Feb 252015
 
Sniper Tatang Koswara

Sniper Tatang Koswara

Tatang Koswara yang berusia 68 tahun, tercatat sebagai sniper legendaris asal Indonesia. Pada 1977-1978 dia beroperasi di Timor Timur, kini Timor Leste. Ada lebih dari 40 orang fretilin yang menjadi korban tembakannya.

Nama Tatang tercatat dalam buku ‘Sniper Training, Techniques and Weapons’ karya Peter Brokersmith yang terbit pada 2000, nama Tatang berada di urutan ke-14 sniper hebat dunia.

Ada satu trik unik yang dilakukan Tatang untuk mengelabui pasukan patroli musuh. Dia membuat sepatu khusus dengan alas dalam posisi terbalik sehingga jejak yang ditinggalkan menjadi berbalik arah.

“Cibaduyut kan dikenal sebagai pabrik sepatu, saya juga mampu membuat sendiri,” ujar Tatang saat ditemui di rumahnya di kawasan Kodiklat TNI di Bandung, 3 Februari lalu.

Masih tampak bugar dan kekar, ingatan Tatang Koswara pun masih jernih. Kakek tujuh cucu ini beroperasi di Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat.

“Saya pernah tiga kali menjalankan misi, termasuk seorang diri,” ujar Tatang yang memiliki sandi S-3 alias ‘Siluman 3’.

Tatang pernah terluka dalam satu pertempuran. Dia dikepung musuh dan betisnya tertembak peluru. Dengan gunting yang dia miliki, peluru dia cabut sendiri. Tatang yang seorang sniper ini kemudian bisa lolos dan menembak beberapa musuhnya.

“Sambil bersembunyi di kegelapan, saya congkel sendiri kedua peluru itu dengan gunting kuku,” ujar Tatang seraya memperlihatkan bekas luka di kakinya.

Tatang masuk tentara melalui jalur tamtama di Banten pada 1966. Kala itu sebetulnya dia cuma mengantar sang adik, Dadang, yang ingin menjadi tentara. Tapi karena saat di lokasi pendaftaran banyak yang menyarankan agar dirinya ikut, dia pun mendaftar. Saat tes, ternyata cuma dia yang lulus.

Meski punya ijazah Sekolah Teknik (setara SMP), Tatang melamar sebagai prajurit tamtama menggunakan ijazah SR (Sekolah Rakyat) atau Sekolah Dasar. Selang beberapa tahun ia mengikuti penyesuaian pangkat sesuai ijazah yang dimiliknya itu. Sebagai bintara, ia ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infantri (Pusenif). Di sana pula ia mendapatkan mengikuti berbagai pelatihan, mulai kualifikasi raider hingga sniper.

Seorang sniper, kata Tatang, harus berani berada di wilayah musuh. Fungsinya antara lain mengacaukan sekaligus melemahkan semangat tempur musuh. Target utama biasanya selain sniper musuh adalah komandan, pembawa senapan mesin, dan pembawa peralatan komunikasi.

Tatang yang biasa menggunakan senjata laras panjang Winchester M-70 selama bertugas. Senjata ini mampu membidik sasaran hingga jarak 900-1000 meter.

Winchester M-70

Winchester M-70

Kemahiran menembak Tatang secara alami sudah terlatih sejak remaja. Setiap Jumat, ia biasa membantu orang tuanya berburu bagong (babi hutan) yang kerap merusak lahan pertanian dan perkebunan. Bidikannya lewat senapan locok nyaris tak pernah meleset.

Berbeda dengan warga lain yang biasa bergerombol saat memburu babi, Tatang justru lebih suka menyendiri. dia juga sengaja mengejar babi yang lari ke hutan. “Sasaran bergerak lebih menantang saya. Itu terbawa saat memburu Fretilin di Timtim,” ujarnya.

Saat majalah detik menemui Tatang, dengan penuh ekspresi kakek tujuh cucu itu mengisahkan pengalamannya bertempur di Timor Timur pada 1977-1978. Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro adalah daerah operasinya di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat.

“Saya waktu itu menjadi pengawal Pak Edi, sekaligus ditugasi sebagai sniper,” kata Tatang saat ditemui majalah detik di kediamannya di lingkungan Kompleks TNI Angkatan Laut, Cibaduyut-Bandung, Selasa (3/2).

Dalam buku ‘Sniper Training, Techniques and Weapons’ karya Peter Brokersmith yang terbit pada 2000, disebutkan bila Tatang dalam tugasnya berhasil melumpuhkan sebanyak 41 target orang-orang Fretilin.

Sandi Tatang, S-3 alias ‘Siluman 3 dimaksudkan karena misi yang diembannya bersifat sangat rahasia. Sementara angka tiga merujuk ranking yang didapatnya saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973.

Tatang Koswara

Sniper Indonesia (ret) Tatang Koswara

Saya Biasa Menembak Kepala!
Tatang Koswara kini sudah pensiun dari TNI. Usianya pun sudah 68 tahun, namun dia tetap bugar, ingatannya juga masih kuat.

Tatang, satu-satunya sniper Indonesia yang diakui dunia.

“Saya biasa membidik kepala. Cuma sekali saya menembak bagian jantung, dia pembawa alat komunikasi. Sekali tembak, alat komunikasi rusak orangnya pun langsung ambruk,” kata Tatang yang ditemui majalahdetik, pada 3 Februari lalu.

Tatang tinggal di Bandung. Sebagai pensiunan dia masih tetap berolahraga untuk menjaga kesehatannya. Tatang sesekali mengisi pelatihan menembak bagi TNI.

Tatang Koswara hidup seadanya. Pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu) membuat uang pensiunnya tak besar. Kakek tujuh orang cucu ini pun membuka warung makan di lingkungan Kodiklat TNI AD di Bandung.

Tatang pensiun pada 1994, bersama istrinya Tati Hayati yang dinikahi pada 1968, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di Cibaduyut. Di ruang tamu berjejer sejumlah medali, sertifikat dan brevet tanda pendidikan yang pernah diikutinya.

Selain uang pensiun dan membuka warung makan, dia juga kadang melatih para sniper TNI.

“Tahun lalu saya selama dua bulan melatih 60-an calon sniper Kopassus. Juga ada permintaan dari Komandan Paskhas di Soreang untuk melatih,” kata Tatang.

tatang koswara

Setahun sebelum pensiun, ia pernah memamerkan kemahirannya sebagai sniper dengan menembak pita balon di atas kepala Jenderal Wismoyo Arismunandar.

“Waktu itu saya diminta memutus pita dengan peluru yang melintas di atas kepala KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat). Pak Wismoyo tak marah, malah memberi saya uang ha-ha-ha,” ujar Tatang.

Mantan Inspektur Jenderal Mabes TNI Letnan Jenderal (Purn) Gerhan Lantara mengakui reputasi Tatang sebagai pelatih sniper. “Pak Tatang adalah salah satu pelatih menembak runduk terbaik yang dimiliki Indonesia. Mungkin saya salah satu muridnya yang terbaik he-he-he,” ujarnya.

Sementara Kolonel (Purn) Peter Hermanus, 74 tahun, mantan ahli senjata di Pindad, menyebut Tatang sebagai prajurit yang lurus. Dia mengingatkan agar bekas anak buahnya itu tetap mensyukuri kondisi yang ada sekarang.

“Dia hidup sederhana karena tidak pandai korupsi, tapi itu lebih baik ketimbang punya rekening gendut ha-ha-ha,” ujar Peter. (Detik.com).

  37 Responses to “Sniper Indonesia, Tatang Koswara”

  1.  

    setong

  2.  

    keduax

  3.  

    Pagi yg dingin dibumbui artikel yg menyengat, salut buat p tatang pengorbananmu mudah2an bisa lebih dihargai oleh pemerintah

  4.  

    P. Tatang apa tidak ngeri ya telah mem…nuh sekian banyak orang, meskipun itu sdh tugasnya !

    •  

      biasa mental prajurit perang sudah dilatih duluan sebelum turun medan, jadi beban psikolog dan trauma bisa diminimalisir…jelas beda ceritanya kalau org biasa (bukan prajurit) yg nembak mati org, pasti shock berat…hehe

      •  

        yang membuat saya shock berat selama jd penembak adalah menembak hati wanita….kebanyakan ditolak dan yg berhasil cuma 1.
        Kalo target yg lain gak ada yg nolak karena semua nya target dari kertas dan papan hehehehehe….

  5.  

    Mantap pak harmat dari anak negeri…………….!!!!

  6.  

    Salut buat pak tatang yg sampai sekarang masih dlm keadaan hidup sederhana tidak suka rekening gendut

  7.  

    masuk 20 besar sniper terbaik dunia sungguh menakjubkan..teruslah berkarya dengan mendidik sniper2 hebat pak. Smoga Indonesia nanti muncul banyak tatang yang lain..saya yakin itu

  8.  

    Wah salutee pak tatang 🙂

  9.  

    wow… greatman..!! mestinya dibikin filmnya juga nih oleh para sineas kita. jangan film pocong sama film syuurr mulu. biar prestasi tentara kita lebih terlihat oleh banyak kalangan..

  10.  

    Ternyata rumor yang pernah ada benar adanya. Pak Tatang yang di warung itu.

    Tapi di artikel2 dulu dikatakan bahwa para sniper identitasnya akan dirahasiakan. Lha kok sekarang malah dipublish?

  11.  

    Salut…salam hormat buat pak Tatang, semoga yuniornya meniru keprofesionalan dan kesederhanaan dari beliau

  12.  

    luar biasa….

    respect…

  13.  

    Seharusnya kesejahteraanya lbh diPERHATIKAN..

  14.  

    sniperrr sniperrr …. wahh pak tatang , keturunan sunda yang membanggakan

  15.  

    Ai lope u pull ndan

  16.  

    Mesti berpikir logis namun bertindak strategis, dlm hal ini Pemerintah khususnya TNI seharusnya memberikan apresiasi lebih terhadap mereka yg pernah berprestasi baik karena karya dari pikiran2nya maupun ketrampilannya bukan terus “habis manis sepah dibuang” setelah menjadi purnawirawan.
    Seperti contoh seorang Tatang Koswara yg dulu pernah menjadi sniper yg mumpuni dijajaran TNI, dan saya yakin ilmu, seni dan ketrampilannya masih cukup tajam bila dipraktekan, maka alangkah baiknya beliau diberikan kehormatan menjadi pelatih menembak para Atlet2 Pelatnas untuk Sea Games, Asian Games bahkan Olimpiade kita yg sekarang prestasinya lagi anjlok, pastinya sangat berguna!

  17.  

    Haha… :D. Klw itu yg perlu dijadikan target dilapangan..:D

  18.  

    Luar biasa untuk pak tatang terus semangat …klo bisa buatkan flimnya.tuh…Seperti diluar negeri..sniper.shooter.dll..klo bisa ikutkan pak tatang untk regu tembak bali nine kali ya..haha

  19.  

    Semoga suatu saat TNI bisa membangun relasi dgn rakyat bisa jauh lebih signifikan lg..contoh lwt industri film..kurangnya atensi dari pelaku film indonesia mungkin karena masih “sungkan” dgn tni dan mungkin mohon maaf tni kurang sedikit peka bahwa ini teknik yg sangat hebat..tdk ada salahnya mengikuti contoh barat membuat film dgn tema” perang.. Masyarakat masih terus butuh tentang sejarah negaranya..ada kebanggaan sendiri apa bila bisa melihat film ttg sejarah” negara ini.. Dulu bung karno membangkitkan spirit perjuangan bangsa lwt pidato” yang membakar jiwa bangsa Indonesia.. Banyak tokoh” hebat yg hilang di ceritakan kehebatannya membangun negara ini.. Mungkin salah satu tindakan JAS MERAH dari Bung Karno adalah membuat film” tentang para leluhur pejuang bangsa hebat ini..

  20.  

    Pak tatang seangkatan dengan bapak saya di timtim. Dan komandannya bapak sy mayor jusuf kartanegara sekarang jadi watimpres jokowi

    •  

      bokap dulu dari kesatuan mana masbro…soalnya rentan tahun ’77 – ’78 ada beberapa kesatuan yonif di jajaran kodam Diponegoro jga di turunkan dlm operasi SEROJA

  21.  

    Seandain ya ada yg memodali bapak untuk membuka sekolah sniper swasta indonesia maka semakin hebatlah negeri ini bravo untukmu pak perwira….

  22.  

    Sy suka gaya hidupnya yg sederhana.

  23.  

    Assalamualaikum wr.wb.
    keren

  24.  

    Salut buat tatang koswara….TNI saat ini harus mencetak orang2 seperti beliaun..agar tak diremehkan bangsa lain…bravo TNI….NKRI harga mati….

  25.  

    please dibuatin filmnya donk..

  26.  

    trima kasih Pa Tatang…

  27.  

    slmat jln pak tatang…jasamu pada negeri tk prnah kami lupakan……

  28.  

    Innalillaahi wa innaa ilaihi rooji’un, smoga amal ibdhx d trima d si2hx amiiiiin, jasamu akan slalu d kenang oleh bangsa ini

 Leave a Reply