Senegal Berencana Tambah Lagi Pesawat CN-235

42
5

Pesawat CN-235.

Pesawat CN-235 produksi PT. Dirgantara Indonesia pesanan Senegal telah tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar, pada hari Jumat (6/1) kemarin. Pesawat CN 235 220M Multi Purpose itu tiba bersama 15 crew yang terdiri atas empat pilot, satu flight test engineer dan sepuluh mekanik.

KSAU Senegal Jenderal Birame Diop merasa senang dengan datangnya pesawat CN-235 tersebut yang telah lama ditunggu untuk memperkuat armada angkatan udaranya. Dirinya juga menyampaikan kesan baiknya selama kunjungannya ke Indonesia saat menghadiri serah terima pesawat dari PT. Dirgantara Indonesia kepada AD Trade Belgium, dan pelepasan ferry flight CN-235 dari Bandung tanggal 27 Desember tahun lalu.

Sementara itu, Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran mengatakan bahwa kedatangan pesawat CN-235 itu merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teklogi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya.

Rencananya, Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Laut. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Dakar pada tahun 2018.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 disampaikan langsung Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall. Presiden merasa senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Sumber: liputan6.com

42 COMMENTS

  1. Sebetulnya indonesia butuh banyak pesawat mini seperti ini untuk tujuan antar propinsi. Hanya dengan 10 penumpang tak masalah apalagi dengan mesin piston yang jauh lebih bandel terhadap serangan error teknis. Lebih good lagi kalau punya KA gantung jadi tidak bikin saya telat kerja lagi gara-gara KA yang bolak-balik ubah posisi rel

  2. Sebetulnya indonesia butuh banyak pesawat mini seperti ini untuk tujuan antar propinsi. Hanya dengan 10 penumpang tak masalah apalagi dengan mesin piston yang jauh lebih bandel terhadap serangan error teknis. Lebih good lagi kalau punya KA gantung jadi tidak bikin saya telat kerja lagi gara-gara KA yang bolak-balik ubah posisi rel.

  3. C = Cassa (asli buatannya cassa)
    CN = Cassa Nusantara (ciptaan Cassa dengan PT. DI ikut dalam pengembangan)
    NC = Nusantara Cassa (ciptaan PT. DI pengembangan dengan Cassa)
    N = Nusantara (asli buatan PT. DI)
    *Cassa = Airbus
    Semoga PT. DI semakin berkembang apalagi kita bersiap menyongsong N 219 dan IFX. Semoga lancar, kalau tersendat harus siap2 dengan rencana B, C dst.
    Jangan terlalu percaya dengan bangsa lain.
    NKRI harga mati

  4. walau “rakit” tapi kandungan intelektualnya cukup tinggi, body (fuselage, sayap, sirip & masih banyak lagi) dibuat di PT. DI.

    jadi yg rakit menang banyak to?

    makanya berhak mengeklaim

    gituh ceritanyah…

  5. Istilah yg pas untuk produk pesawat CN235 mungkin adl “made in indonesia”..karena mereknya masih joint atau lisensi..

    Seperti handphone nokia walau merk eropa tapi dibuat dichina maka disebut hp nokia made in china..bukan berarti karya anak bangsa china..wong cuma tukang jahit doank..

    Jika seumpaman sudah bisa buat sendiri kenapa pt DI gak buat merk sendiri saja dg rancangan sendiri ? Seperti N250 itu bener bener merek indonesia dirancang oleh indonesia, walau dg komponen masih sebagan import tapi entitas sbg unit jadi sudah sah.merk indonesia..

  6. # CN-235 =

    – design milik bersama Airbus – PT DI, bukan 50:50 tapi 100:100, jadi bisa disebut Karya Anak Negeri
    – cross manufacture

    # C-295 =

    – design milik Airbus
    – cross manufacture
    – final assembly di Sevilla, Spain

    # CN-295

    – design milik Airbus
    – cross manufacture
    – final assembly line unit ke-8,9 di Bandung Indonesia

    # NC-212-200

    – design milik Airbus
    – Under License

    # NC-212-400

    – design milik Airbus
    – PT DI bertindak sebagai Sub Kontraktor dari Airbus

    NC-212i
    design milik PT DI
    – Joint Venture antara Airbus dan PT DI

    # AS-565MBe =

    – design milik Airbus

    # AS-565MB = (lebih kecil)

    – design milik PT DI

    • Nah tuh dari bung Axel lebih jelas.
      Jadi, CN-235 ini proyek bersama.
      Gampangannya: Casa dan IPTN bersepakat “hei, kita joinan bikin pesawat yuk”. Lalu mereka pun “bersama-sama merancang dan mewujudkannya”. Itu. Kerjasama sejak desainnya belum ada, lalu ndesain bareng. Sampai produksi.
      Itu bedanya dengan 212 yang pesawatnya sudah ada dan operasional, lalu IPTN beli lisensi untuk ikutan “mencetak ulang” dan menjualnya. Nah diawali lisensi 212 itulah IPTN dapat ToT dari spanyol. Dilanjut dengan proyek joinan CN-235.
      Jadi, masih ada yang bilang CN-235 kita hanya merakit?

LEAVE A REPLY