Jan 172017
 

Sebuah torpedo Shkval diluncurkan melalui kapal selam. (Foto: Army Recognition)

Biro Desain Elektropribor di Saratov sedang mengembangkan sebuah torpedo berkecepatan tinggi yang dijuluki Khishchnik (raptor) dan dirancang untuk menggantikan torpedo Shkval, tulis Vladimir Tuchkov dalam sebuah artikel yang dimuat di situs berita online Svobodnaya Pressa.

Sebagaimana diberitakan oleh Army Recognition pada hari Senin (16/01/2017), blog Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) telah melaporkan bahwa Elektropribor akan segera menyelesaikan pengembangan torpedo canggih berkecepatan tinggi. Senjata ini dirancang untuk menggantikan Shkval yang terkenal karena mampu menembus kecepatan hingga 200 knot di bawah air.

CAST mempelajari itu ketika Elektropribor ditetapkan untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Pembuat Pesawat Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Union of Aviation Industrialists of Russia (UAIR).

Dua aplikasi telah disampaikan, dimana salah satunya didedikasikan untuk “eksekusi perintah pertahanan negara dalam mengembangkan komponen kendaraan bawah air canggih”.

“Sejak 2013, perusahaan telah mengembangkan dan mencetak prototipe serta menguji komponen rudal bawah air yang mewujudkan prinsip-prinsip lapisan kendali batas yang canggih”.

Senjata yang dimaksud adalah Khishchnik, yang mana sangat sedikit informasi yang diketahui karena program ini bersifat sangat rahasia.

Torpedo yang sedang dikembangkan oleh perusahaan pengembang komponen untuk pesawat militer, dan senjata telah diajukan untuk mengikuti kompetisi yang akan diselenggarakan oleh UAIR. Itu adalah jenis senjata yang disebut torpedo dibantu roket, dan Elektropribor sedang mengembangkan unit kelistrikan untuk motor roket dan sistem kontrolnya.

Hidung torpedo Shkval berbentuk cone. (Foto: Army Recognition)

Institut Penelitian NII-24 (sekarang bernama Region State Research and Production Company, anak perusahaan dari Tactical Missiles Corp.) menggebrak pengembangan torpedo Shkval di tahun 1960. Persyaratan spesifikasi menyerukan torpedo dengan kecepatan jelajah 200 knot dan memiliki jangkauan 20 km untuk diluncurkan melalui tabung torpedo 533-mm standar.

Prototipe pertama dibuat pada tahun 1964. Di tahun yang sama, tes peluncuran dilakukan di Danau Issyk-Kul diikuti oleh pengujian di Laut Hitam dekat kota Feodosiya. Pada saat itu ujicoba dinyatakan gagal. Para desainer mengembangkan satu demi satu model yang terus gagal memenuhi ketatnya persyaratan spesifikasi. Hingga akhirnya prototipe keenam dinyatakan lulus tes dan memasuki produksi sepenuhnya. Torpedo Shkval memasuki persediaan Angkatan Laut Soviet pada tahun 1977.

Kecepatan tinggi ini dihasilkan oleh kavitasi. Penelitian dibidang ini dimulai oleh afiliasi TsAGI pada era Uni Soviet akhir 40-an. Pada akhir 50-an, para ilmuwan memunculkan teori harmonis gerakan kavitasi dan mengeluarkan rekomendasi untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut untuk pengembangan kendaraan bawah air berkecepatan tinggi.

Kavitasi bermuara pada sebuah obyek bergerak (dalam hal ini torpedo) dalam sebuah gelembung udara, mengatasi hambatan yang disebabkan oleh udara, bukan oleh air. Sebuah siklus kombinasi unit turbin gas di bagian hidung menciptakan gelembung udara yang menyelubungi torpedo.

Senjata tersebut didorong menggunakan jet dari motor roket propelan padat, bukan dengan sekrup atau waterjet. Sumber tenaga Shkval terdiri atas dua-tahap. Pertama, motor propelan padat untuk mendorong torpedo dengan kecepatan kavitasi. Kemudian, penopang tendangan berupa sebuah Ramjet bawah air.

Bagian ekor Shkval, terlihat sirip pembimbing dan konektor elektronik. (Foto: Army Recognition)

Pengembangan ramjet bawah air terbukti sangat sulit seperti pada generator kavitasi. Sistem ini sangat berbeda dengan yang digunakan pada pesawat dan roket. Dimana menggunakan air laut sebagai media penggerak dan oksidator, sedangkan logam hydroreactive adalah sebagai bahan bakarnya.

Persyaratan kecepatan memang tercapai, tapi jangkauan yang terbukti hanya 13 km. Kedalaman peluncuran torpedo adalah 30 m, dan senjata meluncur kearah target pada kedalaman 6 m di bawah permukaan. Awalnya, menggunakan hulu ledak nuklir dan berkekuatan 150 kiloton. Berat torpedo adalah 2.700 kg dan memiliki panjang diukur 8.200 mm.

Meski memiliki kecepatan tinggi, namun sayangnya torpedo ini memiliki kekurangan dalam kemampuan pencarian. Ada dua alasan untuk itu. Pertama, manuver yang layak pada kecepatan seperti itu, karena gelembung udara akan hancur. Kedua, torpedo yang sangat bising dan bergetar, sehingga sensor pencari tidak dapat mendengar suara target.

Secara alamiah, menyerang kapal musuh yang menjadi sasaran pada kecepatan itu dan faktor-faktor lain menjadi pertimbangan sebelum meluncurkan Shkval, sebagai contoh mendahului menembak diperbolehkan, tapi pada jarak dekat, karena torpedo Shkval dapat menjangkau jarak 13 km dalam waktu 130 detik.

Jajaran torpedo Model ini memiliki hulu ledak nuklir 150 kt. Kemudian digantikan dengan high-explosive seberat sekitar 250 kg saat terjadi pemangkasan stok persenjataan nuklir. Bagaimanapun, peluncuran torpedo akan mengungkap keberadaan kapal selam.

Untuk menyerang sebuah kapal induk atau kombatan besar lainnya, kapal selam harus memasuki wilayah anti-kapal selam, sehingga mengurangi peluang untuk bertahan hidup. Dengan kata lain, meskipun desainer menghasilkan karakteristik teknis yang tinggi, senjata ini terbukti sangat sedikit digunakan pada praktiknya. Torpedo Shkval kini telah dihapus dari persediaan Angkatan Laut Rusia.

Para perancang senjata di beberapa negara telah menggemakan ide-ide yang terkandung dalam Shkval. Pada tahun 2005, Jerman mengumumkan pengembangan torpedo superkavitasi Barracuda dengan kecepatan 400 km/jam, dan dua tahun lalu, Komandan operasi Angkatan Laut Iran menyebutkan memiliki torpedo berkecepatan 320 km/jam. Namun, ini bukan senjata siap tempur, juga bukan prototipe yang sedang menjalani ujicoba.

Torpedo Khishchnik bukanlah pengembangan versi Shkval. Pendanaan yang serius telah disisihkan untuk pengembangan torpedo itu. Hanya dilakukan oleh dua kontraktor saja yaitu Elektropribor dan pabrik SEPO-ZEM di Saratov yang mengerjakan program Khishchnik-M telah menerima lebih dari RUB 1,5 milyar(USD 25 juta).

Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa torpedo baru ini akan memiliki kemampuan pencarian dan dapat bermanuver serta memiliki peningkatan jangkauan juga berfitur siluman.

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  13 Responses to “Rusia Kembangkan Torpedo Kecepatan Tinggi Untuk Gantikan VA-111 Shkval”

  1. Hmmmm… Untuk 3 tahun ke depan alutsista indonesia jalan di tempat.. yang lain semakin didepan Alutsista Indonesia jalan ditempat..

    • Teknologi canggih memang sulit diperoleh hanya bangsa yg canggih yg bisa memperolehnya…
      Indonesia butuh revolusi teknologi canggih…type destroyer..wakakkaa

  2. ini dia anti dot utk Kapal selam Barracuda australia…

  3. bungkus

  4. sebenarnya barang ini sudah puluhan tahun di gudang persenjataan rusia.

    cuma baru kali ini saja di buka.

  5. wah nanti si amerika pengin beli nich pakai strategi lewat negara ke 3.

  6. Kalo coba-coba nyerang kapal lain pake senjata nuklir malah bisa mati bareng…!!!

    #ini mah bukan torpedo…lebih tepat disebut sbg peluru balistik bawah air, wong lintasannya lurus dan sonarnya enggak berfungsi pd kecepatan yang tinggi sgt

  7. rusia udah gak pake, ternyata jerman yang lanjutin 😀 hehehe apakah jerman dah mampu mereduksi noise dan vibrasi dari mesinnya? wah… hebat dong klo bisa

  8. Torpedo Raptor Rusia mungkin akan dikembangkan sbg Autonom Torpedo, mirip ranjau laut otonom yg bisa njejak dan ngejar sendiri. Jangkauan mungkin sekitar 25-40 km dg kecepatan 40-50 knot. ketika udah sampai radius 10 km baru pake kecepatan 200-250 knot.

  9. Kasihan ikan nya…

  10. Menyebut kavitasi pada artikel ini jadi ingat masa kuliah dulu kalau rebus air pake panci maka akan muncul gelembung udara di bagian dasar panci selama proses merebus dimana gelembung ini akan pecah dan menimbulkan deformasi (berubah bentuk) pada dasar panci. Sekedar share.

    Salam

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)