Militer Indonesia Incar Pesawat Tempur Sukhoi SU-35

Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 BM
Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 BM

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan TNI sedang mempelajari kemungkinan memperkuat armada kapal selam Indonesia dengan kapal selam Kilo dari Rusia.

“Saat ini kami masih mempelajari dan menghitung rencana untuk memperkuat pertahanan kita di perairan”. “Akan lebih bagus lagi jika kita bisa mendapatkan kapal selam Kilo Class, yang memiliki peluru kendali dengan jangkauan tembak yang jauh”, ujar Panglima TNI di Jakarta, Minggu. 29/12/2013.

Kapal selam jenis Kilo bisa menembak dari dalam laut dengan sasaran permukaan sejauh 400 km. Tim teknis dari Angkatan Laut akan dikirim ke Rusia untuk mempelajari tawaran kapal selam tersebut.

Selain itu, TNI juga menunggu kedatangan helikopter Apache dari Amerika Serikat. Helikopter Apache hanya digunakan oleh sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Singapura.

TNI juga telah memesan sejumlah tank Leopard yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Dari Perancis dan Inggris, Indonesia berencana mengimpor peralatan untuk sistem pertahanan udara.

Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)
Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, ia juga ingin TNI bisa memiliki Sukhoi SU-35, yang merupakan seri terbaru dari pesawat tempur Sukhoi Rusia.

Panglima TNI berharap sebagian besar alutsista yang sudah dipesan, bisa ditampilkan pada HUT TNI 5 Oktober 2014, di Surabaya – Jawa Timur. “Hal ini untuk mengirim pesan bahwa presiden telah mengambil langkah progresif menuju modernisasi sistem pertahanan Indonesia. Untuk standar ASEAN, alutsista kita akan menjanjikan”. (antaranews.com).

Diego

Alutsista militer indonesia, teknologi, politik

126 thoughts on “Militer Indonesia Incar Pesawat Tempur Sukhoi SU-35

  • December 29, 2013 at 9:46 pm
    Permalink

    Saya dukung 100%

    Biarlah yang diembargo yang Piyek-Piyek macam F-16 dan T-50

    Yang “Angker” macam Sukhoi family, meski boros yah…. ndak papa

    **** Sukhoi Anti Embargo, bisa YA, Bisa TIDAK, Kalau melibatkan PBB, Rusia juga wajib patuh, macam di IRAN

    Reply
    • December 29, 2013 at 10:10 pm
      Permalink

      Kemampuan mesinnya memang harus dibayar dgn boros bahan bakar. Russia ngejarnya performance, dan beda dgn RI negara mereka memang produsen raksasa Migas. Walau TNI AU akan berat di operasional, tapi saya pikir kita perlu pesawat kelas berat seperti ini. Terutama karena jumlah squadron tempur kita yang bahkan lebih sedikit dibanding negara2 tetangga yang jauh lebih kecil wilayahnya. Selain itu juga pesawat sekelas Sukhoi -jika dibutuhkan- bisa menekan ke utara dan selatan

      Russia katanya mau bikin pesawat tempur ringan generasi 5 juga, single engine, belum ketauan apa Sukhoi atau Mikoyan yang akan bikin.

      Reply
      • December 30, 2013 at 11:34 am
        Permalink

        karena itulah simulator sukhoi diciptakan….

        Reply
    • December 30, 2013 at 1:49 am
      Permalink

      setuju…!! rakyat indonesia pasti mendukung,..untuk SU 35

      Reply
    • December 30, 2013 at 7:08 am
      Permalink

      Mungkin lebih tepatnya bukan anti embargo, tapi lebih kecil kemungkinan embargonya ketimbang Amerika atau NATO. Rusia nggak pernah mengembargo negara lain atas dasar HAM toh? Kl Amerika dan NATO ya hobinya itu, dianggap melanggar HAM langsung embargo.

      Reply
      • January 1, 2014 at 9:15 pm
        Permalink

        setuju banget….apa pada gk kapok kena embargo?!?? hidup adalah pilihan…termasuk dlm memilih sukhoi….pasti ada akibat negatif jg…kalau gk pengin ada efek negatif…buat sendiri….

        Reply
    • December 30, 2013 at 11:06 am
      Permalink

      harusnya niru nissan, ada mode eco, normal, sport. πŸ™‚

      Reply
      • December 30, 2013 at 11:38 am
        Permalink

        ada koq, Sukhoi kan bisa supercruise tanpa afterburner, eco mode he he he . Military hardware goin green :mrgreen:

        Reply
  • December 29, 2013 at 9:47 pm
    Permalink

    Su-35BM minimal 1 squadron ya pak Moel, asap

    Reply
    • December 30, 2013 at 7:04 am
      Permalink

      Mudah2an yg akhirnya kebeli Su-35S (versi dalam negeri yg dipake sm AU Rusia) bukan Su-35BM (versi export). Denger2 TNI AU pengennya yg versi Su-35S ini lho.

      Reply
      • December 30, 2013 at 9:29 am
        Permalink

        bisa jadi bung… dari 16 SU35BM terselip 4 SU35S…hehheeh…mantep tenan…

        Reply
      • December 30, 2013 at 11:41 am
        Permalink

        Terus terang saya agak bingung dengan kebijakan pasti export persenjataan Russia. Di satu tempat Su-30MKI dibiarkan lebih canggih daripada Sukhoi AU Russia, tapi di tempat lain saya baca T50 Fakpa export akan berbeda dgn versi Fakpa AU Russia nantinya, yg versi tersebut tidak akan di-export. Logikanya ga diexport karena upgrade bukan downgrade

        Reply
      • February 10, 2014 at 2:39 pm
        Permalink

        klo melihat kemesraan kita sih ga ada salahnya kita berkhayal bisa dapet type S untuk SU-35
        sebagaimana dengan SU-27 kita yg kabarnya buatan rusia langsung bukan buatan ukraiina sehingga sempat terjadi perbedaan chanel komunikasi.

        Reply
    • December 30, 2013 at 11:26 am
      Permalink

      Hmmmmm………muncul juga akhirnya, apa kabar bang @Roger, apakah ini tetep sama seperti dulu ?

      Kalau Su-35S, tergantung nego……….nama pasti berubah, bisa Su-35SKI

      Reply
      • December 31, 2013 at 11:30 am
        Permalink

        Wah, ada sesepuh di mari, bung Melektech. Masih seperti yang dulu kok. Tapi yang dulu itu seperti apa ya? Kl yang dulu dirasakan jelek sy mohon maaf ya..

        Reply
  • December 29, 2013 at 9:56 pm
    Permalink

    mudah mudahan jadi..bukan sekedar wacana lagi πŸ™‚ ya pak moel

    Reply
    • July 2, 2014 at 7:44 pm
      Permalink

      Wah mending su 35 dari pada tiphoon or grippenari kita buka kenangan kita gmn rasax d buat malu oleh negara tetangga apakah kita hanya bisa melihat sj tanpa perlawanan su 35 i am waiting to you for indonesia power…

      Reply
  • December 29, 2013 at 10:01 pm
    Permalink

    masalah nya rusia sendiri masih membutuhkan banyak pesawat ini,,
    mereka baru memiliki .12 unit su35S, dan akan menerima 26 unit dua tahun lg..
    http://www.artileri.org/2013/12/au-rusia-terima-12-su-35-pada-2013.html
    kalau kita beli su 35S kira-kira kapan jadi nya yah???? cos biasanya di utamakan kebutuhan dalam negeri dlu,, klo sdh memenuhi kebutuhan nya baru utk buat expor,,
    maaf klo prediksi saya salah

    Reply
    • December 29, 2013 at 10:25 pm
      Permalink

      China juga berencana beli Su-35 ini, jika tidak salah kontrak (jika jadi) akan dilakukan akhir tahun 2013 ini dan mulai menerima pesawatnya pada tahun 2014. Kelihatannya kemampuan produksi peralatan militer di Russia bisa ditingkatkan dgn cepat gan. Soalnya Russia juga butuh menjual banyak Su-35 sebelum T50 Pakfa nanti dipasarkan, sementara negara2 potensial cenderung langsung melirik Pakfa karena kedatangan F35, bisa2 Su-35 ini hanya jadi stopgap antara Su27/30 dan T50 Pakfa jika kurang sukses di pasaran. Sepertinya calon konsumen seperti Indonesia dan jiran diarahkan Rosoboronsxport untuk ngambil Su-35 ini

      Saya baca T50 Pakfa yang akan dipasarkan nanti adalah kerjasama pengembangan Russia-India, sedang Russia akan punya versi sendiri yang tidak aka dieksport. Jadi seperti F22 bagi US. Entah benar atau tidak, soalnya Su30MKI diketahui lebih canggih dari Su30 yg digunakan AU Russia sendiri

      Reply
      • December 30, 2013 at 1:20 am
        Permalink

        Betul sekali, Manufacturing Plant Rusia jauh lebih besar dari Amerika, tenaga kerjanya sangat banyak peninggalan Uni-Soviet.

        Kelihatannya begitu, Produksi Su-27/30 akan dialihkan ke Su-35

        Kalau T-50 Rusia, kelihatanya akan dipasarkan untuk versi Ekspor, tentunya sesuai dengan adat istiadat Rusia yang selalu meng “down-grade” untuk versi ekspor.
        Kenapa kok di Ekspor ? karena India juga dapet, sehingga percuma “disimpan”
        Beda sama F-22 yang versi ekspornya ada sendiri, yaitu F-35

        Rusia selalu menyimpan rapat-rapat info spec pesawat untuk Rusia sendiri, dari mana kita tahu Su-30MKI lebih hebat dari milik Rusia sendiri. Itu khan hasil “kira-kira” para analis saja.Makanya Rusia selalu mengeluarkan 2 (dua) versi semua produksinya, termasuk Missile (Rudal) dan Radar

        Reply
    • January 2, 2014 at 7:26 am
      Permalink

      Mengenang masa lalu kita pernah beli TU16 yang notabene masih dalam tahap pengembangan
      Balik lagi tergantung yang nego

      Reply
  • December 29, 2013 at 10:37 pm
    Permalink

    saya setuju bnget kalau pemerintah menambah armada sukhoix dgn seri terbaru..
    batch 1, 6 pesawat pun oke aja. kalau belanja banyak ama papa bear,kira” bonusx apa ya.?

    Reply
    • December 30, 2013 at 9:31 am
      Permalink

      bonusnya adalah pelatihan cuma” selama 5 tahun + simulator…hehhee…

      Reply
      • December 30, 2013 at 12:43 pm
        Permalink

        gmn dengan info hoax kalau kita beli 1 sku sukhoi baru,ada kmunkinn akan ada hibah 1 sku sukhoi yg bs diretrofit?atau bbrp biji kilo bekas versi standart

        Reply
  • December 29, 2013 at 10:50 pm
    Permalink

    Rencana cerdas yg ditunggu2 kaum pencinta Alutsista RI. Semoga terwujud….

    Reply
    • December 30, 2013 at 7:34 am
      Permalink

      bung wedus@ berarti kata” saya di komen artikel kemaren benar dunk..kan mau ada es-tlulimo.. πŸ˜€

      Reply
  • December 29, 2013 at 11:35 pm
    Permalink

    Penangkal hornet & F35 ya memang SU-35 ini, wasalam deh untuk abbot..

    Reply
  • December 30, 2013 at 12:08 am
    Permalink

    Jendral Moeldoko for president 2019!!

    Reply
  • December 30, 2013 at 6:13 am
    Permalink

    Ane harap kalau jadi beli ini pesawat ekornya jangan di marking gambar bendera merah putih seperti kebanyakan pespur yang sudah ada karena kesannya jadi kurang STEALTH.

    Reply
    • December 30, 2013 at 6:59 am
      Permalink

      Stealth itu sulit dideteksi oleh radar lho, bukan sulit terlihat sama pandangan mata. Apa pengaruhnya masang marking bendera merah putih sm kemungkinan dideteksi oleh radar musuh?

      Reply
      • January 3, 2014 at 12:33 pm
        Permalink

        Mungkin maksudnya, nilai stealthnya jadi berkurang karena warna merah dan putih yang kinclong mencolok jidat eh mata. Yah kan bisa dimodif bentuk atau gambar apa gitu, gak harus kotak merah diatas, putih dibawah…bisa gambar siluet tengkorak merah mata putih atau sebaliknya menyesuaikan nama skadronnya gitu??

        Reply
    • December 30, 2013 at 9:54 am
      Permalink

      kalau nggak kelihatan sama mata telanjang atau non telanjang itu namanya siluman

      kalau nggak kelihatan di radar itu namanya juga siluman

      sama2 siluman beda fungsi…

      Reply
  • December 30, 2013 at 7:17 am
    Permalink

    itu baru pertimbangan yang betul pak Panglima, kami bukan hanya mendukung tapi meminta dengan hormat kepada Pak Panglima jangan tunggu lama lagi utk pengadaan su-35 kalo perlu sekalian su-T-50 Pak Fa. Jangan setengah-setengah memodernisasi Alutsista kita. Tingkatkan anggaran militer kita, tunjukan harga diri bangsa kita kepada semua negara yang selama ini mencibir dan merendahkan kita. Jangan lupa Payung Udara S-300 atau S-400 Pak Panglima.

    Reply
  • December 30, 2013 at 8:11 am
    Permalink

    Agan2 yth,info A 1; indonesia sdh sign kontrak beli SU35 1 ska datang 2014.makanya kita beli simulator sukhoi.kasel kilo dan amur sdh lama ada.rudal jarak menengah sdh deal.cuma datang gak di ekspos.jadinya kita punya F16 3 ska buat patroli,T50i 1 ska buat latihan + tempur ringan,Sukhoi family minimal 2-3 ska SU 27/30,SU35.selanjutnya kombinasi PAKFA dan IFX krn sdh zaman pespur gen 4++ dan gen 5..tdk ada lg penambahan F16.rudal lapan jarak 3 digit kombinasi rudal rusia dan cina.mbt leopard dikombinasi mbt challenger dan pindad (medium)

    Reply
    • December 30, 2013 at 8:30 am
      Permalink

      mas surya… koq ada challanger segala..?

      Reply
      • December 30, 2013 at 9:55 am
        Permalink

        scorpion kali maksudnya

        Reply
    • December 30, 2013 at 8:55 am
      Permalink

      kalau chally kok saya gak yakin ya bung surya. karena oz saja minta kagak dikasih.

      Reply
    • December 30, 2013 at 10:20 am
      Permalink

      1.Pesawat Su35 belum sign,belum dibicarakan sama sekali.
      January tim kita baru akan ke russia.
      2.Yang sudah dibicarakan adalah theater misil payung udara S300-PMU series dengan radar 5N64s atau 96l6 mana satu lebih murah.
      Mungkin lebih murah daripada pembelian pesawat tempur.. Mungkin.

      Reply
      • December 30, 2013 at 11:30 am
        Permalink

        Nah ini………muncul juga akhirnya, apa kabar bang @Dex, apakah ini tetep sama seperti dulu ?

        Reply
      • December 30, 2013 at 11:51 am
        Permalink

        Hi Mr.Melektech long time no.see πŸ™‚

        Reply
      • December 30, 2013 at 2:09 pm
        Permalink

        bung Dexter, mungkin ada info lebih teknis parameter apa saja dari dua jenis senjata itu yang dibandingkan sehingga bisa disimpulkan mana yang lebih murah?

        saya merasa ini bukan lagi perbandingan apel dan jeruk (sama2 buah) tapi apel dan brokoli (?)…

        Reply
      • December 30, 2013 at 2:18 pm
        Permalink

        Welcome MR Dexter.

        Saya sempat cari tahu tentang pengadaan sistem rudal pertahanan anti-udara ini. Benar TNI sedang menjajakinya, tapi jenisnya saya tidak tahu, yang mana yang diincar. Awalnya saya kira Buk ME dikombinasikan dengan Pantsyr.

        Tapi kalau lompat ke S-300 MPU, ya jos gandhos

        Reply
      • December 30, 2013 at 3:12 pm
        Permalink

        HQ-9 prediksi ane. Biar kw2 tapi tes kemampuan lebih baik dari s-300PMU. Turki ambil ini karena selain kemampuan juga disertai ToT. Melihat fakta ini akan jadi pertimbangan dephan buat akuisisi nih barang. Apalagi nanti bisa dihubungkan dengan proyek Rudal Nasional.. CMIIW

        Reply
      • December 30, 2013 at 3:31 pm
        Permalink

        Kangen komentar dari bung dexter ……
        Team kemhan + TNI januari nanti baru nego soal KS+SU 35…..

        Reply
        • December 30, 2013 at 3:45 pm
          Permalink

          @bung Gue….yang lucu kan kemarin itu team sudah sempat ke Rusia (yang infonya KASAL mereka tidak mau menemui), jadi ngapain aja mereka kesana? koq sekarang mau pergi lagi?
          Apa MUNGKIN waktu pergi yg pertama memang benar untuk survei, dan kepergian yang kedua di bulan Januari 2014 untuk SIGN ya?….

        • December 30, 2013 at 5:15 pm
          Permalink

          Klo itu menurut analis saya pribadi, itu salah satu stategi tingkat tinggi dari petinggi militer dan petinggi kemhan. Krn akusisi KS yg bisa bawa rudal canggih dan jangkauan tembak jauh serta akusisi sukoi su-35 dan S-300 mpu series (trio strong) menurut petinggi militer sangat berdampak strategis di kawasan ini. Tapi dengan ada nya sadap menyadap , skrg tdk perlu lagi ditutupi hi hi hi hi hi …..

        • December 31, 2013 at 11:39 am
          Permalink

          Yang berangkat Januari adalah team dari TNI AL yang akan memilih kilo mana yang akan diambil

          Sedangkan Tim Dari TNI AU yang berangkat kerusia adalah pada bulan Februari..
          Jadi beda tim yang akan berangkat dengan beda tujuan pengadaan alutsista..

          Saya sudah titip dibelikan topi khas rusia putih/abuabu (yang coklat/abuabu lebih murah ) tuk Tim yang berangkat pada bulan February sekalian nyobain makan satenya ruskie namanya shashlik hehehe

        • December 31, 2013 at 11:48 am
          Permalink

          Apa Su-35 memang akan diposisikan sebagai pengganti F5 bung @Satrio? aquadron Su-35 di Riau?

          Coba tolong direfresh bung sebenarnya bagaimana rencana modernisasi TNI AU, apa akan terdiri dari Sukhoi untuk heavy fighter dan F16 sebagai light fighternya? beberapa waktu yll pak Pur sepulang dari US bilang ada tawaran batch 2 F16, jika ada batch 2 artinya minimal TNI AU akan diperkuat 3 squadron F16 dan mengecilkan potensi masuknya Gripen

        • December 31, 2013 at 12:41 pm
          Permalink

          Kan sudah sering dibahas
          Kalau Su 35 dibuat menggantikan f5 berarti turun pangkat dong atau Indonesia sudah kaya dengan BBM tuk alutsistanya.
          Heavy mau dijadikan medium??

          Kita tetap menganut konsep USAF sesuai dengan luas teritory Indonesia (anehnya singapura juga memakai konsep ini)
          Ada pespur Heavy fighter dgn Sukhoi family yg sekarang mau ditambahin dgn Su 35
          Pespur Medium yaitu Falcon,Hawk 209,dan pengganti F5 kandidat terbesar gripen
          Dan Pespur Light kombinasi Tucano,Ge T 50,Yak (kandidat)
          Maka dari itu ada kode TS,TT,TL disetiap jenis pespur kita disesuaikan dengan doktrin dan strateginya

          yang akan pensiun F 5 dan Hawk Mk 53.
          Dan pola kombinasinya akan BERUBAH bila IFX sudah terwujut
          kita doain aja yaaa

        • December 31, 2013 at 1:14 pm
          Permalink

          Syukurlah jika begitu,
          Saya nyoblos Su-35 dan Gripen πŸ™‚ . Menurut pikiran saya Gripen dijadikan jab yang sering terlontar tanpa boros tenaga dan Sukhoi jadi hook dgn daya pukul yang besar

          Ngeri denger biaya operasional Sukhoi, tapi memang kedaulatan tidak murah. Biar F16/Gripen saja yang sering mengudara namun dibackup heavy fighter jika dibutuhkan. Pada kondisi terburuk kurang biaya operasonal tetap mending ada tapi ga digunakan daripada butuh tapi ga berdaya macam nasib Pilipina

        • December 31, 2013 at 1:20 pm
          Permalink

          kalau untuk PATI di Indonesia mestinya printing kapas atau padi di topi harusnya dobel mas danu
          hehehehe

          Karena ane rakyat jelata yaa gak pakai printing aja

        • January 1, 2014 at 5:20 am
          Permalink

          Klo akang berangkat yg bulan apa kang?hehehe….

        • January 3, 2014 at 6:43 pm
          Permalink

          ane nggak ikut
          wong ngak dadi apa apa kok ngikut

        • January 3, 2014 at 11:17 am
          Permalink

          Kepala Pusat Penerangan Kemhan Sisriadi mengatakan untuk pembelian pesawat Sukhoi “Jadwalnya (ke Rusia) Februari,” (Fri 03/01/2014)
          link

          Confirmed πŸ™‚ ke depan saya akan lebih memperhatikan info dari bung @Satrio

        • January 3, 2014 at 12:38 pm
          Permalink

          kayaknya bung diego perlu mengulas kembali mengenai su-35 dan sekeilo. dan denger” ada salah satu warjager yg keceplosan kalao indonesia punya BNV ITU harus diulas dan di pertanggung jawabkan.. Bukan begitu bung @ nowyou… πŸ˜€

          batu kalao kena air lama” pasti tergerus, kalao kilo dan BNv DI ULAS TRUS PASTI ADA PENAMPAKAN BNV DAN KILO,APALAGI kalao ulasanya menarik pastilah tetangga pada ngintipiin warjag terus πŸ˜€

          http://garudamiliter.blogspot.com/2014/01/kapal-selam-dan-pesawat-dari-rusia.html?m=1

        • January 3, 2014 at 2:52 pm
          Permalink

          Baca di topix aja banyak sekelas Ndan SS yg kasih info…

        • January 3, 2014 at 4:41 pm
          Permalink

          sopo iku ndan SS bisa kenalan
          Hehehehe

          Yang berangkat Januari hanya tim kecil 5 orang saja tuk memilih

          Yang berangkat february nanti tak kabari tak cari bocoran
          ‘maaf kalau sotoy

        • January 3, 2014 at 3:13 pm
          Permalink

          Membaca berita itu, terasa masih ambigu:

          “Kepala Pusat Penerangan Kemhan Sisriadi memastikan, sudah membentuk tim untuk terbang ke Rusia. Namun, tim yang berasal dari TNI Angkatan Laut ini hanya untuk menjajaki sekaligus melihat langsung kondisi kapal selam.”

          Kalimat di atas, untuk tim yang akan lihat Kapal Selam.

          ——-
          Kalimat lanjutan:

          “Sedangkan untuk pembelian pesawat Sukhoi, Sisriadi mengaku belum tahu. “Jadwalnya (ke Rusia) Februari,” iyar Sisriadi, Kamis (2/1)”.

          Kalimat ini rancu, kalau belum tahu, kok ada kalimat selanjutnya…jadwalnya ke Rusia ..Februari”.

          Jadwal lihat kapal selam yang ditunda ke Februari, atau Jadwal mau melihat Sukhoi ?. Rancu.

          Barusan coba konfirmasi, soal “bulan februari” itu, tapi belum dijawab πŸ˜€

        • January 3, 2014 at 4:12 pm
          Permalink

          Sudah dijawab. Berita itu untuk lihat Kilo, bukan Sukhoi

        • January 3, 2014 at 5:03 pm
          Permalink

          Berita beginian memang membingungkan, jika team Kilo jadinya berangkat February tetap tidak menjelaskan darimana asal usul jumlah 6 unit Sukhoi tambahan itu.

          Kasal malah bilang jika jadi beli KS Russia maka Indonesia adalah pengguna pertama KS sejenis di Asea tenggara, padalah Vietnam sudah menerima KS Kilo sebelumnya. Ini menimbulkan kecurigaan jenis Kilo apa sebenarnya yang diinginkan TNI AL hingga dianggap beda dgn punya Vietnam.

        • January 3, 2014 at 5:25 pm
          Permalink

          Di situ disebut kedatangan sukhoi…februari 2013.

          Padahal yg terakhir datang September 2013.

      • December 30, 2013 at 6:29 pm
        Permalink

        ternyata yang pakai id surya omongannya kurang credible hobinya suka ngayal = maho

        Reply
        • December 30, 2013 at 8:13 pm
          Permalink

          Hatur nuhun bro teletubbies atas masukannya.ane gak pernah ngayal ttg alutsista.semua info berdasar sumber valid.silahkan nanti dibuktikan kebenaran info ane seiring berjalan wktu.harapan ane smg info ane bisa memotivasi nilai2 juang dan cinta NKRI krn ane prihatin ada media/info yg ragukan kekuatan TNI.TNI hebat itu fakta.alutsista kita makin kuat itu jg fakta.salam NKRI

    • December 30, 2013 at 12:29 pm
      Permalink

      ooooh gtu ya bang surya…klw su-35 dan kilo class kilo sih ok..
      challenger…??hehehe

      Reply
  • December 30, 2013 at 8:35 am
    Permalink

    (nyeruput kopi yg msih ngebul) ueehh…suegerrr…

    Reply
  • December 30, 2013 at 10:02 am
    Permalink

    TNI AL mentargetkan punya kasel nuklir 10 unit tp dirahasiakan dan gak akan pernah di ekspos.kemungkinan dari ***** dan *******.TNI AD targetkan semua satuan gunakan panser atau tank baik medium atau main.ada 2 opsi tambahan selain leopard yaitu challenger dan rusia.kemungkinan besar challenger krn di dunia hanya ada 5 MBT terbaik leopard,challenger,abrahm,merkava,PT 9.intinya TNI mau beli alutsista no 1 sambil TOT

    Reply
    • December 30, 2013 at 12:14 pm
      Permalink

      A1 lagi masbro?

      Reply
      • December 30, 2013 at 3:56 pm
        Permalink

        @surya, mohon jangan A1 terus,kegedean, susah copynya, mesin photocopy ane cuma A4 s/d Folio, makasih… 😯

        Reply
        • January 3, 2014 at 4:22 pm
          Permalink

          he…. jam brp sekarang?

    • January 1, 2014 at 5:15 am
      Permalink

      Yang bner tuh mas…?kata siapa manknya TNI AL mau pake Ks nuke…hehehe
      Gak gampang loh mengawaki Ks nuke,dan ga gampang jg melatih awak ks nuke….hehehe
      Maap ya klo saya salah…hehehe

      Sebelumnya saya mohon ijin gabung dan numpang belajar soal dunia k militeran diai…terima kasih

      Assalamualaikum wr wb….

      Reply
  • December 30, 2013 at 11:12 am
    Permalink

    haha,,,,, ayo DEXTER VS SURYA keluarkan jurus maut kalian,,,,,(sambil nruput kopi juga πŸ™‚ )

    Reply
    • December 30, 2013 at 3:31 pm
      Permalink

      Yang bener itu Dexter VS Melektech mas bro,,,,

      Reply
  • December 30, 2013 at 11:53 am
    Permalink

    denger”pesawat srikandi jga msuk generasi 5 yg msih di kembangkan oleh ahli pt di,mga cpt terealisasi krya anak bangsa aminnnnnn

    Reply
    • January 6, 2014 at 3:48 pm
      Permalink

      Kiloklav yg bisa nembakan rudaj sejauh 300 meter & apache yg cuma dimiliki USA & Singapura?

      Wartawannya gak cermat banget -__- . Kredibilitas berita turun

      Reply
  • December 30, 2013 at 1:55 pm
    Permalink

    Rakyat indonesia bahkan dunia akan saksikan kekuatan tempur TNI yg gahar sangar cettaar di 2020.MEF cuma 1 dan 2 (2009-2019).MEF 3 tdk ada krn adanya percepatan.siapa pun presidennya hrs pnya komitmen utk kelanjutan modernisasi alutsista secara mandiri.@bung DEXTER;salam 1 jiwa NKRI harga mati.MERDEKA !!!

    Reply
  • December 30, 2013 at 2:01 pm
    Permalink

    suhu” di warjag udah pada dateng,setelah bung diego bakar kemenyan πŸ˜€ πŸ˜€

    bung dexter,melektech,danu,WH,satrio,nowyou,roger,dkk yg begitu fenommenal di blogs alutsista
    haii sesepuh warjag heheee

    Reply
    • December 30, 2013 at 2:25 pm
      Permalink

      Kayaknya bakar menyannya harus double Bung patech, biar Bung WH juga muncul πŸ˜€

      Reply
  • December 30, 2013 at 3:28 pm
    Permalink

    Sebenernya udah desas-desus lama ni berita. Pasti diakuisisi kok, sekarang lagi ngukur budget-nya palingan. Sesuai prediksi ane, ini cuman penambahan dan regenerasi Heavy Fighter kita, nggak ada hubungannya dengan penggantian F-5. Sekarang jamannya multi mision/multi role, interceptor dedicated dah berlalu. Nanti pespur kita disederhanakan menjadi Heavy-Medium atau Heavy-Light saja. Flanker-IFX atau Flanker-Grippen. Good commonality, free logistic nightmare.. Trust me..

    Reply
    • December 30, 2013 at 3:40 pm
      Permalink

      πŸ˜‰ Sudah terlihat :

      Heavy : Sukhoi family

      Medium (patroli) : F16 pra IFX

      Sisanya buat latih lanjut & COIN

      Reply
      • December 30, 2013 at 10:19 pm
        Permalink

        Sementara sih kandidat pengganti F-16 itu IFX/kfx, Grippen pasti masuk klo proyek KFX gagal, itu udah rumus bang…

        Reply
    • December 30, 2013 at 9:09 pm
      Permalink

      Setuju bung @wie, walau di berbagai media dan blog Su35 ini termasuk kandidat pengganti F5 tapi rasanya koq kurang pas. Jaman pesawat multirole dan omnirole sekarang ini pesawat tempur dibedakan pada kelas ringan dan berat

      Reply
      • December 30, 2013 at 10:15 pm
        Permalink

        Ya itu yg ane heran bro, kan malah aneh Gripen jadi saingan sama Su-35 gara2 pake kandidat2 segala. Padahal beda kelas harusnya untuk saling melengkapi bukan malah ditandingkan trus dipilih salah satu. Klo diadu gitu ya jelas plengker E yg menang. He he he…

        Reply
        • December 31, 2013 at 12:09 am
          Permalink

          Iya bung, walau sama2 juara dunia namun juara dunia kelas welter ga bisa diadu juara dunia kelas berat πŸ™‚

        • December 31, 2013 at 3:03 pm
          Permalink

          Bukan dari segi kelasnya, tapi dari Urgensinya SU-35 dibeli untuk situasi sekarang ini, sementara dana terbatas dan F16 hibah sudah dipesan banyak & ada project IFX πŸ˜›

  • December 30, 2013 at 3:36 pm
    Permalink

    tonggak sejarah baru dalam beralutsista akan di ukir kemmbali oleh es be ye,jika benar” sebelum masa peralihan kursi kepresidenan di ganti ,es be ye pak bisa mendatangkan radar vostok ,es u-tlulimo,es tlungatus,dalam jumlah sekilo dan tambah sedikit lada supaya pedas dan bisa cetar membahana. Wajib dikalungin bunga buat pak es beye sebagai (bapak pebangunan Militer),meskipun warga warjag tau banyak carut marutnya di bidang” yg lain khusus yg sll di gembar geborkan publik tiap hari (KORUPSI).

    Semoga diantara 1skuad es U tlulimo BM ada sedikitnya 6 es U tlulimo eS nya..karena yg kita tahu jiran kita juga berminat dg BM,,dengan adanya type S maka lancarlah pula b**U b**A di k******n.
    Mungkin ada yg tidak setuju ya silahkan dan monggo

    Reply
  • December 30, 2013 at 7:02 pm
    Permalink

    kenapa kok gk ambil yang tipe S sja secara BM kan downgtread nya tipe S

    Reply
    • December 30, 2013 at 8:50 pm
      Permalink

      Tidak tepat begitu gan. BM itu singkatan dari “modernisasi besar” alias upgrade, sementara Su-35S memang merupakan type terakhir dari Su35. Versi produksi untuk export sendiri nanti entah apa nama pastinya, saya pernah baca jika istilah Su-35 adalah versi export sementara intern Russia sendiri tetap menggunakan nama Su-27BM. Sementara Su35S sebenarnya T-10BM, istilah NATO-nya adalah Flanker E walau Flanker E ini sendiri mencakup Su-27M dan Su-37. Agak membingungkan memang istilahnya πŸ˜€

      Su-35S/Su27BM/T10BM Russia akan berbeda dengan versi yg akan diekspor pada IFF, EW, sistem komunikasi dan radarnya yg punya system operasi yang lebih maju. Untuk TNI AU (jika beli) IFF memang harus custom karena kita gado2 alutsista Barat dan Timur, yang bikin ngiler adalah radar Irbis full spek ala Russia ini. Mudah2an -jika jadi- bisa dapat spek yang setara karena pada kemampuan Radar dan electronic warfare ini Su-35 diklaim setara bahkan melebihi kemampuan dgn pesawat tempur generasi 5 yg telah ada sekarang ini (F22/F35)

      Reply
      • December 30, 2013 at 9:02 pm
        Permalink

        just in case, IFF ( Identification, Friend or Foe) adalah system untuk membedakan object yang terbaca sebagai rekan atau musuh. IFF Russia di pesawat TNI AU akan membaca pesawat produk barat seperti F16,F5 atau T50 FE sebagai musuh, bisa2 terjadi friendly fire.

        Reply
        • December 30, 2013 at 11:20 pm
          Permalink

          IFF adalah komunikasi 2 arah, salah satu pihak berperan sebagai interogator. Yang ditanya memberikan kode jawaban.

          With supersonic aircraft and swift antiaircraft missiles, there is no time to identify friendly forces by visual means. IFF (Identification Friend or Foe) is an electronic system which can determine the intent of an aircraft with the speed of the fastest computer.

          Modern IFF is a two-channel system, with one frequency (1030 megahertz) used for the interrogating signals and another (1090 megahertz) for the reply.

          Each mode of operation elicits a specific type of information from the aircraft that is being challenged. Mode 1, which has 64 reply codes, is used in military air traffic control to determine what type of aircraft is answering or what type of mission it is on.

          Mode 2, also only for military use, requests the “tail number” that identifies a particular aircraft. There are 4096 possible reply codes in this mode.

        • December 31, 2013 at 12:29 am
          Permalink

          Besar kemungkinan sistem IFF Russia tidak compatible dgn IFF Barat. Kecuali jika dikasih source code dan/atau menggunakan IFF pihak ke3/lokal dalam negeri

          “Russian Air Force version of the Su-35. Differs from the export Su-35 standard by having local IFF ,EW, communication systems and Irbis radar with more advanced operating modes “

          Mungkin teman2 warjag yang tau bagaimana TNI melakukan identifikasi friend or foe dgn operasionalnya berbagai alutsista gado2 Timur Barat bisa ngasih masukan. Atau jangan2 masih manual?

        • December 31, 2013 at 3:08 pm
          Permalink

          Kalau ada 2 data yang tidak kompatible, biasanya memakai Translator, atau bisa juga menggunakan “Buffer”, saya kira itu terlalu mudah buat anak-anak ITB-ITS asal dikasih kesempatan.

          namun yang berat adalah mencari tahu prinsip kerja IFF Rusia dan Amrik, dan itu harus membuka alat/media (Hack)

          Software Militer biasanya ADA Soft, itu ada temen saya di ITS yang bisa.

          Atau yang tradisional memakai C++ milik Microsoft seperti milik F-35, malah jauh lebih mudah lagi membongkarnya. saya bisa kalau yang ini, tinggal dikasih kesempatan.

          Dulu saya pernah disuruh membetulkan Fire Control Console milik RGM-84 Harpoon pada Fregat Van Speijk, sayang saya nyerah…..he…he…..

        • January 3, 2014 at 5:13 pm
          Permalink

          Thanks bung @Melektech, menarik sekali. translator ini produk luar juga atau dibuat dalam negeri? sejauh mana aplikasinya? maksudnya apa bisa diterapkan pada semua alutsista kita yang gado2? Komisi 1 pernah bilang jika pada waktu Latgab pasukan ada yang bawa 2-3 radio komunikasi, untuk pasukan udara, darat dan komando alat komunikasinya beda2.

          Saya ingin tau apa rencana pembelian satelite militer akan bisa merubah hal ini, minimal dalam komunikasi dan data saja dulu

      • December 30, 2013 at 9:28 pm
        Permalink

        Ternyata udah dijawab..

        Reply
    • December 30, 2013 at 9:25 pm
      Permalink

      Sebenernya cuman ada 2 varian su-35, su-35s dan su-35k. Yang varian ekspor dilabel su-35k bukan BM. BM (Bol’shaya Modernizatsiya) memiliki arti modernisasi besar, artinya pengembangan besar dari varian sebelumnya yaitu Su-27. Kemungkinan klo jadi ambil ya yg varian “k” karena belum tentu dikasih ijin pemerintah Russia buat akuisisi yg “s”. Ane sendiri belum tau beda 2 varian ini, atau bagian apa yg di-keep sama Russia sehingga mengeluarkan varian “K”. Mungkin disini ada yg tau…

      Reply
  • December 30, 2013 at 9:59 pm
    Permalink

    Kayanya keren neh, tapi pesawat-pesawat Rusia belum ada yang battle proven deh..

    Reply
    • December 31, 2013 at 5:53 am
      Permalink

      kalau ingin pesawat yang battle proven ya jangan beli pesawat type terbaru. tetapi sebaiknya menunggu hibah pesawat USANG. rusia berbeda dengan amerika. jika ada produk baru amerika ingin unjuk gigi peralatan tempurnya yang terbaru agar dapat cap battle proven. dengan adanya pesawat f-35 ini negara manakah yang akan dipakai untuk uji kebolehannya ? kalau mau mengamankan jalur diplomasi dengan amerika ya lebih baik beli saja f-35 ngeteng atau kalau yang lebih murah ya f-18 type terbaru.

      Reply
  • December 31, 2013 at 9:41 am
    Permalink

    jk mengacu akan kbutuhan arsenal mesin perang udara,jg mski di imbangi dgn membaiknya kualitas sumberdaya mnusianya.saat ini mmg kita msi klh jumlh tpi ingt dogfigt kita jg hrus bgt..misal ada akdmi untk pilot khusus dgn rata2 prestasi lbh baik mcm top gun.shga kmpuan tmpur unit maupun pilot bs mksimal.pembelian jg hrus diikutin arsenal prsnjtn stndar au rusia.

    Reply
  • December 31, 2013 at 2:38 pm
    Permalink

    Politik bebas aktif yang sekarang baru benar, bisa beli senjata besar dari kiri & kanan, tidak seperti sing & ausi, hanya 1 arah, itulah yang harus dimanfaatkan oleh RI. πŸ’‘

    Reply
  • January 1, 2014 at 12:21 pm
    Permalink

    Rekan-rekan warjag
    salam kenal, ane newcomer nih……
    Mau tanya aja ama agan-agan, ..mengingat tni tertarik dengan SU-35 BM, apakah tni au nantinya juga nanti akan akuisisi JAS saab Gripen, mengingat TOT yang di tawarkan menggiurkan, hitung-hitung untuk terus eksis atas program IFX yang jalan di tempat……terima kasih

    Reply
  • January 1, 2014 at 1:07 pm
    Permalink

    sebelumnya mohon pencerahan dari agan” se-Xan. menurut saya yang pantas menggantikan F-5 adalah gripen , rafale, atau typhoon. sedangkan su-35 merupakan heavy fighter. Saya cenderung ke rafale sebagai pengganti F-5 soalny dia kan pake double engine.

    Reply
  • January 1, 2014 at 2:49 pm
    Permalink

    Kok saya gk setubuh ya kalo SU 35 nanti menggantikan F 5. mending buat ska baru untuk SU 35, dan Grippen menggantikan F5. yakin indoneisa mampu untuk pendanaan operasionalnya

    Reply
  • January 1, 2014 at 3:51 pm
    Permalink

    Karena F-5 termasuk light fighter, maka saya setuju klo penggantinya adalah dari keluarga light / medium fighter. Dalam hal ini, saya rasa yang paling rasional adalah F-16 series atau Gripen sekalian (ada tawaran menarik kan, dari SAAB ?). SU-35 mending bikin skuadron baru dari kelas heavy fighter. Jadinya ke depan harapannya adalah ; 3 sq Sukhoi family (heavy), 3 sq F-16 / F-16 + Gripen (medium), dan 3 sq Hawk 100/200 + T-50i (light). Justru yg jadi pertanyaan adalah, adakah rencana upgrade Su-27 SK dan SU-30 MK kita yang diterima pada awal2 kedatangan Sukhoi ? Klo F-16 Blok 15 OCU di IWJ sdh pasti akan diupgrade melalui falcon star.

    Reply
  • January 2, 2014 at 7:45 am
    Permalink

    meskipun nantinya F-5 akan diganti oleh pespur antara gripen NG, rafale, EF typhoon, atau F-16 blok 60 yang notabene medium fighter dan disokong oleh su-27 & su-30, Indonesi tetap butuh SU-35. Supaya effect deterencenya lebih terasa! Moga” aja papa bear tetep memandang Indonesia sebagai sobat kental seperti saat jaman Soekarno dulu, yang selalu ngasih artileri canggihnya ke Indonesia. Apalagi tu SU-35 dicantolin Brahmos pasti AS & AUS mikir ber-XX buat nguasai Asia Pacific!

    Reply
  • January 3, 2014 at 5:24 pm
    Permalink

    kalo menilik komentar bung SURYA yang telah lalu bahwa Indonesia menargetkan 10 kasel nuke saya ko’ gak bagitu yakin. secara 1 ks klas nuke aja bisa bikin geger se Asia Pasifik, apalagi 10 buah…! tolong agan” se-Xan beri pencerahannya!!

    Reply
  • January 5, 2014 at 12:49 pm
    Permalink

    SU35 adalh pilihan paling tepat untuk memperkuat AU indonesia..apalgi di barengi dengan sistem pertahanan udara s300/400 yg terintegrasi dengar radar pasif akan menjadi kombinasi yang paling pas…fighter jenis apapun akan mikir dua kali kalau mau nerobos wilayah NKRI…

    tpi yg paling mematikan dari fighter adalh pasukan elit yg berkemampuan tiga matra sperti kopasus.dan paskhas kalau di amrik ada delta force dan navy seal…itu jauh lebih efektif seranganx…karna bisa merusak dan menargetkan apa saja selama di dukung persenjataan personal yg canggih dan logistik yg memadai…

    Reply
  • January 8, 2014 at 10:38 am
    Permalink

    kalau seri flanker, kenapa gak SU37? Jangan setengah setengah, kalau emang mau modernisasi Pak-FA bisa jadi pilihan.

    Reply
  • January 9, 2014 at 3:08 am
    Permalink

    Para analis militer. disini kita tidak tahu strategi militer yang dijalankan TNI. mungkin TNI sudah membeli su 35, KS kilo atau pertahanan udara s300, tapi tidak di ekspos krn demi keseimbangan kawasan terutama di ASEAN. kalau di ekspos takut terjadi perlombaan senjata. Jika terjadi sesuatu yang buruk misalnya perang. Indonesia tinggal meminta arsenalnya yang ada di rusia untuk di kirim.

    Reply
  • January 12, 2014 at 7:49 am
    Permalink

    Salam Kenal semua saudara seTanah Air…
    Ini baru namanya panglima TNI, mungkin ini bisa terwujud bisa juga tidak tergantung modnya orang2 di DPR. Kan selama ini DPR itu bukan representatifnya rakyat…Untuk itu gimana klo kita Luncurkan Program Rp. 10.000 untuk mensuport TNI membeli pesawat SU 35 nya Rusia. Hitung2 shock terapi buat DPR….

    Reply
    • January 12, 2014 at 8:47 am
      Permalink

      Setuju saya ikut daftar
      Bung diego bisa bikin rekeningnnya

      Reply
    • January 12, 2014 at 8:57 am
      Permalink

      bung @erlan
      15 tahun keatas 175.098.712 jiwa (BPS FEBRUARI 2013) berarti
      175.098.712 x Rp. 10.000,00 = Rp. 1.750.987.120.000,00 (Rp. 1,75 T)
      jika dollar saat ini Rp 12.197 maka dapetnya $ 143.558.825.75 ($ 143,5 jt) -_- kayak jaman masih aal Auri dulu sumbang sumbang hehe ya kalo harganya 1 su35BM $ 65 jt lumayan dapet 2 hehe

      kalo salah maapin ye gan

      Reply
      • January 12, 2014 at 11:48 am
        Permalink

        10rb tiap bulan bung πŸ˜€ ,setahun terkumpul usd 1.7 bn, cukup untuk 18 unit Su35 plus persenjataan.

        Sebenernya jika tiap wajib pajak bayar pajak sesuai pendapatan masing2 saja, dan pajak tersebut ga bocor kanan kiri, jumlah pendapatan negara dari pajak akan melonjak luar biasa. Bahkan walau bayar pajaknya hanya 10-100rb per bulan per wajib pajak.

        Jepang punya pajak pendapatan 50%, jika gaji kita 10jt/bln, 5 juta harus dibayarkan untuk pajak setiap bulannya. Dari pendapatan riil kita rata2 per bulan berapa yang dibayarkan pada pajak? To be honest saya saja bayar pajak diakumulasi setaun sekali, Itupun ngarang pula. Udah penghasilan aslinya kecil.. disunat pula dalam pelaporan agar bisa bayar minim :mrgreen: Rasanya rugi bayar pajak jika listrik byarpret, jalan bolong, bikin perijian susah, biaya damai di jalan tinggi dll, tanpa bayar pajak beban ekonomi tinggi akibat inefficiency birokrasi sudah tinggi

        ——–

        Maafkan saya Indonesia, warga negara seperti saya ini perlu dorongan tambahan dari pemerintah untuk secara sadar rela bayar pajak. Saya dan sekitar 122 juta jiwa tenaga kerja lainnya.

        Rakyat Indonesia sebenernya mau koq berkorban demi kebaikan bersama. Liat saja usulan Dana Duafa MEF ini gayung besambut. Niat tulus demi kebaikan negara ini harus datang dari pemerintah dan rakyat bersama-sama, terutama wakil pemerintah dan wakil rakyat

        Reply
        • January 12, 2014 at 12:58 pm
          Permalink

          setuju,ane juga daftar,,

          saya sudah pernah mengemukakan di forum ini bahwa masyarakat Indonesia pasti akan rela jika mereka disuruh nyumbang 100 ribu rupiah dan hanya dilakukan 1x dalam setahun. jadi teknisnya bukakan rekening yg bisa dipantau oleh masyarakat paling tidak rekening sepeti bantuan korban bencana seperti yg dilakukan oleh tv” swasta. jangan melalui instansi pemerintah,karena saat ini masyarakat sedikit alergi jika melalui instansi pemerintah (pikiran mereka pasti akan dikorupsi dananya).

          sedikit contoh,guru-guru di daerah saya mas kalau dapat dana sertifikasi pasti ada saja potongannya dengan alasan sumbangan dll,jika hal ini bisa diminimalisir dan dialihkan untuk pembelian alutsista maka para guru pasti mau, belum lagi sektor yg lainnya.

  • January 12, 2014 at 11:00 am
    Permalink

    ikutan sumbang juga….sebagai warga negara yg baik @bung diego jadi Bendahara nya ya hahaha peace

    Reply
  • January 12, 2014 at 12:37 pm
    Permalink

    * Rp.50 s/d 100,- Uang Rakyat untuk Alutsista/Negar *

    gue pernah punya ide begini :

    Rakyat menitipkan Dana yg dimaksud ke dalam harga jual kebutuhan harian (Konsumer goods),
    all Product (apapun itu jenisnya) tentu dalam hal ini kepada Perusahan2 pemegang Merk (Badan Usaha Kena Pajak), Monitoring tentu saja dari KPP setempat (Kas Terpisah dari pelaporan Pajak yg lain).
    Teknisnya :
    Contoh Brand Air Mineral A produksi Bulan Januari/size :
    Galon adalah 100.000 Gln x 100 = 10.000.000.
    1,5 lt adalah 500.000 btl x 100 = 50.000.000
    600 ml adalah 300.000 btl x 100 = 30.000.000
    Cup adalah 100.000 crt x 100 = 10.000.000
    ——————————————————————-
    Jumlah Rp. 100.000.000,-
    Jumlah diatas dibayarkan dimuka sama halnya dgn Cukai dlm Rokok ( Akhirn Perokok pun punya tabungan amal buat Negara πŸ˜€ )
    Tentu diatas adalah hanya CONTOH bukan real produksi, tapi bayangkan simulasi dari 3 variance dlm 1 merk z sudah begitu, Berapa Variance konsumsi kita tiap harinya..???

    Dana yg terkumpul Khusus buat pengadaan ALUTSISTA CETAR..

    Buat UU pula dlm mekanismenya dgn batasan waktu berlaku, titipan Rp.50 s/d 100, tidak dihitung sebagai dasar Ppn dll

    Maaf kalo ngelantur..

    Reply
  • January 12, 2014 at 12:52 pm
    Permalink

    Tambahan :

    Termasuk Ticketing (Parkir, Busway, KA, Transportasi Pesawat, jalan Toll, Bensin, Bid.Entertainment, Rumah Makan siap saji..tempat rekreasi.dll)

    bahkan sistem Nilai bertingkat sangat dimungkinkan, sesuai kapasitasnya.
    masa iya dari konser musik cuma Rp.100,-…??? πŸ™‚

    Reply
  • February 9, 2014 at 12:45 pm
    Permalink

    Jangan tanggung su 35 untuk jangka panjang

    Reply
  • March 8, 2014 at 8:11 am
    Permalink

    bodinya si keren tapi mesinnya cepet rusak, kaya bus buatan cina. kwkwk. jangan mau ditipu sama orang rusia, Ukraina aja kena tipu.

    Reply
  • July 4, 2014 at 5:53 pm
    Permalink

    Hello there everybody !!. how’s anyone undertaking ?

    Reply
  • July 5, 2014 at 3:09 am
    Permalink

    For the modern woman who doesn’t go anywhere without her phone, LV’s got you covered. To receive email updates, be sure to subscribe. There are an amazing associated with choices for silver bridesmaid jewelry promotional merchandise. xboter 2014

    Reply
  • July 5, 2014 at 6:37 pm
    Permalink

    semoga indonesia beli SU-35 BMI (Big Modernization Indonesia) πŸ˜›

    Reply
  • July 9, 2014 at 9:43 pm
    Permalink

    Good day everybody.!!.That is Random at this point and i am new at this point on this forum.Just wanted to introduce myself… Just discovered your forum and it appears actually interesting.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *