Aug 142016
 

SEOUL – Korea Selatan bermaksud menambah jumlah rudal Hyunmoo untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Pyongyang, Yonhap News Agency yang mengutip sumber pemerintah melaporkan pada hari Minggu (14/08/2016)

Menurut sumber itu, pengadaan lebih banyak rudal balistik jarak pendek Hyunmoo 2A dan 2B dapat membantu Seoul “menetralisir” ancaman yang datang dari Pyongyang. Ia juga mengatakan bahwa menambahkan rudal balistik jenis baru untuk persenjataan militer Korea Selatan dengan kisaran 497 mil akan meningkatkan kapasitas Seoul untuk melindungi wilayahnya di bagian Utara.

Rudal Hyunmoo 2A memiliki rentang maksimum 186 mil (300 km) sementara rudal Hyunmoo 2B memiliki rentang maksimum 310 mil (500 km).

Pada bulan Oktober 2012, Korea Selatan dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk memperpanjang jangkauan maksimum rudal balistik Seoul. Pada bulan Juli, Korea Selatan dan Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk menyebarkan sistem rudal THAAD di Korea Selatan, di tengah meningkatnya ketegangan semenanjung Korea atas program nuklir dan rudal Korea Utara.

Sumber: Yonhap News

Bagikan Artikel:

  20 Responses to “Seoul Tambah Rudal Hyunmoo Untuk Menetralisir Ancaman Nuklir Pyongyang”

  1. pertamax

  2. tomahawk versi korsel..panjang 6 meter, berat 1,5 ton, memiliki hulu ledak setengah ton serta diluncurkan secara tersembunyi akan membuat kim bergetar hatinya

  3. rudal HYOMO rudal andalan carin nih…hihihi…..

  4. sayang rhan jangkauannya blm mencapai 500km.

  5. Kalah es 3,4 bahkan 5 rusia

    Korsel tidak perlu koar2 seperti rusia
    Indonesia sebaiknya membatalkan tot rudal dr cina
    Mendingan kerjasama dgn korsel pengembangan rudal dan misil , jarak pendek 500 km itu sudah lebih dari sangat cukup
    Bisa jadi antidot nuklir cina
    Ayo kerja mr jokowi dptkan tot misil dari jepang korsel dan denmark..untuk nakuti negara yg hobby maling ikan

    • Hahahaha… Rudal Hyunmoo kok disamain S300-400-500. Itu Sistem anti serangan udara Bro. Kalo S300-400-500 itu bandingannya sama Patriot atau THAAD. Kalo cuma 500km sih Yakhont yg asli dipake sama Rusia jangkauannya bisa 600-700 km bro, kecepatannya Mach 2 lebih. Yg versi ekspor kyak punya TNI emg jangkauannya cuman 300km, setara Hyunmoo 2A. Maklum kena downgrade kalo buat ekspor. Itu baru Yakhont, Kalo Kalibr bisa sampe 2.500km bro, setara Tomahawk cuma lebih cepat Kalibr. Belum Iskandr, S club series, Brahmos dsb. Itu baru konvensional, kalo yg IRBM-ICBM macam Topol M ya ente tau sendiri jangkauannya kayak gimana. hehehe

  6. indonesia beli dong… minta tot jg

  7. SUSAH UNTUK DI BATALKAN DEK IMPLIKASI BILA DI BATALKAN TOT C705 DARI SANG NAGA INDONESIA AKAN TERKENA DENDA DEK… BELI PISANG DARI MALAYSIA BISA DI DENDA DEK KALAU ADA MOU NYA….MOHON MAAF ADEK2 DARI MALAYSIA BUKAN MENYINDIR….

  8. Ya cukuplah utk negara sekecil korsel, thaad utk jaga wilayah timur dan selatan, dan hyomo pasang sebanyak mungkin di daerah utara krn berbatasan lsg dgn korut, hati2 aja di lautnya, korut kan licik jg

  9. Roket rx550 itu kan rudal balistik indonesia yg dana nya diksh sedikit bgt… klo dana nya cukup bisa kok jd rudal scud

  10. Kapan perang.. Sma2 cuma adu argumen….. Mending damai aja timbang gak jadi perang..

  11. Indonesia mending kembangkan rudal lapan rc 150,rx200,rx300,rx 750,rx 450,rx 1000,rx 1200,rx 2000,sampe rx 1000000…

  12. tahun 2023 TNI akan sangat berbeda bung.baik fostur,strategi,alutsista dan kwalitas SDM nya jauh lebih baik dari yg ada atau kita lihat sekarang ini….kita tunggu dan lihat nanti bung.(edisi berharap)

  13. Fisiknya mah mirip rudal Nike Hercules….. apa kira kira2 hasil coju Jepang yah ??!!… 😆

  14. masalh terbesar negeri ini adalah lembaga riset yang dikelola menjadi lembaga birokrat dengan mental feodalisme shingga yang muncul adalah setback, keluhan , memble, bukan optimisme, inovasi sama kreasi ,smoga pak Jokowi dapat me re regulate hal ini

  15. betul bung kebayakan lembaga risetdi negeri ini dipimpin oleh pns yg mentalnya kalo gak ada dana ya gak kerja,.jadi hasilya ya gitu gitu tok..coba kalo sistimnaya ada produknya dulu baru dikasih ganti biaya riset dan pengembanganya pasti tuh buayak muncul produk yg inofatif dan berteknologi tinggi.

 Leave a Reply