Jan 012017
 

Raytheon telah menerima kontrak penjualan militer asing sebesar 163,3 juta dolar AS untuk memberikan latihan mengoperasikan anti-rudal dan anti-pesawat sistem Patriot bagi personil Angkatan Udara Qatar.

“Raytheon Company dianugerahi 163,2 juta dolar AS … kontrak penjualan militer asing (Qatar) untuk udara terpadu dan pertahanan rudal serta pelatihan lain yang berhubungan dengan personil layanan Qatar Emeri Air Force,” kata pengumuman yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, seperti dilansir Sputnik News pada Senin (1/1).

Kontrak tersebut juga mencakup pelatihan bahasa Inggris dan dijadwalkan akan selesai pada 30 April 2020.

Pada 7 November, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) Amerika Serikat mengumumkan penjualan militer asing sebesar 9,9 miliar dolar AS ke Qatar yang meliputi 11 Patriot Configuration-3 units dan peralatan terkait, suku cadang, pelatihan dan dukungan logistik.

Sumber: Sputnik News

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Raytheon Akan Memberikan Pelatihan Patriot Interceptor bagi Angkatan Udara Qatar”

  1. Bagaimana kabar SAM yg akan dibei paskhas???…

    • Indonesia sangat tertinggal dlm urusan pertahanan udara untuk kawasan asean sejak pensiunnya rudal rapier indonesia hanya mengandalkan PSU s-60 57mm yg sudah jadul dan sudah sepuh padahal dulu thn60an indonesia pernah digdaya dgn SA-2 yg melegenda, sampai saat ini TNI masih berkutat di SHORAD, khususnya rudal MANPADS variannya cukup banyak walaupun jarak pendek diperlukan dan mobile indonesia jg memerlukan SAM jarak sedang sampai jauh…..

  2. Borong gak yah?….

  3. Untuk memperkuat pertahanan pakai saja Mourinho karena dia nggak segan menumpuk pasukannya di daerah pertahanan.

  4. Patrot vs S 400 vote mana..?? Kira2 Battle proven mana y..?

  5. Kalau THAAD bagaimana ?