Oct 012016
 

Rusia kini tengah mengembangkan sebuah kapal induk pengangkut pesawat terbaru untuk Angkatan Lautnya. Dalam penyampaian Panglima Armada Utara Rusia Laksamana Vladimir Korolyov, kapal induk ini bernilai lebih dari 5,6 milyar dolar AS atau sekitar 72 trilyun rupiah. Menurutnya, kapal induk ini belum memiliki tandingan yang setimpal di dunia, seperti dikutip TASS, Senin (26/09/2016).

Korolyov mengatakan, kapal dengan kode ‘Project 23000E Storm’ ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian Negara Krylov di Sankt Peterburg. Kapal induk ini nantinya akan membantu Angkatan Laut Rusia untuk beroperasi dengan lebih efektif. Namun, ia menolak memaparkan lebih lanjut keterangan mengenai proyek yang menelan biaya milyaran dolar AS ini.

“Mengingat bahwa pasukan Armada Utara mengemban berbagai misi besar sejauh zona samudra, kehadiran kapal ini akan membantu kami melaksanakan tugas-tugas tersebut secara lebih efektif di masa depan,” ujar Korolyov.

Hingga kini, kapal induk Rusia Laksamana Kuznetsov menjadi andalan utama dalam latihan militer yang melibatkan peluncuran pesawat dari kapal.

“Namun, kita menyadari kebutuhan kompleks pengangkut pesawat skala penuh di armada Rusia, yang lebih unggul dari saingannya di dunia dari segi karakteristik. Hal ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan ancaman baru yang terus bermunculan. Jika kita bicara mengenai jenis kapal induk yang dibutuhkan armada, kita harus melihat kebutuhan untuk esok hari, bukan hari ini,” jelas Korolyov.

Kepala Biro Desain Nevskoye Sergei Vlasov menyebutkan, bahwa pengembangan kapal induk ini memakan biaya sekitar 1,8 milyar dolar AS atau sekitar 23 trilyun rupiah hingga 5,63 milyar dolar atau sekitar 72 trilyun rupiah. Ia pun menyebutkan, pengembangan kapal induk tersebut akan memakan waktu sekitar sepuluh tahun.

Biro Desain Nevskoye merupakan satu-satunya desainer kapal induk Rusia yang sedang melakukan persiapan untuk proyek pengembangan ini. Pesawat pengangkut pun telah dimasukan dalam program pembuatan kapal hingga 2050

 

Sumber: Angkasa.co.id

Vegassus © JakartaGreater.com

Artikel Terkait :

  21 Responses to “Rusia Kembangkan Kapal Induk Terbaru”

  1. Indonesia cukup pulau dijadikan kapal induk… perbanyak KCR utk serang lebah…

  2. pake ini carin ceburin ke laut

  3. indon bikin kapal dayung aja kah kah kah kah

  4. NKRi juga mudah mudahan bakal bikin 5 kpl induk seharga 500 triliun rupiah..dgn panjang 500 meter muat 100 pswt ifx versi angkatan laut dan muat 6000 orang kru…dibuat mulai taun 2025 dan selesai taun 2033..biayanya Dr APBN,anggaran militer dan uang patungan rakyat nkri…Amin in saja dah

    • Dalam tempo 10 tahun PT PAL belum tentu sanggup untuk membangun kapal sekelas kapal induk.
      Karena PT PAL belum ToT dengan pihak negara manapun mengenai kapal induk.
      Untuk 10 tahun ke depan lebih baik PT PAL fokus hingga ke kelas LPD ataupun dan jika di mungkinkan hingga Destroyer Class.
      Dimana-mana jika ingin aman kita harus menaiki anak tangga dengan 1 per 1…
      Setelah semuanya terkuasai barulah PT PAL merancang kapal yang akan di jaga oleh PKR Sigma kita…

    • komeeen opooooooo….halaaah

    • komeeen opooooooo….halaaah

  5. Pt pal pasti bisa bikin kapal induk.dulu aja bisa bikin kapal star 50.. apalagi skrg bikin apa saja bisa..asal pemerintah mendukung dan tni pesan..

  6. bikin kapal induk kok di samakan bikin kapal tanker..hadehhh.beda jauh bro..bikin kapal LPD saja harus belajar dulu ke Korea..kapal Induk ya puluhan kali l3bi sulit dari pada kapal tanker star 50

  7. Negara sekelas Rusia membuat 1 kapal induk membutuhkan waktu 10 tahun dengan biaya -+ 72 triliun.
    Jadi kepikiran, kira-kira dari hasil TAX AMNESTY Indonesia dari 1 negara(Singapura) berapa ya hasilnya?
    Lalu jika di kalikan 10 tahun terus di tambah cukai rokok selama 10 tahun serta hasil pajak lainnya, kira-kira TNI AL Indonesia bisa memiliki kapal induk yang seperti ini tidak ya?
    hhmmm…
    Minimalnya sekelas di bawah yang bung vegassus update sekarang.

    I wiish come true…

    • Harga 72 triliun itu untuk negara Rusia, jika Indonesia membelinya dipastikan lebih dari 72 triliun dan kemungkinannya sangat kecil jika hanya membeli 1 kapal induk untuk meminta ToTnya.
      Jadi makin jauh saja keinginan saya ini. 🙂
      Tapi jika di pikir kembali, negara Indonesia bukanlah negara agresor seperti mereka (yang mempunyai kapal induk)
      Jadi lebih baik uangnya di manfaatkan untuk pertahanan keamanan dalam negri.
      Lebih baik uangnya untuk beli S500 yang di instalkan di PKR Sigma kita… 🙂

  8. Malon tidak bisa buat kapal tempur dan ngak ada yg bisa di banggakan dari malon… Dasar negara penjilat inggris australia… Haahahahahahahha

  9. indonesia lebih butuh ribuan rudal jarak jauh untuk di tempatkan disetiap pulau lebih efaktif dan murah, kapal induk hanya untuk nagara aresor yg punya banyak anggaran militer… ayo kuasai teknologi rudal biar bisa mandiri…

    • @ betul mas satria, dr dahulu mestinya riset peluruh berpandu seharusnya kita kuasai kita utamakan, jika sekarang perang apakah hanya pegang bambu runcing terus bilang serbu!! ya mati hangus kita

      • Indonesia sudah melakukan riset untuk roket dan rudal.
        Dalam hal riset ini, pemerintah telah menunjuk LAPAN dan PT PINDAD.
        Diantara hasil riset mereka adalah RX Seriess dan lainnya.
        Mengenai jangkauan / range sudah termasuk katagori jarak jauh, hanya saja dalam sistem berpandu (roket / rudal dengan pemandu) kita masih harus menimba ilmu yang mungkin di antaranya dengan ToT.

    • Saya sependapat dengan anda.
      Mengenai sistem pertahanan udara, sebaiknya Indonesia lebih mengedepankan rudal pertahanan udara jarak jauh.
      Karena menurut hemat saya, dengan mengupdate pertahanan udara kita dengan sistem rudal jarak jauh akan lebih hemat biaya, lebih aman, lebih mumpuni dan sebagainya.
      Semoga saja negara kita dapat merealisasikannya.

  10. bung wangsa@…kemungkin beli kapal induk cuma 1 memang gk dapat tot, tpi gimana klu beli kapal induk 1 tpi minta full tot kapal jenis destro. kira kira di kasi gk..í ½í¸?í ½í¸?í ½í¸?í ½í¸?

  11. @paty : Menurut pemikiran saya pribadi jika Indonesia memaksakan membeli kapal induk sebagai sarat untuk ToT kapal Destroyer sangatlah rugi.
    Hal ini berdasarkan pertimbangan harga kapal induknya itu sendiri, lalu kita tidak mempunyai pilot dan pesawat untuk kapal induk, serta anggaran untuk membuat Destroyer kemungkinan besar sudah habis untuk memaksakan membeli kapal induk tersebut.
    Alangkah lebih bauk jika arah pengembangan kapal perang kita di imbangi juga dengan pengembangan sistem radar, avionik dan rudal yang lebih uptodate.
    Karena sangatlah kecil kemungkinan untuk kapal perang untuk combat head to head dalamjarak dekat seperti halnya pesawat (dog fight)
    Kemungkinan yang lebih besar untuk di laut adalah, “first look first shoot”

  12. Indonesia akan borong kapal induk ini 5 biji…sumber dana dimas kanjeng taat pribadi..???

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)