Mar 262016
 

Indonesia tidak lama lagi akan menandatangani kesepakatan pembelian pesawat tempur Su-35, mengalahkan beberapa pesawat tempur canggih lain yang disodorkan oleh pihak produsen penerbangan dari Eropa dan Amerika, seperti Typhoon, Rafale, F-16 dan Gripen.

Tepatkah pilihan Indonesia ini ? dan apa yang menyebabkan Indonesia menjatuhkan pilihan kepada Su-35, bukan pada F-16 atau Gripen yang menawarkan skema TOT yang menggiurkan.

Sebaiknya kita lihat dulu sejarah, kemampuan dan strategi Rusia menciptakan pesawat tempur Su-35.

Su-35 adalah upgrade besar-besaran dari Su-27M, Rusia berencana menjadikan pesawat tempur ‘spesialis intersep dan superioritas udara’ ini menjadi pesawat tempur multiperan yang lebih kuat dari Su-30.

Su-27 kemudian di upgrade dengan kemampuan baru agar mampu menggunakan persenjataan amunisi presisi, untuk mengaktifkan kemampuan ini Su-27 memasang radar udara baru, modifikasi pada sistem kontrol senjata, modifikasi pada air frame, dan penambahan canard. Karena sejumlah alasan, Su-27M upgrade tidak pernah diproduksi.

Pada bulan Februari tahun 2008 Sukhoi Su-35 lepas landas di pangkalan udara Ramensky Airfield di Gromov Flight Research Institute. Pesawat tempur ini awalnya diberi nama Sukhoi Su-35BM (modernisasi besar atau upgrade besar), dan kemudian berganti nama menjadi Su-35 untuk pasar ekspor.

Setelah Angkatan Udara Rusia tertarik dengan pesawat tempur baru ini, muncul varian Sukhoi Su-35S, huruf ‘S’ dibelakangnya menandakan versi yang ditujukan untuk Kementerian Pertahanan Rusia.

Su-35 memiliki fitur dan kemampuan tempur yang mendekati pesawat tempur generasi kelima. Su-35S hanya minus dua persyaratan sebagai pesawat generasi kelima, yakni kurangnya teknologi siluman dan APAR (active phased array radar) atau radar AESA.

Persenjataan

Sukhoi Su-35S dilengkapi persenjataan meriam 30mm, memiliki 12 hardpoint untuk beragam rudal dan bom presisi, dan dapat mendeteksi target pada jarak lebih dari 400 kilometer, sedangkan radar dapat melacak hingga 30 target secara bersamaan.

Su-35S memiliki jangkauan operasional lebih dari 3.500 kilometer tanpa mengisi bahan bakar. Fitur paling menonjol dari pesawat tempur generasi keempat lainnya adalah mesin baru, avionik dan radar yang lebih kuat.

Mesin Kuat

Penggunaan mesin dengan daya dorong kuat adalah pembeda signifikan Su-35 dari jet tempur lawas Su-27 family. Mesin baru tersebut dikembangkan oleh NPO Saturn, anak perusahaan UEC, dan dikenal dengan sebutan 117.

Mesin baru merupakan upgrade dari mesin AL-31F yang menggunakan beberapa teknologi generasi kelima. Upgrade telah meningkatkan tenaga dorong mesin 16% hingga 14.500 kgf dengan afterburner dan 8.800 kgf maximum dry thrust .

Lifetime mesin meningkat secara signifikan (hingga 2 x sampai 2.7 x ) dibandingkan dengan mesin lawas AL-31F, sekitar 500 hingga 1.000 jam terbang sebelum perbaikan (dan 1.500 jam lebih lama sebelum overhaul pertama), total lifetime mesin meningkat dari 1.500 menjadi 4.000 jam.

Dua produsen mesin – Ufa Engine Manufacturing Company (UMPO) dan Rybinsk-based NPO Saturn – akan bekerjasama memproduksi mesin 117.

Avionik Canggih

Avionik dan perangkat Su-35 terintegrasi didalam sistem pengolahan informasi dan kontrol tunggal yang terdiri dari dua CPU digital, Interface dan Data Conversion System, dan head-up display (HUD) dengan tampilan full glass cockpit.

Su-35 memiliki dua LCD warna multifungsi LKM-35, sebuah panel multifungsi dengan prosesor display terintegrasi, dan head-up display lebar Collimated di kaca depan.

Berbagai sistem avionic dan peralatan indikator pesawat dikembangkan oleh Biro Desain Ramenskoye Instrument, dan Concern Radioelectronic Technologies, anak perusahaan Kret.

Para insinyur KRET juga merancang sistem navigasi baru untuk jet tempur, yakni sistem navigasi inersia BINS-SP-2 di ekor pesawat.

Sistem navigasi dapat mengidentifikasi lokasi pesawat secara independen dari posisi satelit dan tanpa bantuan dengan sistem darat, dengan tingkat akurasi dua kali lebih baik dari versi sebelumnya. BINS-SP-2 juga memiliki lifetime hingga 10.000 jam, hampir dua kali lipat dari sistem navigasi sebelumnya.

Sistem navigasi yang dibuat oleh anak perusahaan Kret ini juga akan juga digunakan dalam pesawat tempur generasi kelima.

pesawat su-35-2

Radar Irbis

Sukhoi Su-35S memiliki sistem radar Passive Electroincally Scanned Array – Irbis. Sistem ini dikembangkan oleh Tikhomirov Instrument Engineering Research Institute, anak perusahaan Kret, dan sedang diproduksi oleh Ryazan State Instrument Factory, anak perusahaan lain Kret.

Radar tersebut memungkinkan Sukhoi Su-35S untuk mendeteksi dengan cepat dan melacak secara bersamaan hingga empat target darat atau sampai dengan 30 sasaran udara, serta menyerang hingga delapan target udara pada waktu yang sama. Selain itu, sistem kontrol radar memiliki kemampuan identifikasi teman atau musuh pada pesawat udara dan kapal permukaan, mampu mengidentifikasi tipe dan class target di udara dan mengambil foto di darat dari udara.

Sistem ini dapat digunakan disegala cuaca, dan tetap efektif walau menghadapi gangguan, baik alamiah maupun sistem peperangan elektronik yang dilancarkan musuh.

Osilator dengan output daya puncak hingga 20 kW yang digunakan pada radar Irbis merupakan sistem kontrol radar yang paling kuat di dunia. Hal ini menempatkan sistem radar Sukhoi Su-35S setara dengan desain radar terbaik AESA milik Barat.

Dengan segala kemampuan dan kelebihannya, mudah-mudahan pilihan Indonesia tidak keliru, dan sesuai dengan semboyan Angkatan Udara Indonesia ‘Swa Bhuana Phaksa’ atau Sayap Tanah Air – Su-35 akan menjadi pesawat tempur pengawal kedaulatan NKRI yang tangguh dan tidak terkalahkan.

Artikel Terkait :

  85 Responses to “Su-35, Pilihan Indonesia yang Paling Tepat ?”

    • Pesawatnya sih tepat tapi jumlah yg dibeli kok nggak tepat ya menurut saya…???

      • Teknologi negara adidaya sangat cepat berkembang.. jd sedikit demi sedikit dl klo bli banyak rugi.. skrg s35.. tahun bsk ns ada s37..s38..s39…dll.. ketinggalan lg negara kt…

    • Radar SU35 meningkatkan rasio cross section nya sendiri yang membuatnya terlihat sebesar gedung petronas di radar musuh. Bahkan tv di rumah dapat dapat menangkap gelombang frekwensi su35. Akhirnya pesawat ini lebih pas disebut AWCS ketimbang Supermanouver Fighter.

  1. Dari dulu kok belum tanda tangan ya!

  2. Malem minggu selalu diglontor artikel sukhoi Indonesia..

    • mungki maksudnya malam mingguan semua pada mabok sukhoi…..

      lebih enak dari pada mabok aibon….

      xixixi……….

  3. nanti segera di tanda tangani tahun 2018, eh salah tahun 2019, eh salah lagi tahun 2020 iya kali

  4. 4 5 6 7 8 9 10. Tak BERBOBOT

  5. gek opo to no… seno…

  6. Baru akan..

  7. Walah belum tanda tangan juga…..lama bener.

  8. kerennn……

  9. kata jamaah goibiyah SU-35 sdh di tanda tangani & SU-35 sdh berada di indonesia

  10. nunggu jemari manis pak RR menggoreskan tinta di atas selembar kertas bertuliskan SIGN CONTRACT SU 35

  11. pilihan tepat karena selain alasan yg dijabar artikel diatas juga bisa buat pembanding program ifx kedepan. moga cepat terwujud ifx n s35 terbang berdampingan di langit katulistiwa nkri, biar ttangga sebelah garuk” kepala macam beruk begundal

    • Ya sudah pasti pas untuk Indonesia .ditinjau dari harga sangat murah di banding produk sejenis dari barat 2 su 35 sama dengan 1 unit rafale prancis . Udah murahnya segitu cuma sanggup beli 8 unit . Coba beli rafale dengan dana sama dapat cuma lebih kurang 4 biji .

  12. Morong trerussss bayar tuker guling sawit boss

  13. semoga lekas cepat datang

  14. Mantep

  15. awas…. singaporn F15 sudah puter puter dukuan
    buruan pak rr

  16. Klau Skema TOT nya su 35S perakitan dan perawatan, saya setuju dgn opsi pembelian su35S, karena melihat kita belinya cuma -+12 .

    Walaupun saya ngarep disodorkan F15 Se dari Amerika bukan F16 V.

  17. kapan? sing: kapan-kapan mungkin besok atau dilain hari. #galaudiujungpenantiantakbertepialaiwatchpakoel

  18. awasss…indo ni itu hari pilot jatuh..ni peswat juang mahal sangat..mesti pilot expirience and qualified…!!!

    • Jatuh beli lagi, Indonesia kaya lon….. daripada eject kat hangar !!… kwwaaakk…kwaaakk..kwaaakk..

      • kwaaak..kwaaak kwaaak..gurih juga niru ketawa ente bung….sorry di trit kemarin bukan nyindir..tapi emang kenyataannya begitu,ngakuu ??..xixixixixixi..salam ngopi udud 234..tapi sayamah super…hehe

      • Numpang ngakak bung @coli wakakakkkkkkkkakkakakkakkkkkkkakakkkkakakkaaakkk ejek kat hanggar itu sangat memalukan bung…

      • Numpang ngakak bung @coli wakakakkkkkkkkakkakakkakkkkkkkakakkkkakakkaaakkk ejek kat hanggar itu sangat memalukan bung… Kalo gue jadi pilotnya mending gantung diri di pokok pisang deh…

  19. @Tmb.. klo pasal musibah tak bisa di kira bang.. yg penting berdoa dan terus berlatih. Insyaaallah

  20. malay boleh tu punya SU-35 kelanjutan dari SU-27 . kasih tau gak ya . . .

  21. Pesawat sipilmu yang ilang dicari dulu sana ga usah ngurusin negara indonesia atau lainnya…
    Kembalilah ke habitatmu wahai beruk!

    • Beruk nggak kuat kalo harus dipimpin jong un kw… Mending di bulli dari pada harus pulang kandang…wkwkwkkkkkk

  22. April tanda tangan.y pas pak RR ke rusia….ok..lah kalau begitu…..3x…majuuuuuuuuuuuuuuuuuu…

  23. sebenernye ane ngareep banget!RI ,russia sama korsel ,kerjasama dalam pengembangan pespur gen 6… ,.biarlah kita kebagian pasangin bautnya asal kita jadi tahu A sampe Z pembuatan pespur canggih..
    tapi yaah gitu dah..
    mungkin suatu saat nanti nunggu gedung putih ambruk..

    • Kayaknya ngk bisa deh bung, soalnya haluan politik koerselke AS, tau sendiri kan bgimn negara di bawah AS….sngt terikat….

      • kama@ .ya itulah bung. nunggu whitehouse ambruk…runtuh..
        .btw…keren kalau di tambah ” sutra” namanya…hehehe….bcanda bung…salam..

  24. berita y diputer2 trus.SU 27 kita yang lg d upgrade gmna kbar y…

  25. joss

  26. artikel yang menarik tapi ada kelemahan mendasar pada rata2 pesawat sukhoi yang mungkin perlu pertimbangkan dgn baik
    1 rata2 pesawat sukhoi masa operasionalnya pendek cuma 20 tahun dan tidak bisa di upgrade contoh kasus sukhoi belarusia
    2 mahalnya operasional sekali terbang untuk negara kaya sih bukan masalah tapi indonesia yg angaran seba terbatas itu masalah besar
    3 su 35s lebih ke fighter dari pada multirule padahal negara seperti kepulauan indonesia saya rasa pesawat multirole lebih mengutungkan karena acaman datang bukan dari udara saja tapi laut lebih besar contoh kasus jepang karena geografi jepang mirip dgn indonesia
    4 persenjataan su 35s hanya bisa pasok dari rusia saja misal rusia tidak bisa memasok senjata su35s bagaimana? beda dgn pesawat dari barat yg persenjataan bisa di “oplos” asal standart nato
    mungkin kita terlalu silau dgn kehebatan su35s hingga lupa pesawat tempur butuh unsur2 lain dalam pertempuran untuk menang perang

  27. walah malon-malon wes kono gedang mu urusen g usah nyampuri urusane pertahanan RI kecuali kowe yo iso tuku sekalian gae ngawal demonstran nang negoromu utowo nggoh njogo kebon gedangmu dasar beruk malon

  28. April MOP Jendral…?

  29. Menhanx lalot,bu susi aj deh yg jd menhan.

  30. saya percaya pasti pihak kerajaanpun suatu saat boleh ambil su t.50 pakfa..tengok sahaja..pasal indon nak beli su.35.singapore f.15..atau boleh ambil su.35.S..!!Tengok kawasan sudah bersaing generation ke 5…awak nak bully sayapun boleh..nyata malaysia ada wang..!!

    • Malaysia kan tidak punya duit, bagaimama bisa beli tuh pesawat…apalagi perlu belajar terbangin tuh pesawat, jangan2 harus belajar sulu ke Indonesia..

  31. beruk satu ngomong p ngigay. SU loe aj gk pernh terbang2 ngimpi mp beli g50 pakfa, bangun loe njing beruk malon jgn kuat entot zubor aj loe

  32. Untuk bung@TMB teruslah bermimpi bro, karena segala sesuatu berasal dari dalam. if you can see it clearly on your mind, surely you can realize it. Kami juga senang kok jika Kerajaan awak berkemampuan untuk melindung fan menjaga marwah negara awak.
    Salam one litle village_our earth!

  33. ingat…!!masuk guiness books rekord 100 china fishing ship berdansa di laut malon, TLDM kmn loon..

    • @gendruwo..nak masuk dunia apapun tak apa..kan terknal.bolehlah..jika pulau tak boleh.ikan masih boleh cari..nak pulau macam mana nak cari awak ni..!!tak apalah laotpun luas…!!

      • Memang Tak apa lah…mau 100 bot masuk kawasan Malaysia…atau thousand bot juga malay tetap boleh….
        Boleh mampus aja eluh lon…….hahahahahahahaha….
        Orang aneh..ada yg maling d negara nya di boleh kan….sarap…

  34. smg ttp menjadi wacana,kajian,rencana,dan angan” belaka….
    amin…..

  35. Kapan ni wacana, udh pak selesain masalah kontrak dan beli

    Soal perawatan, namanya pesawat tempur ya memang susah perawatannya. Mana ada pesawat tempur murah, emang jualan gorengan

    Ibarat mobil balap mau kenceng tapi murah, gak da rumusnya.. bawa tu kijang muter sentul pke gado2 racing.. klo mau jumpalitan. Sales mah manis bilang murah. Selama sparepart single bidder ya suka2 dia pasang harga. Pernah protes harga sokbreker Honda naik? Ganti kw abis tu jebol ngamuk

  36. Su 35 dbhas tdk ad hbisx

  37. penceroboh 100 boot boleh, …truly LoL country in asia

  38. Secanggih apapun pesawatnya, kita akan tahu kesudahannya.hahahaaaa

  39. Semoga ada rencana permintaan penambahan 2 skuad… Kan dpt juga bfungsi sbg pesawat pengebom…
    Jumlah pesawat tempur skrg tdk sebanding dgn jumlah personel TNI AU

  40. @papa zola semuanya kan ada sebab ada akibat,kalau engak mau kecelakaan pesawatnya engak usah diterbangin.lagian kita beli senjata hanya untuk dipamerin bukan untuk menjaga kedaulatan,nelayan cina masuk pon kita tonton saje.

  41. ejek kat hanggar ? pilot Malon ejek kat hanggar ?
    kwak kwaak kwwaaakkkk

    BODOH sekali beruk Malon

  42. Sekitar kita akan pakai f35, kita harus hati2 dgn mereka.

  43. setelah berita ini …. xixixixi….., akan berita bantingannya…. wkwkwk…..

  44. pernyataan Dubes Rusia ketika diwawancarai TVRI pd 2013 laluyg dimuat di Global Review………thn 2013 adalah puncak hubungan keakraban Indonesia-Rusia. Indonesia membeli berbagai senjata dan peralatan dari Rusia, pesawat tempur, rudal dan beberapa senjata perang lainya TIDAK DIPUBLIKASI dan Rusia menghargai itu.
    terkait panasnya hubungan Indonesia – Singapura…. Rusia tidak khawatir sama sekali, sebab Singapura hanya melihat senjata miliok TNI yang dipublikasikan sementara tidak mengetahui senjataTNI yang menjadi bagian RAHASIA OPERASI.
    Tapi Rusia tahu betul kekuatan Indonesia saat ini, Indonesia BUKAN TANDINGAN Singapura.

    • Emang cuman Indonesia doang yang punya senjata rahasia?
      Orang-orang barat juga pada ngerti kali ngumpetin informasi yang bisa digunakan musuh. Kalo disana namanya OPSEC (Operational Security), udah disebarin ke semua tentara bahwa gapernah boleh itu beber2in kekuatan sendiri.

  45. Kulau ketengan itu yang keliru…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)