Feb 102017
 

Pada jumpa pers yang diadakan tanggal 6 Februari 2017, Menteri Pertahanan Norwegia Ine Eriksen Soreide mengumumkan proyek baruuntuk menyediakan Sistem Pertahanan Udara Mobile Berbasis Darat bagi Angkatan Bersenjata dengan akuisisi langsung dari KONGSBERG. (Army Recognition)

Menteri Pertahanan Norwegia, Ine Eriksen Soreide di depan sebuah Sistem Pertahanan Udara Mobile Berbasis Darat untuk Angkatan Bersenjata Norwegia.

Badan Materiel Pertahanan Norwegia akan memulai proses akuisisi bersama KONGSBERG untuk menentukan konfigurasi akhir dan solusi sistem sebelum kontrak pengiriman ditandatangani. Pengiriman tersebut direncanakan akan berlangsung pada 2018 – 2021.

Sistem Pertahanan Udara Berbasis Darat akan sepenuhnya mobile, sistem pertahanan udara jarak pendek (15 – 25 km) ini didasarkan pada beberapa elemen yang ada dalam struktur saat ini dan akan dikombinasikan dengan beberapa akuisisi elemen baru. Sistem ini akan menggunakan kembali komando dan kendali NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) serta solusi jaringan yang unik.

KONGSBERG telah menjadi pemasok solusi pertahanan udara kepada angkatan bersenjata Norwegia selama beberapa dekade, mulai dari meriam hingga sistem persenjataan NASAMS modern saat ini. NASAMS juga menjadi dasar bagi perkembangan kompetensi yang signifikan dan sumber penghasilan tambahan dalam bidang teknologi lainnya.

Sistem Pertahanan Udara Mobile Berbasis Darat  akan menjadi solusi terkemuka di dunia dengan kemampuan yang unik untuk memerangi ancaman udara modern, serta memiliki kemampuan untuk berintegrasi pada jaringan dengan sensor dan persenjataan lain.

“NASAMS adalah produk yang sangat penting untuk KONGSBERG dan salah satu yang paling sukses secara internasional. Kami sangat senang bisa terpilih sebagai pemasok untuk Sistem Pertahanan Udara Mobile Berbasis Darat. Ini akan menambah kemampuan lebih lanjut untuk komunitas pertahanan udara Norwegia, dan mengamankan pekerjaan di KONGSBERG serta sejumlah besar subkontraktor di seluruh Norwegia”, kata Eirik Lie, Presiden Sistem Pertahanan di KONGSBERG.

Peluncur Sistem Pertahanan Udara Mobile Berbasis Darat dilengkapi dengan 4 rudal NASAMS yang terpasang pada menara yang terdapat di bagian belakang Humvee. Peluncur tersebut akan menyediakan cakupan 360°.

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  19 Responses to “Proyek Baru Untuk Menyediakan NASAMS Bagi Militer Norwegia”

  1. Kira kira betapa jauh jangkauannya ya?

    • klo yang jarak pendek sekitar 25 km bung @Antu Banyu 😀

      • Lumayan juga tuh jangkauannya,bolehlah TNI mempertimbangkan yang satu ini.@Linkar :makasi Bung infonyanya,salam kenal.

        • Kurang huruf g.hehehe.
          Maaf Bung @Lingkar.

        • 😀 salam kenal bung

          Sebenarnya untuk jangkauan NASAMS sendiri tergantung rudal yang dipasang, karena sistem ini menggunakan rudal AIM-120 series buatan Raytheon, AS, jadi kalau di tandem dengan rudal AIM-120 terbaru bisa diatas 100 km daya jangkaunya.

        • Bung Lingkar,

          Rudal AIM-120 AMRAAM seri tertentu memang bisa di atas 100 km jauhnya, dengan catatan jika ditembakkan dari udara ke udara.

          Lha NASAMS itu walaupun gunakan AIM-120, NASAMS adalah sistem rudal dari darat ke udara yang harus melawan gravitasi sehingga jarak tempuhnya tidak sejauh jika ditembakkan dari udara ke udara.

          Coba arahkan jempol anda ke atas miring ke depan 30 derajat dan arahkan telunjuk anda ke depan.

          Nah telunjuk anda menggambarkan jarak AIM-120 yang ditembakkan dari udara ke udara.

          Sedangkan jempol anda menggambarkan jarak yg ditempuh oleh AIM-120 yg ditembakkan dari darat ke udara.

          Jadi jika AIM-120D punya jarak 180 km jika ditembakkan dari udara ke udara, maka AIM-120D jika ditembakkan dari darat ke udara hanya akan bisa menempuh paling jauh jarak 60 km (sepertiga dari udara ke udara).

          • @TN, fehade

            Sabar ya om…kita beli mistar derajat dulu, soale susah ngira2 30 drajat tu seberapa?

  2. Kalo rudalnya buatan mamarika rawan jg nih barang muehehehe…kl norwegia kasi TOT dan indonesia misalnya telah mampu membuat rudal arhanud buatan sendiri yo wes monggo di borong 10 batere tanpa rudal arhanud buatan mamarika…muehehehe

  3. humvee amraam ini masih harus berhenti dulu kan yah utk menembakkan rudalnya.

  4. Rudal AIM-120..Dimensinya sama gak yah sama C705…

    • Kalo AIM 120 sama Rhan 122 sama gak yah dimensinya…Satunya rudal satunya roket…Mohon pencerahan..Terima kasih sebelumnya…

      • Siaap om Petit..Soalnya saya melihat dari angka 122 dan 120..Saya kira sama ukurannya..Difoto itu juga..Kan kelihatan besarnya..Hampir sama dengan R Han 122…

    • klo AIM 120 tipe C beda dimensi dgn tipe D, yg D lebih ramping dan bisa masuk ke dalam F-35.
      dan klo utk tipe darat bukan pake tipe AIM lgi om, tpi diganti dan dirubah tipenya jadi MIM-120.
      kurang paham kenapa bisa begini mungkin krn booster atau bensinnya berbeda.

      klo di bandingkan C705 atau Rhan jelas beda tipe.

  5. Rudal AMRAAM sdh battle proven,
    Alternatif lain nya rudal Ashter,
    Keduanya bisa dipertimbangkan utk pertahanan medium range.

  6. penelitian dan pengembangan yg lama
    . …Sebagai contoh, pengembanganmisil DF-41 Tiongkokdimulai sejak 1980an.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)