Jan 092017
 

Pesawat CN-235.


Pesawat CN-235 produksi PT. Dirgantara Indonesia pesanan Senegal telah tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar, pada hari Jumat (6/1) kemarin. Pesawat CN 235 220M Multi Purpose itu tiba bersama 15 crew yang terdiri atas empat pilot, satu flight test engineer dan sepuluh mekanik.

KSAU Senegal Jenderal Birame Diop merasa senang dengan datangnya pesawat CN-235 tersebut yang telah lama ditunggu untuk memperkuat armada angkatan udaranya. Dirinya juga menyampaikan kesan baiknya selama kunjungannya ke Indonesia saat menghadiri serah terima pesawat dari PT. Dirgantara Indonesia kepada AD Trade Belgium, dan pelepasan ferry flight CN-235 dari Bandung tanggal 27 Desember tahun lalu.

Sementara itu, Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran mengatakan bahwa kedatangan pesawat CN-235 itu merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teklogi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya.

Rencananya, Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Laut. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Dakar pada tahun 2018.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 disampaikan langsung Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall. Presiden merasa senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Sumber: liputan6.com

https://twitter.com/suparjorohman

  43 Responses to “Senegal Berencana Tambah Lagi Pesawat CN-235”

  1. Laris maniss….

    • Hasil karya abak bangsa??? What… Belajar dulu arti “karya” ingat C dari CN itu singkatan casa spanyol pesawat joint kok di bilang karya anak bangsa, jujur lebih baik dari pada pembohongan terus menerus ke rakyat indonesia….. Cuma merakit heli puma di bilang buatan anak bangsa saya sbg warga indonesia malu……

      • CN = cassa nusantara -> joint produksi dan dirakit Indonesia.
        NC = nusantara cassa -> di desain bersama, diproduksi, dirakit Indonesia. lisensi bersama.
        C = cassa
        N = nusantara -> murni desain Indonesia.

        begitu ya? ada yg bisa menjelaskan ?

        • Wah sudah berubah ya? setau saya dulu bahwa CN tersebut dimana huruf C = Cassa sedangkan huruf N = Nurtanio, pak Habibie sendiri yang bilang waktu itu, gak tau sejak kapan penyebutannya di ganti ya? Mohon infonya dong 😀

          • Pada awal berdirinya tahun 1976 memang nama IPTN artinya Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Namun di era ’80-an diubah jadi Industri Pesawat Terbang Nusantara.

      • walau “rakit” tapi kandungan intelektualnya cukup tinggi, body (fuselage, sayap, sirip & masih banyak lagi) dibuat di PT. DI.

        jadi yg rakit menang banyak to?

        makanya berhak mengeklaim

        gituh ceritanyah…

        • Klo mau tau datang aja ke PT DI ,part dan bagian2 dari structure pesawat di buat bahan masih gelondongan,di bentuk sedemikian rupa yg sesuai ,jd bukan potongan bahan jadi di sambung sambung,banggala kita pd hasil karyanya.jangan sinis…

          • @soeprapto

            Yang sabar ya pakde prapto…yang suka sinis gitu paling juga kraninya yang ngebet beli heli buatan inggri itu lho

            #pakde kerja didivisi apa…taun 2005 tante perna main ke pt.di/repair turbin lho

      • Udah, gak perlu malu, yang penting pabriknya disini, sudah pasti labelnya “Made in Indonesia” alias “Dibuat di Indonesia” a.k.a “Buatan Indonesia”. Gitu aja koq repot.

        Simpel koq 😀

      • coba tunjukan produsen tercanggih pesawat di kolong jagad ini yg membuat pesawatnya secara independent… atau asli buatan negaranya bung..?? bisa merakit juga suatu keahlian… bisa overhoul dan maintenance pesawat juga suatu prestasi luar biasa… anda gagal masuk CPNS ya..?? underestimate sama bangsa sendiri hihihihi

    • Kalo mw lihat pesawat murni buatan anak bangsa itu N-250 saat PT.DI masih bernama IPTN atau R80 yg masih dkm rancangan…..

    • Joint ya bareng, ya ttp karya anak bangsa!
      Dan Cassa sdh tidak produksi seri 235!!!
      Jadi ya ini buatan anak bangsa tohj??

  2. Jadikan pesawat mpa nya senegal .

  3. Sebetulnya indonesia butuh banyak pesawat mini seperti ini untuk tujuan antar propinsi. Hanya dengan 10 penumpang tak masalah apalagi dengan mesin piston yang jauh lebih bandel terhadap serangan error teknis. Lebih good lagi kalau punya KA gantung jadi tidak bikin saya telat kerja lagi gara-gara KA yang bolak-balik ubah posisi rel

  4. Sebetulnya indonesia butuh banyak pesawat mini seperti ini untuk tujuan antar propinsi. Hanya dengan 10 penumpang tak masalah apalagi dengan mesin piston yang jauh lebih bandel terhadap serangan error teknis. Lebih good lagi kalau punya KA gantung jadi tidak bikin saya telat kerja lagi gara-gara KA yang bolak-balik ubah posisi rel.

  5. selamat buat pt.di….kita harus beri apresiasi….walau bagai manapun buat pesawat/heli gk semudah buat kapal atau pun kendaraan darat maka dari itulah seharusnya pemerintah mendorong DI untuk membuat anak perusahaan jadi pt di punya lini tersendiri contoh>lini helli>lini pesawat non militer>lini mainten>lini militer > dan lini lini lainya jadi banyak insinyur2nya. dengan banyak insinyur maka ada regenerasi dari senior ke junior jadi di masa depan ada penerusnya:::::::saran dari orang bodoh xixi

  6. C = Cassa (asli buatannya cassa)
    CN = Cassa Nusantara (ciptaan Cassa dengan PT. DI ikut dalam pengembangan)
    NC = Nusantara Cassa (ciptaan PT. DI pengembangan dengan Cassa)
    N = Nusantara (asli buatan PT. DI)
    *Cassa = Airbus
    Semoga PT. DI semakin berkembang apalagi kita bersiap menyongsong N 219 dan IFX. Semoga lancar, kalau tersendat harus siap2 dengan rencana B, C dst.
    Jangan terlalu percaya dengan bangsa lain.
    NKRI harga mati

  7. Jgn terlalu puas dl dgn hasil tot dr spain…harusnya dgn eksport pertama ke senegal kita lbh down to earth, jgn trlalu membanggakan diri yg trlalu berlebihan…pujian boleh, tp jgn lebay…gitu aja…

    • Ekspor perdana? TOT Spanyol???
      Baca refernsi lagi ya Dolll….

      • bung @Jhon, anda salah paham, bung @edodol bilang “eksport pertama ke senegal..”, ke senegalnya lho…

        silahkan dibaca lagi deh…

        • Dan dibilang ToT dari Spanyol juga memang benar. Pihak yang pertama kali mau menjalin kerjasama dengan IPTN adalah Casa Spanyol yang memberikan lisensi C-212 ke IPTN. Dilanjut CN-235.
          Maka bisa dikatakan negara yang telah memberi ToT terbesar ke Indonesia adalah Spanyol.

          • @PPragota

            Eya salah lagi kan…yang pertama kasi TOT sebenarnya perusahaan asal polandia, namanya wizielec ato apa gitu…pokoke mirip2 itulah (pesawat ringan baling2 mesin satu)

          • @Tante Mirna

            Kan ingsun bilangnyang pertama jalin kerjasama dengan IPTN, ya Casa Kan ingsun bilangnyang pertama jalin kerjasama dengan IPTN, ya Casa itu.
            Yang kerjasama dengan Poland kan Kopelapip era P

          • Ternyata ada kata yang ilang.

            Maksud saya era Pak Nurtanio.

  8. senegal cakep dah..ntr beli lg y.. jangan lupa beli yg dr pindad y…

  9. walau “rakit” tapi kandungan intelektualnya cukup tinggi, body (fuselage, sayap, sirip & masih banyak lagi) dibuat di PT. DI.

    jadi yg rakit menang banyak to?

    makanya berhak mengeklaim

    gituh ceritanyah…

  10. Wah mantabb…tmbah trus borong gan…

  11. Istilah yg pas untuk produk pesawat CN235 mungkin adl “made in indonesia”..karena mereknya masih joint atau lisensi..

    Seperti handphone nokia walau merk eropa tapi dibuat dichina maka disebut hp nokia made in china..bukan berarti karya anak bangsa china..wong cuma tukang jahit doank..

    Jika seumpaman sudah bisa buat sendiri kenapa pt DI gak buat merk sendiri saja dg rancangan sendiri ? Seperti N250 itu bener bener merek indonesia dirancang oleh indonesia, walau dg komponen masih sebagan import tapi entitas sbg unit jadi sudah sah.merk indonesia..

    • iPhone juga Made in China 😀 jadi Nokia dan iPhone masih sama pembuatnya, yaitu Foxconn, meskipun yg buat Nokiyem cuma anak perusahaan Foxconn 😀

  12. # CN-235 =

    – design milik bersama Airbus – PT DI, bukan 50:50 tapi 100:100, jadi bisa disebut Karya Anak Negeri
    – cross manufacture

    # C-295 =

    – design milik Airbus
    – cross manufacture
    – final assembly di Sevilla, Spain

    # CN-295

    – design milik Airbus
    – cross manufacture
    – final assembly line unit ke-8,9 di Bandung Indonesia

    # NC-212-200

    – design milik Airbus
    – Under License

    # NC-212-400

    – design milik Airbus
    – PT DI bertindak sebagai Sub Kontraktor dari Airbus

    NC-212i
    design milik PT DI
    – Joint Venture antara Airbus dan PT DI

    # AS-565MBe =

    – design milik Airbus

    # AS-565MB = (lebih kecil)

    – design milik PT DI

    • Nah tuh dari bung Axel lebih jelas.
      Jadi, CN-235 ini proyek bersama.
      Gampangannya: Casa dan IPTN bersepakat “hei, kita joinan bikin pesawat yuk”. Lalu mereka pun “bersama-sama merancang dan mewujudkannya”. Itu. Kerjasama sejak desainnya belum ada, lalu ndesain bareng. Sampai produksi.
      Itu bedanya dengan 212 yang pesawatnya sudah ada dan operasional, lalu IPTN beli lisensi untuk ikutan “mencetak ulang” dan menjualnya. Nah diawali lisensi 212 itulah IPTN dapat ToT dari spanyol. Dilanjut dengan proyek joinan CN-235.
      Jadi, masih ada yang bilang CN-235 kita hanya merakit?

    • Kesimpulannya tetap ada campur tangan asing (spanyol) blm bisa di katakan murni ploduk anak bangsa 😀

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)