Feb 232017
 

MOSKOW – “India dan Rusia memulai negosiasi akhir dari 5 unit tembak sistem pertahanan udara S-400 bulan depan”, menurut harian The Economic Times yang berbasis di Mumbai pada hari Selasa (21/02/2017).

Jika ditandatangani pada tahun ini, maka pengiriman sistem pertahanan udara dari kontrak senilai US $ 5,8 milyar bisa mulai pada 2019-2020.

Untuk mempercepat pembelian, New Delhi mungkin mengorbankan “klausul offset”, yang mana diperlukan untuk program “Make in India” yang mengharuskan perusahaan asing untuk berinvestasi setidaknya 30 persen dari nilai kontrak di sektor kedirgantaraan dan pertahanan India, menurut media lokal di India.

Viktor Kladov, direktur kerjasama internasional di Rostec, perusahaan milik negara Rusia yang mengontrol penjualan sistem S-400 mengatakan kepada media bahwa permintaan offset dari India dapat menunda pengiriman hingga dua tahun.

“Sejauh yang saya dengar, tidak ada paket offset untuk program ini. Ini adalah proyek strategis dan sangat penting bagi kedua negara”, menurut kutipan media. “Paket offset tidak akan diperoleh”.

Namun demikian ia mengatakan bahwa Rusia akan mematuhi jika India bersikeras untuk mendapatkan paket offset. Tapi, “permintaan ini mungkin akan menunda pengiriman dalam satu-dua tahun dan itulah sebabnya kesepakatan tanpa paket offset adalah pilihan terbaik”.

Kladov juga mengomentari persyaratan pengiriman kontrak, memperkirakan bahwa penandatanganan kesepakatan itu akan memakan waktu setahun dan itu akan membutuhkan dua tahun untuk pengiriman.

“India mengundang kami untuk negosiasi pada bulan Maret 2017. Jadi, jika kita memulai negosiasi pada bulan Maret, itu akan butuh setahun lagi untuk mempersiapkan kontrak. Saya berharap kesepakatan itu akan terjadi tahun ini atau mungkin semester pertama tahun depan”, katanya.

Mengomentari kesepakatan mendatang, pakar militer Rusia, Kolonel (Purn) Viktor Litovkin menjelaskan kepada Sputnik mengapa banyak negara begitu bersemangat untuk membeli sistem canggih (state-of-the-art) dari Rusia dan mengapa sistem tersebut unggul atas sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat (AS).

“Ini benar-benar sistem state-of-the-art dari industri pertahanan Rusia. Sistem ini sangat efisien dan berteknologi tinggi, sistem canggih”, katanya kepada Sputnik.

Tidak ada negara lain di dunia memiliki sistem seperti itu, katanya. Bahkan Amerika, yang mengiklankan persenjataan mereka di seluruh dunia, serta mendorong negara-negara lain untuk membeli sistem mereka.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara yang paling efisien buatan AS yaitu Patriot PAC-3 belum bisa menandingi S-300 Rusia, apalagi dengan S-400.

Ia menjelaskan bahwa peluru kendali (rudal) Patriot PAC-3 diluncurkan dari bidang miring sementara rudal S-400 diluncurkan secara vertikal dan setelah itu baru berbelok arah menuju target yang mendekat.


Gambar di atas adalah rudal Patriot PAC-3 milik Pasukan Bela Diri Jepang yang dikerahkan untuk menangkal peluncuran rudal Korea Utara, rudal tersebut ditempatkan di depan kantor Kementerian Pertahanan Jepang yang ada di Tokyo, Foto tersebut diambil pada hari Minggu, 31 Januari 2016. (© Shizuo Kambayashi)

Karena rudal Patriot harus diarahkan kepada rudal atau target, maka salah satu sistem buatan Rusia tersebut bisa menjaga wilayah dari serangan yang berasal dari segala arah, sementara sistem pertahanan rudal buatan AS setidaknya membutuhkan empat peluncur.

Selain itu, sistem S-400 Rusia tidak seperti sistem buatan AS, sistem buatan Rusia mampu menembak jatuh setiap benda terbang, kapal pesiar dan rudal balistik, jet tempur, pesawat pembom dan pesawat serangan, hampir semua objek yang bisa terbang terancam oleh sistem rudal S-400.

Litovkin juga mencatat bahwa Rusia berencana untuk memasok sistem S-400 tersebut hanya untuk India dan China, meskipun ada begitu banyak negara yang menginginkan sistem tersebut.

“Kami telah membuat pengiriman pertama ke China. Tapi kami hanya akan menjual sistem tersebut setelah selesainya program akuisisi oleh Rusia dan Angkatan Bersenjata kami. Setelah itu baru kami dapan menyediakan sistem tersebut ke China”, katanya.

Pakar militer tersebut mengatakan bahwa di antara negara-negara yang ingin mendapatkan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia adalah Turki, Aljazair dan banyak negara di Timur Tengah.

Sputnik News

Artikel Terkait :

  26 Responses to “Sebuah S-400 Rusia, Setara dengan Empat Patriot PAC-3 AS”

  1. Mari mari,diborong diborong

  2. Kira2 kita bakal pesan ini barang gak ya.?

  3. mau nanya om.. bedanya patriot PAC dengan THAAD apa ya?

  4. Ada yg pernah komen, kalau yg peluncur miring/panas kaya patriot n thaad lebih baik daripada peluncur vertikal/dingin. Alasannya kl rudal gak jadi terbang/faill gak meleduk, apa ga salah tuh. Solnya kl peluncuran panas. Bahan bakar roket pendorong udah nyala n mungkin bisa nyala terus sampe meleduk. Kl peluncur dingin kan yg nyala dulu cuma pelontar ke udara baru dilanjutkan nyala roket pendorong. Tapi tetep sama kl jatoh bisa meleduk jugakali ya. Xixixi… Jd bingung.

    Itu diluar kelebihan VLS dibanding peluncur miring seperti yg disebutkan tulisan di atas ya.

  5. pac 3 adalah upgrade dari rudal anti udara medium patriot dgn fokus pada fungsi anti rudal balistik ketika hulu ledak rudal balistik tersebut mulai meluncur ke bawah menuju ke target sasaran
    sedangkan thaad sesuai namanya high altitude adalah rudal anti udara dgn kemampuan intersep icbm pada ketinggian 163 km dgn kecepatan hampir 8 mach diatas permukaan bumi yg notabene mampu intersep icbm ketika masih meluncur ke atas keluar atmosfir yg kemungkinan masih di wilayah musuh sehingga thaad ini bisa di kategorikan juga sebagai anti Mirv dan juga melumpuhkannya dgn tenaga kinetic, bukan dg ledakan hulu ledak yg biasa ditemui di rudal2 lain utk mencegah meledaknya hulu ledak konvensional dan nuklir.

    gak heran china mencak2 karena penempatan thaad di korsel bukan utk antisipasi korut melainkan dirinya.
    seharusnya rusia gak membandingkan s-400 dgn pac 3 tapi ya namanya orang jualan……

    cuma penjelasan sederhana dan analisa pribadi perlu diralat warjagers yg lain bila salah atau tak setuju

    • wah pantes rusia jg mencak2.. hehehe
      trims penjelasan nya om

    • S400 memang selalu di unggul2kan, karna memiliki jangkauan yg jauh, dan sialnya kali ini dibandingkan dengan pac 3
      Dan bagaimana jika dibalik, jika dibandingkan dengan thaad, siapa yg lebih efisien untuk “membunuh” rudah balistik?

      • tergantung jenis rudal balistik nya bung
        utk icbm yg punya jurus mirv thaad lah yg diunggulkan disini lantaran kemampuan rudal yg mampu melumpuhkan rudal balistik endoatmospheric(di dalam atmosfir bumi) dan exoatmospheric(di luar atmosfer bumi) yg notabene bisa mencegah icbm melakukan fase pemisahan atau masih di fase lintasan trajectory.

    • S-400 vs THAAD
      jangkauan 200 mil vs 215 mil
      berat 900kg vs 1800kg
      kecepatan 4.5 mach vs 3 mach
      menghancurkan dgn energi kinetik vs ledakan 123kg

      ini bukan versi thaad yg -er, krn yg er belum di publikasikan.
      menurut permirsah mana yg lebih efisien utk membunuh rudal balistik ?

  6. hanya untuk Rusia, India dan cina… begitu yaaa

  7. yg jelas rusia ngejar jarak jangkauan tanpa memperdulikan ketahanan akan jamming.

  8. Efisien dan kuat…

  9. Indonesia cukup S300 udah lumayan ….. daripada manpadd melulu…

  10. akhirnya JKGR normal

  11. Ane shre ini brita do group seblah bnyak yg yiyir soal air defence buatan rusia,ktnya knpa di suriah bnyak f22 and f35 sliweran gk di rontokin….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)