Jan 092017
 


PT Dahana (Persero) siap menyediakan 535 unit bom P100 Live untuk kebutuhan militer Indonesia. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Heri Heriswan, mengatakan bahwa PT Dahana dan PT Sari Bahari bekerjasama memproduksi bom P100 Live itu secara bertahap.

Pengadaan bom P100 Live merupakan bagian dari kontrak pengadaan senilai 6,4 juta dolar AS antara PT Dahana dengan Kementerian Pertahanan yang dibiayai lewat kredit ekspor. Kontrak tersebut juga mencakup pengadaan bom jenis OVAB 250 yang masih harus diimpor dan kesepakatan transfer teknologi produksi fuse dari Armaco, Bulgaria.

Saat ini, PT Dahana masih menunggu kontrak kredit ekspor berlaku efektif sebelum melanjutkan produksi ke tahap pengisian casing. Perjanjian berlaku efektif setelah penandatanganan perjanjian antara Kementerian Keuangan dan PT BNI.

“Bahan baku berupa casing bom semua sudah siap, sekarang tinggal pengisian. Apabila kontrak efektif makan pengisian akan secepatnya dilakukan,” ujar Heri, seperti dikutip bisnis.com pada Senin (9/1).

Bom P100 Live adalah hasil pengembangan dari bom latih P100, dengan dimensi panjang 1.100 milimeter, diameter 273 milimeter, dan berat 100–120 kilogram. Tingkat kandungan dalam negeri bom tersebut sebesar 88,83%, PT Dahana bertindak sebagai produsen hulu ledak dan PT Sari Bahari bertindak sebagai produsen casing.

Indonesia adalah negara ketiga setelah Rusia dan Bulgaria yang mampu memproduksi sendiri bom untuk pesawat jenis Sukhoi. “Yang jelas bom buatan dalam negeri juga lebih efisien dalam proses pengiriman dan perbaikan jika dibutuhkan. Kami juga memproduksi dua bom ukuran lebih besar yaitu bom P250 dan bom P500,” kata Heri.

Bom P100 buatan Indonesia juga menarik minat pemerintah negara-negara tetangga. Namun, ekspor produk industri strategis seperti bom P100 ke negara lain harus melalui kajian yang matang.

Sumber: bisnis.com

https://twitter.com/suparjorohman

  27 Responses to “PT Dahana Akan Sediakan 535 Unit Bom P100 Live untuk TNI”

  1. Bentuknya monoton, ga kreatif…

  2. Daripada monopoli,…..wekz

  3. Biar monoton kalau kena rumah apa gc modar?????

  4. itu bom “bodoh”
    bom yg dilepas dan jatuh mengikuti gravitasi
    jadinya pilot harus menggunakan perhitungan agar tepat sasaran.
    sebenarnya bom ini bagus untuk pesawat serang ringan..

  5. jika belakangnya diinstal motor penggerak jadi dah bom torpedo

  6. ini lebih cocok dipakai di SU-30 sebagai pesawat serang darat

  7. Untuk sementara bom bodoh dulu gpp. Jika langsung lompat bom pintar macam jdam nanti tetangga langsung panik kejang kejang…xixixixi nyepelekne insinyur indonesia sampeyan..

  8. Banyak jenis bom pesawat, jadi pengembangan harusnya bisa lebih agresif..

    Jangan type tabung LPG mulu..

  9. loe kagak baca apa , yg bisa memproduksi bom khusus sukhoi dari type ini hanya 4 negara yaitu RUSIA, BULGARIA,MELON & indonesia, Melon produksi khusus p-100 live 100 % hasil binaan tempatan ketika uji coba ternyata miss target , perkenaan target malah kebun pokok pisang , akhir y melon beli p-100 dari indonesia, ketika di uji coba alhamdulillah katay sasarany kena , ah,,,,

  10. Model Bom jaman PD 2, untuk Opr Carpet Bombing.

  11. Cocoknya buat super tucano

  12. banyak juga y … kaya puya pesawat bomber aja ..? i

  13. bungkus tak penting…..efek ledakan dan daya hancur yang utama…

  14. bom nya jangan diekspor ke malon… tar diaku ploduuk tempatan…

    bom malon ganti nama jd bom pokok pisang…

  15. sudah sangat bagus jika ada pihak ke 3 yg bantu pemerintah membuatkan BOm untuk jet tempur, tinggal pengembangan varian, desain dan fungsinya saja..

    ayoo para warjag, yg Optimis dooonngg perusahaan2 alutista kita bisa maju, awal dari semua pasti sangat sederhana kan..

  16. Cn 235 bisa jadi pesawat pebom ni.. Muat berapa ya

  17. itu kayaknya bom untuk sasaran darat ya?.. kalo utk udara ke udara.. bentuknya pasti spt roket yg biasa kita liat..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)