Oct 032016
 

Dua unit radar antibalistik Green Pine Korea Selatan, yang sangat vital untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik Korea Utara, sudah mengalami kegagalan fungsi 21 kali dalam tiga tahun terakhir ini.

Kedua radar bekerja bergantian, jika salah satu radar rusak maka radar kedua dihidupkan, namun untuk menghidupkannya membutuhkan waktu dua jam yang berarti jika terjadi 21 kali kegagalan fungsi berarti selama 42 jam militer Korea Selatan menjadi ‘buta’.

Angkatan Udara mengakui kerusakan serta 42 jam tanpa perlindungan radar, tetapi mengatakan tidak pernah kedua unit radar Green Pine rusak secara bersamaan.

Pihak militer mengatakan radar mengalami kerusakan akibat embun yang terbentuk didalam mesin karena perbedaan suhu mesin radar dengan udara luar, yang melumpuhkan sistem transmisi radar.

Sejak 2012, militer Korea Selatan telah mengerahkan dua unit radar Green Pine yang memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer (310 mil) dan digunakan untuk mendeteksi peluncuran rudal Pyongyang. Harga satu radar buatan Israel tersebut adalah 200 miliar won (US$ 181.500.000) dan ditempatkan di Chungcheong Utara dan Chungcheong Selatan.

Kerusakan radar tersebut sangat berbahaya karena Korea Selatan tidak akan memiliki kesempatan untuk mengintersep apabila mendapat serangan rudal balistik dari Korea Utara.

Terakhir, Militer Korea Selatan memutuskan untuk menghabiskan tambahan biaya sebesar 13 milyar won untuk membangun sebuah kubah pelindung radar, yang berfungsi untuk mencegah embun di dalam mesin radar dan mencegah kerusakan di masa depan.

.

Bagikan Artikel:

  36 Responses to “Radar Green Pine Korea Selatan – 21 Kali Gagal Berfungsi”

  1. maaaaaaaaaaak’e

  2. wah bs gaswate tu klo rusak bersamaan

  3. hibahkan saja hakhakhakhakhak

  4. wah klo kita yg terima hibahnya runyam yg ada alarm nyala melulu ntar yg kliatan titik api smua…xixixixixi..

  5. Indonesia perlu radar khusus deteksi dini kemunculan beruk dan banana nuke untuk menjinakkan amukan si beruk yang akhir2 semakin meresahkan warga jkgr

  6. 11 – 12 dengan made in Chungkwo

    • @wangsa kencana

      Yang ini kualitasnya jauh lebih baik dr buatan cina bung…hanya agak sensitif dg perbedaan iklim dan cuaca sj yang bisa diatasi dg memberi kubah perlindungan yang menyelubungi radar

      Agak berbeda dg rudal c-705 dan grom, dimana seeker kedua rudal agaknya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perbedaan ikllim dan temperatur spt dinegara pembuatnya(wilayah sub-tropik)….terbukti saat ditembakkan ddinegara2 sub-tropis (iran, cina, yaman, palestina) tingkat keberhasilannya tinggi, tapi giliran dicoba diwilayah tropis rudalnya melempem

      • Jika tidak salah, mereka (Korsel) lebih memilih radar berikut rudal made in mamahrika untuk mengcover negaranya.
        Bagaimanapun harus saya akui, bahwa terkadang faktor yang kecil dan yerkadang tidak terfikirkan lebih dominan jadi faktor penentu oprasional sistem militer.
        Hanya karena perbedaan suhu negara yang sedang dalam situasi membara, 42 jam adalah sangat riskan untuk Korsel.
        Semua ini di karenakan radar tersebut di peruntukan untuk menditeksi rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir yang dikirim negara tetangganya.
        Btw trims atas inputnya… :)

        • @wangsa kencana

          Radar green pine ini sbg mata dan telinganya iron dome (sama dg india yang jg mengoperasikan green pine&iron dome) dan agaknya sbg stop gap sembari menunggu pac-3

          • Irone dome Korsel dengan Israel apa saja perbedaannya?
            Mohon pencerahannya… :)

          • @WK

            Sama saja bung…orang sama2 buatan israel, cuma yang punya india&korsel dikasi radar tambahan(green pine) yang kemampuan deteksinya lebih jauh dan kemampuan prosesing komputernya lebih cepat dibanding radar bawaan iron dome. Soalnya yang dihadapi israel hanya ancaman roket, sementara india&korsel vs rudal balistik

          • Trims ya bung atas pencerahannya… ?

  7. Lama-kelamaan pemimpin Korsel bisa gagal jantung….

    xixixixixixi… :D

  8. Wah mode delay lagi ng tren nih, ……… xi xi xi !!!

  9. Sudah berkali-kali aq bilang alutsista buatan isroil benar-benar mantap n hebat, sebaiknya indon belajar, berguru dan membeli alutsista dari isroil yang tentu nya menyesuaikan dengan iklim di sini, dibandingkan buatan bajingan Tiongkok. Beli senjata kok ke Tiongkok itu namanya kegoblokan

    • Bung admin ,tolong di banned yg curi nick name n sebut2 indon,nyampah n gak mutu banget komennya

    • Paidjo@ indonesia, isroil dan tiongkok boleh bine senjata buatan tempatan dan telah di eksport,bezanya dengan malayshit yaitu malayshit cuma negara sampah dan tak boleh bine senjata buatan tempatan dan suka senjata hibah rongsokan,malayshit isinya cuma kera2 banyak bual seperti awak tuh kah kah kah

    • Paijo van koplak@ kapan kamu sadar, kamu lihatlah malingsial bisanya apa? Cuman bisa merampas dan menyembah si englis..jadi mulutmu perlu di jaga, jngan sampai kmu di doakan 41 orang indonesia dengan doa yg jelek…ntar kamu bener” jadi beruk karena bnyaknya yg berdoa

  10. Radarnya macam eject kat hanggar gitu ya

  11. komen ko pada ngawur…..lieur ngabandungana oge….

  12. Radarnya kalah sama embun hihi

  13. emangnya radar korsel cuma 2 unit…???
    ada 2 aza…
    di langit ngak di hitung,…dll deh…????
    ha ha ha

  14. Radar KW 1..

  15. itu bukn paijo tapi the beruk man
    wah bung somo harus dikasih tau nih

  16. Kalo radar milik tetangga sebelah nih mudah diatasi,cukup export asap dah pedes n perih radar mereka. Wkwkwkwkw

  17. punya kita radarnya nggak ada yang dikasih kubah, semoga nggak banyak yang rusak.

    • @blangkon

      Soalnya kondisi alam (cuaca dan iklim) dinegara kita tidak extrem spt diwilayah sub-tropik yang sering terjadi hujan es atau badai pasir bung

  18. radar kita multi climate, mau hujan deras berkepanjangan, kemarau panas berbulan-bulan, blow down volcanic dust no problem…. Radar Jogja…. always on

 Leave a Reply