Feb 102017
 

Rafael kini sedang meningkatkan upaya untuk menyediakan sistem bagi jet tempur ringan HAL Tejas milik Angkatan Udara India, dengan penekanan saat ini pada penawaran rudal udara-ke-udara dan pod penargetan. (Flight Global)

Yuval Miller, wakil presiden eksekutif dan kepala divisi Air and C4I System Rafael, mengatakan kepada Flight Global bahwa kerjasama luas dengan perusahaan India memungkinkan untuk menawarkan sistem yang akan membawa Tejas menjadi standar “Generasi 4,5”.

Rafael sudah membentuk usaha patungan dengan Astra Microwave, Bharat Forge dan Reliance Defence yang meliputi transfer teknologi dan pembentukan lokasi produksi lokal, sesuai dengan kebijakan “Make In India” New Delhi.

Miller mengatakan bahwa Angkatan Udara India sedang mengevaluasi rudal udara-ke-udara Python 5 dengan jangkauan 20 km dan rudal udara-ke-udara I-Derby ER dengan jangkauan 100 km untuk Tejas. Sementara itu Rafael juga mempromosikan targeting pod Litening 5 dan radio aman BNET.

Rafael juga akan menyediakan sistem bagi 36 unit Dassault Rafale milik armada Angkatan Udara India masa depan, dimana Rafael bertindak sebagai sub-kontraktor untuk Dassault, kata Miller. Yang mencakup bom presisi-dipandu Spice 250 dan Spice 1000 untuk digunakan oleh Dassault Rafale Perancis dan HAL Tejas, ia menambahkan.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  9 Responses to “Rafael Tawarkan Persenjataan Untuk HAL Tejas”

  1. Wah… Tejas bisa naik setengah kelas nih klo gtu…

    • @lingkar

      Jangankan tejaz yang generasi muda….A-4nya AL brazil yang dioprek dg teknologi israel sekarang bisa menggotong bom ini lho.

      Rudal derby juga…

  2. wuih JDAM tipe spice….
    ngomong2 suara sound efeknya kaya gimana ya ?
    apa ciuuuuuu…..dhuar… atau wusssss…..dhuar…xixixixixi

  3. India punya slogan dan kebijakan made ini India dan didukung dana yang besar sementara Indonesia juga punya slogan dan slogan yang hampir sama tapi dilakukan dengan setengah hati dengan dana seadaanya .
    Indonesia harus masuk pada industri tehnologi tinggi seperti rudal/radar/elektronik perang dan bom berpemandu. Jangan lagi menghabiskan dana dalam pengembangan tehnologi kelas rendah seperti merakit truk/kendaraan darat militer tapi harus masuk pada pembuatan mesin/gearbox dan sasis.Kalau cuma merakit bengkel pinggir jalan juga bisa.

  4. Indonesia patut mencontoh India dan China demi kemandirian Industri pertahanannya! Yg baik kita tiru yg buruk jgn diikut!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)