Dec 312016
 

Joko Widodo Presiden RI. Foto: Antara

Sepanjang tahun 2016, terdapat sejumlah peristiwa di Asia yang cukup menjadi sorotan dunia, termasuk pemimpin Asia yang menerima rapor (nilai) atas kinerjanya di penghujung 2016. Pada 29 Desember 2016, Bloomberg mengeluarkan penilaian untuk delapan pemimpin di Asia dan Australia.

Penilaian tersebut dilihat dari tiga hal, yakni nilai tukar mata uang, pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB), dan angka dukungan atau biasa disebut approval rating.

Berikut rapor delapan pemimpin sepanjang tahun 2016 seperti yang dirilis Bloomberg, Jumat (30/12/2016) :

1. Presiden China, Xi Jinping

Chinese President Xi Jinping (AP Photo/Misha Japaridze)

Nilai Tukar Renminbi: melemah 6,63 persen
GDP: stabil di angka 6,7 persen
Approval Rating: data tidak tersedia

Meski nilai tukar renminbi terhadap mata uang asing mengalami penurunan di bawah pemerintahannya, Presiden Xi Jinping cukup bersinar di dunia internasional. Pada September lalu, untuk pertama kalinya China berperan sebagai tuan rumah KTT G-20.

Tak hanya itu, Negeri Tirai Bambu itu diprediksi akan memimpin perdagangan bebas Asia. Hal itu dimungkinkan setelah nasib perjanjian Kemitraan Strategis Trans-Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) tak jelas saat Donald Trump keluar sebagai pemenang dalam Pilpres AS 2016.

TPP beranggotakan 12 negara yakni, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang, Selandia Baru, Meksiko, Chile, Peru, Malaysia, Singapura, Brunei dan Vietnam. Kemenangan Trump berpotensi menarik dukungan AS yang mementahkan blok perdagangan bebas itu.

Padahal, sejumlah pihak berpendapat, TPP dibentuk AS untuk menghadapi China di Asia Pasifik.

2. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe

Japan’s Prime Minister Shinzo Abe (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Nilai Tukar Yen: menguat 2,25 persen
GDP: turun menjadi 0,9 persen
Approval Rating: turun menjadi 50 persen

Pada akhir tahun 2016, Shinzo Abe memiliki angka dukungan yang meyakinkan dia untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum 2017– meski mengalami penurunan dari level sebelumnya.

Hal tersebut membuat dirinya memiliki kemungkinan menjadi pemimpin pemerintahan Negeri Sakura yang terlama sejak Perang Dunia II. Dalam kepemimpinannya, Abe mencari perkembangan solusi soal sengketa wilayah dengan Rusia.

Ia juga menjadi PM pertama Jepang yang mengunjungi USS Arizona di Pearl Harbor, dalam peringatan peristiwa besar yang menimpa AS pada 1941. Pemboman oleh angkatan udara Jepang kala itu menyeret AS dalam pusaran Perang Dunia II.

3. Perdana Menteri India, Narendra Modi

Perdana Menteri India Narendra Modi. (AFP | FILES)

Nilai Tukar Rupee: melemah 3,06 persen
GDP: turun menjadi 7,3 persen
Approval Rating: 81 persen

PM Narendra Modi beberapa waktu lalu memutuskan untuk menghapus 86 persen hard currency atau mata uang yang relatif stabil nilainya dalam waktu semalam saja tepatnya pada 8 November 2016.

Modi saat itu menarik uang kertas pecahan 500 dan 1.000 rupee. Kebijakannya tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan rakyat Negeri Hindustan.

Namun di lain sisi hal tersebut menunjukkan bahwa pria berusia 66 tahun itu bersedia mengambil risiko yang menimbulkan kesulitan pada jutaan warga demi melaksanakan visi India modern: bebas korupsi, hambatan perdagangan internal yang lebih sedikit, dan bersikap keras terhadap Pakistan.

4. Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye

Park Geun Hye, Presiden Korea Selatan (foto: Istimewa)

Nilai Tukar Won Korsel: melemah 2,87 persen
GDP: turun menjadi 2,6 persen
Aprroval Rating: turun 4 persen

Dibandingkan dengan pemimpin Asia lain, perempuan berusia 64 tahun itu berada dalam posisi terburuk selama 2016. Park Geun-hye dimakzulkan oleh parlemen pada 9 Desember setelah terlibat skandal korupsi dan nepotisme.

Rakyat Korsel juga menggelar demo besar-besaran di Seoul yang memintanya untuk mengundurkan diri. Jika pengadilan konstitusi menyetujui pemakzulan, Park akan kehilangan kekebalannya sebagai presiden Korsel dan pemilu akan dilaksanakan 60 hari setelahnya. Saat ini perdana menteri telah mengambil alih tugasnya untuk sementara.

5. Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull (photo : limitnews)

Nilai Tukar Dolar Australia: melemah 1,03 persen
GDP: naik menjadi 1,8 persen
Approval Rating: turun menjadi 45 persen

Selama 2015, perdana menteri berusia 62 tahun itu berupaya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang mandek dalam masa transisi dari era yang mengandalkan komoditas hasil tambang (mining boom).

Popularitas PM Malcolm Turnbull juga merosot karena adopsi kebijakannya yang bertentangan dengan pendapat publik terkait isu-isu seperti perubahan iklim dan pernikahan sesama jenis.

6. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (foto:istimewa)

Nilai Tukar Ringgit Malaysia: melemah 4,26 persen
GDP: naik menjadi 4,3 persen
Approval Rating: data tidak tersedia

Pada 2016, Perdana Menteri Malaysia berusia 63 tahun itu menjadi sorotan dunia atas skandal badan investasi negara 1MDB.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat berencana menyita dana 1MDB Malaysia lebih dari US$ 1 miliar, atau setara dengan Rp 13 triliun atas dugaan penyalahgunaan dana investasi rakyat itu.

Pada tahun 2017, tantangan untuk PM Najib Razak harus mengatasi kenaikan biaya hidup, dan pada saat yang sama ia harus menjaga defisit fiskal tetap di bawah kendali untuk tetap menjaga agar para investor tak lari.

7. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (foto:istimewa)

Nilai Tukar Peso: melemah 5,29 persen
GDP: naik menjadi 7,1 persen
Approval Rating: naik menjadi 83 persen

Meski kerap kali mendapat kritik dari dunia internasional atas tindakannya dalam memerangi narkoba yang telah menewaskan sekitar 5.000 orang, Rodrigo Duterte tetap meraih kepopuleran tinggi di Filipina.

Pria berusia 71 tahun itu kerap kali mengeluarkan pernyataan kerasnya kepada AS, sementara pemerintahannya makin mempererat kerja samanya dengan China. sebuah pergeseran politik yang mengguncang kawasan. Sebab, Manila selama ini dekat dengan Amerika Serikat.

Tantangan untuk Duterte pada 2017 adalah menyeimbangkan hubungan Filipina dengan AS dan China, demi menjaga perekonomian tetap baik. Duterte juga diharapkan mencegah penentangan terhadap kepemimpinannya dari elite bisnis dan politik.

8. Presiden Indonesia, Joko Widodo

President Joko Widodo (EPA/RUNGROJ YONGRIT)

Nilai Tukar Rupiah: menguat 2,41 persen
GDP: naik menjadi 5,02 persen
Approval Rating: naik menjadi 69 persen

Joko Widodo atau biasa disebut Jokowi, menjadi satu-satunya pemimpin Asia versi Bloomberg yang mendapat rapor hijau selama pemerintahannya pada tahun 2016, yakni dengan menguatnya nilai tukar rupiah, naiknya GDP, dan kenaikan level dukungan menjadi 69 persen.

Tantangan bagi Jokowi pada 2017 adalah memastikan bahwa rencananya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak melenceng, terutama terkait demonstrasi besar-besaran yang terjadi belakangan ini.

Sumber : liputan6.com

Artikel Terkait :

  64 Responses to “‘Rapor’ 8 Pemimpin Asia Selama 2016, Termasuk Jokowi”

  1. Hebat, lanjutkan gdp hingga 7 %

  2. Kerja kerja kerja,,,, kekurangan disana sini masih wajar maklum dari dulu indonesia terlanjur banyak masalah

  3. Jokowi teruslah bekerja

  4. terbukti sudah bahwa kenyinyiran tidak membawa kebaikan apapun bagi si penyinyir apalagi yang sering dijadikan objek nyinyir seperti Presiden kita. Maju terus pak Jokowi, bawalah NKRI menjadi negara dan bangsa yang bermartabat, disegani, gemah ripah loh jinawi sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa dan negara tercinta ini.

  5. dunia internasional sepakat: jokowi juara.

    Cacing2 kremi emang dna pecundang semua xixixixi…

    selamat tahun baru 2017 untuk para cacing kremi, siap2 menyambut kekalahan baru bwahahaHAHAHA..

  6. ayoo yg punya kendaraan bayar pajaknya skarang sblm pp 60 efektif betlaku tgl 6 januari 17, naiknya 100% cuuuy

  7. Membandingkan rapor memang sebaiknya dgn yg dari luar negeri dan sejaman. Artinya tantangan global yg dihadapi relatif hampir sama.
    Kalo cm dgn dlm negeri dan tdk sejaman cmn sia sia..
    Berdasarkn rapor diatas besok yg naik kelas cm Pak Jokowi, yang lain hrs mengulang lg dikelasnya masing masing

  8. aneh..yg suka nyinyir soak

  9. Mau seperti apapun prestasinya kalo dasarnya kebencian ya tetap saja nyinyir karena kebencian memang menumpulkan rasionalitas.

    • Begitulah bung. Bagi yang sudah tersandera oleh kebencian di dalam hatinya. Sulit dihilangkan kebencian itu. Bahkan makin menggebu untuk mencari-cari cara untuk menjatuhkan. Cara yang menjelekkan dan fitnah pun ditempuhnya. Padahal cara seperti itu sudah tidak mempan.
      http://nasional.kompas.com/read/2016/12/31/12423041/penulis.buku.jokowi.undercover.ditangkap.dan.ditahan.polisi

    • Betul,, tapi sebenernya kebencian bisa dihilangkan.
      Jujur saya dulu sempet nggak suka sama beliau, itu saat dulu masih bakal capres. Saya kurang suka karena saya punya jagoan bakal capres lain. Tapi ternyata bakal capres jagoan saya gagal maju (walaupun sudah menang konvensi tapi si Bapak besar ketua partainya nggak punya nyali buat nyalonin).
      Yah terpaksa saya harus memilih diantara 2 pilihan yg lumayan sulit bagi ane, karena ane sudah berkomitmen nggak akan golput. Dan akhirnya dengan perbagai pertimbangan dari track record, acara debat, dll.. saya pun memutuskan untuk memilih beliau.

  10. Jangan berbangga dlu.. Target GDP 7% supaya bisa dpt dana pertahanan naik jadi 1,5 % dari GDP

    Ayo kejar pak.. Mudah2an anda mampu… Amin

  11. 6. Approval rating : data tidak tersedia

    Hayooo….di umpetin dimana???

  12. Lho kan,,,,,,makanya budaya demo jg jadi amalan, biar ekonomi Negara cepet berkembang,,,dan hidup masyarakat bisa senang….yg suka sok pandai itulah racun…pdhal nol besar untuk masyarakat…. Ok gua tumpan aja maaf…

    • Demonya kan dapat duit dan nasi bungkus mas hihi

    • Yang demo kan yang menerima bayaran dan pasukan sakit hati..minim prestasi,,kerjaan banyak mangkrak..move on donk..Siapa pun pemimpin harus didukung dengan sepenuh hati. jaga persatuan dan kesatuan..

    • @Wilud : Budaya demo menjadi amalan?
      Apakah tidak ada cara lain yang lebih manusiawi dan bersosial selain berdemo?
      Pernahkah anda membayangkan akibat kerumunan demo yang mwmacetkan jalan hingga mengganggu hajat orang yang lebih banyak?
      Jika anda berkomentar “budaya demo menjadi amalan,” apakah lebih banyak manfaat kebaikannnya atau keburukannya?
      Mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih damai tanpa aksi yang berlebihan, seperti anarkis, mengganggu hajat orang banyak, melanggar etika dan sebagainya.
      Hanya sedikit demontrasi yang tidak mengganggu hajat orang banyak dan melanggar etika agama dan sosial serta lainnya.

    • judul demonya aja ‘bela islam’ apa hubungannya dengan ekonomi ?

  13. Kah kah kah…USA nak sita wang 1MDB sebesar US$ 1 billion,emang boleh keh negara lain boleh sita wang dari negara yg berdaulat seperti malon nih,bila betul berarti malon tak de maruah lg kah kah kah

  14. Semangat pak dhe… Perkuat maritim kita

  15. Mantap pak jokowi

  16. Luar Biasa…Satu-satunya
    Sekali lagi Satu-satunya…yg nilainya Hijau

    Ekonomi tumbuh, Rupiah Menguat, Elektabilitas jg meningkat…

    Sungguh keterlaluan kalau masih ada yg Haters dan Mendzalimi, semoga Mata Hatinya dijernihkan…Aamiin

    • Marti during kebijakan pemerintah scara obyektif dlm penilaian. Hilangkan sikap iri dan selalu menyalahkan dgn membabibuta. Sudah saatnya kita bersatu meraih tujuan dasar bernegara. Silakan kritisi pemerintah ketika ada penyimpangan dlm kebijakannya dengan seobyektif mungkin sbg kontrol terhadap pemerontahan.

  17. josss diera pak jokowi ini jalan raya di surabaya makin lebar, di jalan ahmad yani saja lebarnya bisa 3 kali lipatnya yg dulu sekarang lebarnya kira kira 100 meter di sebelah rumah saya juga udah di lebarin, di rungkut juga sungainya di bikin jalan dengan cara di buat gorong gorong jadi lebar banget padahal dulu lebarnya cuma 4 meter kini bisa 15 meter, di jalan tandes juga udah sangat lebar, di daerah manganti juga yg tembus ke gresik sekarang bisa mencapai 30 meter lebarnya. mantabbbbbb!!!!

    • kalau di daerang inyong kebumen jalur lintas selatan sedang di bangun jalan jogja bandung kalau diaerah kami itu daerah kisik karena udah dekat laut selatan atau samudra hindia. tapi sayang kemaren sodara inyong punya tanah di situ di jual murah karena letaknya di daerah kisik sekarang malah harganya melejit naik tinggi tinggi sekali karena di bangun tuh jalan padahal letaknya pas di pinggir jalan itu hadehhhh

    • Saya juga Orang Surabaya mas, mas kemana saja??
      Jalan .A.Yani itu sudah di bangun dari 2012..
      Pembangunannya bareng sama jalan di MER.

      Programnya tetep berlanjut, yang penting yang njabat tetep Bu Risma, beliau yang berjasa ngerubah wajah Surabaya. Jalan, gorong-gorong, trotoir, taman. Memang pembangunan infrastruktur harus ekstafet, good job.
      Salam.

  18. numpang nanya dg prestasi ini apa manfaat dari segi ekonomi untuk rakyat kecil, sedangkan kalau di bandingkan jepang, malaysia, korea, china, australia yg katanya nilai uang melemah tapi taraf ekonomi rakyat kecil mereka lebih mampan di bandingkan INDONESIA

    • ckckc lbih bangaa sama prestasi negeri orang dibanding prestasi negeri sendiri ckckcck

    • @laut biru : Persoalan di Indonesia sangat kompleks.
      Contoh : Sumber SDM yang belum merata dari tingkat bawah hingga atas, lalu infrastruktur juga belum merata dan lainnya.
      Oleh karena itu hasil kerja pemerintahh (siapapun pemimpinnya) belum terserap hingga ke bawah secara nyata.
      Btw ada yang harus anda ketahui adalah selagi pemerintah (pusat & daerah) membuat kebijakan untuk hajat orang banyak, terkadang juga di manfaatkan oleh oknum yang bersebrangan.
      Oleh karena itu semoga saja kebijakan pemerintah (pusat & daerah) di laksanakan dengan Surat Keputusan / Peraturan Pemerintah yang legalitasnya untuk kepentingan umum.

    • lexy… saya ngaa bangga dg negara asing, saya bertanya kalau anda paham ekonomi tlg jelaskan

      • memang kalo anda hidup dijawa, anda tidak bisa merasakannya, perbedaannya hanya sedikit, tapi jika anda ke papua, dan provinsi yang dulu pembangunannya masih tertinggal anda pasti akan merasakan perbedaannya, sekarang pembangunan semakin merata, tidak hanya dijawa saja. Semoga pembangunan di Indonesia semakin merata, dan harga apapun dari sabang sampai merauke perbedaannya kecil, terima kasih

        • @bowo silet : Contohnya adalah BBM (Bahan Bakar Minyak).
          Sebelum era sekarang, BBM di subsidi -+300 triliun rupiah dan harga BBM di Papua Rp 50 ribu – 100 ribu per liter.
          Sekarang BBM disubsidi -+400 milyar rupiah dan harga BBM di Papua sama seperti di pulau Jawa.

    • terima kasih bung Wangsa…

    • terima kasih bung bowo infonya, salam kembali bung Wangsa dan bung bowo

  19. Udah jalan 2 tahun.. Mungkin tahun ke 3 dan 4 akan kelihatan hasil pembangunan yg fokus ke Infrastrustur.. Mudah mudahan investor makin banyak dan rakyat ikut kena sisi positifnya.. Ya itu harapan sesuai dengan background saya org Ekonomi.. Roda ekonomi itu bertumpu pada Infrastruktur..

    Periode yang sekarang pembangunan Bandara Udara cepat sekali.. Dalam 2 tahun beliau ada sekitar 10 bandara baru yg naik kelas dan siap menampung pesawat B 737-500 paling besar.. Kalo dulu boro boro.. Kualanamu aja jd bahan sumber pendapatan.. Meleset terus pembangunan.. Saya ambil contoh Silangit.. Tidak pake banyak omong tau tau udah sekelas Halim saja itu fasilitas Sisi Udaranya, Runway akan di perpanjang dari 2.450 meter menjadi 2.650 meter dan rencana akan dipernjang lg di 2017 menjadi 3.000 meter dengan lebar 45 meter.. Siap menampung pesawat sekelas A350/B747..
    Semua terlihat bisa apabila fokus ditetapkan dan dilaksanakan langsung..

    Saya merasa tertolong dengan Rencana pembangunan fokus 10 tempat wisata dengan 3 prioritas Danau Toba, Tj. Lesung dan Belitung.. Dimana Danau Toba bisa langsung turun di Silangit.. Kampung Bapake di Humbang Hasundutan..dimana kalo dulu turun di KualaNamu ke Humbang itu musti perjalanan 9-10 jam lg.. Skrg kalo dr silangit cukup 2 jam paling lama..

    Terima kasih Bapak Presiden
    Bapak layak mendapatkan dukungan lebih dari kami semua Rakyatmu

  20. selamat kepada Jokowi..
    selamat tahun baru warjagers

  21. Smua dukung jkw. Jgn kuatir ini demo2 blkgan kmrn justru utk memperkuat NKRI.

  22. Cuma Madiun kota saya yg masih begitu begitu aja ga ada perubahan signifikan.. Duite entek dientekne Walikota Korup

  23. Erdogan mana? Gak bandingin nih ma ekonomi turki

  24. Akankah muncul sista gahar di era jokowi:

    A. akan
    B. Mungkin
    C. tidak mungkin

  25. Bravo

  26. pns^haters gak nongol di mari

  27. DAN YANG PALING PENTING ADALAH KUALITAS SDM INDONESIA ITU SENDIRI YANG BERLANDASKAN KEIMANAN KEPADA ALLAH SWT.

    SANGAT MIRIS JIKA EKONOMI INDONESIA NAIK TAJAM JIKA TULANG PUNGGUNG PELAKU EKONOMI MALAHAN ORANG LUAR SEMENTARA PRIBUMI TIDAK MODERN DAN JADI GOLONGAN BAWAH.

    MARILAH SEMUA RAKYAT INDONESIA DARI SABANG SAMPAI MERAUKE,BANGKITLAH MENJADI INSAN2 YANG TERDEPAN DIDUNIA INI.

    BANGKITLAH DARI KEBODOHAN DAN KETERBELAKANGAN MENUJU KEMANDIRIAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE.

    PELAKU EKONOMI INDONESIA ADALAH KITA2 SEMUA DAN KETURUNAN KITA KELAK,BUKAN HANYA SEORANG PRESIDEN JOKWI,BELIAU HANYALAH SEBAGAI JEMBATAN BAGI KITA SEMUA RAKYAT INDONESIA.

    DAN GERBANG KOMPETISI DAN PERSAINGAN GLOBAL MENYAMBUT KITA.

  28. HOAX!!!!!!!

  29. malon bmm HOAX !!!