Sep 122016
 

Bom baru, yang dijuluki Bor (Drill) hampir tak kelihatan ke radar dan memiliki jangkauan lebih dari 30 kilometer.

“Tidak memiliki mesin. Ketika turun, itu memperoleh target dan memperbesar dengan bantuan dari sistem penentuan posisi global (GPS) GLONASS. Klaster akan membuka pada ketinggian 250 meter. Saya berharap bahwa bom itu akan lulus semua pengujian sebelum tahun ini berakhir”, kata Vladimir Porhachev.

Bom meluncur dengan panjang 3 meter, memiliki lebar hampir setengah meter dan berat 540 kilogram. Ketinggian menjatuhkan antara 100 meter hingga 14 kilometer. Bom ini dilengkapi dengan pencari panas dan elemen berbasis radar serta kebal terhadap penanggulangan (countermeasures) radio-elektronik.

Meskipun jarak efektif bom meluncur itu hanya 30 kilometer lebih (empat kali lebih kecil bom meluncur Amerika GBU-39 yang mamiliki jarak 110 km), namun perbandingan bahan peledak per massa jauh lebih baik.

Bom meluncur “Bor”, dikembangkan terutama untuk pesawat tempur generasi baru T-50 PAK FA, adalah bom siluman, yang berarti bahwa bom itu tidak akan terdeteksi oleh anti-rudal berpemandu inframerah, meskipun akan kurang samar di radar.

Dan pada akhirnya, bom itu dikemas dengan 15 klaster sub-munisi penargetan secara individual, masing-masing memiliki berat sekitar 20 kilogram, yang berarti bahwa itu tidak berada di bawah ketentuan konvensi internasional yang melarang penggunaan bom curah/klaster.

Sub munisi Rusia memiliki cara yang cerdas karena mereka dapat menemukan dan menghancurkan target yang tidak menghasilkan emisi inframerah. Selain itu, saat turun di medan perang bom meluncur memiliki sistem identifikasi teman-atau-musuh dan hanya menghantam tank musuh tanpa merugikan tank pasukan sendiri.

Selain itu, sub-munisi Rusia yang jauh lebih merusak daripada versi AGM-154 Amerika, karena hanya dengan satu cluster mampu menghancurkan hingga 10 (sepuluh) tank.

Serangan klaster bom meluncur ini juga dapat membawa elemen penghancur bunker BETA-M, yang semuanya membuat bom meluncur ini sebagai senjata yang benar-benar unik.

Sumber: Sputnik News

Bagikan Artikel:

  29 Responses to “Rusia Bangun Bom Meluncur, Tak Terlihat Secara Virtual Oleh Radar”

  1. semakin berkembang dan siap di uji coba melawan sisa2 ISIS

  2. tehnologi pembunuh. di akherat musti bertanggung jawab

  3. Ga akan di borong…membahayakan..mending borong janda…xixixi

  4. ayo putra putri bangsa indonesia buatlah rudal dn roket canggih utk mmbentengi bangsa dn ngr tercinta ini aku percaya kalian tidak akan kalah dari bangsa luar, krn darah kalian keturunan bangsa pejuang yg tak mengenal kata kalah dn menyerah hanya kematianlah yg bisa mengalahkn kalian.

  5. Tanpa mesin.. seriuuss??

    Kyk ketapel kali nihh..

  6. Boroong…. Wkwkwk…

  7. Beli yang banyaak…!!! 2000 unit..

  8. Tadinya mau bilang borooong… Tp gak jadi ah..

  9. Ra nduwe duit Ra iso tuku

  10. Komennya kok cuma borong atawa beli doang? Mana yg komen secara teknis kehandalan bom ini, cara mengembangkan anti dotnya, kemungkinan dampak pulitis bom ini jika Indonesia memiliki banyak atau komen lainnya?

    Ini kategori bom pasif yg tdk terlalu banyak memiliki fitur elektronik lain sebagaimana rudal yg memiliki sistem elektronik untuk memandu ke arah sasaran serta untuk mengendalikan diri secara otomatis mengikuti program yg sdh distel tukang tembak. Rudal rentan terhadap gangguan countermeasurers pihak lawan yg mampu membutakan sistem elektronik rudal. Sementara bom pasif mampu melenggang menuju sasaran setelah dijatuhkan dari pesawat pembom dg tenang. Tentu fungsi siluman dari bom pasif buatan Rusia ini, yg mendapat julukan bor (dril) mampu menambah daya gempur bom seperti ini, namun dg catatan musuh yg dihadapi adalah yg memiliki kemampuan pertahanan udara, dan sistem pertahanan udara musuh tdk mampu mendeteksi bom siluman milik Rusia ini. Baru bom siluman memiliki makna sesungguhnya sebagai “siluman garang membawa kiriman bom”, berbeda bila yg dihadapi semacam “gerilyawan Taliban atau lainnya” yg tdk terlalu perduli dg pertahanan udara, karena memang tdk memungkinan memiliki, maka mbok mereka mau di bom dg yg siluman maupun yg telanjang, bagi mereka sami mawon alias sama saja, sama-sama hanya membuat petaka doang…

  11. mirip jsalm?jsdam punya usa ya tapi ga di pakai di f22

  12. to bro @Tukang ngibul phd

    artikel diatas menjelaskan jenis bom glider. bahasa ajo kampuangnya bom “meluncur ” tp yg ini sdh diajari om ruskie goyang ngebor ala inul. hehehe..

  13. pertamaks

  14. mana yg lebih penting .. punya SAM, penembak2 anti material, penembak2 atgm, tank berat, pembom dengan glider…jawabnya seharusnya penting semua karena saling melengkapi dan menguatkan ….jadi seharusnya harus punya semuanya….

  15. Borong…Emng gue pikirin..Rusian emng srrooong..

  16. opo meneh iki

  17. opo meneh iki?

  18. Wah TNI perlu beli ini bom, buat persiapan kudeta pemerintahan jokowi jk, cocok utk membombardir kantong2 massa PDI

 Leave a Reply