Dec 312016
 

Suku Laut di Kepulauan Riau (photo : istimewa)

Batam – Anggota Polisi Perairan Polda Kepulauan Riau menjemput delapan WNI merupakan suku laut yang tersesat hingga ke perairan Singapura saat berlayar dari Batam menuju Selat Panjang, Riau menggunakan dua perahu ‘pancung’.

“Awalnya anggota piket penjagaan Mako Ditpolair Polda Kepri menerima telepon dari PCG (Police Coast Guard) Singapura yang menginformasikan adanya delapan WNI berada di perairan Singapura dengan menggunakan dua boat pancung pada Kamis sekitar pukul 10.15 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Batam, 30/12/2016.

Mendapat telepon tersebut, pukul 11.45 WIB KP-2005 Ditpolair Polda Kepri dipimpin Kasubdit Gakkum AKBP Nur Santiko, beserta 3 anggota dan perwira piket bertolak dari Dermaga Dit Pol Air Sekupang menuju perairan Karang Banteng Singapura.

“Perjalanan mereka didampingi kapal patroli Polisi Singapura PT26, KP-2005 untuk melaksanakan RV sekaligus menjemput WNI beserta boat pancung dimaksud,” kata dia.

Akhirnya sekitar pukul 12.30 WIB di perairan P Senang, Singapura dilakukan serah terima WNI di Kapal Patroli PCG PT61.

“Serah terima dilakukan atas dua buah boat pancung mesin dompeng yang membawa 8 orang WNI semuanya berasal dari Suku Laut daerah Rangsang Pesisir, Selat Panjang- Riau,” kata Erlangga.

Delapan warga negara Indonesia itu, empat laki-laki yaitu Jang, Temi, Ateng, Andi, tiga perempuan bernama Linda, Sumila, Lela dan satu balita laki-laki berumur dua tahun bernama Aga.

“Dari hasil interogasi lisan, sebelumnya mereka berangkat dari perairan Tanjungpiayu-Batam pada hari Rabu 28 Desember 2016 sekira pukul 19.00 WIB dengan tujuan Selat Panjang Riau. Namun karena tidak adanya alat navigasi, kedua boat tersesat dan memasuki perairan Singapura hingga diamankan oleh Polisi Perairan Singapura,” ujarnya.

Kapal Patroli 2005 selanjutnya membawa kedua perahu beserta penumpangnya ke wilayah perairan Indonesia.

“Setelah memastikan kedelapan WNI suku laut ini dalam kondisi sehat dan baik serta siap melanjutkan perjalanan, di perairan P Labun arah Tanjung Balai Karimun, personil Ditpolair Polda Kepri mempersilakan untuk melanjutkan kembali perjalanan ke Selat Panjang,” ujar Erlangga.

Sebelum melanjutkan perjalanan, penumpang suku laut tersebut diberikan arahan serta dibekali jaket keselamatan oleh anggota Ditpolair Polda Kepri.

  10 Responses to “Suku Laut Tersesat di Singapura”

  1. Test water… pura2 tersesat…

  2. Ya wajar saja main-main ke kabupaten tetangga. Kabupaten Singapura.

  3. Itu mah intel kita atuh

  4. Untunglah petugas singapur masih pengertian…
    Mungkin petugas singapur berfikir kalo singapur masih punya tanggungan FIR pada indonesia yg tidak kunjung di kembalikan..jadi mau macem2 sama indonesia akan susah..

  5. polisi perairan singapor beda ya ma polisi negara jaguh, ada warga kita tersesat langsung lapor ke polair agar segera dijemput
    klo polis negara jaguh udah dikejar2 tuh walaupun msh di wilayah perairan Indonesia

 Leave a Reply