Dec 272016
 

SISTEM PERTAHANAN UDARA

Sistem pertahanan udara Rusia pada tahun 2016 yang secara tradisional sangat populer di kalangan pelanggan asing.

Musim gugur ini, Rusia telah menyelesaikan kontrak pengiriman sistem pertahanan udara S-300 ke Iran. Kontrak senilai US $ 900 juta untuk pengiriman 5 divisi persenjataan pertahanan yang ditandatangani pada tahun 2007 lalu.


Sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia

Pengiriman ini sempat terhenti setelah penerapan sanksi oleh Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada pertengahan 2010. Pada bulan April 2015, Rusia kembali membicarakan pengiriman S-300 menyusul tercapainya kesepakatan tentang program nuklir Iran.

Sebanyak 4 divisi sistem pertahanan rudal yang mampu menghadang pesawat taktis dan strategis, rudal balistik jarak menengah, serta rudal jelajah ini juga telah diserahkan ke Belarus pada tahun 2016.

Pada bulan Februari 2016, Rusia mengirimkan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah ke Irak sebanyak 20 Pantsir S1. Sistem rudal ini telah memasuki layanan angkatan bersenjata Rusia pada tahun 2012. Rusia juga terus melaksanakan kontrak untuk memasok sejumlah 38 sistem Pantsir S1 tersebut untuk Aljazair.

Selain itu, pada bulan Oktober, kesepakatan pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Triumf telah ditandatangani antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela KTT BRICS di Goa.

PERSENJATAAN ANGKATAN LAUT

Pada bulan Februari 2016, Rusia telah mengirim kapal selam Project 636 Varshavyanka Class senilai US $ 600 juta ke Vietnam, disusul pengiriman berikutnya ke pada awal Desember 2016.

Sebelumnya, Rusia telah menyelesaikan pengiriman 4 kapal selam diesel ke Vietnam dalam kerangka perjanjian pengiriman sebanyak 6 unit kapal selam Varshavyanka Class.

Rusia juga telah menyelesaikan pembangunan 2 frigat Proyek 1166,1 Gepard 3.9 Class yang dibeli oleh Vietnam. Kapal perang tersebut yang dirancang untuk menghadapi kapal permukaan, kapal selam dan target udara, baik secara independen maupun sebagai bagian dari gugus tugas, serta melakukan pengawalan dan patroli.

Sementara itu, Vietnam telah memiliki lisensi untuk memproduksi 2 unit kapal rudal Project 12418 yang diharapkan akan bergabung dengan Angkatan Laut Vietnam pada akhir tahun.

Pada bulan Oktober, Rusia dan India telah mencapai kesepakatan pada pengiriman 3 unit kapal fregat dipandu rudal Admiral Grigorovich (Project 11356). Kapal perang yang ditenagai oleh turbin gas M90FR yang dibangun di Zorya-Mashproekt, Ukraina.

Namun pengiriman mesin tersebut ke Rusia dihentikan karena Kiev melarang ekspor ke Moskow pada tahun 2014. Namun India bisa mendapatkan turbin tersebut dari Ukraina dalam kesepakatan terpisah.

Selain itu, mengutip dari sumber industri pertahanan Rusia bahwa Moskow dan New Delhi pada bulan Oktober telah sepakat pada sewa kapal selam nuklir Project 971 Rusia setelah selesai dimodernisasi.

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  15 Responses to “Rusia Tetap Pemain Kunci Dalam Pasar Senjata Dunia – Bagian II”

  1. Test pertamax

  2. oohh gitu

  3. Tetap saja rusia tdk akan mampu menandingi Kejayaan AS dalam hal penjualan senjata

  4. Itu beli nape s 300

  5. Padahal murah ya s300 milik russia, kenape gak dibeli yak? Ya, kita cukup berdoa saja jikalau ada pesawat pembom china nyasar ke kita

  6. s 300, s 400, s 500, klibr, satan, dll….borooooooonnnnnnggggg.donggggg

  7. Cukup s. 4000 aja inikan rudal bertahan , klo rudal serang mending rhan dikembangkan sampai 1ooo km, klo pesawat sebetulny klo kita punya s400 ga begitu besar lagikebutuhan akan pespur su 35 mending pakfa kita akuisis,

  8. Test…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)