Jan 302017
 


WASHINGTON – Boeing F/A-18E/F Super Hornet bisa mencuri pesanan dari Lockheed Martin F-35 jika pemerintahan Trump menyesuaikan prioritas pertahanan, kata analis akuisisi militer Andrew Hunter kepada audiens pada 23 Januari 2017 di Pusat Strategi dan Studi Internasional.

Sebuah “Super Hornet Canggih” masih belum bisa bersaing dengan pesawat siluman F-35 di wilayah udara yang dipantau oleh pengawasan radar, tapi sebuah pesawat tempur F/A-18E/F dengan kapasitas angkut lebih banyak bisa sebagai pilihan yang menarik terhadap ancaman kurang canggih, menurut Hunter seperti dilansir oleh Flight Global.

“Tapi jika strategi Anda membutuhkan untuk beroperasi secara terus menerus di zona larangan terbang, maka tidak ada hal seperti itu pada Super Hornet”, tambahnya. “Ini sama sekali tidak ada”

Pada tahun 2015, Jenderal Joseph Dunford, Kepala Staf Gabungan, yang menyebut eksistensi Rusia sebagai ancaman terbesar AS diikuti oleh China, Korea Utara dan ISIS. Itulah yang mempengaruhi bagaimana pendekatan Departemen Pertahanan AS dalam prioritas pengadaan. Mengenai ancaman udara, berarti Pentagon telah menetapkan pandangan untuk membeli pesawat high-end yang dapat menembus pertahanan udara Rusia yang lebih canggih di Crimea.

Namun ada beberapa indikasi dari pernyataan Trump sebelumnya dan kecenderungan pada presiden Rusia Vladimir Putin bahwa orde lama bisa kembali. Tim keamanan nasional Presiden AS Donald Trump yang menempatkan terorisme sebagai kekhawatiran terbesar mereka dan membiarkan ancaman Rusia, menurut analis anggaran pertahanan CSIS, Todd Harrison.

“Jika itu berlaku maka mengapa Anda perlu sebanyak ini pesawat siluman?”, kata Harrison. “Jadi secara dramatis bisa mengubah apa yang kita beli”.

Pekan lalu, Kepala Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein menyatakan dukungan untuk usulan Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat, Senator John McCain yang mengusulkan tambahan anggaran untuk pengadaan 300 unit pesawat tempur murah. Langkah yang masuk akal jika Departemen Pertahanan berfokus ke arah memerangi kelompok teroris di Suriah, Irak dan Afghanistan, di mana pesawat serang ringan seperti Super Tucano sudah beroperasi.

Usulan Trump untuk perang harga pada program F-35 antara Boeing dan Lockheed memiliki beberapa preseden. Harrison mencatat Angkatan Laut AS sudah mempertimbangkan Super Hornet atas varian F-35C berbasis kapal induk, dimana adanya permintaan anggaran untuk meningkatkan jumlah F/A-18E/F sekaligus mengurangi jumlah pesanan untuk F-35C.

Sebuah kertas putih terbaru dari McCain menyarankan untuk melanjutkan tren ini, menunjuk kurangnya armada pejuang Angkatan Laut dan penundaan berkelanjutan pada program F-35C. McCain mengusulkan pengadaan 58 unit atau lebih Super Hornet dan 16 unit EA-18G Growlers untuk 5 tahun ke depan, tapi akan meneruskan pengadaan F-35 secepat mungkin.

“Saya pikir itu mudah bagi Trump mengatakan tidak tahu apa yang dia bicarakan, F-18 tidak memiliki kemampuan yang sama seperti F-35C”, kata Harrison. “Semua itu benar, tapi saya pikir ia tahu bahwa ia mengincar sesuatu”.

JakartaGreater

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  10 Responses to “Super Hornet Bisa Bersaing Dengan F-35 Lightning II”

  1. Owh… ternyata… masalah pesanan 😀

  2. Ini baru lebay..beli pespur buat habisin isis…atau teroris…
    Sejak kapan teroris punya pespur lengkap?atau hanya buat lawan SAM nya teroris?biasamya juga pake reaper..bukan pake pespir buat hajarnya..hehehe

  3. Memang dlm segi aerodinamis kelincahan f18..ok masuk akal untuk menekn anggarn yg.tdk masuk akal f35..mungkin f15 SA yg semi siluman

  4. Saatnya mencumut PAK FA

  5. F 35 di ganti supar tukino? ?

  6. dibanding F16 memang pilihan terbaiknya F18 SH…

  7. F35 pesawat termahal didunia mgkn perawatannya jg semahal F22 Raptor. Indonesia cukup SU-35,Mig-35, Pakfa 50 dan menyusul IFX dgn berbagai Varian.

  8. hm….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)