Jan 212017
 

Tank Tempur Utama (MBT) Altay. (Foto: Otokar)

Rencana Turki untuk membangun tank tempur utamanya (MBT) Altay sedang terbentur masalah setelah Tumosan, yang direncanakan sebagai penyedia mesin, membatalkan kontrak dukungan teknis utama dengan AVL List GmbH Austria.

IHS Jane memberitakan bahwa pembatalan ini dilakukan setelah parlemen Austria dengan suara bulat mengadopsi mosi tidak mengikat yang memberikan embargo senjata kepada Turki pada bulan November 2016.

Keputusan itu berdampak kepada transfer teknologi (ToT) ke Turki. Austria mengambil langkah dalam menanggapi meningkatnya pelanggaran HAM di Turki sejak upaya kudeta militer yang gagal di bulan Juli 2016.

Tumosan telah ditugaskan oleh Sekretariat Industri Pertahanan (SSM) Turki untuk mengembangkan mesin MBT Altay secara lokal.

Tumosan menggandeng perusahaan Austria, AVL List pada tahun 2015 untuk memberikan ToT dan dukungan dalam pengembangan serta integrasi mesin ke dalam tank Altay. Karena adanya permasalahan yang berhubungan dengan ToT, Tumosan membatalkan kontrak dengan AVL List pada hari Selasa lalu (17/01/2017).

“Karena adanya adopsi dari pemerintah Austria menetapkan izin ekspor yang meliputi kondisi politik dalam negeri Turki… kontrak yang dicatat dan dijamin mendapatkan imbal-balik oleh perusahaan akan dibatalkan”, menurut pernyataan Tumosan dalam dokumen yang diterbitkan melalui Platform Keterbukaan Informasi Publik (KAP) Turki pada tanggal 17 Januari.

“Telah dipahami bahwa akan ada rintangan serius yang akan dihadapi perusahaan dalam hal ToT mengenai sub-komponen kritis karena sanksi yang dijatuhkan terhadap Turki baru-baru ini khususnya oleh negara-negara Uni Eropa”, tambahnya.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa “Tumosan akan terus maju dengan sebanyak mungkin pengembangan mesin dari pemasok lokal”.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  11 Responses to “Proyek MBT Turki Terbentur Masalah ToT Mesin dari Austria”

  1. ahhh mesin memang pengikat program berhasil atau gagal dalam kemandirian..

    • Betul bung @Bhisma, sebab secanggih apapun fitur yang dimiliki oleh alutsista, ranpur darat, ranpur laut, ranpur udara, bahkan rudal, klo tanpa mesin ya hanya setumpuk besi tak berguna. Oleh sebab itu Indonesia harus bisa produksi mesin sendiri, jgn bergantung pada luar negeri.

      • bung lingkar pernah tau mesin apa yg sudah bisa dibuat Indonesia?
        mohon di babar,,

        N219 saja masih menggunakan mesin impor dari Kanada, PT DI mengakui belum mampu membuat mesin pesawat jenis apapun.

        Pt Barata membuat CNC atau crane, motor penggeraknya masih impor dari china, taiwan dan korea.

        Indonesia masih berada di wilayah modifikator.
        saya membayangkan suatu saat nanti mampu mandiri di bidang mesin.. walau mesin untuk elektronik rumah tangga, transportasi darat dan laut. betapa majunya negeri ini suatu hari nanti.

  2. Selamat pagi warjagers…
    Selamat beraktifitas.

  3. Komponen utama.

  4. Sangat berbahaya sekali kerjasama alutsista dengan negara-negara uni Eropa dikit-dikit main embargo. Teknologi kalo dah masuk ranah Politik selalu dikadalin. Hai apa kabar Indonesia masihkah tertarik dengan kerjasama alutsista uni Eropa… Bangsa Israel siap kerjasama tuh…

  5. Indonesia darurat engine buatan sendiri

  6. Itu sakitnya klu blm bs bikin mesin sendiri. Indonesia kapan ya bisa mandiri disegala bidang? Karena bahan baku banyak dikita tapi belum mengusai teknologi metalurgi yang mempuni. China memang bs membuat mesin tapi kualitas material belum baik sehingga mempengaruhi perawatan dan usia pakai dan semoga Indonesia tudak tertarik produk2 China.

    • Ya mas, apa2 trgantung produk negeri Cina yg blm tentu baik kualitasny. Moga2 aja mslh pengadaan mesin spt ini cepat kelar, dan tidak memakai dri Cina.

  7. mang mumet klo urusan mesin
    tank k2 black panther korea aja lisensi mesin leopard 2

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)