Jan 122017
 

India secara resmi mengakuisisi 36 pesawat tempur omnirole Rafale dari produsen Dassault Aviation dengan biaya sebesar €7.8 milyar. Selanjutnya para calon pilot India akan menjalani pelatihan di Perancis sembari menunggu produksi awal pesawat tempur Rafale yang kemungkinan selesai pada awal tahun 2019.

Angkatan Udara India nantinya akan mendapatkan pesawat tempur Rafale dengan penamaan Rafale-EH untuk yang berkursi tunggal dan Rafale-DH untuk kursi ganda.

Dengan suksesnya penjualan ke India, meski mengalami penyusutan dari pesanan awal membuktikan Rafale sebagai salah satu pesawat tempur sukses di pasar internasional.

Pada tahun 2016, total Rafale membukukan penjualan hingga 110 unit, dimana 32 diantaranya untuk Kementerian Pertahanan Perancis dan 78 lainnya untuk pelanggan ekspor.

Setelah India, pesawat tempur Rafale masih bisa mendapatkan peluang di negara-negara Asia lainnya, salah satunya adalah Malaysia yang saat ini masih membutuhkan pesawat tempur superior dalam program Multi-Role Combat Aircraft (MRCA).

Malaysia saat ini menyatakan hanya menyisakan dua kandidat utama pesawat tempur pilihannya, yakni Eurofighter Typhoon dan Dasault Rafale, dan sudah menyingkirkan beberapa kandidat lainnya termasuk pesawat tempur Su-35.

Menurut Menteri Pertahanan Malaysia Hussein Hishamuddin, pada 2020 Malaysia sudah harus mengambil keputusan pembelian pesawat tempur MRCA, yang sudah menjadi rahasia umum saat ini tersisa Rafale atau Typhoon, meski semua itu masih tergantung pada kondisi ekonominya.

“Ada alasan-alasan lain mengapa kami tidak mencari Sukhoi Rusia seri terakhir, Hornet AS, dan Gripen Swedia. Tapi yang paling penting adalah, apa pun yang kami pilih, kami harus bisa menjelaskan itu kepada publik,” kata Hishamuddin.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

Rafale Bukan Pesawat Tempur ‘Murah... Perjanjian pembelian 36 pesawat tempur Rafale antara Perancis dan India kembali mengalami kebuntuan. Perbedaan yang serius terkait masalah harga dan o...
Untuk lndia, Perancis Bersedia Memberika... Perancis akan "sangat" menurunkan harga jet tempur Rafale untuk India dan akan memenuhi semua persyaratan (teknis, keuangan dan offset), ungkap CEO da...
Kesepakatan Pembelian Rafale Perancis-In... Kesepakatan pembelian 36 pesawat tempur Rafale antara India dan Perancis kembali menemui jalan buntu. Menteri Pertahanan India belum puas dengan h...
Bagi India, Su-35 “Ke laut AjaR... India lebih memilih pesawat tempur Rafale bila dibandingkan dengan Su-35 atau Typhoon dan Gripen. Mengapa India tidak memilih Su-35 misalnya, padahal ...
Typhoon dan Rafale Akan Bersaing Ketat d... BAE Systems akan memamerkan solusi terbaru di bidang pertahanan dan keamanan di Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA 2017) Malaysia...

  3 Responses to “Setelah India, Rafale Incar Malaysia”

  1. Apa? Malaysia? Uang darimana? Korupsi lagi? Atau naikin pajak? 😀 hahahaha… mana nih para malon berekor ya… koq belum ada yang nongol… xixixixi

  2. rafale desainnya cantik

  3. M’sia ade wang nak beli rafale, Indon ade wang tak nak bina IFX KFX, aku dengar TOT dibatalkan oleh fihak korea ? kahkahkah kesiannye INDON kesian kesian kesian

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)