Feb 242017
 

Alih teknologi alias ToT, adalah aturan mengikat yang menjadi landasan bagi sejumlah negara (terutama negara berkembang) saat ini untuk mengakuisisi sistem persenjataan. ToT dijadikan semacam alat tawar kepada negara penjual jika mau produknya dilirik bahkan kemudian dibeli.

Mock up Gripen E di Aero India 2017. (© Beny Adrian)

Namun terkadang kita melihat bahwa ToT hanya tertera di kertas kontrak, yang dengan cepat “dilupakan” setelah sistem dibeli dan kemudian digunakan oleh angkatan bersenjata.

Untuk itu kita bisa belajar dari komitmen Brazil saat membeli sebanyak 36 unit jet tempur JAS 39 Gripen E/F pada tahun 2014 dari SAAB yang bermarkas di Swedia.

Lewat kontrak 5 miliar dolar AS itu, salah satu pasalnya mewajibkan SAAB untuk membangun fasilitas produksi pesawat di Brazil. Dengan kerjasama ini, diharapkan Brazil memiliki kemampuan pengembangan, produksi dan perawatan.

“Kami sudah berkomitmen dalam hal teknologi pesawat tempur yang di dalamnya termasuk pengembangan, produksi dan perawatan” ujar Goran Almquist, wakil manajer program Gripen di Brazil.

Fasilitas SAAB-Embraer di Sao Paulo, Brasil. (© Embraer)

Tujuan utamanya, lanjut Almquist, adalah melatih industri Brazil sehingga kelak mereka memiliki kemampuan untuk memelihara armada Gripen yang dipunyai dan bahkan mengembangkan teknologi masa depan untuk Brazil sendiri. “Namun itu memang masih jauh, ada banyak kesempatan bagi SAAB (untuk membantu)”, tambah Almquist.

Almquist dan umumnya staf di SAAB seperti yang Angkasa temui di Swedia atau saat pameran Aero India 2017 di Bangalore beberapa waktu lalu, terlihat sangat bersemangat jika diminta bekerjasama dengan perusahaan lain yang tentu saja memiliki perbedaan budaya dengan Swedia. Keinginan mereka sangat tinggi, tercermin dalam beberapa kali dialog dengan sejumlah staf SAAB.

Angkasa Online

Artikel Terkait :

  18 Responses to “SAAB Gandeng Embraer untuk Produksi Gripen E/F Brasil”

  1. Mantappp, selamat pagi

  2. Pesawat Gripen ,Rafale ,Thupon……Katanya Pesawat Canggih.

    Tapi…masak Pesawat Canggih Sedotan Minumnya ga bisa di Umpetin. ( kayak Pelana Kuda hi hi hi )

    Beda Dengan Sukhoi….Kalau Haus Sedotannya Otomatis Keluar.kalau sudah kenyang bisa ngumpet Lagi.

  3. Gripen ternyata sangat laku nih. borong setelah SU.35

  4. sebentar bang bukankah kemarin2 lockheed martin amerika menawarkan pemindahan pabrik pembuatan f-16 di india apabila mau borong?

    • Itulah salah satu dampak kebijakan Trump, dia ingin fokus pada meningkatkan pekerjaan industri di amerika, jadi keknya F16 dan F18 udah gk ada harapan di india, dan gripen pun berjaya
      Btw… tuh harga gripen mahal amit….. lebih mahal dari F35, 130 juta USD,

    • Makanya sekarang timbul tanda tanya tentang nasib F16 Lockheed di India.

      Sebaliknya jika untuk Indonesia, kalau Trump kagak mau F16V dibikin di RI berarti Gripen NG bisa 4 skuadron nih.

      • dibikinnya itu loh bung apa mksudnya merakit parts nya saja ato gimana? kurang jelas emang sih mengingat peraturan amerika sendiri yg melarang beberapa sistem persenjataan f-16 di buat di luar amrik akibat pengalaman dgn israel.

        • Bisa menunjuk industri lokal yg mampu utk jd supplier.. dan bisa menghidupkan industri lokal yg kembang kempis.. dgn adanya mega proyek 50 unit ifx.. harusnya industri lokal kecipratan juga.. kagak di monopoli sama korsel & ASU.. yg ga kalah pentingnya pusat penelitian dan pengembangan saab bisa ditaro juga disini.. jadi bisa ngebantu buat ngembangin IFX juga..

  5. Kalau Brazil saya yakin mampu bikin pesawat tempur sendiri itu sudah terbukti super tucano, pesawat latih dgn italia. Jd step2 penguasaan teknologi generasi pespur terdahulu sdh ada. Lain dgn kita yg belum punya pengalaman membuat pespur tp kita langsung melompat ke generasi 4.5. Untung korsel sdh punya pengalaman bikin pespur.

  6. Bingung pespur apa yg sebenarnya yg akan mengisi Armada Indonesia!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)