Jan 262017
 

MOSCOW – Sebuah sistem rudal anti-pesawat generasi kelima berdasarkan pada sistem Buk, yaitu rudal pertahanan udara jarak menengah yang kompleks dapat dikembangkan dalam waktu 7-10 tahun, kata Direktur Institute R&D Tikhomirov, Yuri Bely kepada TASS Defense.

(Foto: Yuri Belinskiy/TASS)

Institute R&D Tikhomirov merupakan bagian dari Group Almaz-Antey Rusia, produsen sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-300 dan S-400.

“Pengalaman dalam mengembangkan sistem hi-tech yang kompleks menunjukkan bahwa penciptaan sistem rudal anti-pesawat jarak menengah generasi kelima mungkin membutuhkan 7 hingga 10 tahun di tengah situasi yang kondusif”, katanya.

“Sebuah keputusan mendasar telah diambil untuk melanjutkan pekerjaan dari rudal anti pesawat yang kompleks, Buk, tanpa menunggu penugasan teknis resmi dari Departemen Pertahanan Rusia”, kata Bely. “Almaz-Antey telah melanjutkan pekerjaan yang relevan dengan dana sendiri”, tambahnya lagi.

“Sistem baru diharapkan untuk menggabungkan perbaikan lebih lanjut dalam kemampuan anti jamming, kemampuan bertahan, bertempur otomatis dan integrasi pada robot. Rudal tersebut juga memiliki jangkauan deteksi dan jarak menghancurkan yang luas serta integrasi lebih dekat ke dalam sistem pertahanan udara terpadu, dengan kata lain, memiliki dukungan yang lebih luas dari pada sistem kendali jaringan-pusat”, katanya.

JakartaGreater

  8 Responses to “Rusia Akan Kembangkan Sistem Rudal Anti Pesawat Generasi Kelima”

  1. pertamini

  2. Kirain yg depan itu monas teryata oh ternyata cuma ngarep, heheheh…selamat pagi, seruput dlm perjalanan…

  3. nyimak n berharap kita bisa memilikinya . . .

  4. indonesia darurat SAM menengah..

  5. kalo dana r&d melimpah kerja memang asik kok, gak nunggu di suruh atau barang belum laku kwkwkwkw

  6. Borong 10 batere jenderal kah kah kah

  7. Bangganya Indonesia memiliki sistim rudal ini apalagi telah mampu membuatnya dengan teknologi terkini menandingi buatan negara2 yg telah maju Industri Pertahanannya! Ngarep.com

 Leave a Reply