Feb 082017
 

BEIT SHEMESH – Di beberapa sekolah Israel, anak-anak sekolah kelas empat mempelajari pemrograman komputer, sementara anak-anak kelas 10 mengambil les dalam taktik enkripsi, coding dan bagaimana cara menghentikan hacking berbahaya. Negara ini bahkan memiliki dua taman kanak-kanak baru yang mengajarkan keterampilan komputer dan robotika. (Defense News)

Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk menjadi pemimpin dalam keamanan cyber (dunia maya) dan teknologi cyber dengan menempatkan harapannya pada generasi pemuda negara itu.

Untuk itu, dalam minggu ini Israel mengumumkan pembentukan Pusat Nasional untuk Pendidikan Cyber, yang dimaksudkan untuk meningkatkan bakat-bakat unit intelijen militer dan mempersiapkan anak-anak untuk berkarir di lembaga pertahanan, industri teknologi tinggi dan akademisi.

“Kalian sebagai pelajar, perlu memperkuat negara ini dengan rasa ingin tahu kalian”, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pameran Teknologi Cyber Israel, yang duduk didekat siswa-siswi SMA dalam program pelatihan yang diawasi oleh Departemen Pertahanan. “Masa-masa kalian dalam layanan keamanan akan menjadi tahun emas bagi keamanan bangsa”.

Israel telah lama menyebut dirinya sebagai “Cyber ??Nation” tetapi pihak berwenang mengatakan bahwa mereka menghadapi kekurangan tenaga ahli cyber untuk bersaing pada kebutuhan pertahanan negara dan menjaga industri cybersecurity yang sedang booming.

Untuk membangun sebuah mata air bakat, Israel memulai sejak dini, mengajarkan anak-anak membangun blok dasar dari suatu web.

“Di kelas pertama, mereka belajar huruf, selanjutnya cara membaca dan menulis. Kami sedang membangun tingkat pengetahuan selanjutnya mengenai sebuah kode”, kata Sagy Bar dari Rashi Foundation, sebuah kelompok filantropis yang menjalankan Pusat Pendidikan Cyber sebagai usaha patungan dengan departemen pertahanan Israel dan institusi akademik.

Pusat ini juga akan mengawasi program-program pendidikan yang diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk program percontohan Kementerian Pendidikan Gvahim yang memperkenalkan kelas komputer dan robotika untuk kurikulum kelas empat di 70 sekolah, yang melatih anak sekolah berbakat tinggi dari daerah miskin dalam hal keterampilan cyber tingkat perguruan tinggi.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  17 Responses to “Sekolah Israel Mengajari Anak-Anak Keterampilan Cyber dan Robotika”

  1. Klo disini diajari apa ya? 😀 hehehe

  2. Diajarin Bikin status Ama curhat Di cicicuit

  3. Negara kesayangan donal trimp.

    kalauga ada backing dari usa.dah dari dulu isroil lenyap di muka bumi.

  4. tenang sodara2 indonesia masih punya Jim Geovani.. Didikan alam konon katanya pernah meretas sistem satelit chine.. tp memang di suruh buat tes keaman..hehehe

    • bung @Ipul, apakah pernah berfikir sebelumnya apabila Indonesia punya katakanlah 1000 orang seperti Jim Geovani atau 10.000 orang atau 1 juta orang seperti Jim Geovani? 😀 mengertikan maksud saya? Heheheh

      Tentunya untuk memiliki 1000 atau 10.000 atau 1 juta orang dengan kemampuan seperti itu tidak bisa melalui didikan alam… Bahkan dari 1000 orang yang ingin belajar dan tertarik dengan dunia cyber mungin hanya ada beberapa orang saja yang “jadi” dan benar-benar menguasainya. Klo cuma sekedar bisa atau pandai-pandai atau pura-pura pandai emang banyak sih 😛 hehehehe

  5. Jangan lupakan ajari ngaji, ahlak dan budi pekerti sebelum terlambat jadi musnah.

    • Setuju bung,apalah artinya ilmu segudang bila iman dan akhlaknya cetek ….muehehehe

      • Wah, apakah bung @Johan nyindir dan bermaksud bilang bahwa dengan iman dan akhlak bisa makan gratis nasbung ya? 😛 hahahaha

      • Saking berimannya, kalo curhat sama Tuhan nggak melalui doa tetapi melalui Twitter, mungkin dia pikir Tuhan itu punya akun di Twitter dan Tuhan jadi followernya.

        Seharusnya dia yang jadi followernya Tuhan tetapi kok malah dibalik ya jadi malah Tuhan yang disuruh jadi followernya.

        Benar2 sudah jaman eda*n nih

  6. Dibidang teknologi aku acungi jempol 5 buat israel.
    Disini lulusan stm cuma bisa bikin palu mur dan baut

    • bukan cuma lulusan sekolah menengah saja bung @Wong Jowo, bahkan banyak lulusan akademi dan perguruan tinggi yang seperti itu 😀 hahaha

    • Wong jowo@ lho piye toh mas bangsa sendiri dihina…jadi tamatan STM di PT PAL,di Pindad,PT DI,PT LEN,INKA dsbnya cuma bisa bikin palu dan baut yo mas…banyak baca mas,indonesia itu tiap tahun juara umum olimpiade dunia dalam bidang fisika,biologi,kimia,matematika,astronomi baik tingkat SMA,SMP bahkan tingkat SD…negara2 maju seperti USA,Jerman,jepang bahkan israel yg katanya manusia cerdas pilihan Tuhan gk pernah menang tuh dalam olimpiade

  7. Ia bung @jowo ..ditambah lagi seusia mereka sdh jadi senior pacaran.., pandai buat dedek/ buat masah.. aduuuh serem, bagaimana mutu kwalitas generasi kita kedepan yg menjadi pewaris bangsa.

  8. Anak-anak Israel di didik guna mengusai dunia dan menjadikan budak negeri yg di hancurkannya…ora usah heran…yang penting Indonesia harus tetap percaya diri saja, ingat, yg juara lomba olimpiade fisika dan matematika dunia…adalah anak bangsa Indonesia….Israel ndak dpt nominasi….so….jangan berkecil hati….wong Indonesia iku hebat-hebat….bangsa kita menciptakan kreasi untuk kepentingan umat, sedangkan Israel berkreasi untuk menghancurkan umat

  9. orientasi pendidikan kita untuk olimpiade atau lomba , mengejar selembar sertifikat atau piagam juara buat melamar jd pegawai dan birokrat negara. tidak sampai pada hasil karya yg dipasarkan luas untuk menopang perekonomian negara seperti israel, as, dan china. menjadi negara kaya dengan berdagang adalah wajib karena itu jg sunah nabi. orang cina itu kebanyakan non muslim,komunis tp ekonomi maju karena tanpa sadar mereka mengamalkan sunah nabi., khususnya berdagang. di indo pengusaha kelas kakap jg cina. orang lokal jrang mau berbisnis/dagang. puas jd pegawai saja.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)