidyuk menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk membuat tank ringan.

“Kami tentu saja akan membantu Indonesia, saat ini kami sedang melakukan negosiasi serta mengumpulkan industri pertahanan kedua negara untuk mencari solusi dalam pembuatan tank ringan tersebut.” Kata Dimidyuk.

Menurut pihak Rosoboronexport telah mengirim degelasi melakukan negosiasi selama kunjungannya ke Indonesia. Namum pihaknya belum memberikan secara detail jenis tank ringan apa yang ditawarkan kepada Indonesia.

Tank  Medium Jerman

Tank Marder Jerman (Upgrade)

Tank Medium Jerman (Upgrade Marder)

Negara produsen tank ternama lainnya adalah Jerman. Tank dari negara ini memang tidak usah diragukan lagi kemampuannya. Tampaknya orang Jerman dilahirkan untuk pintar membuat tank, seperti Panther dan Leopard yang ternama di perang dunia II.

Indonesia pun kini sedang memesan 100-an tank Leopard Revo dan 2A4 serta 50 Marder 1A3 ke Jerman.  Mumpung masih dikerjakan di Jerman, lalu bagaimana nasib Tank Medium Pindad ?.

Seputar Indonesia 8 Nov 2012:

Pemerintah Indonesia menjajaki kemungkinan melakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium dengan Jerman sebagai bagian dari pengadaan 100 unit tank tempur utama (MBT) Leopard.

Jika proses ini lancar, Indonesia ke depan bakal memproduksi tank medium merujuk pada Marder 1A3 milik Jerman. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, pemerintah sekarang ini dalam proses pembicaraan agar bisa dilakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium Marder 1A3 dari Jerman. “Semua pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ada transfer of technology (alih teknologi /ToT),” tandas Eris di Jakarta.

Namun harapan bahwa tank medium Pindad akan merujuk Marder Jerman, ditepis oleh PT Pindad.

Tribunnews.com – Selasa, 16 Oktober 2012: Tank Tempur Medium Pindad Tak Tiru Buatan Jerman

Meski baru pertama kalinya PT. Pindad mengembangkan tank tempur Medium (Medium Battle Tank) pihaknya tidak akan meniru model tank tempur Medium Marder dari Jerman yang akan dipesan oleh Indonesia.

“Kami tidak akan meniru dari mana (Jerman),” ujar Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Hery Mochtady di PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/2012).

Hery menerangkan, pengembangan tank tempur Medium ini tentunya dibuat sesuai kebutuhan dan permintaan TNI, sehingga ketika beroperasi nanti dapat digunakan secara maksimal. “Kami akan desain dengan menyesuaikan requirement dari kavaleri TNI,” ucap Hery.

Prototype Tank Pindad

Sudah dua negara pembuat Tank: Rusia dan Jerman, yang ditampik oleh PT Pindad. Kalau disain dari dua negara tersebut ditolak, tentu tank medium pindad nanti, akan lebih hebat atau setidaknya menyamai kemampuan tank Rusia atau Jerman.

Lalu PT Pindad akan belajar/ bekerjasama dengan siapa dalam pembuatan tank medium ini ?. Apakah Korea Selatan ? Kecil kemungkinan. Jerman dan Rusia saja ditanggapi dingin, apalagi Korea yang juga baru belajar membuat Tank.

16 Oktober 2012, JPNN:

“Target kami pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kami mulai produksi,” ujar Hery Mochtady, kepala divisi Kendaraan Khusus Pindad di PT. Pindad.

Kasus pembuatan alutsista dalam negeri biasanya akan menggunakan rujukan: Contohnya: Panser Anoa merujuk VAB Renault Perancis, sementara senjata SS1 Pindad awalnya merujuk kepada FNC Belgia.

MerkavaMkIVAlephLIC

Lalu seperti apa bentuk Tank Medium Pindad nanti ?.

Dua negara lain yang jago dalam membuat tank adalah: Amerika Serikat dan Israel.  Kemampuan tank dari negara ini bolehlah disejajarkan dengan tank Rusia dan Jerman. Akankah Tank medium Pindad nanti perpaduan antara Merkava (hull/body)  dan Abrahms (turret) ?, atau atas asistensi negara tersebut ?. Kalau itu yang terjadi mungkin petinggi militer Rusia bisa memahami mengapa Indonesia dingin-dingin saja menanggapi tawaran kerjasama pembuatan tank dari negeri mereka. Go…Pindad…Go…(JKGR).

  13 Responses to “Prototype Tank Medium Pindad 2013”

  1. Kalau ada penawaran yang menguntungkan demi kemandirian Bangsa Indonesia sebaiknya perlu dipertimbangkan

  2. AYO. PT PINDAD BUATKAN TANK MBT 64 TON BESAR DAN PANJANG TAHAN GEMPURAN RUDAL BALISTIK MISIL YANG DILEPASKAN OLEH HELICOPTER APECE,

  3. SS1 bukan hanya merujuk ke FN FNC, lah wong kita ambil lisensi FNC kok. Kata “merujuk” kesannya kita neniru atau mencomot beberapa aspek desain dari FNC (seperti kasus Anoa yg merujuk desain VAB), padahal kita emang beli lisensinya alias beli desainnya scr resmi dan bikin plek-plekan sama persis dgn aslinya. Bahkan utk batch-batch awal dulu larasnya masih impor lgsg dari FN Belgia. Paling yg beda cuma kualitas bahan dan finishing produknya.

  4. Suatu teknologi baru yang sedang diuji coba pada rancangan tank mutakhir adalah rantai/track full karet -new superrubber, still classified.

    Kelebihannya:
    -Berat 1/2 dari rantai baja, sehingga berat sistem suspensi bisa dikurangi 25%
    -Konsumsi bahan bakar lebih irit 30%
    -Traksi lebih besar, karena lebih ringan tapak dapat dibuat lebih lebar, lebih kecil kemungkinan ambles di lumpur
    -Akselerasi lebih tinggi
    -Handling di jalan aspal mirip ban / panser
    -Lebih senyap, crew bisa berkomunikasi tanpa intercom, jarak tank mulai terdengar musuh terpangkas 40%
    -Rata2, segmen rantai baja harus diganti/reparasi setiap 400 km, rantai karet 3,000 km.

    Tank dalam pengembangangan yang menggunakan rantai ini adalah MGV/Manned Ground Vehicle, kolaborasi BAE Systems – TACOM.

    Mudah2an dari segi proses/tahap perancangan, belum terlambat dan masih bisa dipertimbangkan sebagai opsi untuk tank medium Pindad.

    Chassis MGV (dengan laras NLOS-C Howitzer);
    http://media.defenceindustrydaily.com/images/LAND_FCS_NLOS-C_on_MGV_First_Firing_lg.jpg

    Salah satu vendor (Canada);
    http://www.soucy-track.com/en-CA/home

    Rantai karet in-action pada alat berat;

  5. Tekhnologi peralatan tempur dari Jerman dan Rusia tentunya tidak perlu disangsikan.Apalagi dengan persyaratan alih tekhnologi akan menjadikan negara kita semakin cepet menuju kemandirian dalam pembuatan peralatan militer untuk kebutuhan TNI.

  6. lebih baik indonesia transfer tecnology dari Rusia dan Jerman,dr pada negara barat lainya.

  7. saya patut berbangga atas PT pindat , moga bisa buat tank terhebat di dunia (walaupun sulit untk mungkin)

  8. bangsa Indonesia jangan tergantung alutsista produksi negara lain, kita harus bisa menjadi produsen

  9. Saya setuju banget saran Pak Danu, jika PT.PINDAD mau melakukan pengujian dengan mengunakan rantai dan Track Karet ( super rubber ) tentunya juga sproket nya ya? pak dari karet komposite, tentu nya akan menaikan effisiensi bahan bakar dan bobot nya menjadi ringan serta lebih senyap tidak berisik, dan accelerasi bisa lebih cepat dibanding dengan Engine yang ber CC sama dan lebih besar loading quantity nya, jika ini berhasil Pindad akan menjadi market leader untuk tank medium, jika masih draft mungkin masih bisa dicoba dan dikontak pihak vendor nya untuk presentasi dan unjuk performance ( endurance, life time, maintenace ability dan garanty ) kalo bisa coba kenapa enggak, ini alamat vendor yang di beri pak Danu di bawah, maju dan Jayalah PINDAD

    Chassis MGV (dengan laras NLOS-C Howitzer);
    http://media.defenceindustrydaily.com/images/LAND_FCS_NLOS-C_on_MGV_First_Firing_lg.jpg

    Salah satu vendor (Canada);
    http://www.soucy-track.com/en-CA/home

    Rantai karet in-action pada alat berat;

    • Karakteristik karet super ini masih rahasia, tapi dapat diasumsikan strain/regangannya sangat kecil. Disisi lain baja rasanya masih tetap lebih rigid, sehingga masih lebih baik untuk material sprocket.

  10. RRC lebih suka meniru dari Russia dan Jerman, entah kenapa. Misal untuk mobil dan kereta. Kemudian mencipta sendiri.

  11. saya udah melihat prototype tank pindad kalau gambar itu benar..gila kurus banget,persis banget dengan mesin pengadon semen,,,,,ditawarin TOT banyak negara yg dah terbukti produksi tank mereka ,PINDAD gak mau,nyatanya yg di buat kayak gitu malu-maluin aja..pantes banget kalau orang bilang cuman buang2 anggaran saja.kalau TNI beli tank bodel gitu…..

  12. dalam hal membuat mesin perang,PT PINDAD bicaranya selangit tapi yg di buat gak karuan…kalau mau bikin sendiri jangan tanggung2…..coba fikir kemana larinya helikopter gandiwa yg katany mau di produksi..?tapi jangan sampai kayak tanknya..udah kecil,keliatannya persis banget dengan mesin pengadun semen,desainnya jelek banget.itukah model tank pindad yg di koar2 kan.gimana mau fight sama singapore,malaysia,apalagi australia…

 Leave a Reply

(wajib isi)

(wajib isi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>