Sep 222014
 
CN 235 Thailand

CN 235 Thailand

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil menjual satu unit pesawat tipe CN235-220M kepada Thailand, melalui Thai Aviation Industries Co. Ltd (TAI). Pesawat ini akan diserahkan kepada Royal Thai Police.

Penandatanganan jual-beli pesawat ini dilakukan oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, dan Air Chief Marshal Weeranan Hansavata, Managing Director of TAI disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf. Acara dilakukan di Bangkok, Jumat (19/9/2014).

“Pembelian CN235-220M ini menambah jumlah pesawat tersebut yang terbang di udara Thailand karena sebelumnya 2 (dua) unit CN235 telah digunakan oleh Kementerian Pertanian Thailand,” kata Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (22/9/2014).

Kontrak pengadaan 1 unit CN 235-220M Multi Purpose tersebut merupakan implementasi dari Industrial Collaboration Agreement antara PTDI dan TAI yang telah ditandatangani pada 4 November 2013 di Bandung. Pesawat CN235-220M ini dapat digunakan sebagai troop transport, VIP, medevac, pax, dan cargo yang kemudian akan dilaksanakan oleh pihak TAI di fasilitas TAI dengan supervisi PTDI sesuai dengan kebutuhan Royal Thai Police.

TAI adalah mitra kerja PTDI untuk menguasai pasar pesawat kecil dan medium di Thailand. TAI juga adalah industri pesawat terbang yang dapat memodifikasi, mengkostumisasi berbagai pesawat termasuk CN235 dan NC212. Nilai kontrak untuk 1 unit pesawat CN235-220M ini sebesar US$ 31,2 juta atau Rp 343 miliar, dengan nomor kontrak 0006/PTD/UT0000/09/2014 tanggal 19 September 2014.

“Penandatanganan kontrak pengadaan dengan TAI ini diharapkan akan menjadi pendorong untuk terjadinya kontrak-kontrak berikutnya dan kami merasa bangga dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan Pemerintah Thailand dan sudah menjadi komitmen kami untuk berupaya keras menyelesaikan pesanan tepat waktu,” kata Budi.

Kontrak pembelian oleh Thai Aviation Industries untuk Royal Thai Police akan menambah daftar panjang pengoperasian pesawat CN235 di mancanegara. PTDI sebelumnya telah menyerahkan 1 unit CN235 ini untuk Kerajaan Brunei Darussalam, 8 unit untuk Tentera Udara Diraja Malaysia, 8 unit untuk Angkatan Udara Korea Selatan, 4 unit untuk Polisi Korea Selatan, 4 unit untuk Pakistan, 7 unit untuk Uni Emirat Arab, 1 unit untuk Burkina Faso, dan 2 unit untuk Senegal.(detik.com).

Artikel Terkait :

  54 Responses to “PT DI Jual CN235-220M ke Thailand”

    • selamat bung achilles (kayaknya kurang L deh? hehe atau punya maksud lain? 😀 )…semoga semangat bung achiles sama dengan keperwiraan achilles..

      http://en.wikipedia.org/wiki/Achilles

    • Kamu ketahuan bohong

    • nambain..,,………

      Pada februari 1995, IPTN di undang untuk melakukan demo flight CN235 military Version, sehubungan rencna pemerintah untuk mengganti 2 skadron Caribou. sebulan kemudian, perjalan CN 235 versi militer dimulai dengan tujuan DarwinAir Force Base.

      “CN235 is simple to operate” kata Capt. Toos A. Santiono, salah seorang pilotnya bersama Capt. Erwin Danuwinata yang menjadi kru pilot.
      Ada tujuh personel yang ikut terbang, dua pilot, satu flight enginer,satu mekanik, satu quality assurance (QA) ditambah dua personel dari UEA Air Force yang ikut serta , karena pesawat itu di -leased back dari UEA air force.

      Presentasi dan demo terbang dilakukan di Darwin untuk salah satu skadron pesawat Caribou, yaitu “Dingo Squadron”. Beberapa pilot dari skadron tersebut berkesempatan untuk mencoba melakukan beberapa “mission Profile” sesuai dengan yang biasa mereka lakukan, termasuk diantaranya mendarat pada beberapa “unprepared runway” atau “Beef Track”.

      Seluruh pilot dari : Dingo Squadron” tersebut merasa sangant puas dengan kemampuan manuvernya.
      Dari hasil Assement mereka betul betul cukup puas dengan STOL(Short Take Off Landing) CN23 yang ternyata bisa menyamai Caribou.
      Namun ada juga masukan, spserti menambahkan Eyebrow atau jendela di atas windshield yang akan memudahkan pilot bermanuver tajam, seperti Step turn dan tactical mission lain, juga di minta ditambahkan tanggatang embbeded di pesawat untuk prefight.

      Nicknme-nya “PHOENICK”

      setelah Darwin, CN235 beralih ke Townsville, yang juga merupakan salah satu base dari Caribou. Disini CN235 mendapat operation nickname “PHOENIX”, bahkan sempat dipamerkan dalam acara open haouse agi penduduk Tomsville.

      . Tujuan selanjutnya adalah Ambarlev, salah satu Air Force Base di wilayah Brisbane. Kegiatan yang sama dlakukan, tapi lebih banyak diskusi tentang pendukung logistik, dari “field level sampai depot level”. Dari Amberle CN 235 terbang ke Richmont Air Force Base di wilaya Sidney.

      di Amberley, kru benar benar bekerja keras, karena base ini adalah pusatnya AMTDU (Air Mobile Tactical Deployment Unit)-nya Austrlia.
      Hampir satu minggu, RAAF melakukan assesment, meliputi vehicle loadinng-uploading melelui ramp door, kemudian assesment lain dilakukan , berupa ststic jump untuk Angkatan Darat Australia. Kemudia beberapa sorti freefall di demonstrasikan untuk Special Force, yang dilakukan di Navy Base, Novra.

      Selanjutnya adalah Canbera, untuk assesment oleh para projec officer dari seluruh aspek operasional, pendukung, bahkan finansial.
      Diskusinya cukup alot karena mereka juga sekaligus mengumpulkan bahan untuk menyusun “Tech Spech” yang akan digunakan sebagai “bidding requarement” atau tender.

      Puncaknya adalah ikut pameran di Australia Air Show down Under” di Avalon Melbourne. Terbang di Air show ini sangat membanggakan, karena saat melakukan ‘dynamic display” di sebut sebut bahwa Phenix adalah pengganti Caribou.

      Pada hari pertama terbang atraksi, pewawat pecah ban karena kru melakukan short landing sependek pendeknya untuk memberi kesan hebat namun dengan Cross wind yang cukup besar. Uneven landing membuat ban peswat pecah pada saat braking, untung tim logistik siap siaga dengan suku cadangnya.

      Di Avalon para awak peswat sempat bertemu dengan beberapa pengambil keputusan pada tingkat kementrian . Mereka MENYATAKAN MALU kepada Indonesia yang mampu membuat pesawat sejenis Phoenix, sementara Australia punya produk lain selain Nomad.Bahkan beberapa pemimpin oposisipun berkomentar positif dan akan mendukung Phoenix.

      Seusai air show, tugas kru belum selesai karena masih ada assement teknis yang dilakukan oleh ARDU (Air Research and Development Unit) di Edinburgh, Adelaide. Selama bebarapa hari ARDU dengan test pilotnya Duckty Holland dan Robin Williams melakukan assesment secara teknis dalam aspek ‘Perfomance, Handling Quality, Mission System, ermasuk NVG (Nigh Vision Goggles ) di lembah lembah Adelaide.

      Setelah empat hari di fasilitas ARDU, kru bertolak pulang ke Bandung melalui Alice Spring, Darwin, dan denpasar.

      Pada tahun 1997, CN235 kembali mengikuti Avalon Air Show, namun kehadirannya tidak mengesankan karena IPTN menyatakan “PULL OUT” dari program Phoenix
      “kami mrasa kecewa, mengingat di bandungpun teman teman sudah mulai melakukan program pengembangan untuk meningkatkan capabiltas CN235 mejadi versi
      CN330 PHOENIX ungkap Toos. namun kekecewaan Toos terobati.

      “pRoyek Phoenix tidak pernah terwujud tapi pproyek proyek lain berhasildi raih PT DI, antarala lain berhasil mengerimkan empat peswat untuk Korea Coast Guard pada tahun 2008. Tidak pernah ada pengorbana yang sia sia” Ujar Toos.

      di sarika dari Cerita pengalaman Capt, Toos A. Sanitioso, pilot uji IPTN (PT DI).

  1. 2. wow

  2. Mdh2 tmbah laris,..kaya bacan, hihihi..

  3. Maju terus DI…

  4. good news

  5. kalo dg management yg baik saya yakin PT DI tidak kalah dg perusahaan yg sudah maju..
    semoga tidak ada yg mengganggu perkembangan PT DI..
    salam…

  6. LPD PT PAL laku,CN 235 laku,panser laku…negara tetangga mesem2 nih 😆

    • bukan mesem mesem bung ambelgedesshh..Termenung bung, nggak bisa mbayangin kalo selama ini yang mereka ejek sebagai negara kelasnya dibawah mereka ternyata bisa membuat pesawat..

      hehehe :mrgreen (cobe emot..)

    • nggak bisa ternyata emotion nya.. 😀

    • g’ juga bung, kita jgn cepat merasa puas kae timnas u-23 coz singapura jga memiliki industri militer berlevel internasional,kita hrs terus berkarya dan inovasi terutama kpd ahli2 kita.

  7. Semoga Program kapal selam ma pespur IFX cepat menyusul .

  8. Nah ini br berita yg ditunggu2 rakyat, ga cuman brita bentrok mulu,bosen..skrg fokus buat pemasaran n219 dan panser anoa yg asli karya negri,kt kuasai pasar afrika,asia selatan,asean dan arab,dijamin jutaan tenaga kerja akan terserap dan triliunan devisa mengalir,ayo kt dukung

    • intinya inovasi terutama panser anoa diasia tenggara punya rival seperti terrex singapura terutama bagian elektroniknya lebih otomatis,persenjataan,sistem bidik,pengamatan malam dll.

    • Apalagi kalau ada Anoa varian yang bisa berenang di sungai dan air yang dangkal, terrex bisa disalip di tikungan. sederhana, murah dan variannya banyak. Pembeli tinggal bilang type apa yang dii nginkan, ada semua. jadi ingat Kijang, mobil yang punya varian paling banyak utk merangkul banyak segmen pembeli. Xixixi.

  9. Tambah laris aja 235 nya. Semoga terus berkembang PT DI…

  10. nambahin dagangan Militer Indonesia yang laku

    1.LPD class untuk Filipina
    2.puluhan roket/bom berbagai ukuran udah laku banyak di export keluar

    pendapat OB kantor

  11. Moga2 tambah laris

  12. Bulan dedan vietam yg nyusul beli..insallah..aminnn…

  13. Setuju dengan komentarnya Bung Pengusaha Coto Makassar.
    Salam kenal.

    Kalau es pisang ijo-nya ada juga nggak Bung?

  14. Tapi cn235mpa dalam negeri ditambah masak cuma punya 3
    maju terus indonesia!!!

  15. jngan cepet puas
    pejerjaan masih panjang terutama R80 sama N219
    smangat mandiri teknologi

  16. Sinergi antar BUMN nya di tingkatkan lagi trutama PINDAD & PT LEN, mau buat sistem bidik kaya apapun, Alkom, night vision dll yg di integrasikan ke anoa,panser kanon, tank medium in shaa Allah pasti bisa !! Plus dukungan pemerintah tentunya, total kreatifitas klo STK bisa industri kita jg pasti bisa

  17. Kalau melihat populasi CN235 di Indonesia sebagai salah satu produsenya termasuk sedikit sekali. Sudah saatnya Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi pengguna terbanyak karya anak bangsa sendiri, mulai dari TNI,Kepolisian, pemda utk penerbangan perintis di wilayahnya dll, bisa melebihi populasi boing 737. ngimpi.com

    • Setuju bung,kalo semua maskapai penerbangan memakai cn 235 atau n219 atau R80, saya rasa itu sudah sangat cukup menghidupi industri pesawat dalam negeri,dan otomatis ini menjadi ajang promosi produk kita di LN,stop pembelian ATR dan segera beralih ke R80 atau N250,kalo perlu hidupkan kembali versi jet N2130

  18. yah cuman atu. di dalam negri sih masak sampe kesalip buatan cina. bener2 dah

  19. Alhamdulillah bertambah lagi produk lokal diminati negara lain..semoga ga di Ganjal lagi oleh pihak asing..seperti kejadiaan Krismon 98 atas perintah IMF pada waktu itu hendak di tutup..untung ada pak Habibie yg menolak keras penutupan tersebut..kalau sampai kejadian kita ga bakalan lagi pny Industri Strategis macam PT. DI, Pindad dll..love NKRI

  20. timnas kita baru saja dibabat thailandd 0-6 bung di asian gms, gmana ini?

  21. Maap oot,

    barusan baca-baca di http://kabelnews.com/detail.php?buka=read&id=1044&aksi=kategori&idkat=17&pages=20

    ternyata Irkut Corporation, itu pembuat mesin pesawat Sukhoi, tertarik untuk ikut membantu penelitian di Gunung Padang Cianjur. Ada apa ini? Kok pabrik pembuat mesin mau ikut-ikutan? apa ada kaitan dengan TOT yang diberikan pada Indonesia, trus Rusia minta jatah ikut penelitian via Irkut? mohon pencerahan kumendan sekalian…

  22. tapi kenapa masih ada sebagian orang yang sinis bahkan gak menghargai karya anak bangsa sendiri ya?…….

    • Orang-orang yang dulu bilang “tetuko = sing teko ora tuku, sing tuku ora teko” itu pada ke mana ya saat ini?
      Sekarang apakah masih ada yang nyinyir thdp produk buatan Indonesia?
      Akhirnya pak Habibie dan seluruh pekerja di industri strategis Indonesia bisa tersenyum setelah melewati banyak cibiran dari saudaranya sendiri setanah air.

      • masih banyak bung, bahkan tetangga saya dosen S3 lulusan UGM aja bilang ke cucunya…kalau orang indonesia itu gak bisa bikin apa apa….

        trus cucunya tak kasih majalah yang isinya PT DI jual pesawat ke korea….suoaya di baca sama kakeknya………… besoknya pak dosen gak mau liat saya lagi ……..hehehe….

        • Bung sambel… si dosen S3 tsb punya alasan apa ya, koq mencibir?
          Di zaman sekarang, apa alasan politik atau beda persepsi atau apa ya?
          Bukan kah kalau ada anak bangsa mau maju, kan harusnya dibantu/didukung, ya?

          Kalau zaman Orba sih kemungkinan besar pencibiran itu adalah alasan politis yg kemudian disebarkan ke masyarakat luas.

        • S3 model gitu mungkin pernah tersakiti

  23. Selamat pagi semua,
    Ijin melintas dgn leopard..

    Monggo dilanjuutt..

  24. Bangsa Indonesia harus berterimakasih kepada Eyang Habibie, krn meskipun banyak cibiran dan cemoohan beliau tetap bersemangat untuk memajukan bangsa ini dibidang high tehnologi. Meskipun beliau sdh tua namun semangatnya untuk membantu perkembangan tehnologi di Indonesia sungguh luar biasa. Subhanaallah! Patut dicontoh oleh generasi muda kita.

  25. bangga dengan produk dalam negri itu harus, jangan pernah malu.

    maju terus PT DI.. semoga tidak lama lagi produk2 bermesin jet segera hadir.
    harapan petani kopi ada pesawat model pick up untuk angkut kopi… he he he
    maju terus NKRI.

  26. sebuah kebanggan ketika produk anak negri di minati negara lain

  27. Satu pesan: Cintailah pluduk2 dalam negeri. Than’k Kemhan, TNI dan yg lainnya, yg tlah pake produksi dalam negeri……………

  28. Satu pesan: Cintailah ploduk2 dalam negeri. Than’k Kemhan, TNI dan yg lainnya yg telah memakai produk2 dalam negeri…….

  29. Sudah saatnya pemerintah intensifkan program pertanian yang professional. Investasi ketahanan pangan melalui pengembangan telknologi dirgantara harus sudah dimulai sejak dini. Semangat berjuang Indonesia Raya

  30. Go… Indonesia Go… !!!

  31. mengulang komentarku yang dahulu:
    1. buat pesawat
    2. buat kapur/ks
    3. buat roket
    4. buat satelit
    5. buat radar/sonar
    6. buat pespur
    7. buat mbt
    jalani sekarang meskipun makan waktu lama kedepan.
    siapkan untuk generasi penerus.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)