Mar 192017
 

ilustrasi : Wayang Golek (Pariwisatabandung.info)

Tulungagung – Pensiun sebagai anggota TNI bukan hal yang menyedihkan bagi Pelda Purn Suyoto, karena dia telah menyiapkan bekal untuk memasuki masa itu. Pembantu Letnan Dua (Pelda) Suyoto, merupakan purnawirawan TNI AD di Desa Srikaton, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang memilih menekuni seni kerajinan wayang kayu dan melukis untuk mengisi waktu senggangnya semenjak pensiun sebagai aparat militer.

Pelda Purn Suyoto, 17/3/2017 mengaku berkecimpung di dunia seni rupa dan pahat merupakan panggilan nuraninya yang memang mencintai kesenian sejak masih kecil.

“Sejak masih aktif bertugas di Kodim 0827 Sumenep saya sudah menekuni kegiatan seperti ini, terutama saat penugasan sebagai personel babinsa di pelosok-pelosok pedesaan,” kata Suyoto ditemui saat melanjutkan pengerjaan relief wayang kayu dia atas daun pintu jati kuno, di teras rumahnya yang mungil.

Suyoto mengaku tidak canggung melakoni pekerjaan tersebut, karena memang sudah menjiwai sejak kecil.

Terlebih, kata dia, hasil ketekunannya membuat aneka wayang kayu baik untuk hiasan, mebeler maupun perlengkapan konstruksi rumah menghasilkan uang cukup besar.

Wayang kayu berukuran mini yang dilengkapi satu set wadah pajangan (dudukan) dijual Suyoto dengan harga mulai Rp300 ribu hingga Rp750 ribu per buah.

Sementara pembuatan relief wayang kayu jati yang biasanya memakan waktu 15 hari dia jual mulai Rp2 juta per buah/pasang.

“Itu nilai jasanya saja, tidak termasuk bahan baku (pintu). Jika dengan bahannya sekaligus, seperti pintu kuno ini mungkin bisa sampai Rp7 juta per buah/pasang,” katanya.

Suyoto yang resmi pensiun sejak 2012 mengaku sudah langsung fokus pada kerajinan wayang kayu ketimbang melukis yang merupakan bakat aslinya karena tidak/belum banyak saingan, sehingga potensi pasar cukup besar.

“Peminatnya memang belum banyak, namun selalu ada. Terutama pecinta barang antik yang ingin furniture, mebeler, ataupun aset pintu/jendela yang dimotif relief wayang dan sebagainya,” tuturnya.

Suyoto sendiri mengaku belum lama mengenal dunia seni ukir. Ia justru lebih dulu fasih dalam dunia seni rupa (melukis) yang telah digelutinya sejak kecil hingga masuk militer pada 1977 dan bertugas di Batalyon Infanteri 521 Kediri hingga 1991.

“Selama di Yonif bakat saya tidak berkembang karena tidak punya banyak waktu, kecuali pas libur. Beda setelah penempatan di Kodim 521 Sumenep, kesempatanya sangat longgar bahkan saya bisa memelopori berdirinya kelompok seni perupa di Sumenep pada 1993,” ucap Suyoto yang mengaku pernah tiga kali penugasan di wilayah konflik Timor-Timur mulai 1978-1985.

Dunia seni ukir dan pahat mulai digemari Suyoto pada 2009 saat ia bertugas di Koramil Perinduan, Sumenep dimana ada satu desa yang hampir seluruh masyarakatnya hidup dari produksi mebel ukir yang kemudian dipelajarinya secara otodidak.

“Saya menggabungnya dengan seni rupa, dan terbentuklah konsep seni ukir lukis wayang kayu seperti ini. Prosesnya saya buatkan mal atau konsep ukir lukisnya dulu, lalu dipahat, dan terakhir dilakukan pewarnaan sesuai motif yang diinginkan,” tuturnya.

Kendati belum banyak peminat produk seni karyanya, Suyoto yang memilih kembali ke kampung halamannya di Desa Srikaton, Tulungagung dan terpisah dari anak dan istrinya yang menetap di Malang mengaku optimistis seni wayang kayu kreasinya bakal tetap eksis meski dengan segmen terbatas.

Pelda Purn Suyoto adalah orang hebat, karena setelah merampungkan pengabdiannya kepada negara lewat militer, dia melanjutkan pengabdian dengan membangun dan melestarikan kebu dayaan Indonesia, lewat produksi wayang kayu.

Antara

  12 Responses to “Siapa Takut Jadi Purnawirawan”

  1. kalau yg dipusat purnawirawan banyakyg lebih suka menekuni seni kerajinan politik.

    xaxaxa..uhuk..uhuk

  2. ya bagus dr pd mangkal di parkiran minta jatah mending bgn kerja cari duit halal.

  3. Wayang golek kali ya.

  4. Ada kok malahan ada yg seukuran terong..

  5. Purnawirawan TNI lebih diterima masyarakat karena merakyat!

  6. wayang golek nya keren,…

  7. Coba yang dipundakx da bunga2x kira2 takut gak sama yg namax purnawirawan?

 Leave a Reply