Jan 092017
 

Sebuah dokumen dari Arsip Nasional yang baru-baru ini dibuka untuk publik menunjukkan bahwa pada tahun 1986, Presiden AS Ronald Reagan pernah menawarkan kerjasama trans-atlantik dan akses teknologi pesawat siluman kepada Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Dilansir dari The Guardian, di bawah nama “Project Moonflower”, yang semula bernama POTUS menawarkan briefing Downing Street pada Proyek Hitam serta kesempatan bagi AS dan Inggris untuk bekerja sama dalam hal itu.

“Yang Terhormat Margaret”, dalam telegram yang dikirimkan AS tahun 1986 yang diperoleh The Guardian, “Saya senang mendengar bahwa Anda akan bertemu Cap [Casapar Weinberger, menteri pertahanan AS pada waktu itu] untuk membahas program khusus yang saya tulis… saya akan menunggu bagaimana reaksi Anda selanjutnya. Hormat kami, Ron”.

Namun pada waktu itu Inggris menolak kesempatan untuk bekerja pada teknologi siluman AS serta memperoleh jet siluman F-117, yang melakukan penerbangan perdana pada tahun 1981 dan secara diam-diam terus beroperasi hingga terungkap ke publik pada tahun 1988, beberapa tahun sebelum menjadi terkenal saat melakukan operasi Desert Storm di Irak.

Memang, surat Kementerian Pertahanan pada bulan Desember 1986 untuk Charles Powell, Penasehat Perdana Menteri untuk urusan luar negeri, memberitahukan bahwa “Weinberger telah menawarkan kita kesempatan untuk membeli pesawat AS, namun kami telah menjawab bahwa kami tidak ingin membeli hardware sementara program tetap hitam [rahasia]”.

Setelah tawaran pertama ditolak selanjutnya versi modifikasi dari F-117 dasar itu dilaporkan kembali ditawarkan kepada Royal Air Force Inggris pada tahun 1995.

Pesawat yang diyakini berjuluk F-117C sebagai varian Inggris, direncanakan akan dilengkapi dengan tipe intake B-2, kanopi clear view seperty milik F-22, dan menggunakan avionik dari Inggris, menggunakan mesin F414 atau EJ200, ditambah dengan sejumlah komponen struktural atau sub-rakitan dari BAE”.

Pesawat yang disebut sebagai F-117A + atau F-117B (B untuk “British”) yang sedang ditawarkan sebagai pengganti Tornado GR4 dan diyakini bahwa ini adalah alasan mengapa beberapa pilot RAF akhirnya terbang menggunakan jet siluman Nighthawk sebelum itu dipensiunkan pada tahun 2008.

Meskipun teknologi siluman yang membuat F-117 tak terlihat radar pada pertengahan 80-an, Tornado GR4 telah menjadi sistem senjata yang cukup sukses dimana Royal Air Force telah secara luas menggunakannya dalam pertempuran di semua lokasi konflik dan mendukung operasi dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu jet tempur siluman pertama Inggris akhirnya telah tiba dalam bentuk yang lebih kontroversial yaitu Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Sumber: Aviationist

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Tahun 1986 AS Pernah Tawarkan Jet Siluman F-117 Kepada Inggris”

  1. Mbuh..

  2. Ga nanya tuh…mo ditawarin, mo dikasih, masa bodo ga urus

  3. Itulah salahnya AS, napa juga tawarin ke UK waktu itu, klo tawarin kesini kan pasti dah sejak lama pesawat stealth berterbangan menjaga NKRI 😀

  4. krn proyek rahasia, british gak mau dibully orang Indonesia pake hastag #belikucingdalamkarung

  5. Masih banyak di gurun arizona..tinggal dihidupkan lagi dan siap dihibahkan dengan embel embel teknologi ++
    Xixixi

  6. inggris sadar wkatu itu jika dia beli itu pesawat..,maka kemungkinan besar pesawat dlm negeri buatan inggris seperti hawk dan sky hawk ga laku,,pabriknya bs bangkrut,,

  7. perhitungan bisnis lah pastinya