Jul 282016
 

Raytheon dan Angkatan Udara AS mulai uji terbang Bom Diameter Kecil II, atau SDB II, dalam serangan terkoordinasi dan mode serangan diterangi laser, perusahaan mengatakan pada Senin.

SDB II memiliki tiga mode pencari canggih, memungkinkan senjata untuk menggunakan pencitraan inframerah, radar gelombang milimeter dan bimbingan laser semi-aktif untuk menemukan target di medan perang, Raytheon dalam sebuah pernyataan.

Dalam mode koordinat serangan, SDB II memanfaatkan sistem GPS onboard untuk menyerang sasaran tetap dari posisi dekat dan dalam rentang diatas dari 40 mil.

SDB II menggunakan kemampuan laser semi-aktifnya untuk melacak dan menghilangkan target dalam modus laser.

Tes terbaru memverifikasi kesiapan sistem senjata, Raytheon mengatakan, dan program ini bergerak menuju tahap berikutnya yaitu kepercayaan pemerintah dan pengujian operasional.

Raytheon-GBU-53B-SDB-II-2S dalam pengembangan

Raytheon-GBU-53B-SDB-II-2S dalam pengembangan (www.ausairpower.net)

Raytheon dan Angkatan Udara terus memperbaiki kemampuan serangan normal dengan melakukan tes penerbangan terhadap target tetap dan bergerak dalam mode yang menggunakan pencitraan pelacakan infra merah dan gelombang milimeter serta target yang diklasifikasikan beroda ataupun perahu. Pengujian akan berlangsung pada musim panas ini.

SDB II dapat menghancurkan target lunak dan lapis baja dengan jejak peledak kecil.

Sumber: Spacedaily.com

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Raytheon dan Angkatan Udara AS Uji Sistem Bom Diameter Kecil SDB-II”

  1. Kok

  2. Canggih..

  3. nanti ada yg bilang tni hrs beli dn borooooong, hhi…hhi…hhi…

  4. GBU 53/B SDB II/2S itu artinya Guided Bomb Unit tipe 53 kelas B, Small Diameter Bomb adalah tipe terbaru dari keluarga “smart bomb” yang memiliki nomenklatur “Fire and Forget”.

    Kenapa diameter kecil dan ber daya ledak sedang?

    Bomb ini akan mencari sasaran yang sudah di locked hingga jauh seluar radius 40km. Atau kira kira sifatnya akan menjadi “peluru kendali”. Apalagi tipe II/2S ini sasarannya bukan hanya luas daerah atau sasaran diam. Tetapi justru sasaran BERGERAK (mobile).
    Juga ditujukan misalnya meledakkan kendaraan diantara keramaian dengan minimalisasi kerusakan bagi daerah sekeliling tetapi cukup untuk melenyapkan target utama.
    Prinsipnya seperti sniper yang menembak sasaran diatara keramaian.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)