Feb 162017
 

BANGALORE – Rusia berencana untuk ambil bagian dalam tender pengadaan 400 unit jet tempur untuk Angkatan Udara India, menurut Vladimir Drozhzhov, Wakil Direktur FSMTC Rusia.

“Kami pasti akan berpartisipasi dalam tender pengadaan tersebut dengan proposal Mikoyan dan Sukhoi”, kata Drozhzhov pada pameran Aero India 2017 di Bangalore, Rabu, 15 Februari.

Angkatan Udara India saat ini memiliki pesawat tempur MiG-29 Rusia dengan versi modifikasi yang berbeda dan mereka juga berencana untuk membuka pusat layanan pemeliharaan pesawat tersebut di dalam negeri.

Pada tahun 2007, Rusia dan India telah menandatangani perjanjian desain bersama Fifth Generation Fighting Aircraft (FGFA).

Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 India

Drozhzhov mencatat bahwa pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia ke India tidak diharapkan tahun ini.

“Kami akan menandatangani kontrak S-400 dan tak lama setelah itu akan ada jawaban kapan kami dapat menyediakan sistem itu. Menurut saya tidak mungkin berlangsung pada tahun 2017”, kata Drozhzhov.

Kesepakatan antar pemerintah pada pengiriman sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf ke India telah ditandatangani pada bulan Oktober 2016.

China menjadi pembeli asing pertama sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia. Kedua belah pihak mengumumkan tentang penandatanganan kontrak tersebut pada musim semi 2015. Menurut laporan media, kesepakatan pembelian S-400 Triumf itu bernilai sekitar US $ 3 milyar.

TASS

Artikel Terkait :

  34 Responses to “Rusia Ikut Tender Pengadaan 400 Jet Tempur India”

  1. Indonesia bentar lagi juga buat tender untuk pengadaan 16.0 pespur pengganti F-5 πŸ˜€

    • Lihat aja tuh, 400 unit pespur.

      Itulah sebabnya banyak perusahaan berlomba-lomba ke India, bahkan sampai menawarkan ToT dan bangun pabrik disana, bukan cuma bangun, malah pindahin pabrik dari kampung halamannya ke India… πŸ˜€

      Nah kita, cuma mau beli belasan pespur mintanya macem-macem πŸ˜€ undang-undang sih udah bener, kudu ada ToT, tapi di level pelaksana kebijakan ternyata gak pinter. Gak perlu beralasan karena terbatas anggaran.

      Kan tinggal atur strategi aja, seluruh anggaran tahun ini buat beli alutsista selain pespur, nah utk anggaran tahun depan seluruhnya buat beli pespur.

      Dengan demikian saya yakin pespur + teknologi bakal diperoleh lebih cepat.

      • Saran orang awam, semakin banyak beli semakin ekonomis. Jaman sudah berubah sudah bukan jamannya orde baru lagi, berfikirnya seharusnya adalah negara dapat apa, jangan dibalik aku dapat apa. Kalau mau pasti bisa, kita harus konsentrasi kearah sana, lagi pula bayarnya kan juga diangsur tidak sekalian.

      • Kalau Negara lain beli pesawat ga pakai mikir bahan bakarnya boros apa engga ya….??? main borong saja. mantap.

        coba kalau di kita…..baru mau beli pesawat 8 biji saja lamanya mikir ga ketulungan…….!!!

        nyinyir.com.

        • Negara lain juga mikir koq bung, tp mereka berani ambil tindakan karena mereka tau apa yg mereka lakukan.. mereka sudah punya rencana bukan cuma 1 tapi ada beberapa strategi utk memenuhi kebutuhan operasinya bung

    • BUNG DIEGO….TOLONG TULISAN “INDIA” NYA DIGANTI DENGAN “INDONESIA” BIAR DENGERNYA ENAK JUDULNYA ..

    • duduk manis saja bung dan lihat, pembelian tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan (dana). tni punya 3 matra yg harus di belikan kebutuhan sistanya masing2. kendala dana memang jadi masalah terbesar, maka dari itu dicanangkan kemandirian sista. untuk melakukan riset dll itu dianggap terlalu lama dan beresiko apabila terjadi kegagalan, maka daru itu TeOTe menjadi hal yg wajib ketika kita beli alutsista dari luar, mungkin akan banyak cemooh bagaimana mungkin beli ketengan kok mau dapat ini itu… waiitt kita bukan anak kemarin sore yg baru belajar loby, , jangan lupa pula bahwa proses still go on… belum ada bidikan yg meleset lo terkait kurang dana dan beratnya tot.. πŸ™‚ banyak hal yg tidak kita ketahui tentang bagaimana mereka bekrja, tentang bagaimana cara menang banyak πŸ™‚ do’akan saja daripada harus buang energi untuk menghujat sesuatu yg tidak kita mengerti dan diluar kapasitas kita πŸ˜€

  2. Hebaat India….sikap militan pikiran mereka begitu tinggi dan kompak…sayang warjag kami selalu pusing dan mual…dengan keadaan pola dan fikiran kebutuhan yang gahar…dikampung ini.

  3. Konon katanya banyak dana APBN di korupsi, cobak misalnya koruptor Indonesia puasa tidak korupsi setahun saja, hasilnya belikan yg kayak gini , asik !… ngimpi

  4. Duit semua buat infrastruktur buat apa buang2 uang beli senjata kata sopo yo.. Khkh kh

    • situ OLEH PIRO MAS……???

    • beli senjata itu bukan buang2 uang…
      dan membangun infrastruktur itu juga infrastruktur pertahanan..
      pos lintas batas, lanud, lanal, perumahan TNI..

      pembangunan infrastruktur berguna sebagai pondasi ketahanan negara..
      gak asik juga kan 11 hari 1 regu prajurit terendam di rawa untuk ngecek 1 patok perbatasan.

  5. aku oleh 16 persen kemarin.

    jadi gagal nih.

  6. sy setuju dengan bung Lingkar.. dan sy pun sebetulnya punya pendapat seperti itu dari dulu.. tp rasanya percuma saja kalau pendapat2 kita hanya berhenti sampai disini…
    MEF kan ada 3 tuh..
    pendapat sy,
    MEF 1 khusus buat TNI AD
    MEF 2 khusus buat TNI AU
    MEF 3 khusus buat TNI AL

    tp ya sudahlah.. sy yakin petinggi2 kita tau apa yg terbaik buat TNI…
    maaf.. ini hanya pendapat sy sebagai orang awam yg ingin melihat TNI berjaya ditanah air.. disegani dan ditakuti dipelosok negri… salam.. πŸ™‚

    • Klo strategi pemenuhan alutsista 3 matra seperti itu, tinggal atur aja bung

      misal anggaran
      thn 1 buat AD
      thn 2 buat AL
      thn 3 buat AU
      thn 4 buat AD, AL, AU
      thn berikutnya balik seperti 1, 2, 3, 4 spti diatas

      tp yg menurut saya kenapa TNI tidak berani spti itu karena khawatir dgn suasana politik kita, apalagi dgn pergantian RI 1 maka takut kebijakan berubah…

      meski pemenuhan MEF sudah diatur undang-undang, tp semua tergantung peta politik, peraturan dan UU bisa mereka rubah…

      tp ntahlah… jadi kajol begini semua… alias kagak jolas

      • karena asas keadilan bung!
        gak asik kan punya 4 anak..
        anak pertama dikasi jatah uang 4 anak dibulan pertama
        anak kedua dikasi jatah uang 4 anak dibulan kedua dst…

        program jajan anak ke 4 jadi terhambat.. ha ha ha
        asas keadilan harus dijalankan dalam keterbatasan..
        yg harus dipikirkan adalah memperlebar batasan… dengan apa? dengan investasi dan konsumsi positif… berupa apa? belanja barang modal, infrastruktur, kemandirian bertahap..
        caranya gimana? kerja kerja kerja.!!!!. ingat bayar pajak. xixixi

  7. Meskipun gk punya bnyk pespur, meskipun gk pusa long SAM, Tapi saya tetep bersyukur kita masih bisa hidup tenang, dan Rakyat tdk perlu tau apa yg telah dilakukan TNI untuk rakyat, rakyat hanya cukup menikmati hasil dari perjuangan TNI, yaitu kedamaian…

    • pas bung,, selama ini kita terlalu banyak fokus pada kekurangan..
      dan lupa melihat kelebihan kita..
      kedamaian, tidak dalam status perang dengan negara manapun,, adalah sebuah investasi kondisi.
      ini hasil pengabdian TNI dan kebijakan pemerintah yg tidak agresif dalam geopolitik.
      mari kawan, kita bersyukur bersama!!!!!! ha ha ha
      dan tetap tak lupa waspada… xixixixi

      • nah dengan kondisi tenang seperti ini semestinya kemandirian teknologi dan alutsista lebih cepat tercapai bung…

        kan lumayan besar untungnya klo di ekspor, apalagi dgn suasana damai kita perlu beli dan bisa lebih fokus mengekspornya πŸ˜€ hehehe

        • bukannya kondisi tenang malah impoten kemandirian alutsista yah tuh pemerintahan 32 tahun prnah cuma minimalis mandiri alutsista padahal udah punya pengalaman perang asimetris.
          utk maju bangsa butuh tantangan dan kewaspadaan ancaman.

          utk itu mari bersama2 kita tantang FPDA, India dan China wkwkwkw

          • 32 tahun itu kita tak impoten alutsista…
            tapi kemandirian memang kurang…
            demokrasi saja belum sepenuhnya jalan…
            ketimpangan jawa dan pulau pulau terlalu jauh,, ingat kan? atau saya yg ketuaan xixixixi thn 93 informasi tv swasta baru sampai diluar jawa..
            sebagai catatan,, 32 tahun itu Indonesia begitu ditakuti dikawasan… diplomasi cerutu saja cukup membuat malay dan singapura bertekuk lutut.

            untuk maju, butuh solusi dari tangtangan dan ketenangan. kalo cari masalah jangan,,, bangsa ini belum siap melawan FPDA, India ataupun china.

            cari yg sepadan saja, brazil,, tapi bung anu saja yg maju saya gak bisa renang,, xixixi

          • sangat kurang bung kita seharusnya mengembangkan kendaraan lapis baja berdasarkan pengalamn dgn gpk timtim seusai operasi seroja namun disayangkan pengalaman2 tersebut gak dimanfaatkan utk dijadikan bahan pengembangan ranpur sehingga kita kalang kabut waktu operasi gam di aceh.

            kalo nyari masalah tuh cuma joke namun kewaspadaan tinggi ttg ancaman geopolitik dari bangsa lain di sekeliling kita dgn belajar dari pengalaman masa lalu adalah suatu keharusan.

            Dikelilingi FPDA,
            china dgn kebijakan jalur perdagangan sutra laut baru parahnya lagi dengan migrasi warganya ke negara2 lain yg bisa di jadikan angkatan kelima,
            india dgn kebijakan asia timur yg menganggap samudra hindia adalah dibawah amandemennya

            sepertinya cukup utk menanamkan kewaspadaan tinggi asal mau di sosialisasikan

  8. Sekarang ini prioritas kita masing2 adalah kuota internet dan wifi gratis/numpang…lanjut pemenuhan dapur masing2…lanjut ke tempat tidur…lanjutkan mimpi indah mu…

  9. Wah Tuan Takur Indihe banyak amat yak duitne bisa beli 400 pespur….acha,acha nehi…muehehehe

  10. Fantastic India……, Adem sekali tuh jika yang pesen Indonesia…..

  11. Klu R&D sendiri kelamaan untuk berhasi, ya gabung aja R&D dengan negara yg telah maju teknologinya dengan cara saling menguntungkan, penyerapan dan penguasaan teknologi bisa lebih cepat! Cara seperti ini telah dilakukan cuma masih kurang intensitas dan kuantitasnya! Semoga NKRI bs mengejar segala ketertinggalan walau dengan dana yg seadanya!

  12. Menurut saya yg dilakukan perencana MEF sekarang tidak salah juga..Buat kandangny2 dulu,kuatkan penjaga kandangnya…Habis itu isi kandang2nya..Utk jaga kandang2nya barang berharga juga tidak murah lho..Harus kuat dan berlapis,aset berharga..Lihat saja. Kandang2 baru bermunculan,penjaga berlapis kandang harus kuat juga dong,contoh pangkalan udara,paskhas gak bisa bergerak sendiri dalam menjaga keamanan aset,(pespur)harus didukung dan bersinergi dengan AD+POLRI,selaku pelaku perang darat,demikian juga pangkalan laut,penambahan dan penguatan AD harus berimbang dengan naeknya aset yg dimiliki TNI,sebagai back up kekuatan penjagaan didarat..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)