Mar 092017
 

Sistem radar untuk baterai rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) AS diharapkan tiba di Korea Selatan pada bulan ini karena kedua negara tengah mempercepat penyebaran sistem, menurut pejabat pemerintah Korea Selatan pada hari Rabu, 8 Maret 2017.

Komentar itu muncul setelah pengiriman batch pertama dari peralatan, termasuk 2 (dua) peluncur rudal, yang tiba di Korea Selatan pada hari Senin, 6 Maret 2017 malam.

“Komponen yang dibutuhkan untuk mendirikan unit THAAD secara bertahap akan tiba di sini”, kata sumber tersebut seperti dikutip oleh Yonhap News Agency. “Sejauh yang saya tahu, radar juga akan tiba pada awal bulan ini untuk menjalani uji operasional”.

Baterai THAAD terdiri dari 6 (enam) truk peluncur truk, yang terdiri dari 48 rudal pencegat (delapan rudal per peluncur), kendali penembakan dan komunikasi Unit, dan radar AN/TPY-2.

Sumber itu menambahkan bahwa Korea Selatan dan Amerika Serikat berusaha untuk meminimalkan waktu untuk menginstal sistem anti-rudal di tengah meningkatnya ancaman dari program nuklir dan rudal Korea Utara.

Rencana kedatangan dari radar AN/TPY-2, mendapat reaksi keras dari China, diperkirakan akan membawa protes Beijing mencapai titik didih. China mengklaim bahwa radar tersebut dapat digunakan untuk memata-matai kemampuan militernya, dan mengatakan bahwa sistem tersebut cukup serius merusak kepentingan keamanan.

Ketika mengumumkan pengiriman komponen pertama, pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Korea Selatan secara resmi mengatakan kepada wartawan bahwa kedatangan peralatan yang tersisa dan personil operasional akan segera menyusul untuk memenuhi keputusan aliansi pada penyebaran THAAD yang telah dibuat pada bulan Juli tahun lalu.

Ekspektasi berkembang bahwa baterai THAAD bisa dikerahkan dalam dua bulan kedepan dan unit akan dapat beroperasi pada awal April 2017. Mengenai jadwal kedatangan, seorang pejabat dari Pasukan Korea-AS mengatakan, “Tidak ada yang bisa saya pastikan”.

Kementerian luar negeri China pada hari Selasa mengatakan bahwa negaranya menolak keras penyebaran THAAD tersebut, dan bersumpah untuk mengambil tindakan tegas yang diperlukan guna melindungi kepentingan keamanan Beijing.

Sebagai tanggapan, Gedung Putih mengatakan bahwa penyebaran THAAD tersebut sebagai “materi keamanan nasional” untuk Korea Selatan, menegaskan kembali akan tetap melanjutkan penyebaran tersebut seperti yang telah dijadwalkan meskipun ada protes dari China.

Korea Times

Bagikan Artikel:

  16 Responses to “Radar THAAD Bisa Tiba Dalam Sebulan”

  1. Hajar ajah bleh

  2. THAAD VS S400.. yg satu murni sebagai penjegal misil ( Anti Balistic missile ) vs S400 yg merupakan SAM berkemanpuan ABM.

  3. Wow

  4. cHIna lebih panas jika THAAD juga disebar di Taiwan.. ramai dah

  5. Oot, dari sind0

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia pada tahun ini akan menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan membeli delapan unit Helikopter AH-64E Apache, 12 unit Helikopter Chinook, dan lima unit pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas. Pada Senin, 6 Maret 2017, pesawat A400M sudah melakukan promosi dengan singgah di Bandara Halim Perdanakusuma untuk diperkenalkan kepada calon pembeli di Indonesia, yaitu TNI Angkatan Udara (AU). Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, pembelian alutsista tersebut bagian dari pemenuhan kekuatan pokok minimum pertahanan (minimum essential force/MEF). Adapun pembelian A400M untuk menggantikan pesawat Hercules karena pesawat itu mempunyai daya angkut dua kali lipat dari Hercules dan untuk menunjang mobilitas militer Indonesia. “A400M ini mempunyai kapasitas dua kali dari Hercules dan daya jelajah lebih tinggi. Selain itu irit bahan bakar. Begitu pula dengan Chinook,” kata Ryamizard di Jakarta, Kamis (9/3/2017). Kendati demikian, sambung Ryamizard, pembelian ini tetap harus sesuai dengan standar operasional dan prosedur (SOP). “Kementerian Pertahanan tidak memaksakan. Pembelian harus sesuai SOP dan tergantung penggunanya, yaitu TNI,” tuturnya.  Dia mengatakan, Kementerian Pertahanan hanya menampung apa yang diminta oleh setiap angkatan, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bila alutsista tersebut ada yang tidak cocok, Menhan mengaku siap untuk berdiskusi dengan setiap angkatan.

  6. Borong !!!! Minimal AKAN borong 12 baterai yang AKAN digunAKAN kapan???

  7. Untuk Indonesia S400 dan S500 aja, AS pasti sulit menjualnya ke Indonesia, hanya sekutunya yg boleh memiliki!

 Leave a Reply