Feb 282017
 

Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan senjata Long Range Precision Fires (LRPF) untuk mendukung misi Angkatan Darat dan Marinir untuk menghancurkan bunker lawan, landasan helikopter, barak pasukan, dan target dengan lokasi tetap, menurut laporan Scout Warrior.


Rudal (Peluru Kendali) Long Range Precision Fires (LRPF) ditembakkan melalui peluncur bergerak (mobile launcher). (© Raytheon)

Angkatan Bersenjata berencana untuk menyediakan artileri tersebut pada tahun 2027, dan senjata tersebut akan meningkatkan jangkauan hingga tiga kali lipat dari persenjataan yang ada saat ini menjadi 300 mil (lebih dari 480 kilometer), menurut pejabat militer kepada Scout Warrior.

Selain untuk melengkapi infanteri dan unit dukungan udara-ke-permukaan dengan kemampuan “serangan, menetralisir, menekan, dan menghancurkan” lawan, LRPF juga memberikan unit artileri medan dengan kemampuan serangan jarak jauh di sepanjang jalur operasi militer, kata juru bicara “US Army”, Dan O’Boyle.

Angkatan Bersenjata AS telah menunjuk para kontraktor pertahanan terbesar AS, yaitu Raytheon dan Lockheed Martin, untuk membantu dalam pengembangan senjata tersebut.

Pada bulan Agustus, Raytheon telah penerima kontrak “mitigasi risiko”senilai US $ 5,7 juta untuk merancang sistem dasar LRPF, menurut siaran pers Raytheon.

“Pembuat rudal terbesar di dunia” mengatakan bahwa senjata baru tersebut akan “memungkinkan Angkatan Darat untuk melipatgandakan daya tembak rudal jarak jauh dari peluncur bergerak (mobile)”.

Kontrak tersebut menetapkan waktu sembilan bulan, selanjutnya Angkatan Darat akan meminta proposal untuk pengembangan lebih lanjut, menurut Raytheon.

Menurut Defense News, “Rusia dan China juga telah berinvestasi dalam pengembangan roket jarak jauh dan rudal permukaan-ke-permukaan dengan jangkauan yang lebih jauh serta daya hancur lebih besar dari artileri yang dimiliki oleh Amerika Serikat saat ini”.

“Dalam situasi di mana dukungan udara tidak dapat digunakan, misalnya karena adanya penetapan Anti-Access/Area Denial menggunakan sistem rudal, maka rudal LRFP merupakan satu-satunya dukungan serangan yang mungkin dilakukan oleh Angkatan Bersenjata”, kata Letjend HR McMaster kepada Kongres pada tahun 2016 lalu.

“Meskipun sistem elektronik dan dukungan udara tersedia, kadang-kadang kondisi tempur dapat memaksa kita untuk meminta bantuan serangan tersebut”, McMaster menambahkan.

“Senjata LRPF akan menggantikan kemampuan ATACMS, yang juga dipengaruhi oleh usia stok ATACMS dan kebijakan amunisi cluster yang memaksa menghapus persediaan ATACMS M39 dan M39 A1 dari gudang setelah tahun 2018”, menurut keterangan US Army.

Angkatan Bersenjata AS saat ini tidak berencana untuk menjual sistem rudal terbaru ini ke pengguna asing.

Sputnik News, Defense News, Scout Warrior

Artikel Terkait :

  21 Responses to “Rudal Darat Terbaru “US Army” Punya Jangkauan 300 Mil”

  1. RHAN juga bakalan bisa koq 😀

  2. Test

  3. RX 750 sdh berganti blm y bung….jadi Rhan750?

  4. kalo yg bikin amerika kok gak ada yang bilang borong ??????

  5. Memangnya Russia tdk pernah melakukan embargo?

    • rusia mengembargo karena rusia merasa di khianati atau di kadalin mas bro.kayak indonesia jaman dulu.

    • Dulu kita bkn di embargo rusia bro,di.saat eyang soeharto berkuasa semua senjata buatan rusia dia grounded bro,eyang soeharto berubah haluan ke mamarika

      • digrounded lantaran suku cadangnya di embargo

        • Kalo di grounded kenapa marinir kita masih pake tank PT-76,trus pake PSU buatan rusia…Tank PT-76 beserta PSUnya adalah senjatapeninggalanzaman sukarno,bahkan PT-76 sampe sekarang masih aktif dipake,kl bung gk percaya bung samperin markas marinir di surabaya..zaman eyang suharto kiblat senjatanya ke barat ke amerika bung,akan tetapi untuk tank marinir suharto tetap mempertahankan buatan rusia

          • Apapun cerita nya…rusia shbt sejati indonesia…..rusia embargo indonesia krn salah kita sendiri…produk rusia kita kasih ke mamarika utk di pretelin,dsn mncari klmahan nya….KRI irian barat mau di jual kiloan…di ambil balik lh…mgkin tanpa bantuan alutsista rusia ntah bgaimana nasib kita skrg…sampai2 indonesia di kasih pesawat pembom TU 16 dan hnya indonesia yg pnya satu2 nya pmbom di asia…sampe kita merengek meminta kpd om beruang merah…hihihi…maaf klau salah bung…salam damai…cm prediksi aza…

          • anda bilang grounded yg notabene istilah bagi peswat2 yg tidak layak terbang karena alasan tertentu.
            kita mampu menerbangkan pesawat2 soviet beberapa tahun stelah embargo lantaran kanibalisasi suku cadang.

            kalo tank dan ranpur soviet banyak eks negara satelit soviet yg punya industri upgrade alutsista sisa soviet
            bahkan israel pun punya karna punya stock rampasan perang yom kippur dan perang enam hari.

          • lagipula pt-76 mau diganti tahun 80an namun sayang pengadaannya terlalu ganjil yg berakibat munculnya amx-10 yg cuma bisa defile alias parade

          • @anu. Wajarlah, kalo udah terlanjur cinta, kerasa gimana gitu… 😀

            @succy. Gk ada tuh istilah teman sejati antara RI dan negara2 lain, yg ada itu cuman untung dan rugi, Tanpa keuntungan, mereka gk bakalan mau ngedeketin negara kita

          • Kwkwkw……ya setidak nya rusia tak sebelut nya mamarika….hihihihi….1:10 …

          • Rusia masih ada untung timbal balik nya…..mamasiska mau nya untung melulu….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)