Jun 082015
 

image

Jakarta – Sebagai negara kepulauan yang mempunyai strategis bagi jalur perdagangan laut masa silam, Indonesia memiliki potensi harta karun senilai 127,6 triliun. Sayangnya, pemerintah dinilai belum serius mengelola kekayaan ini.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat 464 lokasi kapal tenggelam di perairan nusantara. Lokasi terbanyak berada di wilayah Pelabuhan Ratu yang terletak di sebelah selatan Jawa Barat sebanyak 134 lokasi, serta Selat Malaka yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura sebanyak 37 lokasi.

“Dari masing-masing lokasi tersimpan harta karun sekitar US$ 27,5 juta,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam Indonesia (APPP-BMKTI), Harry Satrio, Senin 8 Juni 2015.

Harry menyatakan taksiran harga tersebut berasal dari hasil pelelangan atau penjualan harta karun yang dilakukan Kementerian Keuangan. Biasanya negara memperoleh duit sekitar US$ 15 juta – 40 juta. Duit penjualan dibagi rata kepada pemerintah dan perusahaan anggota asosiasi.

Sampai sekarang, tutur Harry, asosiasi telah menemukan sekitar 120 lokasi bangkai kapal yang terdapat harta karun. Dari jumlah itu, 70 titik dalam proses perizinan survey ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Salah satu contoh adalah pengangkatan harta karun kapal pedagang Cina yang karam pada abad ke-10 yang diangkat oleh PT Paradigma Putra Sejahtera, bekerjasama dengan perusahaan Belgia, Cozmic Under Water Research Ltd pada 2005. Dari hasil penjualan sebagian dari total 250 ribu benda temuan, negara mampu memperoleh potensi bagian sekitar US$ 80 juta.

Namun, penjualan sejak 2011 ini berjalan lambat lantaran tidak adanya pembeli. Akhirnya saat itu, pemerintah memutuskan hanya membagi benda temuan sama rata dengan perusahan. Sampai sekarang, pemerintah belum menjual harta karun tersebut. Harta disimpan di tempat penyimpanan BMKT di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Tempo.co

Artikel Terkait :

  22 Responses to “Rp 127 Triliun Mau Dipakai Apa ?”

  1. Lestarikan untuk anak cucu kita,..
    Jangan sampai menjadi “qorun” berikutnya…

  2. pertamak

  3. Hidup jokowi…. anda luar biasa

  4. Pemimpin yg bijak akan memanfa’atkn hartany demi kepentingngn rakyatny bukan untuk mengoleksi ataupun menyimpanny sendiri

  5. Knpa sllu melibatkan tenaga pakar dri luar???apa setelah 70thn merdeka anak bangsa masih blm bisa membuat peralatan khusus buat ngangkat harta karun dlm laut NKRI…

  6. The Indonesian Armed Forces is one of the most capable forces in South East Asia. With a population of more than a quarter of a billion individuals, the country’s military is among the largest in the world. It is also on the process of upgrading its inventory in order to keep pace with its neighbors (Vietnam, Thailand, Singapore, and Malaysia also have respectable forces). However, corruption amongst the military circles are seen to suck out 30% of the military funding; thus, hampering full advancement of its capabilities. In spite of that, Indonesia, fueled by its economic success, has a very capable armed forces equipped with modern materiel bought from the US, Germany, and Russia. Its army, for instance, has several Leopard 2s, considered to be one of the world’s most capable tanks, and it is on the process of acquiring more. The Indonesian air force has several Russian 4th generation Su-30 and Su-35, and the American F-16.

    Australia does not have the sheer size of its Indonesian counterpart. However, in technical aspects, Australia’s military is more advanced and more potent. This is because Australia’s economy is more stable, more developed, and more diversified than Indonesia’s; thus, it can afford to purchase the latest and most accurate military hardware the world has to offer. Currently, the Royal Air Force is equipped with American F-18 Hornets and Super Hornets, but it has struck a deal with the US government for the acquisition of 5th generation multi-role stealth strike fighter, the F-35. The Royal army also has tested American hardware, the venerable M1 Abrams.

    Essentially, a future conflict between the two countries would be naval and aerial. At present, Australia’s air and naval forces are much more equipped, thanks to its annual budget of 26 billion USD. Indonesia’s forces are unarguably growing and expanding, but existent corruption and bureaucratic problems hampers major growth and expansion efforts.
    http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.nationmaster.com/country-info/compare/Australia/Indonesia/Military&ei=tbLXf9jP&lc=id-ID&s=1&ts=1433770835&sig=AG8Ucumfq0DvLuOatRUCAfmcpSeXaXtcWw

    • Yang menarik adalah di bilang 30 persen dana militer Indonesia di korupsi…

      • Dapat data dari mana anggaran militer di korupsi 30%.. .. ternnyata dark knight mengakui kehebatan militer Indonesia.. mesti menyebarkan iso korupsi dan kebobrokan birokrasi… Proxy war ini ndan .. cirikas gerombolan si berat menimbulkan konflik internal dulu…

  7. Mangkenye tuh duit dari hasil ngejual beliin kapal yg canggih..buat ngangkat harta karun yg lainye, bawa ahli” dlm negeri ga usah pake tenaga yg laen,peralatan sewalah segala macem…gitu aje repot amat…!!! Gile lu ndro..117 t bisa beli kapal yg paling canggih kalee..

    ….NKRI HARGA MATI….

  8. Mungkin ini salah satu maksudnya RI beli kapal “RIGEL” class, …

  9. Tuhhh harta karun banyak di daerah ujung kulon.. Kpl pinis bkas jaman belanda. Biasa nya kpal brmuatan barang2 antik, timah balok.. Kwan2 jga sering dapet timah balok.. Dan saya sendiri slh satu penyelam daerah situ..

  10. Siapa yg bisa menjamin kalo urusan harta karun ini akan berlangsung jujur & bersih, …….. Disinilah orang2 serakah dan koruptor2 bermain ……….. !!!

  11. Mungkin ini salah satu point off budget ya.

  12. banyak benda2 peninggalan sejarah nusantara yang justru banyak ditemui di museum negara lain,sebagian dijarah oleh oknum gak bertanggung jawab,ditambah lagi kurangnya nasionalisme bangsa ini terhadap cagar budaya nusantara. museum sepi pengunjung,banyak cagar budaya seperti candi yang terbengkalai, biaya perawatan minim,sdm di bidang arkeolog juga kurang,kota tua yang jadi saksi bisu sejarah malah kebanyakan buat mangkal PSK ( aw..aw ) ^_^

  13. Namun, penjualan sejak 2011 ini berjalan lambat lantaran tidak adanya pembeli. Akhirnya saat itu, pemerintah memutuskan hanya membagi benda temuan sama rata dengan perusahan. Sampai sekarang, pemerintah belum menjual harta karun tersebut. Harta disimpan di tempat penyimpanan BMKT di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

    Trus ngapain diangkat?

  14. Angkat sendiri sj tu harta karun. Saat pelelangan baru panggil buyers luar negeri.
    Ternyata RI itu kaya raya. Dan jika kekayaan itu digunakn scr maksimal, mk utk membangun negeri ini kita tdk perlu banyak hutang lg.
    Tinggal kita fokus pd masalah korupsi. Dan utk masalah ini seharusnya segera ditangani agar tdk menghambat pembangunan yg sdg kita gencarkan. Dan solusi paling tepat adalah memberlakukan hukuman mati bg koruptor.
    Ayo Indonesia! Masa kita ga bs menghukum mati koruptor. Cina aja bisa.

  15. “The Indonesian air force has several Russian 4th generation Su-30 and Su-35, and the American F-16″…ah yang bener..

  16. ga bisa di pungkiri kebanyakan orang indonesia,klo di sodorin uang segepok,matanya jadi ijo.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)