Jan 302017
 

Berdasarkan media Turkmen, seperti dilansir oleh Navy Recognition, menyebut bahwa Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedov mengunjungi pangkalan angkatan laut yang berada di pantai Laut Kaspia, kota Turkmenbashi.

Selama kunjungan ini, sistem pertahanan udara jarak pendek SIMBAD-RC buatan MBDA ini terlihat untuk pertama kalinya pada setidaknya dua kapal patroli penjaga pantai Turkmenistan, SG-111 Arkadag dan SG-113 Merdana.

Kapal patroli Penjaga Pantai Turkmenistan, SG 111 Arkadag dilengkapi dengan 2 menara SIMBAD-RC. (Foto: Live Journal)

Turkmenistan menerima kiriman 10 unit kapal patroli yang dibangun oleh galangan kapal DEARSAN Turki. Kapal-kapal tersebut didasarkan pada desain proyek kelas Tuzla/NTPB (New Type Patrol Boat) dari Angkatan Laut Turki. Kapal-kapal itu berbobot 400 ton dengan panjang 55,75 m dan kru berjumlah 35 pelaut.

Kapal patroli Turken masing-masing dilengkapi dengan 2 buah peluncur SIMBAD-RC, satu ada dibagian depan dekat dengan anjungan dan satu lagi di bagian belakang. Keduanya berada pada platform khusus.

Namun tidak dijelaskan apakah seluruh kapal patroli Turkmenistan jenis ini (8 unit dalam pelayanan dengan Dinas Patroli Pantai Perbatasan dan 2 unit dengan Angkatan Laut Turkmenistan) telah menerima sistem SIMBAD-RC.

Video SIMBAD-RC pada pameran Euronaval 2016

Menurut MBDA, SIMBAD-RC (Système Integré de Mistral Bitube d’Auto-Défense – Remotely-Controlled) dikendalikan dari jarak jauh, sistem pertahanan udara laut sangat pendek, menyediakan kemampuan yang sangat efisien terhadap berbagai ancaman, dari pesawat tempur hingga rudal anti-kapal atau ancaman berukuran kecil seperti kendaraan udara nirawak.

SIMBAD-RC memberikan kemudahan pengaturan, kemampuan pertahanan diri untuk kapal patroli dan kapal pendukung, atau melengkapi kemampuan pertahanan udara berbagai jenis kapal lainnya.

Setiap menara mendukung dua rudal yang siap luncur. Menara tersebut dioperasikan dari jarak jauh sehingga memungkinkan operator untuk tetap berada di bawah, sehingga memastikan ketersediaan operasional dalam hal kesiapan tempur.

Menara itu sendiri dikembangkan oleh Rheinmetall Jerman atas nama MBDA sedangkan pencitra termal disediakan oleh Safran (Matis SP-nya Sagem). Sebuah menara SIMBAD-RC memiliki berat sekitar 500 Kg. Sistem ini mampu meluncurkan rudal tunggal atau salvo. Berat Rudal Mistral sekitar 18,7 kg dengan jarak tembak hingga 6,5 km.

Uji coba akhir dari sistem ini diumumkan oleh MBDA pada bulan Maret 2016.

Kapal patroli Penjaga Pantai Turkmenistan, SG 113 Merdana terlihat dilengkapi dengan menara SIMBAD-RC. (Foto: Live Journal)

Pada tahun 2015 diumumkan oleh MBDA Italia bahwa telah menerapkan proyek “Tetris” untuk penyediaan beberapa sistem senjata untuk angkatan laut Turkmenistan. Proyek ini dikabarkan melibatkan:

  • Rudal anti kapal Otomat Mk 2 (mungkin modifikasi Blok IV yang disebut Teseo Mk 2/A)
  • Rudal anti kapal Marte Mk 2/N
  • SIMBAD-RC

Rudal anti kapal Otomat Mk 2 tampaknya dipasang pada kapal patroli NTPB Turkmenistan, meskipun tidak ada konfirmasi tentang hal tersebut sampai saat ini.

Munculnya beberapa foto baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa Turkmenistan sebagai operator pertama dari sistem SIMBAD-RC. Pelanggan kedua kemungkinan adalah Angkatan Laut Kerajaan Saudi untuk perbaikan dan upgrade dari dua kapal pengisi kelas Boraida yaitu Boraida dan Yunbou, yang dibangun berdasarkan kapal pengisi kelas Durance Prancis.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Sistem Pertahanan Udara SIMBAD-RC Terlihat di Kapal Penjaga Pantai Turkmenistan”

  1. Namanya mirip ibu Tetangga saya.

  2. Halah… kirain kapal RC 😀

  3. itu adiknya Romlah ya? 😛

  4. sangat bagus untuk pertahanan..

  5. Rosmah itu roket yg di luncurkan dari MLRS

  6. Klu tidak salah negara bekas anggota UniSoviet, kok persenjataannya dari Eropa barat.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)