Dec 282016
 


Saat santer berita TNI AU akan membeli Su-35 Super Flanker, banyak pihak termasuk pejabat pemerintah menyebutkan bahwa TNI AU dan Indonesia akan menjadi launch customer dari Su-35 di luar Rusia.

Apa lacur, karena negosiasi yang berlarut-larut, pada akhirnya justru PLAAF (People’s Liberation Army Air Force) China yang menjadi Angkatan Udara dan negara pertama yang mengoperasikan pesawat tempur canggih ini.

Setelah para pilot dan teknisi dari China menjalani latihan keras di Gromov Rusia, empat Su-35 dikabarkan sudah tiba di China pada taggal 26 Desember 2016, atau meleset satu hari dari jadwal. Sejumlah foto pendaratan Su-35 di China yang diambil oleh spotter dengan nomor seri yang dikaburkan menguatkan dugaan tersebut.

China memesan 24 Su-35 Flanker-E pada November 2015 dengan kontrak senilai 2 miliar dolar AS termasuk kontrak perawatan sepanjang umur pesawat, dan juga mesin cadangan. Uniknya, Su-35 yang dipesan ini menggunakan konfigurasi yang sama dengan milik Rusia, artinya sistem antarmuka yang digunakan masih menggunakan karakter Cyrilic dan bukan aksara Putonghua, karena layar LCD yang terpasang pada Su-35 tidak dapat menampilkan karakter tersebut dalam ukuran yang bisa terbaca dengan jelas. Maka seluruh pilot dan teknisi yang ditugaskan ke Rusia pun terpaksa belajar bahasa Rusia.

Perubahan lain yang dibenamkan pada Su-35 termasuk sistem komunikasi satelit Beidou buatan China menggantikan GloNASS Rusia, serta sistem datalink yang spesifikasinya dibuat oleh China sendiri. Penyerahan empat Su-35 pada akkhir tahun 2016 ini akan diikuti dengan penyerahan 10 unit pada 2017, dan 10 unit lagi pada tahun 2018. China sendiri dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menambah jumlah pesanan Su-35nya setelah kondisi di Laut China Selatan menghangat dan Presiden AS terpilih Donald Trump yang ambil sikap berseberangan dengan Tiongkok.

Su-35 sendiri, seperti pembaca sudah banyak tahu, adalah pesawat tempur generasi 4++ yang merupakan penyempurnaan dari Su-27/30. Material pembuatan Su-35 banyak memanfaatkan titanium dan komposit dengan desain airframe yang lebih rigid, membuat pesawat tempur ini jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Sistem radar AESA yang digunakan tertanam pada bagian hidung, leading edge, dan pada ekor sehingga Su-35 dalam varian tertingginya akan memiliki jangkauan dan sapuan radar sampai 360 derajat.

Sumber: angkasa.co.id

Bagikan :

  59 Responses to “Su-35 Tiba di China, Pupus Harapan TNI AU Sebagai Pengguna Pertama”

  1.  

    test

  2.  

    ini yg bikin migren kepala berbi

    •  

      lahorg beli 8 mintanya macem2 + nego ribet, yg bgn jgnkan rusia emak2 di pasar jg kl nego bgn jg bisa ribut, ngimpi kl mau konsumen pertama yg menerima su-35, mau pertama/terakhir jg ngaruhnya apa cm gengsi doang, knp mesti su-35 dilain pihak masi ada mig-35 dgn aesa radarnya dr kualitas gak jauh2 amat kualitasnya beda cm jarak tempuh doang, dr segi rudal jg bisa compatibel sm r-series kok.

  3.  

    radarnya beneran AESA?

  4.  

    Digoreng lagi..
    ahh sudahlah.
    mereka jg tdk tau kl su35 indonesia sdh sampai,
    sampai di alam ghaib

  5.  

    Diplomasi Tiongkok kepada Rusia lebih berhasil daripada diplomasi Indonesia yang minta tot dengan pembelian sedikit dan sistem pembayaran imbal beli karena keterbatasan anggaran pemerintah RI. gak kelar2 diselip Tiongkok.

    •  

      ibarat mengikuti lelang, Indonesia sebenarnya butuh, tapi bergaya cuek dan penjual dianggap butuh uang sehingga mau menuruti syarat yang kita minta…. Berarti kita tidak mengukur tingkat kepentingan dan “nilai” dari barang tersebut dan lebih fokus pada harga diri atas peraturan yang telah “kita” tentukan sendiri dalam pembelian alutsista, beda dengan China, mereka memandang perlu, dan mau memberikan imbal balik yang setimpal agar mereka mendapat apa yang diinginkan…

      Seandainya kita berani beli dalam jumlah besar, mungkin Rusia gak akan sayang memberi ilmunya… Lihat aja India sebagai contoh, bukan cuma Rusia, tapi banyak produsen senjata berlomba untuk menawarkan barang dan bekerjasama dengan India… bahkan Amerika Serikat yang terkenal dengan EMBARGO senjatanya

      •  

        Sebagai tambahan, kalau saya sebagai penjual senjata, saya bakal menempatkan Indonesia dalam urutan terakhir dalam skala prioritas penjualan senjata produksi saya.

        •  

          Bener bung,apalagi ini pesawat tempur andalan mereka tentu ga mau sembarangan dilepas,kalaupun membeli 8 unit tapi pertahun selama 4 tahun apa ga bisa ya pke skema sperti itu,bukannya APBN kita ditetapkan tiap tahun,jadi wlwpun beli sedikit pertahun tapi jadi kontrak jangka panjang,dri pda beli 8 dan itupun cuman sekali kontrak,kebanyakan nawar lagi wkwk
          Padahal penjual welcome banget,ini pembelinya kebanyakan gaya

      •  

        Saya setuju bung – Cina amat sangat membutuhkan Su-35 beserta asesorisnya, mengapa?

        1. Cina ingin perkuat posisinya di konflik LCS. Meskipun Cina sudah memiliki bermacam pesawat tempur hingga yang andalannya yakni generasi ke 5 – Cina masih belum PD.

        2. Ada hubungannya dengan poin 1 – pesawat tempur siluman Cina hingga sekarang yakni pesawat J-20 masih belum punya mesin yg ideal spy pesawat tsb layak digolongkan gen 5. Cina mengharapkan segera suplai mesin cadangan Su-35 dari Rusia yang dia pesan satu paket dengan pesawat tempurnya. Jadi mudah terbaca mengapa Cina juga membeli dalam jumlah banyak mesin cadangan Su-35?
        3. Begitu mesin cadangan Su-35 diterima – yakinlah para ahli mesin Cina segera lakukan reverse engineering atas mesin AL-41 punya Su-35. Meskipun di antara Cina dan Rusia ada perjanjian hak cipta sehubungan dengan jual beli Su-35.

        Jadi berbedakan motivasi pembelian Sukhoi Su-35 antara Cina dan Indonesia? Biarpun sistem antar muka Su-35 berbahasa Rusia – Cina tetap ingin secepatnya membungkus Su-35 karena memang Cina amat sangat butuh Su-35 yang nantinya punya efek dasyat untuk perkembangan dirgantara Cina.

        Salam

  6.  

    Lhoo…kata rekan warjag yg brrgelar pendekar gugling, pembelian SU-35 RI nunggu setelah tgl 1 September kontrak antara Rosoborok dng rekanan Indonesianya habis kontrak kerja sama, baru akan kontrak secara G to G. Terakhir beritanya SU-35 mau imbal beli dng tukar karet. Atau pemerintah lg mikirkan imbal beli SU-35 dng Sego Jagung sebagai makanan alternatif rakyat Rusia.?

  7.  

    Kalau begini kenyataannya entah harus komen apa hix hix hix

  8.  

    Yakin dan percayalah su35 akan di datngkan oleh presiden RI KE 8 jadi gk usah mimpi lg..STOP..!! artinya di era ini kita smua PU A SA…

  9.  

    jadi bung Diego gak usah sering2 ngankat berita Su 35 lagi ….. sdh bosen bung hihihihihi…

  10.  

    “Baru kusadari…chinaku bertepuk sebelah tangan…..
    “Kau buat remuk, seluruh hatikuuuuu…..” #pupus

  11.  

    Au ah gelap…

  12.  

    kayak ginian aja pake dipermasalahin segala

  13.  

    indonesia memamg tercipta sebagai negri/negara yang tertindas sama akhir Zaman.

  14.  

    Kalau do zaman president sby, cepat nih….

  15.  

    mimpi pengen Sukhoi yg dibeli AW 101….hadewww

  16.  

    Wkwkkk admin saya tipu. Saya tdk akan komen diartikel su35 lagii..

    Haah..??

  17.  

    om borong om

  18.  

    Judul artikel nya bikin susah move on hihihihi ..

  19.  

    salah satu prestasi bapak kecil..
    salut apa miris??

  20.  

    biar tiongkok dulu yg nyoba kelebihan dan kekurangannya

  21.  

    China kontrak pembelian Nopember 2015 bung langsung 24 biji, Indonesia Desember 2016 akhir masih ribut tot, minta imbal export, minta diskon, dll.
    Mau dikirim pertama sebelum China?
    Ngimpi aja TNI dengan Menhan dan presiden RI, apalagi dengan gunting besar bu sri mulyani!
    Ayo bung ngimpi bersama naik SU-35 di laptop!!!

  22.  

    Sya menunggu kejutan

  23.  

    Pemerintah gak bakalan mau kalo gak batle proven, makanya nunggu unit ke 1500 dulu baru biss di bilang batle prov

  24.  

    maaf, menurut pendapat saya sih, TNI AU minimal punya :

    – 02 skadron hawk 100/102/200/202 – upgrate livetime ( sebelum diganti dengan IFX – block 1 )
    – 01 skadron super tucano
    – 02 skadron T-50i / FA-50i Golden eagle
    – 02 skadron F-16 block A/B/C/D upgrade ( sementara , sebelum diganti IFX – block 2 )
    – 01 skadron sukhoi 27/30
    – 02 skadron gripen block c/d / NG
    – 01 skadron T-50 pakfa
    – 01 skadron F-35 block 1 ……

  25.  

    Adeh…. bila nk sampai ni. Sabar ya, peminat AU RI. (@ku sndri x sabar mau tgk).

  26.  

    Haiss….. orang sabar disayang Tuhan, orang marah temennya Setan….. hayo pilih yg mana ??….. xixi..

  27.  

    Fakta lambannya pekerjaan ntah siapa yg merasa saja…dan akan slalu berulang pastinya…

  28.  

    2 milyar = 24 pesawat, 1,5 milyar = ???? kabarnya 8-10 pesawat
    mungkin masalah TOTnya ya yang alot, semoga delegasi indonesia berhasil merayu rusia dan dapat win win solusi secepatnya

  29.  

    indonesia sdh belikok qt dluan ktimbang china

  30.  

    katanya dah dibayar lunass dari dulu ama orang besar, xixixi…

  31.  

    Ntar Indonesia beli 4 skuadron su 35 rusia…,skalian tot.klo China Ud bosen pake su35 alias Bekas China.tp klo mimpi jd negara pertama sih wajar2 aj cuma di mimpi.

  32.  

    Bukan salah nya Russia ….
    Salah nya kita sendiri ….khusus nya dephan Dan Bapenas….
    Kita kalau mau Beli Alutsista Dari Russia ….selalu saja njelimet …ruwet Dan Birokrasi nya panjang sekali…
    Minta ToT…? …okay …Tapi Kebijaksanaan Russia mensyaratkan jumlah unit minimal …
    Nah ini Bagaimana .?..tidak ketemu ….
    Belum lagi ..mungkin …kebiasaan Minta komisi …Russia Tidak akan mau kasih …Karena Alutsista mereka laku keras …Walaupun mahal

 Leave a Reply